
Karna tidak menemukan kejujuran dari Gavin bahkan saat bangun tidur dan berusaha Gavin tidak menceritakan mengenai wanita itu Erin memutuskan menemui Kaynara tapi sebelum itu dia menyiapkan pakaian untuk Gavin ke kantor setelah itu baru Erin memutuskan menemui Kaynara
"Kay"Erin duduk di kasur menatap Kaynara yg memilih beberapa buku nya
"Emm boleh ngak aku cerita mengenai kakak mu"ujar Erin
"Boleh "ujar Kaynara masih pokus dengan buku nya
"Kemarin saat aku ikut dengan mama aku melihat mas Gavin di bertemu sama seorang wanita seperti nya memang cukup baik kenal nya saat bicara tapi mas Gavin tidak menceritakan itu aku harus bagaimana "ujar Erin serius
"Apa dia berani selingkuh ayo kita temui dia"Kaynara menarik tangan Erin
"Kay tunggu dulu"ujar Erin
"Kamu ini tidak bisa apa sabar menghadapi masalah kita tidak punya bukti yg kuat apa lagi tidak tau wanita itu siapa"ujar Erin
"Iya juga apa kamu memotret wanita itu"tanya Kaynara
"Tidak aku hanya melihat saja"ujar Erin
"Perkiraan kamu dia siapa"ujar Erin
"Siapa ya selain Elis kekasih kak Gavin ada juga pacar nya saat kuliah dulu kak Gavin pernah mengajak wanita itu ke rumah tapi aku lupa siapa nama nya"ujar Kaynara
"Bagaimana ya aku mencari tau dia siapa aku merasa tidak nyaman"ujar Erin
"Kamu cari tau saja jika ingin tau kak Nugi punya foto wanita itu siapa tau benar itu wanita bersama kak Gavin mantan nya yg dulu ngak mungkin dong kak Gavin punya kekasih baru"ujar Kaynara
"Benar juga"ujar Erin
"Nanti aku ketemu sama Nugi"ujar Erin tersenyum
Cklek
"Erin ayo sarapan kamu aku cari ternyata di sini"ujar Gavin masuk
"Iya mas,ayo Kay"ajak Erin meraih tangan Kaynara mereka segera turun
"Maaf banget ya ma ngak buat sarapan"ujar Erin tidak enak segera mengambil kan Gavin sarapan
"Tidak apa sudah ada tugas nya mama mengerti kalian pasti sangat membutuhkan waktu lama apa lagi di malam hari pasti selalu ingin menyentuh"kekeh Nanda membuat Erin hanya tersenyum kecil
"Hei kenapa apa Gavin jarang memberi mu sentuhan"tanya Kalvin melihat raut wajah Gavin biasa saja
"Pa udah jangan ditanya "ujar Gavin malas
"Jika suami tidak pernah menyentuh istri nya itu dia selingkuh atau dia punya wanita lain di hati nya"ujar Kalvin menatap Gavin
"Papa harap kamu tidak melakukan itu Gavin"ujar Kalvin
"Pa bukan setiap malam aku harus menyentuh Erin dia punya tenaga yg sering capek aku pun begitu "ujar Gavin
"Tidak rasa lelah itu akan hilang jika kalian melakukan itu"ujar Kalvin
"Udah biarin aja Gavin mengatur rumah tangga nya"ujar Nanda
"Aku hanya mengingat kan Gavin saja jangan sampai dia membuat kesalahan"ujar Kalvin
"Aku tidak akan membuat kesalahan pa"ujar Gavin
"Oke oke kenapa kamu sedikit kesal"ujar Kalvin menyeduh kopi nya mereka sarapan bersama
###
Setelah Gavin berangkat kerja Erin menelpon Nugi minta bertemu meski Nugi sedikit sibuk Nugi tetap mewujudkan keinginan istri sahabatnya itu bertemu di dekat kantor nya Erin izin dengan Nanda dan Nanda menyuruh sopir mengantar Erin
"Ada keperluan apa Erin aku sangat sibuk"ujar Nugi duduk
"Maafkan aku membuat waktu mu terbuang Nugi tapi Kaynara bilang kegelisahan ku ini akan di jawab oleh mu makan nya aku meminta bertemu dengan mu"ujar Erin tidak enak
"Memang nya apa yg membuat mu gelisah"tanya Nugi serius Erin pun menceritakan wanita yg bertemu dengan Gavin kemarin
__ADS_1
"Erin buat apa kamu mempersulit diri sendiri mau Gavin selingkuh atau tidak itu bukan urusan mu bukan kah kamu tidak menyukai nya juga"ujar Nugi tersenyum
"Iya tapi aku merasa tidak nyaman akan hal itu "ujar Erin
"Ketidak nyaman atau merasa tidak aman Erin bilang saja kamu takut kehilangan Gavin takut Gavin jatuh ke perempuan lain "ujar Nugi santai
"Wajar aku memiliki perasaan itu aku istri nya wanita mana yg mau suami nya jatuh ke pelukan wanita lain rasa hanya mendominasi erat nya sebuah hubungan "ujar Erin serius
"Oke oke yang mulai menyayagi suami nya"kekeh Nugi
"Apa kamu ingat ciri ciri wanita itu jika kamu jelaskan mungkin aku mengenal jika itu dari masa lalu Gavin tapi jika tidak mengenal berarti Gavin baru mengenal nya"ujar Nugi
"Aku rasa itu masa lalu nya mas Gavin karna sebelum dia menikah dengan ku dia punya hubungan dengan Elis aku mengenal nya"ujar Erin
"Perempuan itu memiliki rambut sebahu tubuh cukup berisi memiliki kulit putih tinggi nya sebahu mas Gavin "ujar Erin menjelaskan mengingat
"Tunggu apa wanita ini"ujar Nugi mengeluarkan ponselnya mencari foto wanita yg pernah Nugi kenal
"Iya benar wanita ini"ujar Erin mengenali
"Buat apa Martha menemui Gavin hubungan mereka sudah lama berakhir sejak orang tua Martha tidak merestui hubungan mereka "ujar Nugi
"Itu berarti mantan nya mas Gavin"ujar Erin
"Iya "ujar Nugi
"Apa aku berhak cemburu akan hal itu"gumam Erin
"Tentu saja boleh asal kan ada cinta di hati mu"kekeh Nugi
"Jika butuh bantuan jangan sungkan minta pada ku"ujar Nugi
"Terimakasih Nugi atas infonya aku mau pulang "Erin berlalu pergi sedikit kecewa setelah mendengar penjelasan dari Nugi jika itu mantan nya Gavin entah kenapa Erin berfikir Gavin segera akan membuang nya dan kembali pada mantan nya itu Erin sangat cemas akan hal itu padahal dia sudah nyaman dekat Gavin nyaman tinggal bersama keluarga itu
"Aku istri nya jadi berhak tapi apa mas Gavin mau aku larang dia aja melarang aku mencintai nya aduh pusing"Erin mengaruk kepalanya tidak gatal
Mobil yg di tumpangi Erin memasuki pagar dari kejauhan Erin melihat mobil Gavin lalu Gavin keluar dari mobil itu dia menoleh mobil keluarga nya Erin segera keluar dari mobil
"Mas kok pulang"ujar Erin heran apa lagi melihat wajah Gavin yg tegang
"Aku ketemu sama Nugi ada keperluan sedikit"ujar Erin tersenyum
"Ayo"Gavin memeluk pinggang Erin mereka berjalan masuk ke rumah
"Erin kamu kok barang Gavin"tanya Nanda
"Iya ma saat aku sampai mas Gavin kebetulan baru pulang juga"ujar Erin tersenyum dan menoleh pada perempuan di depan Nanda itu wanita kemarin yg Nugi bilang bernama Martha
"Gavin"Martha berdiri tapi Gavin bergeser memeluk pinggang Erin
"Ayo duduk tadi aku di telepon sama papa di suruh pulang"ujar Gavin mengajak Erin duduk
"Mau apa perempuan ini "batin Erin
"Erin kenal kan ini Martha dia mantan pacar nya Gavib dia ingin bertemu dengan mu"ujar Nanda
"Erin kamu istri nya Gavin kan"Martha berpindah duduk menjadi di samping Erin
"Iya aku istri nya mas Gavin"ujar Erin
"Erin apa kamu yakin Gavin mencintai mu"tanya Martha
"Martha jangan mengusik istri ku kami saling mencintai "ujar Gavin cepat
"Aku tidak percaya Gavin aku tau kamu dan aku tau selera mu kamu tidak akan menyukai wanita seperti ini"ujar Martha
"Tutup mulut mu kamu jangan berani menghina istriku"ucap Gavin merangkul Erin
"Gavin aku bicara jujur dengan istri mu yg aku katakan ada benar nya"ujar Martha
"Kamu jangan dengar kan omongan nya Erin"Gavin mengengam tangan Erin erat
__ADS_1
"Aku tau kamu adalah mantan pacar nya mas Gavin entah apa yg berusaha kamu katakan "ujar Erin meletakkan tangan Gavin di pangkuan nya karna Gavin tidak ingin melepaskan genggaman nya
"Erin kita sesama wanita kamu lebih mengerti perasaan ku bagaimana di campakkan "ucap Martha meraih tangan Erin mengengam nya
"Aku mohon kamu harus bijak mengambil keputusan atas keadilan hidup ku Erin"ujar Martha memelas
"Maksud mu apa aku tidak mengerti "ujar Erin
"Erin, Gavin telah meniduri ku dia engan bertanggung jawab pada ku"ujar Martha menangis membuat Erin menarik tangannya
"Apa katamu"ujar Kalvin
"Iya om Gavin telah meniduri ku"Martha menangis sesenggukan
"Gavin jelas kan apa benar yg di katakan Martha itu jika benar kamu benar keterlaluan "ujar Nanda
"Ma pa memang benar ada nya tapi"Gavin menoleh ke arah Erin yg menatap nya
"Awal kami menjalin hubungan ma pa aku memang dulu berniat memperistri Martha makan nya aku lakukan itu sebelum aku bertemu dengan orang tua nya sampai aku di tolak"ujar Gavin
"Kamu janji ingin bertanggung jawab Gavin tapi kenapa kamu mengingkari nya"ujar Martha menyeka air matanya
"Martha sudah ku bilang itu masa lalu kita orang tua mu yg menolak ku sehingga kita mengakhiri hubungan aku tidak bisa bertanggung jawab karna aku memiliki istri aku sangat menyayangi istri ku"ujar Gavin merangkul Erin
"Erin kamu wanita kamu lebih tau soal perasaan ku"lirih Martha
"Itu masa lalu ku Erin aku tidak pernah mengkhianati mu hanya di awal pernikahan bersama Elis sekarang tidak bukan kah aku sudah berjanji tidak akan menyakiti mu dia hanya masa lalu ku"ujar Gavin menangkup wajah Erin tapi Erin menurunkan itu
"Erin ajak lah Gavin bicara berdua kata kan yg ingin kamu katakan"ucap Kalvin
"Iya pa"ujar Erin berdiri dan melangkah pergi Gavin pun mengikuti
"Kenapa kalian tidak adil pada ku"ujar Martha
"Ini bukan ke tidak Adilan Martha Gavin masa lalu mu benar itu orang tua mu menolak Gavin padahal Gavin ingin menikahi mu jika sekarang waktu nya tidak tepat karena Gavin telah mempunyai istri"ujar nanda
"Erin mengerti lah yg aku lakukan itu hanya masa lalu"ujar Gavin saat mereka sampai kamar
"Entah aku berhak atau untuk bicara mas "ujar Erin duduk di sofa
"Kenapa kamu mengatakan itu kamu berhak bicara berhak cemburu dan berhak atas diri ku karna kamu istri ku"ujar Gavin
"Kecemburuan dan hak itu di awali oleh rasa cinta dan mas Gavin sendiri melarang ku untuk mencintai mas Gavin"ucap Erin menatap mata Gavin membuat Gavin membeku
"Apa kamu tidak mencintai ku"tanya Gavin serius
"Hal itu mas Gavin sendiri yg putus kan aku menjaga hati ku tidak mungkin nanti aku harus memiliki rasa terlarang tidak mungkin nanti aku harus memendam rasa di saat mas Gavin meninggalkan aku menyusun hati yg hancur itu sangat lah sulit"ujar Erin
"Erin aku tau tapi kali ini aja aku ngak mau kamu tinggalkan "ujar Gavin menangkup wajah Erin
"Aku memang melakukan nya tapi di saat kami mempunyai hubungan aku memang penjahat dan saat itu aku memang berjanji untuk menikahi nya memang benar aku ingin menikahinya tapi orang tua nya tidak merestui aku sehingga aku mengakhiri kamu sendiri tau aku pernah menjalin hubungan dengan Elis berarti aku tidak punya perasaan dengan nya"ujar Gavin
"Ini bukan perasaan mas tapi ini tentang tanggung jawab"ujar Erin
"Erin sungguh aku tidak ingin kehilangan mu jangan pernah tinggal kan aku"Gavin memeluk Erin dengan erat membenamkan wajah nya di dada Erin
"Entah bagaimana aku harus menyikapi ini semua dengan sikap mas Gavin aku merasa dia benar mencintai ku mungkin karna egoh nya dia tidak mengatakan itu "batin Erin dia melepas kan pelukan itu lalu berlalu bersama Gavin saat mereka turun sudah ada Kaynara tapi dia terlihat tenang apa Kaynara sudah menghajar Martha
"Aku sudah bicara sama mas Gavin pa dan dia memang mengakui nya memang melakukan nya atas suka sama suka dengan Martha "ujar Erin
"Erin kami tidak memaksa mu mengambil keputusan kamu berhak mengambil keputusan karna Gavin pun salah dalam hal ini"ujar Nanda
"Iya ma"ujar Erin
"Tidak ada seorang istri yg mau suami nya menikah lagi termasuk aku dan maaf Martha aku bukan tidak mengerti perasaan mu aku tau yg kamu rasa sakit tapi mas Gavin adalah suami ku kami sama sama tidak ingin berpisah dengan sangat memohon jangan ganggu kami lagi hubungan mu dan mas Gavin hanya masa lalu "ujar Erin menatap Martha
"Tega kamu Erin mengatakan itu kamu egois hati mu busuk tidak hanya wajah mu yg buruk rupa tapi juga hati mu kalian semua egois "ujar Martha berlalu pergi dengan kecewa
"Apa kita tidak terlihat kejam ma"tanya Erin
"Erin kamu itu adalah masa depan ku dia hanya masa lalu ku terlihat kejam namun itu fakta takdir tidak bisa kita duga"ujar Gavin menyentuh bahu Erin
__ADS_1
"Masalah rumah tangga itu selalu ada Erin kalian harus siap kan hati dan mental menghadapi ini semua dan bijak mengambil keputusan mama hanya saran kan kamu suami adalah seperti bayangan kita dan kamu harus lebih pandai mengambil keputusan dalam masalah jika tidak maka rumah tangga kalian tidak berjalan dengan baik mama dan papa selalu mendukung keputusan baik kalian "ujar Nanda mengusap kepala Erin
"Terimakasih ma"Erin memeluk Nanda dia beruntung sekali memiliki mertua seperti Nanda ini