Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 83


__ADS_3

Gavin melirik jam di pergelangan tangan nya hampir masuk makan siang pantas dia sangat merasa lapar Gavin duduk merasakan badan nya sakit semua tidur di kasur yg menurut Gavin keras dan kecil itu Gavin segera mengambil handuknya menuju kamar mandi melihat kamar mandi kecil itu membuat Gavin frutasi bagaimana dia bisa mandi dengan seperti itu


"Ck sulit sekali mandi pakai gayung ini"ujar Gavin lalu menutup pintu nya meletak kan handuk nya Gavin melangkah tapi dia malah terpeleset


bugh


"Awww sakit banget "rintih Gavin menahan pinggang nya yg terbentur ke lantai


"Sial banget aku ini semua karna cewek jelek dan sial itu"kesal Gavin berdiri lagi terasa pinggang nya encok Gavin segera mandi sekenanya saja


"Lihat apa yg cewek ini masak"ujar Gavin membuka menutup makanan itu hanya terlihat telur goreng


"Makanan apa ini dia pasti tidak bisa masak menjengkelkan hanya ini saja"geram Gavin


"Aku makan di luar saja"gumam Gavin masuk ke kamar nya mengambil dompetnya setelah itu Gavin pergi dia memesan taksi menuju restoran


###


"Bosan juga jadi pengangguran ini"ujar Gavin menyantap makanan itu dengan lahap karna lapar


"Tapi aku kerja apa"gumam Gavin berfikir


"Terserah anggap saja aku istirahat biar lah papa kasih uang "ujar Gavin acuh dia melihat berita diri nya Kalvin memberi tau jika Gavin resmi bukan pewaris tunggal bahkan dia diusir dari keluarga itu bahkan sekarang Kaynara akan menggantikan Gavin tentu itu berita menghebohkan lihat saja mereka ternyata menatap Gavin


"Ehh ada Gavin mantan pewaris tunggal Adiwinata"ujar Elis mendekat


"Memang nya kenapa masih ngotot mengejar ku"sindir Gavin


"Tidak aku sih cinta sama Arif ya aku mengejar mu karna ingin hidup enak dan juga kamu tampan aku yakin bisa jatuh cinta pada mu yg pasti hidup enak makan nya mengejar mu tapi jika kamu sudah miskin ngak mau deh cinta dan tampan aku tidak akan hidup enak mending kembali aja sama Arif yg penting ngak hidup susah"ujar Elis cekikikan


"Dasar wanita matre"geram Gavin


"Sstt jangan marah lagian kamu punya istri cocok sama Erin bodoh dan jelek itu sama kamu yg miskin ini tenang Erin mau di ajak susah"ujar Elis tertawa Gavin tidak terima dihina seperti ini


"Jangan marah tuan Gavin oppss maaf Gavin"ujar Arif tertawa dan pergi


"Aku ngak terima di hina seperti ini"geram Gavin dia segera membayar makanannya


###


Gavin memutuskan menemui orang tua nya ingin hukuman di ringan kan dan di perjelas dia sebagai apa Gavin tidak ingin lagi di hina seperti itu.Kalvin dan Nanda yg mendengar kan Gavin hanya acuh saja


"Papa sengaja mengatakan itu biar meyakinkan mereka semua dan biar kamu sadar tentang rasa sakit dan juga biar kamu bisa menemukan orang yg tulus di samping mu"ujar Kalvin


"Ngak seperti ini juga pa"ujar Gavin


"Udah Gavin belajar sana kamu juga cari kerja masak kamu makan dari hasil istri mu"ucap Kalvin


"Aku mau minta uang lagi udah habis uang nya tadi aku makan di restoran"ujar Gavin santai


"Apa jangan bilang kamu makan sendiri "ujar Kalvin


"Iya mantu papa itu ngak bisa masak dia hanya menyuguhkan telor goreng masak aku makan itu jadi aku makan di restoran sisa uang ku hanya 100 ribu papa berikan lagi aku uang"ujar Gavin


"Ya ampun Gavin kamu kira papa main main dengan hukuman yg papa berikan sudah papa katakan uang itu untuk beberapa bulan ke depan tapi kamu habis kan dengan satu hari"ujar Kalvin


"Buktikan jika kamu bisa dan kamu pantas mendapatkan julukan pewaris tunggal Adiwinata "ujar Kalvin


"Papa tidak akan berikan kamu bisa sendiri menjalankan hidup sendiri dan soal istri mu tidak bisa masak itu derita mu rasakan soal rasa sakit kamu harus bijak mengambil keputusan udah habisin uang banyak sendiri lagi habisin nya pergi sana pulang"ujar Kalvin


"Tapi pa"ujar Gavin


"Sana"usir Kalvin


"Aghh masak aku ngak pegang uang"kesal Gavin melihat isi dompet nya tinggal selembar

__ADS_1


Gavin terpaksa harus naik ojek menghemat biaya sekarang dia samping kan ego dan keangkuhan nya untuk menunjukkan pada papa nya jika dia bisa dan mampu menjadi pewaris Adiwinata.Saat Gavin sampai di rumah dia melihat Erin menunggu di bangku depan rumah karna Gavin mengunci nya


"Pak ngak ada uang kecil"ujar ojek itu tidak ada kembalian


"Tuan Gavin biar aku yg bayar kebetulan aku ada uang kecil "ujar Erin mengeluar kan uang nya Gavin mengambil uang nya lagi


"Tuan Gavin dari mana"tanya Erin setelah ojek itu pergi


"Tidak usah kepo dengan urusan ku"ketus Gavin mengambil kunci rumah nya dan segera masuk Erin juga ikut masuk segera membersihkan tubuhnya


"Aku kerja apa tidak ada modal lagi memulai usaha aghh kesal banget aku di hukum seperti ini"kesal Gavin mengacak rambutnya frutasi


"Tuan Gavin tidak makan mau aku masakin apa"tanya Erin dengan handuk di kepalanya baru selesai mandi berniat ingin masak karna dia juga lapar


"Aku mana mau makan telur goreng seperti itu"kesal Gavin mendekat menguk air


"Baik lah aku akan masak maafkan aku lain kali aku tidak akan goreng telur ini"ujar Erin membuka kulkas masih ada beberapa sayur


"Memang bisa masak"tanya Gavin santai


"Bisa tuan biasa nya aku yg masakan di rumah Elis tadi aku telat kerja makan nya hanya goreng telur"ujar Erin mengeluar sayur nya


"Ngarang kamu di sana kamu hidup enak"ujar Gavin membuat Erin tersenyum kecil


"Tuan aku ini hanya anak yatim orang tua ku semasa hidup berkecukupan saat mereka meninggal hanya menyisakan sedikit harta hanya untuk kebutuhan ku beberapa tahun udah habis sedang kan om Dirly enggan biayai ku jadi untuk menyambung hidup aku harus bermanfaat untuk mereka dengan jadi pembantu di rumah mereka"jelas Erin


"Bukan nya om Dirly itu kakak kandung ayah mu"tanya Gavin


"Memang benar itu tapi tuan manusia jika soal uang tidak ada kata saudara "ujar Erin tersenyum


"Apa kamu menyesal lahir di dunia ini secara hidup mu tidak lah beruntung apa lagi kamu harus hidup dengan ku yg sekarang sudah terusir"ujar Gavin serius


"Tidak sama sekali tuan aku menyesal aku bangga menjadi anak ibu bapak ku bahkan aku bangga menjadi simbol kehidupan mereka mengenai tuan sendiri mama Nanda sudah mengatakan aku sebagai istri harus tetap ada di samping tuan"ujar Erin


"Aku sudah dengar mengenai berita tuan karna satu kantor membicara tuan"ujar Erin


"Tidak "ujar Erin


"Kenapa "ucap Gavin penasaran


"Di larang sama papa Kalvin dia bilang jangan kasih tau aku tidak boleh mengatakan jika istri tuan Gavin"ujar Erin mengiris sayur nya


"Bagus setidaknya aku tidak malu memiliki istri jelek"ujar Gavin menatap Erin yg hanya santai raut wajahnya tidak lah sedih


"Kamu tidak sedih aku mengatakan itu"ujar Gavin serius


"Tidak sama sekali tuan selain itu fakta aku sudah terbiasa mendengar cacian dan hinaan untuk ku jadi tuan jangan khawatir itu"ujar Erin mencuci sayur nya


"Erin aku hanya minta kejujuran dari mu sangat meminta kejujuran itu apa yg kamu inginkan dari hidup ku yg serba kekurangan ini jadi kita saling jujur saja kamu juga jangan ingin terlihat baik dan suci di depan ku"ujar Gavin


"Elis ya mengatakan itu "ujar Erin tersenyum


"Jebakan itu kamu yg buat demi ingin harta ku dan juga kamu sering tidur dengan pria untuk mendapat kan uang "ujar Gavin serius


"Jebakan"ujar Erin tersenyum simpul dia menatap Gavin tatapan itu membuat Gavin salah tingkah tatapan di mana malam itu Erin menatap nya sangat lembut seakan menyentuh jiwa Gavin


"Bahkan aku tidak terpikir sama sekali akan tidur dengan tuan Gavin atau dengan pria mana pun aku terlalu sibuk untuk kerja aku tidak pandai bersandiwara "ujar Erin


"Bahkan tuan Gavin pria pertama yg menatap tubuh ku dengan polos tuan Gavin pria pertama yg menyentuh ku aku berani bersumpah itu"ujar Erin serius Gavin terdiam mengingat malam itu kenapa Gavin sangat bodoh melupakan itu malam yg sulit untuk Gavin gapai malam yg hanya terdengar teriakan dan rasa sakit untuk Erin tapi nikmat untuk Gavin bahkan Gavin melupakan jika dia lah yg merobek selaput rahim itu sehingga membuah kan hasil tapi Gavin menghancurkan itu semua


"Erin"ujar Gavin lirih dia benar menyadari kesalahannya kali ini betapa bodoh nya dia mendengar kan perkataan Elis


"Aku meminta maaf atas yg aku lakukan dari merusak kehidupan mu kasar pada mu menghina mu terkadang juga aku mencaci mu bahkan aku membunuh anak mu"lirih Gavin


"Tidak masalah itu tuan aku sudah memaafkan tuan Gavin"ujar Erin tersenyum

__ADS_1


"Aku janji akan memenuhi kewajiban ku sebagai suami tapi jangan harap dengan cinta ku karna aku tidak akan mencintaimu maafkan aku"ujar Gavin


"Tidak masalah tuan harus nya aku yg minta maaf karna membuat tuan tidak nyaman dengan kehadiran ku terimakasih atas semua nya aku lebih sadar diri dengan diri ku yg jelek ini tidak ada yg mencintai ku aku tidak menuntut tuan atau pun orang lain mencintai ku aku hidup damai saja itu sudah membuat ku bahagia terima kasih atas kewajiban nya kali ini"ujar Erin tersenyum


"Oke jika seperti itu sepertinya aku akan ikut dengan mu makan"ujar Gavin ,Erin mulai pokus memasak Gavin pun memeriksa ponsel Erin yg ada dengan nya terutama pada pesan Erin kebanyakan dari kantor Gavin meng-klik nama Bagus membacanya dengan serius Gavin melihat juga ada nama asisten nya Boy membuat Gavin penasaran apa itu boy asisten nya Gavin membaca dengan serius lalu mengacuhkan itu Gavin memutuskan untuk mandi karna terasa badan nya lengket sebelum dia makan dia ingin merasa nyaman


####


Gavin menatap lauk di depannya hanya sayur kangkung tumis dan juga tempe goreng membuat Gavin termenung dia harus suka rela makan makanan kambing menurut nya


"Kita makan ini"tanya Gavin


"Iya tuan apa tuan Gavin tidak suka karna mulai hari ini makanan sehari kita kebanyakan ini untuk menghemat biaya "ujar Erin


"Iya benar aku harus bisa menelan nya"ujar Gavin menghembuskan nafasnya kasar lalu mulai menyuap kan ke mulut nya Erin tersenyum kecil melihat wajah Gavin yg terkesan terpaksa


"Apa besok kita masak daging saja tuan"ujar Erin


"Aku hanya punya uang satu lembar"ujar Gavin menikmati makan nya


"Lho bukan nya kemarin papa Kalvin memberi tuan uang 3 juta"ujar Erin heran


"Iya aku tidak terbiasa makan telur goreng jadi aku makan di restoran mahal hingga uang nya habis"ujar Gavin


"Tidak apa kita makan ini saja"ujar Erin tersenyum menikmati makan nya


🌙🌙🌙


Gavin berbaring di kasur menatap langit kamar nya berfikir dia 5hafus kerja apa besok Gavin melihat Erin mengambil selimut nya yg di letak kan di tas nya


"Apa kamu nyaman tidur di sana"ujar Gavin


"Nyaman tidak nyaman harus terbiasa"ujar Erin tersenyum


"Kamu boleh ikut dengan ku tapi ingat jangan menyentuh ku"ujar Gavin serius


"Baik lah"ujar Erin tersenyum


"Kamu bisa memijit"ujar Gavin


"Bisa"ujar Erin


"Tadi aku jatuh di kamar mandi pinggang ku terasa nyeri kamu pijit sebentar"ujar Gavin melepaskan baju nya


"Tuan kenapa harus melepaskan baju nya"ujar Erin menatap ke bawah


"Biar enak"ujar Gavin tengkurap Erin mengambil minyak telon nya lalu memoleskan di tangan


"Tuan pinggang nya biru"ujar Erin menyentuh pinggang Gavin sedikit biru Erin terasa malu menatap punggung itu bahkan kulit Gavin lebih putih dari kulit nya


"Iya makan nya itu sakit"ujar Gavin


"Aku pijit ya tuan tahan"ujar Erin mulai memijit pinggang Gavin dengan lembut


"Kamu sering memijit seseorang"tanya Gavin menikmati pijatan itu


"Iya tuan pembantu di rumah Elis sering minta bantuan ku makan nya aku bisa tapi hanya wanita aku mana mau pria"ujar Erin tersenyum


"Jangan harap minta upah ya"ujar Gavin


"Tidak sama sekali tuan"ujar Erin tersenyum tipis pokus memijit


"Besok bangun kan aku karna aku mau cari kerja"ujar Gavin


"Tuan besok mau kerja apa"tanya Erin

__ADS_1


"Belum tau kamu bangun kan aja aku nanti kamu ku antar ke kantor dan aku mau pakai sepeda nya cari pekerjaan "ujar Gavin


"Iya tuan "ujar Erin mengerti dia pokus memijit ke seluruh tubuh Gavin karna Gavin yg minta tubuh nya terasa sakit semua karna tidur di kasur yg keras itu


__ADS_2