Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 102


__ADS_3

Kaynara termenung kenapa Arya mengacuhkan nya apa perkataan nya ada yg salah Kaynara tidak tau kenapa sangat sakit di acuhkan seperti itu bahkan Kaynara menyapa Arya pun tidak di hiraukan oleh Arya, Kaynara binggun harus melakukan apa dia tidak terbiasa sikap baik apa lagi pada Arya yg orang asing tapi tidak asing bagi hati nya


"Kenapa ya"gumam Kaynara masuk ke rumah


"Kay ayo gabung"ujar Erin tapi Kaynara berlalu


"Kaynara ada apa"ujar Nanda meninggikan suaranya


"Ehh ma tidak "Kaynara tersenyum lalu berbaring di pangkuan mama nya


"Capek ma"lirih Kaynara memeluk perut mama nya


"Arya apa kamu tau aku tidak semangat tanpa diri mu kenapa kamu acuhkan seperti ini apa kamu lelah menghadapi diri ku"batin Kaynara


"Iya ma lupa ada tugas kuliah apa lagi aku tinggal beberapa bulan lagi wisuda aku ke kamar dulu"ujar Kaynara berdiri dan pergi


"Erin apa kamu mengenal pria bernama Arya"ujar Nanda


"Bukan nya dosen baru seperti yg mama dan papa cerita kan"ujar Erin


"Iya tapi mama merasa Arya ini punya hubungan sama Kaynara"ujar Nanda


"Ma jika aku perhatikan Kaynara itu pandai bersandiwara jadi dia pandai menutupi apa pun yg tidak ingin dia bagi"ujar Erin membuat Nanda terdiam benar ada nya bukti nya sampai Kaynara dewasa baru menceritakan mengenai Aldo


"Sayang aku keluar sebentar ada urusan"ujar Kalvin mencium kening Nanda


"Iya hati hati"ujar Nanda , Kalvin pun segera pergi karna ada urusan


Kalvin berangkat menggunakan mobil dia ada pertemuan hanya sekedar bermain golf hanya mengunakan baju santai tiba-tiba ada mobil yg mencegat mobil Kalvin tapi yg punya tidak keluar


"Siapa orang ini"gumam Kalvin saat orang itu keluar Kalvin kaget itu Arya dan Arya berjalan menuju bagasi nya mengambil sebuah samurai


"Keluar"ucap Arya mengetuk pintu mobil Kalvin segera keluar


"Tempat ini sepi kita berduel siapa yg menang dan siapa yg mati"ujar Arya melempar samurai pada Kalvin seketika Kalvin menggertak Arya dengan menyerang tentu Arya kaget replek menghalang kan samurai itu


"Heh bocah apa tujuan mu menyelamatkan anak saya dan sekarang ingin membunuh saya"ujar Kalvin santai


"Urusan mu dan Kaynara itu berbeda "ujar Arya melepaskan sarung samurai itu


"Ayo apa kamu seorang pecundang "ujar Arya datar


"Baik baik lah sebelum saya mati saya ingin mengetahui dulu motif kamu melakukan semua ini"ujar Kalvin santai Arya meletakkan samurai itu


"Aku adalah Arya putra Santoso nama ayah ku adalah Robert Santoso nama ibu ku kamela dan kakak ku Albert putra Robert Santoso tentu nya kamu tau motif ku apa"ujar Arya datar


"Dendam "ujar Kalvin dia sudah mengetahui latar belakang Arya jika memiliki dendam pada nya


"Siap siap mati anak muda"ujar Kalvin melepaskan sarung samurai itu lalu kedua nya saling menyerang Arya tidak takut sama sekali mereka saling menyerang tapi Kalvin lengah sehingga perut nya terkena sayatan


"Ngak bisa di anggap remeh anak ini jiwa nya menggelora semangat nya sangat besar"ujar Kalvin lalu menyerang Arya lagi dan Arya terkena sayatan di belakang


"Stop"ujar Bimo menghadang


"Minggir"ujar Arya mengcengkram Bimo


"Arya tenang setelah kamu mendengar kan penjelasan ku kamu akan berfikir ribuan kali menyerang tuan Kalvin "ujar Bimo


"Ngak usah menghalangi ku tujuan ku membalas kematian kakakku Bimo dan aku harus membunuh biadab ini"ujar Arya ingin mengibaskan pada Kalvin tapi mendengar ucapan Bimo menghentikan Arya


"Kamu bukan anak dari Robert"triak Bimo


"Apa maksudmu"ujar Arya serius menatap Bimo


"Ya aku mendengar perkataan ayah mu dia mengatakan kamu akan membunuh tuan Kalvin meski kamu bukan anak kandung mereka "ujar Bimo


"Arya aku ini sahabat mu aku tidak mungkin membohongi mu"ujar Bimo


"Hei bocah perlu kamu tau satu hal keluarga Santoso dulu nya mempunyai anak kembar Robert dan Robi saya tunggu tantangan mu"ujat Kalvin melepaskan samurai itu lalu pergi Arya terdiam


"Kita harus selidiki Arya pak Robert juga menyebut rumah sakit jiwa nomor 202"ujar Bimo


"Ayo"ucap Arya mereka segera pergi dari sana


####


"Ya ampun papa"Nanda tersentak saat Kalvin pulang dengan perut di perban


"Santai aku di serang tapi udah aku bawa ke rumah sakit"ujar Kalvin duduk


"Santai apaan kamu terluka"ujar Nanda


"Dugaan ku benar jika Arya mempunyai dendam terhadap ku"ujar Kalvin pelan


"Papa"Kaynara mendekat melihat papa nya yg terluka

__ADS_1


"Papa hanya di serang di akibatkan dendam "ujar Kalvin


"Makan nya jika jadi orang ngak usah jahat jadi terkena imbas nya kan meski udah tua"sindir Kaynara


"Malah menasehati dia"ucap Kalvin


###


Sedangkan Arya setelah di obati Bimo mereka segera mendatangi rumah sakit jiwa bertanya mengenai nama yg bersangkutan Santoso tapi tidak ada yg tau mengenai itu tapi dari jauh ada dokter memperhatikan mereka berdua


"Tuan Kalvin pasti hanya ingin menjebak Kita karna ingin bebas"ujar Arya kesal


"Kalian mencari apa di sini"tanya dokter itu


"Kami ingin mencari apa benar ada pasien keluarga Santoso "ujar Bimo dokter itu terkejut


"Tidak ada"ujar nya dan menjabat tangan Bimo dan pergi


"Dokter ini menitip kan surat ayo"Bimo segera mengajak Arya pergi


"Berisi alamat"ujar Bimo saat mereka berada dalam mobil


"Kita ke sana siapa tau ini petunjuk"ujar Arya mereka segera pergi


"Rumah siapa ini"gumam Bimo saat sampai di alamat tersebut mereka segera mengetuk pintu itu


"Ya cari siapa"ujar nya yg keluar wanita paru baya


"Aku Arya putra Santoso kami mendapat alamat ini"ujar Arya menyerah kan surat itu


"Ayo masuk"ajak nya Kedua nya segera masuk


"Kamu masih hidup nak"wanita itu memegang pipi Arya


"Kamu siapa"tanya Bimo


"Saya Lastri pembantu setia tuan Robi Santoso dan nama kamu bukan lah Arya putra Santoso tapi Arya putra Robi Santoso"ujar nya


"Apa"ujar Arya dan Bimo


"Becanda"ujar Arya


"Ayo ikuti saya"ujar nya lalu menuju sebuah kamar terlihat ada pria paru baya memeluk sebuah foto


"Tuan"panggil nya


"Tidak tidak"Arya tidak bisa menerima kenyataan jika itu ayah nya


"Arya"panggil nya tidak mampu menahan tangisnya lalu memeluk Arya


"A...ayah"ragu Arya dia angguki pria itu dan mereka berpelukan


"Aku aku tidak mengerti"ujar Arya menggeleng


"Ayah akan tetapi m


jelas kan"ujar nya lalu duduk


"Ayah dan om Robert itu saudara kandung tapi semua harta Santoso itu ayah yg pegang kami saling memiliki keluarga dan anak kami dan anak nya Albert, dulu Albert pernah menjalankan bisnis sendiri dia berusaha licik dengan perusahaan Adiwinata Grub sehingga hal mengerikan terjadi Albert di bunuh oleh tuan Kalvin Presdir Adiwinata Grub om dan tante mu tidak terima akan hal itu dia akan balas dendam tapi dia tidak punya kekuasaan melawan tuan Kalvin sehingga dia melakukan rencana licik"jelas nya tangis nya pecah


"Dia mengambil tuan Arya pada saat berusia 5 tahun untuk dia jadikan senjata menghancurkan tuan Kalvin tapi mama tuan Arya tidak terima sehingga dia di bunuh oleh dua orang itu dan mengambil harta Santoso secara keji sampai membuat ayah tuan Arya gila saya yg membebaskan dan merawat ayah tuan Arya"jelas Lastri


"Aku tidak percaya"ujar Arya menggeleng


"Saya pernah merekam kejadian pembunuhan itu akibat nya suami saya terbunuh karna menyimpan rekaman itu"Lastri berjalan menuju laci dan menyerah kan kemera itu Arya menonton nya tanpa sadar air mata nya jatuh melihat mama nya di bunuh dengan brutal


"Arya ayah terluka kehilangan mama mu ayah hanya berharap kamu mengambil hak mu jangan biarkan om mu menghancurkan mu dengan dendam itu semua aset Santoso milik mu rebut kembali itu kerja keras ayah dan balas kan dendam mama mu"ujar Robi serius Arya menggeleng kenapa orangtuanya itu begitu kejam membohongi nya pantas saja kadang Arya terabaikan dan penjelasan mereka merasa kehilangan kakak nya Albert tapi karna Arya bukan anak kandung mereka makan nya tidak ada perhatian yg lebih menyedihkan seakan Arya di tipu di asuh sama orang yg menghancurkan keluarga nya Arya hampir membunuh Kalvin


"Ayah selalu bangga pada mu meski ayah tidak pernah tau jadilah anak yg baik"Robi memeluk anak nya membuat Arya semakin merasa sakit memeluk ayah nya dengan erat


####


☀️☀️☀️


Keluarga Adiwinata tengah sarapan Nanda merawat suaminya yg tengah terluka anak anak nya juga ikut sedih melihat mama nya sedih melihat suaminya terluka tapi mereka biarkan saja Nanda jika melihat anggota keluarga nya terluka dia sangat pendiam dan tegas


"Tuan ada yang ingin bertemu"ujar pembantu itu


"Siapa pagi pagi ngak lihat jika terluka"ketus Nanda


"Kata nya pak Arya nyonya"ujar nya seketika Nanda dan Kalvin terkejut


"Kalian lanjut saja papa ada tamu"Kalvin berdiri dan pergi


"Gavin jaga adik mu jangan ikut campur masalah orang tua"ujar Nanda berlalu

__ADS_1


"Aku penasaran"ujar Kay


"Kay jangan membuat mama marah"ujar Gavin membuat Kaynara tidak berdaya


"Berani nya kamu menunjuk kan diri mu"ujar Nanda mendahului Kalvin dan menampar Arya dengan keras Arya hanya diam tidak bergeming


"Tuan Kalvin kami butuh bicara'"ujar Bimo yg ikut mendampingi Arya


"Baik ikut saya"ujar Kalvin


"Nyonya Nanda bisa menghajar nya habis habisan"ujar Bimo terkekeh


"Ayo kenapa diam"rangkul Bimo pada Arya yg diam mereka berempat segera masuk ke ruangan pribadi Kalvin


"Apa kalian mendapatkan kebenaran ya saya akui saya pun salah karna membunuh Albert"ujar Kalvin melipat tangannya di dada


"Maafkan aku tuan aku salah paham"ujar Arya lirih


Plak


"Salah paham kamu bilang"ujar Nanda lagi lagi menampar Arya


"Pasti sakit"ujar Bimo meringis


"Ma udah dengarkan dulu meski tidak salah paham papa pantas karna kejahatan papa di masa lalu"ujar Kalvin


"Iya nyonya dengar kan dulu penjelasan kami"ujar Bimo serius


"Cerita mengenai kejadian nya"ucap Kalvin dan Bimo menceriterakan kebenaran yg mereka temui kemarin


"Aku tau aku tidak punya apa apa mungkin jika aku menuntut pada mereka dengan sekejap akan terusir dan tidak punya apa apa sedangkan itu adalah masa depan ku"ujar Arya


"Selain meminta maaf saya juga"ujar Arya


"Mencintai Kaynara segenap hati saya dan saya juga ingin menjadikan istri saya tapi saya juga mengerti keadaan atas kemarahan kalian"ujar Arya lirih


"Saya tidak mungkin menyerah kan anak saya pada orang yg penuh dendam "ujar Nanda


"Jika kamu melepaskan dendam pada orang tua angkat mu maka saya akan menyerah kan anak saya"ujar Nanda serius


"Saya akan lakukan nyonya meminta nyawa saya pun saya akan lakukan untuk Kaynara"ujar Arya serius


"Apa yg Kamu katakan tujuan kita bukan Kaynara tapi dendam mu pada orang tua angkat mu"ujar Bimo


"Kamu tau jawaban ku Bimo semangat keberanian dan kehidupan itu adalah awal kita balas dendam sedangkan Kaynara adalah segalanya untuk ku buat apa aku membalas dendam jika Kaynara tidak bersama ku"ujar Arya


"Ya ampun kamu benar di budak oleh Kaynara mana kamu bilang meski tuan Kalvin papa nya Kaynara tetap balas dendam tapi jika mama nya yg minta kamu menyerah aja"ujar Bimo menepuk jidatnya


"Aku mengerti satu hal anggap saja aku balas dendam pada tuan Kalvin dan tuan Kalvin balas dendam jadi ngak ada habis nya balas dendam itu"ucap Arya


"Terserah deh pusing aku ikuti dunia mu"ujar Bimo stress


"Sayang aku mau bicara empat mata dengan Arya keluar sebentar"ujar Kalvin serius Nanda dan Bimo pun segera keluar


"Aku akan membantu mu mengambil perusahaan itu sekaligus balas dendam itu bentuk keadilan juga "ujar Kalvin


"Saya akan memberikan anak saya asal kamu benar menjaga nya dengan baik"ujar Kalvin dia melihat cinta tulus Arya meski Kalvin ragu akan kebaikan Arya yg pasti orang yg rela mati untuk kekasihnya itu lah bentuk cinta dan Arya sudah melakukan itu kemarin saat dia lompat menolong Kaynara


"Saya berjanji saya akan menjaga Kaynara sebaik mungkin"ujar Arya serius


"Kita imbas"ujar Kalvin menepuk punggung Arya membuat Arya meringis kesakitan


"Ayo"Kalvin merangkul Arya keluar dari ruangan itu


"Terimakasih atas kerja sama nya"ujar Kalvin serius Arya menjabat tangan Kalvin


"Terimakasih kembali"ucap Arya dan berlalu Kaynara dengan cepat mengejar Arya


"Ar tunggu sebentar"Kaynara meraih tangan Arya


"Apa yg kamu bicarakan dengan papa ku"ucap Kaynara penasaran


"Kamu harus mengerti bagaimana jika di acuh kan dan di balas dengan datar"ujar Arya datar dan berlalu


"Ini tidak adil"Kaynara kesal dengan jawaban Arya


"Aku mau ikut ke kampus"ujar Kaynara lalu menoleh melihat semua orang menatap nya


"Tidak maksud ku aku kan telat jika pak Arya berkenan bisa barang berangkat nya"ujar Kaynara was was menatap keluarga nya


"Tidak usah genit Kaynara Arya sudah punya calon istri"teriak Kalvin


"Apa siapa"Replek Kaynara menarik telinga Arya karna kesal


"Aww kamu kebiasaan menyakiti ku"ujar Arya mengelus telinganya

__ADS_1


"Aku punya sendiri calon kamu tidak usah repot-repot mengurusi aku"ketus Arya dan melangkah bersama Bimo dan Kaynara hanya diam menatap Arya dia menjatuhkan air mata nya sakit mendengar itu


__ADS_2