
Sekarang jadwal Kaynara benar padat dia harus bisa mengatur jam kuliah dan jam bekerja tapi Kaynara hanya di kantor jika ada beberapa pekerjaan darurat selain itu Boy membawakan pekerjaan itu di rumah dan Kaynara mengerjakan nya di rumah, Seharusnya yg salah akan lebih belajar dari kesalahan tapi tidak dengan Kaynara dia tetap lah anak Kalvin yg keras kepala dia malah marah pada papa nya memberi nya beban sebesar itu dan itu sangat menganggu kuliah Kaynara.
Erin sudah rapi dengan seragam OG nya sebagai pembersih tapi Gavin belum juga bangun karna memang kebiasaan Kalvin sama dengan Gavin sama sama bangun siang
"Tuan Gavin tuan Gavin ayo nanti aku telat"ucap Erin membangun kan Gavin
"Sana kamu selalu menganggu ku"ujar Gavin menepis tangan Erin
"Tuan ayo nanti aku telat"ujar Erin cemas nanti dia telat
"Tunggu sebentar lagi aku masih ngantuk"lirih Gavin memeluk guling Erin takut telat dia meninggalkan Gavin berangkat sendiri
Erin takut telat saat sampai dia segera mengambil alat pel mulai bekerja bersyukur dia tidak telat para pekerja hanya datang sedikit jadi Erin bisa bekerja dengan tenang
"Erin buat kan kopi ya masih ngantuk nih"ujar karyawan itu
"Baik"ujar Erin meletakkan pel nya mulai membuat kopi
"Erin nanti buatkan kopi ya untuk nona Kaynara dia akan datang hari ini"ujar Boy mendekat
"Apa tuan Kalvin tidak masuk"tanya Erin mengaduk kopi itu
"Tidak, ada masalah di proyek nya jadi tuan Kalvin dan nyonya sudah pergi dan sekarang nona Kaynara akan mengambil ahli"ujar Boy
"Oke aku akan buat kan nanti"ujar Erin ,Boy segera pergi Erin pun mengantar kan kopi itu mulai mengepel
"Nona ada beberapa perusahaan yg ingin memanfaatkan ke tidak hadiran tuan Gavin mereka berusa menjatuhkan perusahaan kita"ujar Boy melapor pada Kaynara yg menyenderkan kepalanya di kursi kebesaran itu
"Mereka terlalu meremehkan aku"ujar Kaynara membuka mata nya
"Berikan apa yg harus saya kerjakan saya ada kelas"ujar Kaynara datar Boy menyerah kan beberapa berkas dan menjelaskan nya lalu permisi
Tok tok
"Masuk"triak Kaynara suara nya terdengar keras lalu Erin masuk
"Kopi nya nona"ujar Erin meletakkan kopi itu Kaynara pokus ke berkas itu
"Silahkan di nikmati nona"ujar Erin lagi Kaynara mendongak menatap Erin tajam Erin hanya berdiri menundukkan pandangan Kaynara mengambil gelas itu kopi yg di hias oleh Erin berbetuk senyuman Kaynara tertegun melihat itu
"Mereka merenggut itu semua terlalu memaksa aku melakukan nya meski aku tidak mampu"ujar Kaynara datar menatap gelas itu
"Mereka terlalu memaksa untuk kuat padahal aku sendiri tidak kuat"ujar Erin tersenyum menatap Kaynara
"Ck pekerjaan itu tidak cocok untuk mu"ujar Kaynara malas meneguk kopi itu
"Pekerjaan ini menyambung hidup ku"kekeh Erin
"Aku hanya bisa ini apa lagi dengan ijazah SMA jadi pekerjaan ini sangat berarti untuk ku"ujar Erin tersenyum
"kamu bisa kok nanti minta untuk kuliah"ujar Kaynara
"Tidak lah aku sudah nyaman dengan kehidupan ini lagian aku ngak punya uang untuk lanjut kuliah"ujar Erin
"Erin apa kak Gavin baik memperlakukan mu"tanya Kaynara serius
"Iya bahkan dia sudah mengizinkan aku tidur bersama nya di kasur padahal pertama kita pindah dia tidak mau tapi sekarang aku tidur satu kasur dengan nya"ujar Erin tersenyum
"Bagus itu "ujar Kaynara ikut senang
"Aku balik kerja dulu"ujar Erin tersenyum melangkah pergi
"Senyum yg menular"ujar Kaynara tersenyum tipis menggeleng pelan lalu memperhatikan lagi berkas itu jika dia salah bisa bisa perusahaan benar bangkrut
###
Gavin menggeliat pelan kenapa tidak ada kebisingan Erin lagi yg membangun nya Gavin duduk mengankat tangannya melihat jam di pergelangan tangannya
__ADS_1
"Apa jam 11 siang"ujar Gavin melotot
"Erin kenapa tidak membangun kan ku siapa yg mau mempekerjakan aku jika melamar kerja jam segini"teriak Gavin segera bangkit untuk mandi Gavin benar kesal pada Erin tidak membangunkan nya
"kesal banget sama Erin tidak membangunkan ku mana panas lagi pakai sepeda lagi sial banget aku"ujar Gavin mengeluh terus mengayun sepeda nya meski tidak punya tujuan
"Aku mau kemana ya"lirih Gavin binggun menghentikan sepeda nya , berkeliling dari tadi tidak punya tujuan
"Aku jemput Erin saja "gumam Gavin lalu melaju kan sepeda nya menuju kantor .Saat sampai di kantor Gavin melihat Erin yg berdebat dengan Elis entah apa yg Elis omelin pada Erin yg pasti Gavin mendengar Elis mengucapkan biaya hidup gaji dan hutang
"Ada apa Erin"tanya Gavin mendekat dengan mendorong sepeda nya Elis tertawa melihat itu
"Miskin banget ya"ujar Elis
"Ngak apa tuan Gavin hari ini aku gajian tapi Elis mengambil semua uang nya"ujar Erin menjelaskan
"Heh kembali kan apa kamu suka mengambil hak orang"ujar Gavin
"Ya ampun Gavin kamu membelanya"ujar Elis
"Dengar ya Gavin perlu kamu tau Erin itu banyak hutang sama keluarga kami"ujar Elis
"Hutang"ujar Gavin heran lalu Elis mengeluar kan sebuah buku itu catatan dari Erin tinggal bersama mereka dari makan uang main uang jajan biaya sekolah semua pengeluaran Erin di catat dan di jadikan hutang
"Ini jumlahnya hampir 500 juta gaji serta yg di kerjakan nya di rumah kami tidak mengurangi sama sekali"ujar Elis
"Ya ampun Elis kalian ini keluarga macam apa Erin ini masih keluarga kalian tapi biaya yg kalian berikan kalian jadi kan hutang"ujar Gavin tidak percaya
"Dengar ya Erin mulai saat ini dan kedepannya gaji mu sepenuhnya serahkan pad aku untuk mencicil hutang mu ini aku ngak peduli kamu mau makan apa atau bagaimana yg penting hutang ini lunas mengerti"ujar Elis melangkah pergi Erin menghembuskan nafas nya kasar
"Kamu kenapa diam di saat dia mengambil gaji mu satu bulan kamu susah payah kerja"ujar Gavin
"Hah itu tanggung jawab ku untuk bayar hutang tidak apa ini sudah biasa terjadi setiap aku gajian tapi biasanya om Dirly akan menyisakan untuk ku jajan sendiri tapi sekeng Elis mengambil semua uang nya membuat aku tidak punya uang"uaje Erin meski Erin terbiasa tapi kenapa menyedihkan sekali hidup nya Erin terasa lapar tidak mampu untuk makan tampa sadar Erin meneteskan air mata mengucek mata menahan air mata terasa sesak di hati
"Sampai kapan kamu bisa melunasi hutang itu"tanya Gavin prihatin dengan kehidupan Erin sekarang dia lebih mengenal Erin tanpa ada hasutan dari Elis
"Meski begitu aku harus tetap semangat menjalankan hidup jangan menyerah"ujar Erin lalu naik ke bonceng sepeda itu
"Aku udah pulang, ayo pulang"lirih Erin
"Iya"ujar Gavin menaiki sepeda itu mulai melaju Erin memegang baju Gavin dengan melamun benar dengan pertanyaan Gavin sampai kapan Erin bisa melunasi hutang itu dengan gaji 3 juta perbulan sedangkan hutangnya mencapai 500 juta dan sekarang Erin harus bayar full setiap bulan pertanyaan nya apa Erin mampu menahan rasa lapar itu di rasa tidak akan mampu menahan itu solusi nya hanya satu cari kerja sampingan tapi apa Erin kerja itu aja Bagus yg memasukkan nya hingga bisa jadi OG
"Kasihan juga cewek jelek ini beban hidup nya lebih berat di banding hukuman ku ini aku paling satu hari ngak betah kerja susah payah di ambil seperti itu sedangkan dia di rasa akan seumur hidup seperti ini"batin Gavin merasa kasihan
"Apa kamu lapar tapi kita makan apa"tanya Gavin menghentikan sepeda nya karna uang nya hanya tinggal selembar
"Makan di warteg aja lebih murah "ujar Erin tersenyum menatap Gavin membuat Gavin mengerut kan kening nya semudah itu Erin menyingkirkan beban nya
"Tapi aku ngak punya uang"lirih Erin menatap Gavin
"Jangan khawatir sekarang biaya makan mu aku yg tanggung kamu hanya perlu mikirin hutang itu aja kebutuhan mu salah satu tanggung jawab ku karna apa"ujar gavin menggantung ucapan nya
"Karna tuan Gavin suami ku"ujar Elis tersenyum
"Pintar, ayo"ujar Gavin melaju kan sepeda nya
"Tuan Gavin makan di sini aja"ujar Erin pada Gavin segera menghentikan sepeda nya
"Ayo"ujar Ga replek mengengam tangan Erin menuju warteg itu
"Mbak mau makan 2 porsi minim nya es teh manis satu nya tuan Gavin mau minum apa"tanya Erin tersenyum
"Air putih aja"ujar Gavin duduk
"Air putih satu mbak"ujar Erin pada pelayan itu
"di tunggu ya mbak"ujar nya lalu pergi Erin duduk di samping Gavin agak jauh melihat orang menatap mereka
__ADS_1
"Kenapa malah jauh seperti itu"tanya Gavin heran
"Banyak orang tuan nanti tuan malu"ujar Erin tersenyum kecil
"Ini mbak makanannya"ujar nya meletakkan di meja Gavin pun bergeser duduk jadi di samping Erin
"Majikan nya baik ya mbak mau di ajak makan seperti ini"ujar nya ramah
"Iya mbak"ujar Erin tersenyum pada nya
"Saya bukan majikan nya tapi suami nya"ujar Gavin serius membuat Erin menoleh
"Ohh gitu maaf mas saya pikir majikan karna mbak nya tadi panggil mas nya tuan "ujar nya
"Sana sana kamu merusak mood makan saja"kesal Gavin wanita itu segera pergi
"kamu kenapa tidak membantah ucapan wanita tadi"ujar Gavin menatap Erin yg menyuap kan makanannya
"Jika aku protes nanti tuan Gavin marah lagi dan malu punya istri jelek seperti ku"ujar Erin santai
"Ya ya terserah kamu"ujar Gavin jadi kesal sendiri benar juga apa kata Erin benar tadi mbak nya salah paham entah itu wajah mereka atau cara panggil Erin
"Tapi setidaknya panggil aku tuan di saat kita berdua saja aku ngak mau lagi di katakan seperti itu"ujar Gavin menyuap kan makanannya
"Iya mas Gavin"ujar Erin cekikikan
"Itu ejekan apa panggilan"kesal Gavin
"Tuan Gavin ini gimana sih di panggil tuan takut malu di panggil mas di kira ejekan aku serius lho panggil mas nya"ujar Erin menggeleng
"Ya setidaknya panggil yg keren dikit kek ganti panggil kakak"ujar Gavin protes
"Baik lah kak Gavin"ujar Erin tersenyum mereka berdua mulai makan dengan lahap sampai selesai tidak ada pembicaraan
"Apa uang kita cukup"bisik Gavin
"Cukup kak"ujar Erin lalu memanggil pelayan yg datang pelayan yg berbeda
"2 porsi makan es teh sama 2 botol air minum"ujar Erin
"Total nya 60 ribu "ujar nya
"Uang nya kak"ujar Erin ,Gavin segera mengeluarkan uang
"Kembalian nya 40 ribu ya"ujar nya menyerah kan uang 20 ribu 2 lembar
"Terimakasih ya dek kakak nya ganteng banget nanti mampir lagi di sini kalian kakak adik yg kompak"ujar nya tersenyum ramah Gavin sangat kesal dengan pelayanan warteg itu tidak ada yg benar
"Maaf dia istri saya bukan adik saya"kesal Gavin melangkah pergi Erin hanya tersenyum canggung mengikuti Gavin
"Mereka ini kenapa sih pelayan nya tidak ada yg benar lain kali aku tidak akan makan di sini lagi"kesal Gavin
"Tuan Gavin jangan marah mereka hanya salah paham saja"ujar Erin menenangkan
"Tapi 2 kali lho"geram Gavin
"Udah udah ayo kita lanjut"ujar Erin replek menepuk dada Gavin untuk menenangkan lalu mereka saling pandang
"Maaf tuan aku tidak bermaksud"ujar Erin menurun kan tangan menunduk malu Gavin bisa bisa nya salah tingkah seperti itu belum pernah dia di perlakukan seperti itu biasa nya jika Nanda menenangkan diri nya paling menepuk bahu nya tapi Erin menepuk dadanya terasa nyaman tapi mendebarkan
"Ayo aku sebenarnya mau cari kerja tapi bingung mau cari kerja apa udah siang lagian kamu juga tidak membangun kan aku"ujar Gavin naik sepeda Erin pun ikut naik
"Tuan Gavin sendiri aku udah bangunin tapi ngeyel dari pada aku telat mending duluan aja"ujar Erin tersenyum
"Pokoknya lain kali kamu harus bangun kan aku sampai bisa aku termasuk orang yg malas bangun"ujar Gavin
"Iya lain kali aku akan bangun kan tuan Gavin"ujar Erin
__ADS_1
"Besok aku harus dapat kerja yg ada kami tidak makan jika ngak kerja dan dapat kan uang pokoknya besok aku harus dapat kan pekerjaan"batin Gavin bertekad dalam hati nya , mereka memutuskan pulang karna sudah sore untuk kerja pun Gavin mau kerja apa tidak ada juga yg memperkerjakan nya di malam hari