Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 85


__ADS_3

Pagi ini Gavin memutuskan mencari pekerjaan uang yg di pegang nya tinggal 40 ribu Gavin harus segera mendapatkan uang, setelah mengantar Erin ke kantor Gavin mulai mencari pekerjaan sebenarnya tidak mudah bagi Gavin mencari pekerjaan jika di kantor secara Gavin lulusan luar negri lulusan terbaik pernah bekerja di perusahaan luar negeri bahkan selama Gavin bekerja di perusahaan papa nya banyak sekali keuntungan yg dia raih bahkan foto Gavin masuk di sampul majalah pemuda milyaran tersukses tapi jika Gavin bekerja di perusahaan itu akan menimbulkan kekacauan untuk perusahaan nya nanti apa lagi saat Gavin kembali menjabat sebagai Presdir perusahaan Adiwinata Grub makan nya Gavin tidak melamar di perusahaan membuat Gavin pusing ingin kerja apa


"Aku harus kerja apa ya"gumam Gavin binggun lalu melaju kan sepeda nya Gavin berniat ingin membuka usaha makan tapi modal tidak ada memulai usaha


"Aku kerja itu saja"ujar Gavin melihat kurir pengantar barang Gavin segera ke perusahaan itu untuk bekerja tentu di terima yg di butuhkan hanya kepercayaan dan ingin bekerja bahkan Gavin di beri fasilitas motor karna memang perusahaan itu menyediakan tapi di potong gaji sebagai penyewa kendaraan Gavin menyanggupi nya jaminan sepeda itu meski ragu tapi pihak perusahaan tetap menerima karna di yakin kan oleh Gavin


"Susah juga mendapatkan sesuap nasi tanpa ada gelar pendidikan"gumam Gavin menuju mengantar barang barang


####


Erin lega akhirnya dia bisa pulang kerja dia melihat sekeliling Gavin tidak menjemput nya berarti Gavin sudah dapat pekerjaan Erin merasa lega Gavin benar ingin memenuhi tanggung jawabnya sebagai suami


"Tunggu"tiba tiba seseorang memegang lengan Erin membuat Erin menatap pria di depan nya dengan tubuh tegap dan atletis sama seperti Gavin rambut yg tertata rapi memiliki mata hitam pekat penampilan nya terlihat anak orang kaya terlihat dari penampilan nya sama seperti Gavin sesaat Erin tertegun pria tampan ini ngapain memegang tangan nya


"Memiliki tubuh tinggi 165 cm dengan kulit sawo matang memiliki masalah kulit wajah berjerawat rambut sebahu kamu Erin"ujar nya meneliti


"Iya tuan ini siapa"ujar Erin menarik tangan nya


"Saya mencari Gavin"ujar nya


"Siapa dia"gumam Erin


"Saya tidak kenal"ujar Erin melangkah


"Kamu tidak bisa membohongi saya jika kamu istri nya Gavin"ujar nya serius mengcengkram tangan Erin


"Lepaskan aku tuan ini menyakiti ku"ujar Erin berusaha lepas


"Kamu jangan macam macam"ujar nya serius


"Saya teman nya Gavin ingin mencari nya "ucap nya lalu mengeluar kan ponsel nya melihat kan foto diri nya dan Gavin yg berfoto di universitas yg sama


"Lepas kan dulu"ujar Erin memelas di lepas kan oleh nya


"Ngomong dari tadi*ujar Erin lega


"Tuan benaran teman nya mas Gavin"ujar Erin serius


"Iya ayo cepat"ujar nya membuka pintu mobil Erin heran menatap nya


"Ayo masuk"ujar nya Erin segera masuk pria itu masuk mobil


"Tuan mau apa ketemu sama mas Gavin"ujar Erin menatap nya


"Sial wanita ini kenapa miliki tatapan selembut ini bisa hancur pertahanan ku habis aku di hajar oleh Gavin meski dia memiliki wajah yg jelek tapi mata dan bibir nya menjatuhkan aku*batin nya mengcengkram kemudi nya


"Di mana alamat kalian tinggal "tanya nya Erin segera menunjuk kan jalan nya.saat mobil sampai ternyata Gavin juga baru sampai lalu pria turun bersama Erin


"Gavin"ujar nya menepuk bahu Gavin


"Nugi kamu sama Erin"ujar Gavin heran


"Aku bertanya mengenai mu pada bunda ku tapi dia bilang kamu di hukum di larang menemui mu tetap aja aku ingin menemui mu jadi aku bertanya pada Nabila dan dia menjelaskan ciri-ciri istri kamu"ujar Nugi serius yg baru pulang


"Ya kamu benar kesalahan ku terlalu besar sehingga papa menghukum ku mengambil semua hak ku jadi seperti ini aku jadi miskin orang bilang"ujar Gavin


"Tidak masalah aku akan membantu mu bekerja kamu bisa membantu ku"ujar Nugi


"Kita lihat saja aku senang bekerja sebagai kurir lumayan dapat 100 ribu hari ini"ujar Gavin membuat Nugi tersenyum


"Itu lebih baik"ujar nya lalu meliirk Erin


"Ayo masuk"ujar Gavin membuka pintu


"Istri kamu jelek tapi"bisik Nugi merangkul Gavin


"Itu yg aku sesali aku menikah dengan nya karna jebakan"ujar Gavin


"Dia memang jelek Gavin tapi tatapan dan bibir nya meruntuhkan pertahanan sedikit saja kamu hiasi dia dengan uang maksud ku kamu beri dia uang mempercantik diri nya aku yakin dia sangat jatuh cinta jika kamu tidak berniat aku akan mengantikan mu jika kamu berniat membuang nya"bisik Nugi


"Ya dia emang jelek tapi bener sih tatapan nya lembut bibir tipis itu menggoda benar juga kata Nugi jika aku percantik dia aku kan nanti banyak uang "batin Gavin menatap Erin yg keheranan


"Mas Gavin aku mandi dulu"ujar Erin melangkah ke kamar mandi

__ADS_1


"Bagaimana mau ngak aku akan menjadikan dia istri ku bunda ngotot ingin menikah kan aku seperti nya dia baik"ujar Nugi


"Tau dari mana"ujar Gavin duduk


"Jika wanita memiliki tatapan lembut sudah pasti hati nya lembut"ujar Nugi


"Papa dan mama sangat menyukai nya jadi melarang aku melepaskan nya sekarang aku mau pokus menjalankan hukuman ku"ujar Gavin


"Gila cewek itu jika di tatap seksi juga tubuhnya ternyata langsing juga"ujar Nugi melihat Erin menuju kamar mandi


"Hei berani menatap nya kamu mau baku hantam dengan ku"kesal Gavin berani sekali Nugi memuji tubuh istri nya seakan ingin menikmati istri nya itu


"Hei kenapa kamu marah dia jelek atau kamu"ujar Nugi curiga


"Sialan kamu selalu memprovokasi ku"geram Gavin membuat Nugi tertawa


"Tapi serius istri mu itu tatapan nya lembut banget menggetarkan jiwa bibir nya enak kan di cium etss tenang aku tidak akan merebut nya dari mu"ujar Nugi santai dan tertawa dia paling suka memprovokasi Gavin membuat Gavin benar kesal oleh nya


"Baik nanti kita bicara lagi aku mau mandi"ujar Gavin berdiri masuk ke kamar saat Erin sudah selesai mandi menuju dapur Nugi berdiri duduk di meja makan


"Aku Nugi Alberto Kakak nya Nabila aku dan Gavin sudah lama berteman sejak bayi bahkan dalam kandungan"ujar Nugi terkikik Gavin segera masuk ke kamar mandi


"Saya Erin "ujar Eien tersenyum membuka kulkas


"Wah kamu ingin masak"ujar Nugi di angguki Erin


"Jarang sekali lho wanita zaman sekarang bisa masak apa lagi masakin suami"ujar Nugi tersenyum ramah Erin menoleh dan tersenyum


"Gavin senyum istri mu rasa nya ingin segera aku memakan nya"teriak Nugi tertawa geli


"Nugi jangan berani kamu aku akan menghajar mu"teriak Gavin dari kamar mandi dan hanya terdengar gelak tawa dari Nugi


"Erin apa kamu punya teman sama seperti mu memiliki senyum yg sama bibir yg sama dan juga mata yg indah"ujar Nugi tersenyum memangku dagu nya menatap Erin yg cekatan


"Jangan binggun panggil saja Nugi seperti Gavin memanggil ku"ujar Nugi dia sangat teliti menilai seseorang


"Ya Nugi kenapa pria itu paling suka dengan kecantikan dari wanita padahal yg dia butuhkan hanya cinta jika sudah jatuh cinta maka semua terlihat sangat indah"ujar Erin tersenyum simpul


"Ya kamu benar tapi aku belum bisa menemukan wanita yg bisa membuat ku jatuh cinta"ujar Nugi


"Kamu berbicara seperti mengintai istri orang"ujar Gavin serius membuat Nugi tertawa


"Sudah lah ayo cepat pakai baju mu"ujar Nugi santai menatap Erin yg cekatan memasak


"Ada keperluan apa mencari ku"ujar Gavin duduk setelah memakai baju santai


"Aku hanya menjenguk mu saja aku tau kesusahan mu jika kamu mencari pekerjaan kamu bisa ikut dengan ku saja"ujar Nugi


"Tidak sekarang aku benar ingin menikmati atas hukuman ini"ujar Gavin


"Oke oke kamu bilang tadi bekerja sebagai kurir gini aja kamu kerja pada ku sebagai kurir tapi pengantar barang ku dengan mobil barang yg akan di angkut ke kapal bagaimana "ujar Nugi


"Itu aku setuju tapi gaji nya seperti karyawan yg lain"ujar Gavin


"Iya santai"ujar Nugi


"Gaji aku ingin sekarang"ujar Gavin


"Ehh buset di mana mana orang kerja dulu baru dapat gaji"ujar Nugi


"Aku sudah kehabisan uang jika bisa kerja itu harus dapat gaji"ujar Gavin


"Baik lah baik lah aku akan berikan"ujar Nugi santai lalu Erin menyajikan makanannya


"Wah sepertinya enak nih ikut makan "ujar Nugi mengambil bagiannya


"Biar aku ambil pirang lain saja"ujar Erin menepuk tangan Gavin yg menatap Nugi yg kesal


"Dia bisa ya mengendalikan mu hati hati nanti kamu cinta"ujar Nugi santai


"Aku cinta sama dia cih ngak akan"ujar Gavin mengambil bagian nya Erin duduk mengambil makanannya


"Ngak ada perasaan banget bicara depan orang nya"sindir Nugi mengunyah makanannya

__ADS_1


"Tidak apa aku terbiasa dengan ini semua aku tidak merasa sakit hati karna memang itu fakta nya"ujar Erin tersenyum


"Ya ampun sisa kan satu untuk ku kamu istri idaman banget bisa masak pengertian tidak nuntut baik lagi"ujar Nugi gemes


"bukan nya pria itu suka dengan kecantikan wanita"ujar Erin tersenyum


"Bonus saja aku yakin kamu pun nanti cantik tidak lupa kamu sangat baik"ujar Nugi tersenyum mengangkat tangan tapi Gavin menepis nya


"Apa hah apa"ujar Gavin kesal


"Heh aku hanya ingin ambil minum"ujar Nugi mengambil air putih nya


"Kamu pasti berfikir aku mau mengelus kepala nya ya tenang aku ini pria sejati milik orang aku tidak suka"ujar Nugi tersenyum berhasil memprovokasi Gavin sudah Nugi pastikan jika di antara mereka berdua ada diri nya Gavin benar panas dingin


"Jika selesai kamu pergi deh"ujar Gavin


"Ya ampun lihat lah Erin betapa tidak sopan nya Gavin suami mu aku memberi nya pekerjaan dan aku adalah teman nya baru pulang masak dia usir seperti itu"ujar Nugi


"Habis nya kamu buat aku kesal"geram Gavin


"Mas Gavin ngak papa Nugi hanya bercanda"ujar Erin menepuk dada Gavin lagi lagi membuat Gavin terdiam dan itu sukses membuat Nugi tertawa


"Diam"kesal Gavin memukul lengan Nugi dengan keras


"Sabar mas Gavin"ujar Nugi meniru kan suara wanita menepuk dada Gavin lalu tertawa puas Erin sampai ikut tertawa dengan ekspresi Nugi


"Teman mas Gavin lucu banget"ujar Erin tersenyum


"Benarkah aku lucu terimakasih kamu wanita pertama mengatakan aku lucu banyak yg mengatakan aku tampan"ujar Nugi tersenyum


"Dia tidak sebaik itu dia baik karna kamu istri ku jika tidak lihat saja dia betapa breksek nya"ujar Gavin serius


"Ayo lah jangan merusak nama ku di depan istri mu"ujar Nugi santai


"Cepat cepat kamu pergi dari sini aku merasa terganggu"ujar Gavin kesal


"Baik kamu santai saja seakan aku akan mengambil istri mu saja"ujar Nugi tersenyum dan segera menghabisi makanan karna memang Nugi pun ada pekerjaan


"Erin terimakasih atas masakan nya aku sangat menyukai nya"ujar Nugi setelah selesai makan


"Terimakasih kembali Nugi sudah mau ingin mengajak mas Gavin bekerja"ujar Erin tersenyum


"Oke Gavin aku pulang "ujar Nugi lalu berlalu pergi Gavin pun mengantar nya ke depan rumah


"Kamu jangan terlalu dekat sama Nugi"ujar Gavin serius menatap Erin yg beberes


"Kenapa"tanya Erin heran


"Jaga jarak saja dia adalah orang yg mesum dan cabul"ujar Gavin berlalu


"Perasaan tidak"gumam Erin heran dan lanjut beberes setelah itu Erin masuk ke kamar melihat banyak sekali pakaian kotor milik Gavin


"Ehh kamu mau ngapain baju ku"ujar Gavin melihat Erin memungut nya


"Mencuci nya tuan"ujar Erin segera menuju kamar mandi Gavin acuh tetap berbaring tadi sebelum pulang Nugi meninggalkan uang sebagai gaji nya satu bulan ke depan setelah menyimpan uang itu Gavin beranjak mengintip Erin yg mencuci pakaian nya


"Jadi bosan aku ngapain ya"ujar Gavin binggun dia keluar sebentar mencari angin segar melepas kebosanan nya saat di jalan Gavin melihat tokoh peralatan rumah


"Tidur di kasur itu sakit aku beli kasur lipat aja"gumam Gavin masuk ke tokoh itu mencari kasur yg empuk


"Ini berapa"tanya Gavin melihat kasur lipat yg lumayan enak di tiduri


"500 mas"ujar nya


"Boleh juga"gumam Gavin


"Saya mau beli tapi bisa ngak di antar soal nya saya pakai sepeda ngak bisa bawa sekalian bayar nya di rumah"ujar Gavin


"Jauh ngak"ujar nya


"Ngak rumah saya di gang sana"ujar Gavin menunjuk gang depan


"Oke deh kami ikutin mas nya ya"ujar nya

__ADS_1


"Oke"ujar Gavin keluar saat ada beberapa orang membawa kasur itu naik motor segera Gavin melaju kan sepeda nya di ikuti mereka menuju rumah yg di tempati Gavin


__ADS_2