
Aron adalah orang yg sangat Amel percaya standar Aron sama dengan Jaka, Aron juga kepala keamanan temurun ayah Aron dulu menjaga Landa dan keluarga nya dan karna ayah Aron meninggal Aron lah yg mengganti kan sama dengan Jaka.Tidak butuh waktu lama Aron mendapatkan informasi mengenai Hakim dan gerakan Hakim karna Aron cukup baik dalam mencari informasi untuk menguji Aron Amel pernah memasukan Aron dalam dunia hitam ya itu mafia jadi kemampuan Aron jangan di ragunan
"Kenapa kak Hakim menemui semua kolega perusahaan ini"ucap Nanda heran Aron terdiam
"Nona jika menurut saya tuan Hakim ini ingin menggeser kedudukan anda maksud saya nona dia mengambil semua kolega perusahaan ini secara langsung klien perusahaan ini hilang mau tidak mau akan bangkrut di situ tuan Hakim akan mengantikan anda dengan mengubah nama perusahaan ini dari info yg saya terima tuan Hakin mendirikan perusahaan kecil mungkin bermaksud ingin mengambil kolagen perusahaan ini"jelas Aron
"Kak Hakim emang licik "gumam Nanda berfikir bagaimana dia bisa melawan Hakim lalu Nanda tersenyum
Karna hakim melakukan hal licik berusaha mengambil kolega dan klien perusahaan SKY Nanda pun bisa licik yg membuat Hakim kalah telak Gimana tidak Nanda membeli saham para perusahaan yg klien nya di daerah nya jika perusahaan itu berkerjasama dengan Kalvin Nanda hanya membeli 5 persen saham karna Nanda tau tidak ada yg berani berkhianat pada Kalvin dan Nanda bisa minta bantuan Kalvin melalui Daniah tapi jika mereka tidak kerja sama maka Nanda membeli saham itu 15 persen Nanda mengeluarkan uang tidak lah sedikit tapi itu demi keamanan nya dan tanpa Hakim sadari pun melalui Aron Hakim telah memberi 20 persen saham nya itu atas nama Nanda
"Nanda apa yg kamu lakukan dengan membeli saham semua perusahaan"ucap Amel masuk dengan marah
"Ibu Amel aku hanya memperluas perusahaan kita "ucap Nanda
"Dan kamu Aron kamu sudah di ajarkan tapi kenapa tidak kamu cegah nona mu melakukan kesalahan"ucap Amel murka
"Ibu Amel jangan memarahi Aron kalian mau aku dewasa bukan aku lagi proses ibu Amel tenang saja aku sudah memikirkan secara matang "ucap Nanda
"Jika kamu membuat perusahaan ini bangkrut aku akan memenggal mu Nanda"ucap Amel penuh amara yg membara
Brak
"Bedebah kamu Nanda"murka Hakim melempar berkas itu
"Esttt kakak ku kenapa marah sih tenang duduk dulu"ucap Nanda santai
"Ngak usah munafik kamu"ucap Hakim
"Apa salah nya kak aku membeli saham mu aku membantu kakak ku sendiri "ucap Nanda
"Membantu cih kamu takut kalah dari aku"ucap Hakim geram
"Kalah ohh jelas jika kak Hakim memimpin perusahaan ini sangat meresahkan kak Hakim licik kan secara diam diam mendatangi kolega SKY Entertainment untuk berdiri nya perusahaan kakak jadi aku batu lah membantu perusahaan kak Hakim tapi aku juga membeli sendiri saham mereka biar mereka tidak berani berkhianat"ucap Nanda santai
"Kamu benar benar ya Nanda aku akan membunuh momy mu untuk memberi mu pelajaran"ucap Hakim marah
Brak
Nanda melempar pas bunga tepat di kepala Hakim membuat darah di kepala Hakim merebes mengenai baju nya tatapan Nanda tidak biasa Nanda mendekat
"Dengar ya aku tidak suka terhadap ancaman mu mengenai momy ku jika terjadi hal kecil saja yg aku cari kamu aku tidak takut pada kalian yg hanya bermain di belakang "ucap Nanda tajam lalu melirik Aron
"Bawa dia pergi "ucap Nanda datar Aron membawa Hakim pergi
"Kamu membeli saham mereka karna Hakim mulai menyebar perusahaan nya sendiri "ucap Amel serius
"Iya ibu Amel aku cemas nanti kak Hakim mengambil semua kolega kita makan nya aku buat mereka ketergantungan pada ku"ucap Nanda serius
"Kerja bagus saya akan ajarin kamu cara mengatasi virus takut nya nanti Hakim memberi virus pada perusahaan kita"ucap Amel serius
"Ibu Amel aku patuh semua perintah ibu Amel tapi aku sangat memohon jaga Momy ku baik baik ibu Amel lebih utama kan saja Momy dari ku"ucap Nanda penuh harap Amel menatap Nanda
"Saya harus bagaimana bagi momy nona keselamatan nona adalah nyawanya makan nya saya menjaga nyonya dengan baik"ucap Amel
"Ibu Amel aku berada di rumah mama Daniah pasti sangat aman dan ibu Amel perintah kan Aron menjaga di rumah takut kak Hakim benar nekat "ucap Nanda
"Nona jangan cemas soal keamanan biar saya yg atur"ucap Amel serius
"Oke"ucap Nanda percaya dia tidak bisa anggap Hakim remeh
###
Kalvin menatap Nanda yg pokus tengkurap di lantai dengan laptop tangannya sudah mulai lincah mengetik di laptop Kalvin kesal pada Nanda yg cuek banget dengan nya
"Nanda mana kopi ku"tanya Kalvin berdiri di samping Nanda
"Aku sibuk buat aja sendiri"ucap Nanda santai
"Apa kata mu buat sendiri aku ini suami kamu"geram Kalvin
"Sejak kapan kamu mengakui ku sebagai istri hanya kopi minta buat kan saja sama pelayan"ucap Nanda
"Kamu mau bikinin ngak"geram Kalvin
"Iya iya"ucap Nanda berdiri dan berlalu
"Apa sih yg dia kerjakan jangan bilang chating sama Daren"ucap Kalvin penasaran lalu melihat laptop Nanda yg masih menyalah
"Dia belajar virus komputer buku ini juga soal bisnis"gumam Kalvin melihat buku yg menumpuk di samping laptop
__ADS_1
"Dia lagi belajar bisnis dan mengurus perusahaan"ucap Kalvin serius
"Hei apa yg kamu lakukan"ucap Nanda meletakkan kopi itu di atas meja sofa lalu mendekati Kalvin
"Jangan rusak pekerjaan ku"ucap Nanda menepis tangan Kalvin
"Kamu ragu kemampuan ku"ucap Kalvin
"Setidaknya aku waspadai sebuah kecerobohan"ucap Nanda
"Sialan wanita ini mengatakan aku ceroboh"geram Kalvin
"Udah sana"ucap Nanda mendorong Kalvin lalu Nanda tengkurap
"Sialan kamu ya"ucap Kalvin kesal langsung menindih Nanda tentu Nanda yg kaget dengan perbuatan Kalvin respek menampar wajah Kalvin pelan
plak
"Aww"rintih Kalvin dengan kesal Kalvin menutup laptop itu dengan telapak tangannya
"Laptop ku"ucap Nanda melotot
"Berani kamu ya menampar ku"ucap Kalvin galak
"Maaf aku tidak sengaja kamu seperti ingin melecehkan aku"ucap Nanda
"Melecehkan apa aku ini suami kamu"ucap Kalvin marah
"Sana aku risih"ucap Nanda mendorong dada Kalvin dengan cepat Kalvin menahan tangan Nanda ke atas
"Kalvin apa yg kamu lakukan "ucap Nanda panik
"Ssstt mau lihat keganasan ku"ucap Kalvin menyungging kan senyum jahat nya
"Ke....keganasan apa"ucap Nanda takut jika Kalvin akan menampar nya lagi Kalvin mengerakkan tangan
"Ahh jangan memukul ku"ucap Nanda takut memejamkan matanya Kalvin tentu menatap Nanda dia baru menyadari jika Nanda trauma karna Kalvin pukul saat itu
"Siapa yg memukul mu"ucap Kalvin
"Ya habis nya kamu mau ngapain sih"ucap Nanda, Kalvin menatap wajah Nanda tanpa di sangka Kalvin mencium bibir Nanda membuat mata Nanda melebar langsung menarik tangan nya memukul bahu Kalvin
"Ciuman ku"ucap Nanda melotot menyentuh bibirnya Kalvin mengcengkram tangan Nanda kembali mencium nya mata Nanda kembali melotot dan mendorong Kalvin kuat lalu berdiri
"Hei kamu mau melecehkan aku"ucap Nanda menyeka bibir nya
"Siapa yg ingin melecehkan kamu"ucap Kalvin berdiri lalu memeluk pinggang Nanda
"Aku tidak menyerah akan tujuan ku"ucap Kalvin memegang pipi Nanda lalu mencium bibir Nanda tentu Nanda tidak mengerti apa yg ingin Kalvin lakukan Nanda memukul dada Kalvin dengan kuat tapi Kalvin semakin menekan tengkuk Nanda semakin liar ciumannya luluh sudah hati Nanda oleh kelakuan Kalvin dia memejamkan matanya menarik piyama baju Kalvin karna tidak ada perlawanan Kalvin memeluk pinggang Nanda berjalan pelan lalu menjatuhkan Nanda ke kasur Kalvin melepaskan piyama nya respek Nanda menutup wajah nya dengan bantal
"Bodoh amat"ucap Kalvin keinginan nya sudah di ujung tanduk Kalvin melempar bantal itu lalu mencium leher Nanda
"Kalvin jangan"ucap Nanda menahan nafasnya Kalvin menatap Nanda
"Jangan menghalangi ku"ucap Kalvin memegang tangan Nanda.
"Jangan aku mohon"punya Nanda menahan tangan Kalvin
"Kenapa takut"ucap Kalvin datar lalu menarik piyama Nanda
"Jangan Kalvin"teriak Nanda tapi dia telat tubuhnya sudah terlihat dengan jelas oleh Kalvin yg langsung menyerang nya
2 jam kemudian
Nanda memejam kan mata nafas tersengal dengan tangan liar mengakar tubuh Kalvin di atasnya yg seperti orang gila Kalvin menyeka air mata yg ada di sudut mata Nanda bahkan tadi saat pertama Kalvin masuk ke tubuh Nanda teriakan Nanda menggema di ruangan itu dan kali ini sangat menyakiti Nanda
"Jangan menangis ini akan hilang"ucap Kalvin turun dari tubuh Nanda yg nafas ada di ubun ubun Nanda tidak berkata-kata karna sakit nya yg dia alami Kalvin menatap langit kamar nya lalu Kalvin berdiri meneguk kopi itu
"Ronde selanjutnya"ucap Kalvin mendekat
"Apa....ronde selanjutnya apa"ucap Nanda gelagapan Kalvin langsung mencium bibir Nanda membuat Nanda tidak berkutik dengan perlakuan Kalvin
☀️☀️☀️
"Kamu tidak usah kerja dulu itu masih sakit"ucap Kalvin menatap nanda yg bersender di kepala ranjang
"Ini bukan sakit siakan sakit banget"maki Nanda
"Kamu bilang mau gantikan Alen saat malam pertama dia hanya melayani ku 3 ronde setidaknya kamu 5 ronde dia melayani ku tidak membuat puas setidaknya kamu harus buat aku puas"ucap Kalvin santai
__ADS_1
"Apa kamu gila"seru Nanda meringis
Brak brak brak
"Nanda" teriak Amel dengan keras Kalvin membuka pintu segera pergi kerja
"Kenapa kamu lama sekali apa dia melukai mu"ucap Amel masuk dengan datar
"Ibu Amel aku tidak kerja ya ngak enak badan"ucap Nanda tidak semangat
"Tidak enak badan"ucap Amel mendekat menyentuh kening Nanda
"Ngak panas kamu jangan bohongi saya "ucap Amel
"Aku mau cuti hari ini ibu Amel"ucap Nanda kesal memeluk guling nya
"Ya ela ibu Amel ngak peka banget sih masak mau aku jelasin apa yg Kalvin lakukan sampai membuat aku kesakitan kayak gini"batin Nanda sebal
"Ayo kamu harus kerja"ucap Amel menarik tangan Nanda
"Ibu Amel aku mohon aku ngak enak badan jangan paksa aku"ucap Nanda memelas
"Oke saya berangkat kerja dulu"ucap Amel lalu berangkat kerja
"Aduh sakit banget badan ku juga pegel banget terasa di gebukin orang"keluh Nanda berbaring lama lama Nanda tertidur
"Aku miliki Nanda ck khilaf sih apa ini arti nya aku harus sepenuhnya menerima Nanda dia juga menjaga kehormatan nya aku yg pertama kali menyentuh nya"ucap Kalvin di dalam mobil
"Baik lah ini awal yg baik"ucap Kalvin menghembuskan nafasnya kasar
###
Nanda berjalan di lorong putih itu dia melihat Alen lalu Nanda berlari mengejar nya tentu reaksi Alen hanya tersenyum pada nya sampai Nanda sampai pada nya
"Alen"ucap Nanda ngos ngosan
"Selamat Nanda kamu bisa menaklukkan Kalvin ini awal dari perjalanan kalian"ucap Alen tersenyum
"Tetap lah seperti ini Nanda aku bisa pergi dengan tenang"ucap Alen mengecup kening Nanda
"Selamat jalan"ucap nya lalu berangsur menghilang
"Alen Alen Alen"ucap Nanda terbangun dari mimpinya
"Mimpi Alen"ucap Kalvin menatap Nanda
"Ahh iya kamu pulang makan siang"ucap Nanda menyeka keringat
"Aku baru pulang kerja udah jam 8 malam"ucap Kalvin
"Apa jam 8 malam"ucap Nanda melotot
"Jika capek tidur saja"ucap Kalvin masuk ke kamar mandi
"Ehh buset tidur apa pingsan aku lama bener sampai malam kayak gini duh lapar lagi"ucap Nanda menyentuh perut nya
"Kebetulan banget ada makanan "ucap Nanda melirik ke meja naas ada makanan Nanda segera menyantap nya tanpa berfikir karna Nanda sangat lapar
"Syukur jika dia baikan"batin Kalvin secara diam diam tadi Kalvin memoleskan salaf ke arah Nanda yg lecet tidak Nanda sadari karna Nanda tidur sangat nyenyak
"Ada pesan dari ibu Amel tadi"ucap Kalvin menyerah kan ponsel Nanda
"Ohh terimakasih "ucap Nanda meneguk air putih lalu menyingkirkan pirang nya Nanda melihat ponselnya ada pesan dari ibu Amel mata Nanda meneliti saat pesan ibu Amel besok jadi diri Nina Nanda Ayunda Sky akan di ungkap
"Apa gerangan ibu Amel dia bilang sukses film itu belum memuaskan nya"ucap Nanda heran lalu ada pesan lagi dari Amel jika saham Nanda kemarin semuanya menguntungkan nya senilai puluhan triliun
"Becanda "ucap Nanda mengeleng saat Nanda melihat laporan keuangan laporan itu meningkat drastis meningkat 50 triliun
"Apa"ucap Nanda melotot sampai di bengong menjatuhkan ponsel
"Cubit aku gara gara mimpi Alen tadi aku ngak bisa bangun "ucap Nanda pada Kalvin menarik tangan Kalvin tentu Kalvin keheranan tapi tetap Kalvin mencubit pipi Nanda
"Awww sakit ini berarti ngak mimpi ya ampun apa yg aku lakukan "ucap Nanda panik
"Memang nya apa yg kamu lihat"ucap Kalvin heran lalu mengambil ponsel Nanda
"Itu bagus kerja mu "ucap Kalvin santai
"Ya ampun itu berarti kekayaan SKY Entertainment meningkat drastis hahahah tenyata aku tidak bodoh"ucap Nanda tertawa seperti ada yg menggelitik perut nya Nanda sangat senang apa yg dia capai sekarang ini sangat lah membanggakan
__ADS_1