Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 70


__ADS_3

Dokter memeriksa keadaan Kaynara yg semakin membaik hanya terkena beberapa cidera bahkan sementara waktu kaki Kaynara tidak bisa berjalan dengan baik akibat terjatuh nya tapi itu akan segera sembuh kepala Kaynara juga tidak begitu keras membentur hanya terluka bagian luar Kaynara juga mendapat kan beberapa goresan di wajahnya karna wajah putih Kaynara benturan sedikit nun jadi merah tapi itu terdapat goresan yg nyata


"Kami permisi nona"ucap dokter itu pergi Kaynara menatap ke luar jendela sambil menunggu Kalvin datang karna akan Kalvin menunggu nya


"Kay"ucap Nabila membuat Kaynara menoleh hanya datar wajahnya


"Apa sepeda ku kamu ambil"ujar Kaynara menatap Nabila


"Iya "ucap Nabila duduk di samping Kaynara


"Kamu punya hubungan apa sama pak Aldo"ujar Nabila pelan dan itu membuat Kaynara menatap ke keluar jendela


"Jujur aja Kay aku melihat kemarin jika pak Aldo yg mendorong mu di pesta kemarin aku juga melihat pak Aldo merangkul mu aku pernah juga melihat beberapa kali pak Aldo merangkul mu dan soal berita kamu datang ke psikolog itu di buat pak Aldo jadi hubungan mu dengan pak Aldo apa kamu punya masalah apa sama pak Aldo"ujar Nabila serius Kaynara diam saja tanpa bergeming bahkan menoleh


"Kay aku tidak memberi tau siapa siapa soal pak Aldo aku cuman kamu minta jujur pada ku kita udah sepakat akan jujur "ujar Nabila sebal Kaynara diam saja


"Yang menculik mama saat itu adalah pak Aldo"ucap Kaynara setelah 15 menit terdiam Nabila mulai menyimak


"Saat papa ingin melaporkan nya tidak bisa karna tidak ada nya bukti karna tempat itu sudah hancur"ujar Kaynara


"Apa kamu tau sejak aku sekolah dasar dulu pak Aldo mulai menghantui ku bahkan sekarang dia tetap menghantui ku bahkan sampai aku meragukan aku ini anak papa Kalvin atau bukan atas apa yg selama ini papa Kalvin lakukan pada ku"ujar Kaynara menunduk


"Aku selalu termakan omongan bajingan itu meski aku tau semua itu salah aku tidak tau apa mau nya selama ini menghantui ku aku tertekan batin ku tersiksa oleh keadaan ini"lirih Kaynara


"Kamu diam saja"ujar Nabila serius


"Aku takut kejadian di masa lalu dia ulangi menculik mama ku karna aku yakin sasaran nya adalah mama ku bukan aku "ucap Kaynara


"Aku hanya senjata nya "ucap Kaynara sendu itu kali pertama dia menunjukkan ekspresi itu


"Apa kamu tau sejak aku lahir yg aku miliki hanya lah mama ku kasih sayang ku hanya tercurah pada mama ku dia segalanya untuk ku aku sangat menyayangi nya bahkan sekarang aku merasa hanya mempunyai mama ku tidak ada yg lain pak aldo pernah mengatakan jika aku bukan lah anak kandung papa Kalvin aku adalah anak dari om Aron om Daren dan pak Aldo"lirih Kaynara sendu


"Kamu mengurangi beban itu harus menceritakan semua nya kamu menganggap mama mu sebagai sahabat tapi kamu tidak pernah menceritakan hal yg penting itu "ucap Nabila


"Apa kamu tau saat kamu terluka aku takut menghubungi tante Nanda karna aku tau perasaan nya sampai aku memutuskan menelepon om Kalvin dan kamu butuh donor darah om Kalvin lah mendonorkan darah nya karna cocok kamu tidak boleh berfikir seperti itu Kay"ujar Nabila serius


"Kita akan sama sama menjatuhkan pak Aldo dan sama sama mengagal kan rencana pak Aldo pada mama mu"ucap Nabila tersenyum menepuk bahu Kaynara


Cklek


Kalvin melihat wajah sendu Kaynara serta wajah serius Nabila dia heran apa yg di bicara kan 2 gadis ini bahkan wajah Kaynara yg tanpa ekspresi itu bisa Kalvin lihat dengan wajah sendu itu sebenarnya apa yg mereka bicarakan


"Kay papa mu sudah datang aku tinggal ya ada kuliah juga"ucap Nabila berdiri


"Kalian membicarakan apa"tanya Kalvin penasaran


"Tidak ada om Kaynara hanya mempertanyakan sepeda nya kemarin"ucap Nabila tersenyum


"Aku pergi dulu om"ucap Nabila lalu pergi


"Tidak sesederhana itu"ucap Kalvin duduk di kursi dekat brandar Kaynara


"Apa sudah dapat telepon dari mama mu jika dia ada urusan jadi papa serah kan pekerjaan pada kakak mu biar papa menunggu mu di sini"ucap Kalvin tapi Kaynara hanya menatap ke kasur jendela tanpa ekspresi dan Kalvin mengerti itu bagaimana watak introvert nya Kaynara yg di kenal sejati


"Apa papa menyayagi ku"tanya Kaynara saat lama terdiam


"Apa papa menyayagi ku"ulang Kaynara lagi menoleh ke arah Kalvin


"Pertanyaan apa itu otak mu bergeser"ujar Kalvin kaget dengan pertanyaan itu


"Aku bertanya apa papa menyayagi ku"ujar Kaynara serius


"Meski papa galak papa sangat menyayagi mu apa yg papa lakukan pada mu karna papa ingin kamu menjadi orang bertanggung jawab dan tangguh "ucap Kalvin tersenyum


"Apa aku"ucap Kaynara bibir nya terasa keluh terucap


"Apa aku ini benar anak nya papa"ucap Kaynara serius


"Kamu ini kenapa sih selain menyebalkan kamu juga tidak waras"ucap Kalvin


"Ya tentu papa ini papa kandung mu sejak mama mu di culik dia udah hamil beberapa minggu dan papa yakin mama mu bisa menjaga diri dan cinta nya"ucap Kalvin


"Apa kamu mau tes DNA sampai ragu seperti ini"ucap Kalvin lagi


"Tidak"ucap Kaynara cepat menyentuh tangan Kalvin membuat Kedua nya memandang ke tangan Kaynara karna mereka tidak pernah melakukan sehangat itu


"Aku salah selama ini menentang papa karna aku berfikir papa bukan lah papa kandung ku papa baik pada aku hanya di depan mama aku ingin papa salah di mata mama dengan menyakiti ku perbuatan itu aku sengaja aku buat tidak pernah aku mengalah tidak pernah aku memahami papa tapi sekarang aku sadar keras nya didikan papa karna sayang pada ku aku terlalu bodoh mengira papa bukan lah papa kandung ku"lirih Kaynara memalingkan wajahnya saat air mata nya jatuh begitu saja sedangkan Kalvin hanya terpaku seakan dia mendapat kan jawaban dari semua masalah nya


"Aku salah aku memang anak tidak berguna"ujar Kaynara lagi

__ADS_1


"Kamu adalah anak kandung papa anak nya Kalvin Adiwinata "ucap Kalvin menangkup wajah Kaynara


"papa sangat menyayagi mu"ucap Kalvin memeluk Kaynara dengan erat Kaynara menangis di dekapan Kalvin memeluk nya erat


"Aku memang bodoh tidak berguna"ujar Kaynara terisak memeluk Kalvin begitu erat Kalvin mencium kepala Kaynara


cklek


"Hhmm apa yg kalian lakukan "ucap Nanda masuk membuat kedua nya melepaskan pelukan


"Tumben sekali berpelukan apa dunia akan runtuh"sindir Nanda


"Kok kembali sayang cepat banget aku baru aja sampai"ucap Kalvin


"Iya Aron lebih dulu membantu Lin aku juga meminta bantuin sama Danu dia kan ahli nya berurusan bisa menghapus virus itu sehingga perusahaan tetap aman"ucap Nanda meneguk air putih


"Aldo meresahkan deh"ucap Nanda duduk di brandar Kaynara


"Aldo"ulang Kalvin


"Iya Aldo dia lah yg memberi virus perusahaan seperti nya dia ingin menguasai SKY Entertainment"ujar Nanda lagi


"Dia emang sialan mau nya apa dari kita"ujar Kalvin geram


"Sudah lah aku pusing melayani kelicikan nya"ucap Nanda menepuk bahu Kalvin


"Bau sayang"ujar Kalvin menutup hidung nya Replek Nanda mencium baju nya


"Belum mandi dari kemarin"cengir Nanda


"Mama pulang aja minta di antar sama papa aku sendiri aja di sini"ucap Kaynara


"Tidak mama bisa pulang sendiri"ucap Nanda


"Yg di katakan Kaynara itu benar juga sayang"ucap Kalvin berdiri


"Ayo aku antar"ujar Kalvin merangkul Nanda lalu pergi dan menoleh Kalvin mengedip kan mata nya pada Kaynara membuat Kaynara tersenyum kecil yg di lakukan Kalvin


###


Karna baru ada waktu makan siang jadi Gavin menjenguk Kaynara di rumah sakit yg ternyata hanya sendiri ada juga beberapa dokter di sana karna biasanya mama nya yg akan menemani Kaynara tapi kenapa dia hanya sendiri


"Nona ingin pulang tuan"ujar nya melirik Kaynara yg hanya datar


"Kay jangan seperti anak kecil"ucap Gavin


"Ck aku ingin pulang "ujar Kaynara


"Di izinkan atau pun tidak aku tetap pergi"ujar Kaynara datar


"Apa adik saya di bolehkah pulang dok"tanya Gavin


"Sebenarnya keadaan nona belum sepenuhnya stabil tuan tapi jika nona ngotot mau pulang mau bagaimana hanya saja pesan nona harus istirahat total apa lagi kaki nya"ucap Dokter


"Kay jangan nyusahin seperti ini"ujar Gavin


"Aku lepas sendiri jika ngak izinin"ucap Kaynara datar


"Iya iya"ucap Gavin kesal dengan Kaynara


"Udah dok nanti biar dia tanggung sendiri"ucap Gavin menyerah dengan tingkah Kaynara bukan nya Gavin tidak bisa tegas dia bisa sangat memaksa hanya saja wanita ini keras kepala nya melebihi diri nya dia seperti putri raja di keluarga nya


Gavin memampa Kaynara masuk ke rumah dengan tongkat karna Kaynara berjalan harus mengunakan tongkat.Nanda sebenarnya bukan lupa dengan anak nya hanya saja dari tadi Kalvin terus melarang nya dengan menempel dengan tubuhnya bermesraan seperti anak ABG.Nanda kaget saat melihat Kaynara sudah naik tangga dengan di bantu Gavin


"Kaynara"ujar Nanda mendorong pelan Kalvin tapi Kalvin merangkul Nanda mendekati Kaynara


"Kay kok pulang "ujar Nanda membuat Kaynara menghentikan langkahnya


"Di rumah ada hanya penting ma"ucap Kaynara datar


"Hei kamu seperti menunjuk kan kecemburuan mu karna mama mu tidak menemani mu"ujar Kalvin sebagai


"Udah jangan memulai"ucap Nanda


"Jika aku mau bahkan istri mu tidak akan tidur semalam bersamamu dia akan selalu bersama ku"ucap Kaynara serius lalu melepaskan pegangan nya pada Gavin


"Cih merasa hebat kamu"ucap Kalvin sinis


"Udah jangan bertengkar"ucap Nanda khawatir jika mereka kembali ribut

__ADS_1


"Jangan membela nya terus"ujar Kalvin serius lalu Kaynara menyerahkan tongkat nya pada Gavin wajah nya serius dan berpegang lengan Kalvin


"Kay ayo sini mama bantu"ucap Nanda


"Ayo bantu aku"ujar Kaynara santai


"Wah kamu seperti mama mu saja saat manja"ejek Kalvin lalu mengedong Kaynara


"kenapa pulang "tanya Kalvin saat dia mulai berjalan menuju Kamar Kaynara


"Tidak betah di sana apa lagi perawatan di sana menjengkelkan semua"ucap Kaynara tersenyum tipis sedangkan Nanda dan Gavin melongo


"Baru kali ini kamu tersenyum pada papa"ujar Kalvin tersenyum


"Sama papa aneh kali ini bicara lembut pada ku"ujar Kaynara memeluk leher Kalvin


"Saling memaafkan ya pa"ucap Kaynara tersenyum


"Iya"ucap Kalvin tersenyum meletakkan Kaynara dengan pelan


"Apa kaki mu perlu kita periksa ke luar negeri"tanya Kalvin memperhatikan laki Kaynara yg di perban


"Tidak perlu juga dokter bilang ini akan sembuh sekitar seminggu"ujar Kaynara


"Emm pa"ucap Kaynara serius dia ragu mengatakan hal itu


"Apa aku boleh meminta semua akses nya papa selama ini kan aku tidak melakukan itu"ucap Kaynara pelan


"Wah dalam rangka apa ini"ucap Kalvin tersenyum senang akhirnya Kaynara mau juga menerima pemberian nya


"Tidak aku hanya ingin melakukan sesuatu yg mungkin sangat banyak menyita uang dan kekuasaan"ujar Kaynara tersenyum lebar


"Boleh ya ya"minta Kaynara memelas


"Baik lah baik lah papa akan berikan yg semua kamu minta"ujar Kalvin tersenyum membuat Kaynara tersenyum puas lalu mencium pipi Kalvin memeluk nya hangat


"Mama senang melihat nya Gavin"ujar Nanda haru melihat anak dan papa itu


"Banyak perubahan ma sejak kepala Kay ke bentur jika dia berubah lagi kita bentur kan lagi aja kepalanya"ucap Gavin tertawa geli


"Kayak nya seru nih"ucap Nanda duduk di samping Kaynara


"Tidak terlalu seru hanya saja aku meminta hak ku"ujar Kaynara santai


"Nanti biar papa yg atur"ucap Kalvin


"Aku mau kerja kan tugas ma"ucap Kaynara mengambil tongkat yg di letakkan Gavin


"Pelan Kay nanti kaki nya makin sakit bukan kah kamu di suruh istirahat total"ujar Gavin


"Tidak apa aku harus mengerjakan tugas aku juga hanya tiduran tidak capek"ucap Kaynara mengambil laptopnya lalu kembali duduk di kasur


"Lebih baik istirahat sayang"ucap Nanda mengecup kening anak gadis nya


"Mama kepala ku masih sakit"ucap Kaynara memelas


"Siapa yg bisa menghalangi mama menciumi mu papa mu saja tidak bisa apa lagi hanya sekedar luka"kekeh Nanda menciumi wajah anak nya dengan gemes


"Lama lama aku yg jengkel"kesal Kaynara membuat Gavin tertawa


"Introvert sejati mau di lawan"kekeh Gavin


"Ya sudah kami tinggal sebaiknya kamu istirahat saja"ujar Kalvin berdiri mengambil kembali laptop Kaynara


"Nanti biar papa bicara pada dosen kampus mu"ujar Kalvin serius


"Ck ngak usah pa"ucap Kaynara mengambil laptop nya


"Jangan mulai berdebat Kay"ujar Kalvin jengkel mengambil kembali laptop itu


"Papa yg mulai berdebat lihat lah papa menganggu pekerjaan ku"ujar Kaynara kesal


"Dasar anak pembangkang "geram Kalvin


"Dasar sih keras kepala"jengkel Kaynara lalu tersebut tipis mengambil laptop nya


"Papa dan yg lain pergi aja aku akan istirahat jika lelah"ujar Kaynara


"Baik baik lah "ucap Kalvin menyerah berdebat dengan anak nya

__ADS_1


"Ada apa ini"ucap Nanda keheranan tapi Kalvin segera mengajak nya pergi Gavin mengacak rambut Kaynara dan ikut berlalu pergi


__ADS_2