
Kaynara mengurung dirinya setelah pulang Kaynara berdiam di kamarnya dia memakai earphone nya menatap hembusan angin yg ada di balkonnya menatap cerah nya cuaca tanpa sepengetahuan Kaynara ternyata Nugi masuk berdiri menatap arah pandang Kaynara
"Apa kah sesuatu itu lebih indah dari dunia mu sendiri sehingga kamu betah menatap nya"ujar Nugi serius
"Jika datang hanya untuk bahas perjodohan itu aku tidak tertarik pergi jangan menganggu ku"ujar Kaynara pelan
"Tidak aku ingin menunjukkan sesuatu pada mu"ujar Nugi serius
"Sekali ini aja Kaynara aku mohon "ujar Nugi serius
"Baik lah ayo"ujar Kaynara berdiri dan berlalu pergi
"Ngak dandan"ujar Nugi terkekeh geli yg hanya di respon Kaynara tatapan tajam
"Jika gini kan adem"ujar Kalvin tersenyum tapi Kaynara berlalu pergi tidak menghiraukan siapa siapa
"Om aku ajak Kaynara jalan dulu"ujar Nugi
"Iya hati hati"ujar Kalvin menepuk bahu Nugi lalu Nugi pergi
Sepanjang jalan Kaynara hanya diam menatap keluar bahkan jika Nugi bertanya tidak di hiraukan Kaynara apa lagi dengan pertanyaan pernikahan membuat Nugi mengerti kondisi Kaynara soal perjodohan itu
"Restoran "ujar Kaynara mengerut kan keningnya
"Ayo"ujar Nugi lalu turun dari mobil mereka segera masuk menuju ruang VVIP
"Arin"ujar Kaynara heran
"Kak Kay"Arin tersenyum ramah
"Kaynara aku ingin membicarakan perjodohan kita"ujar Nugi duduk
"Kamu mengajak ku hanya membicarakan itu"tatapan Kaynara tajam
"Dengar dulu"ujar Nugi
"Kak dengar kan dulu perkataan kak Nugi"ujar Arin memeluk lengan Kaynara
"Apa yg ingin kamu katakan "ujar Kaynara serius
"Aku tau kamu tidak menyukai perjodohan itu sama aku juga hanya saja aku di paksa bunda ku untuk menerima nya"ujar Nugi
"Sebenarnya aku punya hubungan sama Arin sejak pandangan pertama aku sudah jatuh hati jadi mendekati nya yg ternyata dia juga mulai menyukai ku tapi bunda ku hanya ingin kamu"ujar Nugi meraih tangan Arin itu berita mengagetkan untuk Kaynara
"Sudah ku duga perjodohan ini hanya akan membuat kita menderita"lirih Kaynara
"Kay bersabar lah aku akan mencari cara buat membujuk orang tua ku agar mereka mau menerima wanita pilihan ku"ujar Nugi
"Kamu tahu kan om Kalvin sudah menyebar soal pertunangan kita itu jadi gerakan ku terbatas kamu enak ngak ada yg tau tapi aku terbatas bertemu dengan Arin aja jadi terbatas aku mohon bantu kami"ujar Nugi
"Kak Kay sekali ini aja bantuin aku"mohon Nugi
"Tidak seharusnya kita berada di situasi ini"ujar Kaynara melepaskan cincin itu
"Ini bukan milik ku"ujar Kaynara lalu memasangkan di jari Arin
"Aku akan membantu hubungan kalian "ujar Kaynara
"Terimakasih kak"Arin memeluk Kaynara dengan erat
"Rencana kalian apa"ujar Kaynara serius
"Belum ada aku hanya ingin membujuk orang tua ku agar membatalkan pertunangan ini tapi aku butuh bantuan mu di saat aku akan ketemu sama Arin aku akan memberi alasan janjian dengan mu jadi nanti aku akan memberi tahu mu agar kamu juga ikut dengan kami"ujar Nugi
"Baik lah aku setuju"ujar Kaynara ada perasaan lega di hati nya
"Ngomong ngomong kenapa sih Kay kamu menolak keras perjodohan ini"tanya Nugi
"Aku hanya tidak ingin menikah dengan pria yg tidak aku cintai "ujar Kaynara
"Meski begitu kak Kay harus lebih rileks menghadapi masalah agar bisa menemukan jalan keluar nya"ujar Arin
"Jiwa raga dan tubuh tersita oleh nya pikiran dan kehidupan di renggut oleh nya yg tersisa hanya keburukan ku yg terkadang membuat aku ingin melampiaskan emosi ku seperti itu"ujar Kaynara tersenyum pahit kenapa dia harus rasa kan situasi cinta ini Kaynara sudah lama mengubur dirinya tapi kenapa rasa cinta itu masih tertanam di hatinya
"Aku pulang dulu ingin istirahat"ujar Kaynara berdiri
"Iya kak hati hati"Arin memeluk Kaynara lagi lalu Kaynara berlalu pergi
####
Kaynara jauh lebih baik dan jauh lebih lega mendengar rencana Nugi yg akan membatalkan perjodohan mereka Nugi hanya menunggu waktu yg tepat membujuk orang tua nya Kaynara juga harus lebih rileks menghadapi karna papa nya sama sama keras kepala
"Pagi ma"sapa Kaynara mencium pipi mama nya lalu duduk membuat semua menatap nya
"Wah apa kamu lupa kay marah sama mama"ujar Nanda tersenyum
"Tidak maafkan aku membuat mama sedih dan maaf kan sudah merepotkan mama"Kaynara memegang tangan Nanda meletakkan di pipi nya
"Sayang kamu ya"Nanda menciumi wajah Kaynara
__ADS_1
"Pagi semua"Arin masuk dan tersenyum
"Ehh Arin"ujar Nanda
"Iya tan mau bareng sama kak Kay ke kampus nya"ujar Arin tersenyum
"Hati hati Arin singa lagi gampang mengamuk"ujar Gavin
"Ngak lah kak"ujar Arin tersenyum
"Ehh ada Arin juga"Nugi masuk membuat Kaynara takjub kedua nya pandai sekali membuat skenario
"Waw harus aku akui kalian berdua benar pintar sekali"bisik Kaynara sinis
"Diam kah ayo kita berangkat sebelum ada yg curiga"bisik Nugi
"Bareng aja ada Arin juga"ujar Kaynara
"Jika gini kan papa senang"ujar Kalvin tersenyum
"Iya kak ayo"Arin tersenyum meraih tangan Nanda
"Tunggu Arin"ujar Kalvin
"Kenapa cincin pertunangan Kaynara ada pada mu"ujar Kalvin serius membuat ke-tiga nya menatap tangan Arin
"Saat di kampus aku ke toilet aku melepas cincin itu dan aku lupa mengambil nya aku menyuruh Arin melihat nya menyimpan nya aku lupa mengambil nya"ujar Kaynara serius
"Hati hati Kaynara jangan sampai cincin itu hilang itu cincin nya orang tua Nugi"ujar Kalvin
"Pakai segera itu cincin pernikahan nanti nya"ucap Kalvin datar
"Iya"Kaynara melangkah pergi bersama Arin dan Nugi
"Ya ampun aku sampai berkeringat takut ketahuan"Arin merasa lega rasanya dia sangat takut
"Jangan takut aku akan selalu melindungi mu"ujar Nugi mengusap kepala Arin
"Apa kita akan seperti ini terus ayo jalan"ujar Kaynara yg ada di belakang mereka
"Iya sabar"ujar Nugi lalu melaju kan mobil nya
"Kay nanti siang ikut kami ya aku mau ajak Arin jalan jalan"ujar Nugi
"Iya jam 2 siang aku selesai kuliah"ujar Kaynara
"Iya nanti aku jemput"ujar Nugi pokus dengan jalan
###
"Ayo kak"ujar Arin tersenyum
"Bahagia banget"sindir Kaynara membuat Arin tersipu
"Ehh kalian mau kemana"ujar Nabila mendekat
"Bukan urusan mu ngak usah sok peduli"ujar Kaynara melangkah pergi mengajak Arin
"Kak kok seperti itu sama kak Nabila"tanya Arin
"Jika aku baik baik sama dia dan kita jawab akan jalan sama kak Nugi yg ada dia akan ikut makan nya aku seperti itu biar dia ngak ngikuti aku biar dia beranggapan aku masih marah"ujar Kaynara
"Benar juga wah kak Kay ternyata berbakat juga jadi pembohong"ujar Arin tertawa
"Sialan bocah ini"Kaynara menarik telinga Arin pelan membuat Arin tersenyum
"Ehh ngapain nyakitin calon istri ku apa sakit sayang"ujar Nugi mengusap telinga Arin
"Hoek muntah aku dengar nya"ujar Kaynara
"Kak Nugi jangan seperti itu aku malu"ujar Arin cemberut
"Gemes deh"Nugi mencubit lembut pipi Arin
"Ayo mandi keburu Nabila lihat'"ujar Kaynara
"Iya juga ayo"ujar Nugi membuka kan pintu buat Arin lalu mereka segera masuk mobil dan mobil nya melaju
"Kita mau kemana"ujar Kaynara
"Nanti juga sampai"ujar Nugi tersenyum menoleh ke belakang, Kaynara menyenderkan tubuhnya ke job mobil memejamkan matanya Kaynara merasa lelah dengan kehidupan nya ini sampai Kaynara tertidur
"Ya malah tertidur"ujar Nugi saat menoleh
"Biar aku bangun kan kak"ujar Arin keluar dari mobil dan membuka pintu
"Kak Kay kak Kay bangun kita sudah sampai"ujar Arin mengusap bahu Kaynara
"Eghmmm sampai "lirih Kaynara duduk lalu turun dia terdiam saat melihat taman itu
__ADS_1
"Arin kita kenapa ada di sini"ujar Kaynara serius
"Kami sering ketemu di sini kak karna taman ini dekat dengan kantor kak Nugi"ujar Arin
"Ini dekat dengan sekolah SMP *********** kan"ujar Kaynara
"Iya kak memang nya kenapa"tanya Arin
"Kita ganti aja lah jangan di sini"ujar Kaynara
"Udah sampai Kay aku nanti ada meeting nanti telat jika pindah ke tempat lain"ujar Nugi
"Ngak apa kak di sini ngak pernah rame kok paling nanti ada beberapa orang"ujar Arin
"Ayo"Nugi merangkul Arin mereka berjalan memasuki taman itu
"Sejuk nya"ujar Arin menghirup udara segar di danau itu
"Ehh kay masak kamu buntuti kami terus jangan ikuti kami"ujar Nugi
"Iya iya"Kaynara melangkah pergi dia menatap pohon tidak jauh dari mereka lalu Kaynara mendekati pohon itu
"Pohon penuh cerita dan kenangan "lirih Kaynara dia duduk lalu menyeka tanah di akar pohon itu dan terlihat tulisan ARKAY
"Aku sangat mencintai mu sekaligus sangat membenci mu "tatapan Kaynara penuh kebencian tapi dia tidak dapat membohongi diri nya jika hati nya sangat merindukan sosok ini hati nya menginginkan pria ini menjadi suami nya
"Ehh awas"pria itu berteriak tapi Kaynara masih menatap tulisan itu membuat pria itu berlari dan memeluk Kaynara yg akan di jatuhi dahan pohon Kaynara mengaduh kesakitan saat punggung nya membentur tanah pria itu menahan tangannya biar dahan itu tidak menjatuhi mereka dia terdiam menatap Kaynara begitu pun Kaynara yg terus menatap nya
"Arya"kata itu sangat lirih terucap di bibir Kaynara mereka sama sama terdiam dengan saling menatap mata satu sama lain sakaligus mengingat kisah mereka
Flashback
Arya seorang murid SMA dia pemuda yg baik ceria dan pemberani pertemuan nya dengan Kaynara saat itu baru menjadi murid SMP tidak lah baik sekolah mereka juga cukup jauh membuat mereka bertemu adalah adik nya teman Arya satu sekolah bersama Kaynara
"Woi cantik banget cewek itu"teman Arya bernama Bimo menunjuk Kaynara yg mengambil sepeda nya
"Waw bidadari"ujar Arya takjub melihat kecantikan Kaynara itu adik Bimo yg bernama Lily ikut menoleh ke arah kakak nya
"Kak Bimo jangan macam macam sama cewek singa itu"ujar Lily
"Kenapa"ujar Bimo dan Arya bersama
"Itu murid yg pemarah tidak ada yg berani berteman dengan nya"ujar Lily
"Itu siapa"tanya Arya saat ada guru mendekati Kaynara
"Itu pak Aldo"ujar Lily
"aku mau kenalan ahh siapa tau jodoh"kekeh Arya berlalu
"Kamu mau melawan guru mu sendiri dasar gadis tidak berguna dan sialan"geram Aldo
"Pak santai kasar amat sama murid"Arya mendorong Aldo yg mepet Kaynara ,melihat ada orang Aldo segera pergi
"Arya putra Santoso"ujar Arya mengulur kan tangan Kaynara tidak peduli dia berlalu
"Kamu Kaynara kan salam kenal ya"teriak Arya tersenyum membuat Kaynara menoleh
"Waw tatapan nya"Arka kegirangan saat Kaynara kembali mendekati nya dan tanpa Arya duga Kaynara menendang kebanggaan nya
"Itu pelajaran buat kamu yg tidak tau malu"ujar Kaynara lalu berlaku pergi
"Aww cewek manis sakit kamu mau menghancurkan masa depan ku"ucap Arya kesakitan dan Bimo bersama adik nya hanya tertawa geli
"Apa aku bilang"ujar Lily
"Ngak apa ini aku anggap sebagai sentuhan dari nya"ujar Arya berdiri
"Sentuhan kepala mu"Bimo menjitak kepala Arya yg bodoh
"Ayo nanti kamu di hajar oleh nya"ujar Bimo meragukan Arya untuk pulang.Keesok nya Bimo mengantar adik nya Arya pun ikut tidak ingin ketinggalan menatap Kaynara
"Wiw bidadari ku lewat"Arya keluar dari mobil dan berlari mengikuti Kaynara saat Kaynara turun dari sepeda Kaynara segera menendang lagi kebanggaan Arya
"Kaynara tunggu"Arya menahan sakit memegang kaki Kaynara
"Sialan kamu mengintip ya"ucap Kaynara karna Arya memegang kaki Kaynara sambil terbaring karna jatuh tadi
"Aghh tidak"Arya berteriak saat Kaynara memukuli nya
"Kamu ngaku kamu mengintip kan"kesal Kaynara terus memukuli Arya
"Hanya dikit aku ngak niat"ujar Arya menahan tangan Kaynara yg terus memukuli Arya
"Cie Kaynara pegang pegangan mau aja di hajar cewek galak ini"ujar para murid dan tertawa
"Sialan kamu ya"Kaynara langsung meninju perut Arya membuat Arya mengaduh kesakitan dan di tinggal kan oleh Kaynara
"Udah deh Arya mending menyerah aja cewek kayak gitu"ujar Bimo mendekat
__ADS_1
"Ngak ngak cewek kayak gini harus jadi istri ku aku akan perjuangkan lihat saja nanti "ujar Arya bertekad dia segera pergi bersama Bimo untuk ke sekolah