
Meninggal nya Kamela membuat pekerja berhenti total termasuk yg menjaga dan menyiapkan keperluan Ardo karna mereka takut nanti mereka tidak akan di gaji karna siapa lagi yg akan mengaji mereka selain Kamela dan Albert dan keduanya meninggal, mereka meninggalkan Ardo sendirian di rumah Santoso
"Sial gara gara mati nya Kamela aku jadi seperti ini mana makanan habis jika aku keluar aku bisa di tangkap "ucap Ardo melihat isi kulkas kosong sudah sebulan berlalu dia tidak bisa seperti ini
"Aku harus meminta bantuan pada Hakim"ucap Ardo lalu menelpon Hakim
"Ada apa minta bertemu"ucap Hakim mendekati Arso karna Hakim tau di mana Ardo berada
"Bantuin aku ajak aku kabur dari negara ini aku harus pergi aku tidak bisa seperti ini"ucap Ardo
"Saya tidak bisa Kalvin dan yg lain serta polisi mencari kamu saya sendiri sibuk ngurusin kasus anak saya"ucap Hakim
"Aku tidak peduli kamu harus bantuin aku"geram Ardo
"Mengikuti rencana bodoh mu itu semua nya hancur saya kira kamu dapat di handal kan nyata nya apa semuanya kacau jangan pernah libatkan saya"ucap Hakim berlalu pergi
"Sial"geram Ardo menendang meja itu dia frutasi jika seperti ini
###
Ardo memakai topi dan kaca mata menyamar jan penampilan nya Ardo waspada jika ada yg bisa mengenali nya Ardo lagi makan di restoran dia makan dengan lahap dari kejauhan Ardo melihat ada Kaynara masuk ke restoran itu sendiri perut nya sedikit membesar sepertinya Kaynara lagi memesan makanan duduk tidak jauh dari meja Ardo
"Jika aku di lihat Kaynara bisa gawat"gumam Ardo menyeduh jus nya Ardo berfikir harus melakukan apa
"Setidaknya aku dapat melukai Kaynara"gumam Ardo lalu dia meletakkan uang mengambil pisau daging nya membenarkan topi nya
Brak
"Maaf pak"ujar pelayan itu menabrak Ardo replek Kaynara menoleh dia bisa melihat dengan jelas wajah Ardo
"Ardo"gumam Kaynara dia berdiri Ardo yg melihat itu segera bergegas mendekati Kaynara mengayunkan pisau itu Kaynara tentu mengelak
"Kali ini kami tidak akan lolos"ucap Ardo tersenyum mematikan reaksi Kaynara lebih mengejutkan Ardo
"Kamu kira bisa melukai ku coba saja"ucap Kaynara tersenyum sinis Ardo mengayun kan lagi pisau nya dengan cepat Kaynara mengelak lagi dan memukul kan pada Arya membuat Ardo terjatuh
"Kamu kira bisa menjatuhkan aku itu tidak akan bisa"ucap Kaynara mengambil pisau itu lalu menusuk kan di kaki Ardo
"Aghhh kaki ku"teriak Ardo menahan kaki nya
"Nona tidak apa"Manajer itu mendekat
"Iya saya tidak apa apa bawa ke kantor polisi dia burunon Ardo yg lagi di cari"ucap Kaynara
"Ayo bantu saya membawa nya"ucap nya
"Baik pak"ujar pelayan mereka segera membawa Ardo ke kantor polisi
"Sayang tidak mudah bagi kita hidup tanpa papa tapi yakin lah kita mampu bertahan menggapai sebuah kebahagiaan "ujar Kaynara menyentuh lembut perut nya yg mulai membuncit
###
Kaynara baru pulang mendengar kabar itu membuat Nanda dan Kalvin takut jika calon cucu mereka terluka ternyata dia melihat anak nya baik baik saja
"Kay kamu tidak luka mama dengar dari pihak polisi jika Ardo berusaha menyerang mu"ucap Nanda cemas
"Iya ma aku baik baik saja"ucap Kaynara
"Syukur Ardo di tangkap kali ini dia tidak akan lolos dari penjara"ucap Kalvin lega
"Iya pa aku ke kamar dulu"ucap Kaynara dia segera berlalu pergi
###
beberapa bulan kemudian
Tidak terasa kandungan Kaynara sudah menginjak 7 bulan bahkan perut nya mulai membesar tapi keadaan Arya tetap lah sama sehingga Kaynara memindahkan Arya ke rumah nya ke kamar nya Fahmi dan Lily yg sering menjenguk Arya untuk pemeriksaan nya
"Kay kamu ngak usah lagi kerja semua pekerjaan biar aku yg urus aku takut dengan perut besar mu"ujar Bimo merampas laptop Kaynara yg duduk di meja belajar
"Jika kamu memaksa aku juga sering capek "ucap Kaynara berdiri mengelus perut nya terasa nyeri
"Ehh ada Bimo juga sering banget kamu menjenguk Kaynara "ucap Nanda masuk
__ADS_1
"Iya tan aku ada tujuan sih jika Arya mari aku dapat mengantikan menjadi suami Kaynara mumpung ada kesempatan"ucap Bimo cengengesan
"Wah betapa kurang ajar nya kamu ingin merebut istri sahabat sendiri"kekeh Nanda dia sudah terbiasa dengan candaan Bimo
"Ohh ya tan Kay aku mau berangkat ada pertemuan penting soal nya"ucap Bimo
"Iya silahkan"ucap Kaynara Bimo segera pergi Nanda tersenyum menatap anak nya yg mengelus perut nya
"Pegel sayang mau mama pijitin"ucap Nanda
"Tidak usah ma istirahat bentar akan hilang"ucap Kaynara meneguk air putih Nanda mengelus bahu Kaynara tersenyum hangat dan mengecup kening Kaynara
"Kamu semakin dewasa saja"ucap Nanda tersenyum
"Ma aku udah mau jadi ibu udah lah mencium ku nanti malu sama anak ku"ucap Kaynara
"Oke baiklah "kekeh Nanda tersenyum mengusap pipi Kaynara lalu melangkah pergi Kaynara menoleh ke arah Arya mengengam tangan Arya
"Lihat lah betapa banyak orang yg ingin menggantikan mu entah itu suatu candaan atau pun serius tapi mereka tetap tidak dapat mengantikan mu di hati ku Ar aku tetap orang yg sama mencintai mu"ucap Kaynara tersenyum lalu melepaskan pegangannya karna sekarang Kaynara jadi sangat lapar ingin makan sarapan bersama
Sepeninggal Kaynara tangan Arya bergerak jemari itu bergerak mata itu terbuka dengan pelan Arya merasa sinar mentari yg menyinari tubuhnya Arya termenung sejenak mengenali tempat itu menetralkan detak jantung nya tangan Arya mampu bergerak karna Fahmi sering menyarankan Kaynara untuk mengerek kan anggota tubuh Arya supaya peredaran darah Arya berjalan dengan baik supaya anggota tubuhnya tidak kaku
"Kaynara"lirih Arya dia melepaskan infus nya melepaskan oksigen nya dan turun dari tempat berbaring nya tapi dia malah terjatuh karna lemah
"Kenapa tenaga ku terasa hilang"gumam Arya dia mengambil oksigen itu menghirup nya terasa sesak Arya bersender di kasur itu
"Aku harus bisa melindungi anak ku harus melindungi Kaynara dia butuh aku"gumam Arya dia berusaha lagi berdiri meraih tembok tertatih berjalan dengan pelan
"Ini rumah Adiwinata"Arya tersenyum bahagia jika dia di tempat yg aman tapi hati nya belum lega karna belum melihat wajah istri nya.
"Kay"panggil Arya terus meriah tembok berjalan dengan pelan Arya menuruni tangga dengan pelan masih terengah-engah berjalan dengan pelan
"Kay"panggil Arya lagi
"Seperti ada yg memanggil"Kaynara menghentikan dentingan piring nya meneguk air putih
"Perasaan mu saja kali"ucap Gavin
"Kay"suara itu dapat mereka dengar
"Kaynara "panggil Arya lagi seketika Kaynara menoleh dia sampai menjatuhkan gelas yg dia pegang sangking kaget nya yg dia lihat
"Arya"Kalvin ikut kaget dia mendekati Arya yg tertatih berjalan
"Kamu baik baik saja"tanya Kalvin
"Iya pa"ucap Arya pelan kaynara berjalan dengan oelen mendekati Arya
"Kay"Arya tersenyum lebar menatap istri nya baik baik saja
"Ar"Kaynara menyentuh pipi itu
"Anak kita"Arya segera memeluk Kaynara dengan erat sungguh hati Kaynara sangat hangat akan hal itu tangis yg bisa dia tampung kini tidak terbendung dia meneteskan air mata haru nya
"Ssstt jangan menangis"ucap Arya tersenyum
"Aku sesak"Arya menyentuh dadanya pernafasan nya belum stabil Kaynara tersenyum lebar menarik baju Arya lalu mencium bibir itu mata Arya melotot terlihat dengan jelas tapi Kaynara memberi nya nafas bisa bernafas Arya memeluk Kaynara dengan hangat
"Sudah belum keluar aja udah mau pisah kan kita"Arya memukul pelan perut Kaynara
"Ulah kamu juga aku kan udah bilang ngak mau punya anak"kekeh Kaynara Arya kembali memeluk Kaynara dengan rindu
"Ahh akhirnya Kaynara teleh kembali"ucap Erin tersenyum
"Terimakasih kembali untuk kami"ucap Kaynara tersenyum
"Papa telpon Lily dan Fahmi"ucap Kalvin tersenyum
"Arya apa yg kamu rasa"tanya Nanda ikut mendekat
"Rindu ma"jawab Arya tersenyum mencium bibir Kaynara singkat
"Tuh kan jika ada Arya manis banget mas Gavin mana ngak pernah tuh manis sama istri"ucap Erin
__ADS_1
"Arya bagaimana keadaan mu"tanya Nanda tersenyum
"Ohh aku baik baik saja ma"ucap Arya tersenyum malu ternyata dia salah jawab
"Ohh ya Arya bagaimana dengan perut nya terasa nyeri sakit atau apa"ucap Kalvin Arya menyentuh perut nya
"Ya om Albert"gumam Arya mengingat
"Sebaiknya kita bicara di kamar kamu sambil istirahat kamu baru siuman"ucap Kaynara menggandeng Arya mereka menuju ke kamar
"Arya dengan sangat menyesal papa mewakili Nugi meminta maaf karna dia emosi dia sampai membunuh om mu"ucap Kalvin saat Arya berbaring
"Maksud papa om Albert meninggal "ucap Arya
"Iya benar Arya setelah dari itu tante mu menculik mu ingin membawa mu pergi tapi kami menangkap nya tidak terima itu akhirnya dia bunuh diri"ucap Kalvin
"Om sama tante sudah meninggal "ucap Arya kaget
"Iya benar itu"ucap Kaynara
"Lalu bagaimana Halim dan Ardo"tanya Arya
"Mereka di penjara tapi papa ubah pelaku pembunuhan Albert papa arah kan pada Halim sehingga sidang nya belum di mulai sebelum kamu sadar "jelas Kalvin
"Aku akan menjelaskan jika Halim tidak bersalah "ucap Arya
"Maksud mu kamu akan mengatakan kebenaran nya dan mengatakan Nugi yg membunuh Albert "ucap Kalvin
"Aku akan mengatakan yg sebenar nya terjadi pa jika Halim komplotan bersama Ardo dan om Albert untuk membunuh ku menjebak ku ingin melecehkan Kaynara dan mengakibatkan om Albert terbunuh"ucap Arya
"Biar gimana pun om Albert bersalah akan hal ini aku senang dia meminta maaf tapi nyatanya dia menjebak ku"ucap Arya dia cukup kecewa pada Albert tapi mau bagaimana lagi jika di sudah meninggal
"Setelah masalah ini selesai mama harap tidak ada lagi masalah yg baru"ucap Nanda
"Ya semoga saja ma"ucap Arya
####
Setelah Arya di periksa keadaan nya mulai membaik baru lah polisi mulai menyelidiki kejadian yg sebenar nya Arya mengatakan yg sejujurnya hanya saja tidak mengatakan jika pembunuh Albert adalah Nugi
"Mau kerja "tanya Kaynara mendekati Arya yg baru selesai mandi
"Mau cek aja kerjaan Bimo hanya sebentar aku merasa udah baikan jangan khawatir"ucap Arya
"Jangan sakit lagi ngak enak merindu kan mu"ucap Kaynara tersenyum
"Baru 7 bulan aku 7 tahun menahan rindu"ucap Arya mengelus perut Kaynara
"Ye dia ngak tau aku ngak rindu apa hanya saja aku pendem kekeh Kaynara
"Iya deh iya"ucap Arya tersenyum mencium sudut bibir Kaynara lalu mereka segera sarapan
"Kay hari ini kamu check up kan"ucap Erin
"Iya"ucap Kaynara duduk
"Aku aja nemani "ucap Arya
"Biasa aku dong yg menemani nya"ucap Erin tersenyum
"Ikut aja sekalian ngak akan ganggu"ucap Arya
"Arya ini baik banget sih "ucap Erin tersenyum
"Kamu selalu memuji nya tidak pernah baik aku di mata mu"kesal Gavin
"Kapan aku mengatakan kamu buruk mas aku hanya memuji Arya"ucap Erin mengeleng
"Aku cemburu akan hal itu"kesal Gavin
"Itu aja cemburu aku dekat Kaynara cemburu aku puji Arya cemburu jika aku memeluk papa mas Gavin aku rasa mas Gavin akan cemburu"kesal Erin Gavin selalu mengikat nya besar Cemburu
"Tentu saja ngapain kamu baik sama pria lain"kesal Gavin
__ADS_1
"Baru rasain kamu Gavin dulu saat kamu kecil papa selalu menahan cemburu kamu selalu dekat sama istri papa sekarang kamu rasain apa yg papa rasakan"ucap Kalvin tersenyum puas
"Dasar anak sama papa sama aja kalian hanya menyusahkan istri saja"ucap Nanda tersenyum menggeleng