
Keadaan Kaynara sudah membaik dari fisik dan hati nya hari Kaynara berjalan lancar tanpa ada nya Aldo yg menghantui pikiran nya karna ke tidak jujuran Kaynara akibat nya menyiksa diri sendiri menerima penderitaan bertahun tahun lama nya tapi sekarang Kaynara bisa hidup bebas karna Aldo tidak mungkin kembali sudah pasti dia tiada.Kalvin juga percaya sepenuhnya perusahaan nya pada Gavin dia tidak perlu ke perusahaan karna Gavin kualitas bekerja nya tidak jauh berbeda jadi Kalvin bisa beristirahat dengan damai tapi meski lepas dari perusahaan Adiwinata Grub pekerjaan sehari-hari Kalvin tidak hanya bersantai dia membantu Nanda meringankan beban Nanda tentu cinta kedua nya tidak pernah pudar terkadang mengudang rasa cemburu semua orang
"Sayang besok kita harus segera pergi ada teman ku meminta aku membuat satu proyek besar dia ingin aku melakukan itu lagian kamu punya film kan di negara itu kita sama sama aja pergi nya"ujar Kalvin mengengam tangan Nanda yg lagi berhias
"Berapa lama"tanya Nanda ya meski Nanda sibuk Nanda menemani perjalanan kerja Kalvin selalu di samping Kalvin
"Sedikit lama proyek nya besar memakan waktu berbulan-bulan"jelas Kalvin
"Aku sebentar di sana cuman satu bulan"ujar Nanda cemberut
"Sayang ayo lah kamu bisa handel perusahaan di sana juga Lin bisa di sini"ujar Kalvin tetap membujuk
"Aku tidak mengapa meninggalkan perusahaan aku ngak mau pisah sama Kaynara apa lagi berjauhan Kaynara itu masih butuh aku"ujar Nanda
"Kaynara sudah besar lagian di sini kan ada Gavin yg akan menjaga Kaynara"ujar Kalvin
"Tidak aku tidak akan pergi jika aku pergi Kaynara harus ikut"ujar Nanda meninggalkan Kalvin
"Dasar pembangkang"kesal Kalvin beranjak menyusul Nanda
"Hei kenapa iri"ujar Gavin melihat tatapan Kaynara yg menatap nya karna Gavin memperhatikan ponsel nya
"Mana ke disiplin makan tidak boleh main ponsel"sindir Kaynara karna memang Gavin kadang menegur Kaynara jika makan sambil main ponsel
"Ternyata enak makan sambil menatap ponsel"ujar Gavin terkikik
"Ngak lucu"ujar Gavin lagi dengan datar
"Sinting nih orang"ujar Kaynara saling tatap dengan Gavin dan kedua nya tertawa dengan tingkah Gavin
"dasar gila"sindir Kaynara menggeleng pelan
"Pagi sayang"ujar Nanda menciumi wajah anak gadisnya dengan gemas
"Pagi ma"sapa Kaynara menikmati sarapan nya
"Kay kamu tidak apa kan di tinggal mama agak lama mama ma ikut papa menjalan kan proyek teman papa di negara X"ujar Kalvin duduk mengambil sarapan
"Iya pa aku udah besar jadi bisa melakukan nya sendiri"ujar Kaynara datar keluarga itu memang semua datar
"Tidak nanti siapa yg jagain kamu"ujar Nanda
"Kan ada kak Gavin ma"ujar Kaynara cepat
"Tapi Kay"ucap Nanda
"Ck jangan memanjangkan aku "kesal Kaynara
"Aku bisa sendiri semuanya mama terlalu berlebihan kak Gavin baik menjaga ku mama yg berlebihan "kesal Kaynara membuat Nanda terdiam dia menikmati sarapan dengan diam
"Dasar muka datar ini nih jika menurun sikat papa nya tidak ada perasaan bisa menyakiti orang dengan ucapan nya sebel banget jika Kaynara seperti ini"batin Nanda dengan geram
"Sudah tau kan sayang jawaban Kaynara"ujar Kalvin
"Iya iya udah ngerti puas kamu Kay meniru kamu yg tidak punya hati dan keras kepala itu"kesal Nanda pada Kalvin
"Heh Kay yg buat salah malah kamu lampiaskan pada ku"ujar Kalvin tersenyum kecil
"Ck Kalvin ngak suka tau Kay seperti itu harus nya May itu sama seperti anak gadis yg lain manja terhadap orang tua nya menangis jika di tinggal pergi"ujar Nanda kesal menatap Kalvin
"Iya aku ngerti tapi kan Kay bukan anak gadis dia anak tomboi"ujar Kalvin terkekeh
"Betul tuh apa kata papa"ujar Gavin ikut terkikik
"Ighh nyebelin"kesal Nanda
"Ngak peduli"ujar Kaynara santai
"Kalvin"ujar Nanda memelas
"Sayang udah Kay butuh belajar mandiri masak kamu mau manjain Kay mulu nanti dia manja terus ngak bisa melakukan apa apa Kay itu calon direktur ngak bagus direktur memiliki sifat manja"ujar Kalvin
"Lalu siapa yg manja pada ku yg sayang pada ku aku mau nya Kay"ujar Nanda serius
"Aku ,kamu lupa jika aku sangat mencintaimu"ujar Kalvin menatap mata Nanda kenapa istri nya ini semakin tua semakin seksi di mata Kalvin tanpa sadar Kalvin malah mencium bibir istrinya itu replek Gavin menutup mata Kay saat Nanda mulai memeluk leher Kalvin
"Ayo kita berangkat"ujar Gavin merangkul Kaynara keluar dari sana
"Kenapa aku ngak boleh melihat mama dan papa berciuman"tanya Kaynara
__ADS_1
"Nanti pikiran mu aneh aneh kamu cewek nanti akan terjadi hal yg tidak di inginkan ngak bagus"ujar Gavin mengelus kepala Kaynara
"Baik lah aku mau berangkat kuliah"ujar Kaynara
"Biar aku antar jauh dari kampus"ujar Gavin dan Kaynara hanya menurut karna Gavin jika mengantar akan berhenti sedikit jauh sehingga Kaynara harus jalan kaki buat sampai di kampus
"Ehh anak anak malah pergi"ujar Nanda baru tersadar menahan dada Kalvin
"Semakin tua kamu seksi rasanya aku ingin menelan mu terus"kekeh Kalvin mengusap bibir Nanda
"Tadi malam aja kamu banyak dapat jatah sialan"ujar Nanda memberi Kalvin cubitan
"Hehe kurang"kekeh Kalvin menyengir membuat dia dapat pelototan dari Nanda
"Gimana apa besok kita berbakat"ujar Kalvin tersenyum
"Hah meski tidak suka jauh dari Kaynara aku harus selalu ada di samping mu selalu setia menemani mu nanti kamu di ambil orang"ujar Nanda membuat Kalvin tertawa
"Ngak akan ngak ada yg mau memberi jatah ku sebanyak kamu memberi ku jatah"ujar Kalvin tersenyum
"Ighh Kalvin"ucap Nanda kesal dan Kalvin hanya tertawa
###
Kaynara berjalan pelan menuju kampus hanya berjarak beberapa meter saja Kaynara menyelendangkan tas nya serta ada satu buku yg dia pegang, Kaynara mulai memasuki gerbang kampus ada mobil merah yg hampir menyerempet Kaynara mobil itu tidak asing bagi Kaynara membuat Kaynara malas berurusan dengan nya siapa lagi jika bukan Sabrina
"Hei makin miskin tidak mampu bayar kuliah sampai jalan kaki sepeda nya udah di gadai kan ya"teriak Sabrina mereka di sana sudah biasa melihat Kaynara dan Sabrina yg terus bertengkar meski itu hanya adu mulut
"Waduh ngak pernah olahraga tidak hanya tubuh mu yg tidak sehat tapi pikiran mu juga tidak sehat"ejek Kaynara dengan santai
"Hei berani mengejek ku mengatakan aku tidak sehat kamu mau aku hajar"geram Sabrina
"Tersinggung arti nya benar dong"ujar Kaynara mengangkat bahu
"Berani ya"geram Sabrina mendekati Kaynara lalu mengcengkram dagu Sabrina siap menonjok
"Heh mau ngapain temen ku"ujar Nabila mendorong Sabrina
"Jangan ikuti campur "ketus Sabrina
"Ya jelas ikut campur kamu mau menghajar teman ku"ujar Nabila
"Kay kok ngak melawan"tanya Nabila
"Hei bukan berarti aku lemah dia baru mengcengkram dagu ku kamu baru sampai melerai"ujar Kaynara
"Kay bisa ngak bela diri minimal permulaan deh"ujar Nabila
"Ngak aku hanya mengunakan insting terancam ku saja"ujar Kaynara berjalan menuju kelas
"Nanti minta ajarin aja sama om Kalvin"ujar Nabila
"Papa dan mama ku akan pergi besok"ujar Kaynara
"Minta ajarin sama ayah ku saja "ujar Nabila tersenyum
"Kita lihat nanti"ujar Kaynara acuh segera masuk ke kelas Nabila juga menuju kelasnya
####
Gavin lagi pokus menatap berkasnya karna beberapa berkas harus dia selesai kan, Gavin mulai terbiasa mengambil ahli pekerjaan sebanyak itu meski banyak waktu Gavin habis dengan pekerjaan tapi Gavin mampu menandingi kinerja Kalvin
Tok tok tok
"Masuk"teriak Gavin lalu wanita itu masuk
"Tuan ini agenda anda hari ini"ucap nya tersenyum Gavin mendongak
"Elis"ujar Gavin tersenyum kecil
"Kemari"ujar Gavin wanita bernama Elis sekretaris Gavin itu mendekati Gavin
"Kamu itu kekasih ku tidak perlu meminta izin untuk masuk"ujar Gavin menarik tangan Elis biar duduk di pangkuannya
"Meski begitu aku harus tetap profesional "ujar Elis tersenyum membelai rambut Gavin
"Hari ini tidak mengajak ku jalan "ujar Elis manja
"Tidak hari ini banyak pekerjaan apa lagi besok papa dan mama harus berangkat "ujar Gavin
__ADS_1
"Kamu sendiri dong"ujar Elis
"Tidak kan masih ada adik ku di rumah apa lagi aku harus jagain dia adik ku itu sedikit bandel "kekeh Gavin setiap dia membayangkan Kaynara apa lagi wajah datar itu selalu membuat senyum Gavin terukir adik nya itu memang kesayangan keluarga nya
"Sayang aku mau jalan setelah makan siang ini"ujar Elis manja
"Aku benar tidak bisa sayang"ujar Gavin membuka laci dan mengambil kartu kredit nya
"Ambilah belanja sepuas nya"ujar Gavin
"Tapi"tolak Elis
"Ngak usah tapi ambilah"ujar Gavin memaksa
"Terimakasih sayang"ujar Elis mencium pipi Gavin
"Di sini dong"ujar Gavin menunjuk bibir nya Gavin menekan tengkuk itu mencium bibir itu perlahan tangan Elis menarik dasi Gavin membuang sembarang arah melepaskan kancing baju Gavin yg makin lama makin terpancing suasa tangan Gavin menggendong Elis meletakkan di meja
"Gavin"ujar Elis menahan dada Gavin dengan nafas memburu
"Apa kamu janji akan menikahi ku"ujar Elis serius menatap mata Gavin
"Tentu saja kenapa tidak"ujar Gavin serius umur nya tidak lagi untuk pacaran dia seharusnya sudah menikah dan sudah punya anak
"Aku tidak mau nanti hamil"ujar Elis mengenakan kancing baju Gavin
"Baik lah"ujar Gavin lalu merengkuh bibir itu dengan ganas meninggalkan jejak di leher Elis
"Semoga kamu mempercayai janji ku jika akan menikahi mu meski kamu hamil pun aku akan bertanggung jawab menikahi mu"ujar Gavin mencium bibir Elis engan singkat lalu menuju kamar mandi untuk membenarkan penampilan nya
####
Dari jauh Kaynara melihat mobil Nanda karna Kaynara baru pulang keluar dari gerbang kampus Nabila yg di sampingnya menunjuk mobil Nanda dari jauh membuat Kaynara mengerti
"Kay mama mu tuh"senggol Nabila melihat mobil Nanda perlahan mendekat
"Aku duluan"ujar Kaynara menjauhi Nabila dia sendiri mempercepat langkahnya sehingga melewati mobil Nanda
"Anak itu kenapa melewati mama nya apa tidak mengenal mobil mama nya"ujar Nanda terpaksa dia harus memutar mobil lagi Kaynara semakin jauh Nanda segera mendekati Kaynara
"Kay ayo pulang sama mama"ujar Nanda menurun kan kaca mobil
"Iya"Kaynara berwajah datar masuk ke mobil Nanda
"Mama aku tidak suka di jemput sama mama"kesal Kaynara
"Kenapa sih Kay mama kan mau sama kamu"ujar Nanda sedih
"Aku tidak suka ma nanti semua orang tau aku ini anak dari Kalvin Adiwinata dan anak nya Nanda Ayunda Sky aku sudah nyaman dengan diri ku sendiri"tegas Kaynara
"Kay kamu malu memiliki orang tua seperti kami"ujar Nanda
"Bukan begitu ma aku hanya tidak mau semua orang tau aku ini siapa aku sudah terbiasa dengan pandangan mereka jika aku ini hanya anak pembantu "ujar Kaynara
"Ck kamu bukan nya bersama mama yg akan pergi malah berdebat sama mama"ujar Nanda melaju kan mobil nya
"Terserah mama"ujar Kaynara malas mengambil earphone nya di dalam tas lalu memakainya dengan menatap jendela mobil
"Kay mama mau bicara lho"ujar Nanda melepaskan earphone itu
"Bicara apa ma"Kaynara mulai malas
"Mama besok mau pergi lho lama lagi"ujar Nanda
"Ya terus"ujar Kaynara dengan santai
"Kok terus kamu nanti ngak merindukan mama apa"ujar Nanda sesekali melirik Kaynara
"Sudah lah ma jika aku rindu nanti aku bisa mendatangi mama aku bukan anak kecil harus merengek melarang mama pergi "ujar Kay menoleh menatap Nanda yg pokus menyetir
"Meski nanti aku merindukan mama mungkin tidak akan mampu aku menjenguk mama karna aku lagi sibuk kuliah aku harap mama tidak sakit nanti nya"ujar Kaynara serius karna Nanda jika lama tidak bertemu Kaynara dia akan sakit
"Tau aja kamu Kay makan nya nanti telepon mama baru mama ngak merindukan kamu banget "ujar Nanda tersenyum menghentikan mobilnya menciumi wajah anak gadisnya
"Aku pasti sangat merindukan mama"ujar Kaynara tersenyum mencium pipi Nanda
"Ya harus dong anak gadis mama ini harus tetap semangat belajar jangan nakal apa lagi nyusahin kakak kamu dia sudah sibuk dengan pekerjaan"ujar Nanda
"Iya aku ngerti ma aku kan bukan anak kecil lagi"ujar Kaynara tersenyum Nanda gemes dengan Kaynara menciumi lagi wajah anak nya itu dan melaju kan mobil nya karna sudah lampu hijau
__ADS_1