
Setelah makan siang Kaynara ingin ikut Arya ke kantor jadi Arya mengajak Kaynara di dalam ruangan.Arya duduk di sofa bersama Kaynara yg memeluk nya Kaynara sejak hamil jadi sangat manja pada Arya ,Kaynara memperhatikan wajah serius Arya membuat Kaynara tersenyum
"Kenapa tersenyum seperti itu"kekeh Arya memegang wajah Kaynara
"Tidak "ucap Kaynara tersenyum malu
"Ayo ngaku "ucap Arya tersenyum
"Bisa bisa nya aku menginginkan sentuhan mu"lirih Kaynara pelan
"Apa kata mu"ucap Arya tersenyum
"Menginginkan sentuhan mu kamu tega banget aku malu malah di suruh ngulang terus"ucap Kaynara berlinang
"Cup sayang jangan menangis maafkan aku ya"Arya mengusap kepala Kaynara mencium bibir itu sungguh hati Kaynara sangat berbunga seperti itu dia duduk di pangkuan Arya memeluk leher itu
"Arya mau nya di sini"Kaynara menunjuk leher nya Arya tersenyum lebar memeluk pinggang Kaynara dan mencium leher Kaynara meninggalkan jejak Kaynara menikmati ciuman itu hati nya berbunga dan meleleh
Cklek
"Aghhh Arya aku kepingin"Bimo berteriak kesal
"Ya ila ganggu aja"ujar Arya, Kaynara duduk di samping Arya memeluk lengan Arya tersenyum malu malu
"Lupa kan itu katakan bagaimana rasanya"ucap Bimo penasaran membuat dia dapat jitakan dari Arya
"Kayak anak gadis aja"kekeh Arya
"Bukan seperti itu aku masih suci jadi pingin"ucap Bimo seperti wanita
"Rusak anak gadis aja biar cepat dapat jodoh"ucap Arya tertawa geli
"Kaynara lihat apa aku kurang keren atau tampan kenapa wanita tidak ada yg mau dengan ku"ucap Bimo berdiri memasang pose keran
"Jelek sih hanya Arya yg tampan"ucap Kaynara tersenyum mencium pipi Arya
"Jangan sama kan aku pada nya Kaynara dia bos aku bawahan"ucap Bimo
"Lagian kamu itu sinting Bimo ya jelas di tolak incaran ku anak Mentri"kekeh Bimo
"Apa salah nya aku ingin mendapatkan nya"ucap Bimo cengengesan
"Sadar diri kamu itu siapa"ucap Arya
"Udah melihat Kaynara seperti itu membuat aku panas dingin"kesal Bimo
"Lagian kamu ngapain di sini"ucap Arya
"Aku mau mengatakan jika ada rapat dengan klien"ucap Bimo
"Bisa di wakil kan aku mau ajak Kaynara pulang nanti menemani nya di rumah"ucap Arya
"Ya bisa kamu tenang saja biar aku yg datang kamu urus istri hamil mu yg sebentar lagi aku akan menjadi paman"ucap Bimo tersenyum
"Tapi Arya bagaimana ya bentuk anak mu"ucap Bimo membayangkan
"Maksud mu apa kamu kira aku jelek"Arya menggebu kesal Bimo secara tidak langsung menghina anak nya
"Hanya bercanda"Bimo meraih berkas di depan Arya dan pergi
"Enak saja mulut nya mau menghina kesayangan ku"Arya mengelus perut Kaynara dan mencium nya Kaynara hanya tersenyum melihat itu Arya sangat menyayangi anak nya itu
###
Karna seharian di luar Arya mengajak Kaynara pulang apa lagi Kaynara merasa capek.Kaynara terus memeluk lengan Arya mereka masuk ke rumah
Dret dret
"Entar dulu ada telpon"ucap Arya merogoh saku jas nya
"Hallo"ucap Arya
"Pak Arya apa tidak datang ke rapat kita"ucap nya
"Ahh tidak pak istri saya tengah hamil saya harus menjaga nya lagian kan udah ada Bimo asisten saya"ucap Arya
"Ini kenapa saya telepon pak Arya sampai sekarang asisten pak Arya belum sampai"ucap nya
"Belum sampai Bimo udah berangkat 2 jam yg lalu pak"ucap Arya kaget
"Gini aja pak rapat nya besok aja nanti biar saya sendiri yg datang siapa tau Bimo ada urusan di kantor "ucap Arya
__ADS_1
"Baik pak Arya saya tunggu"ucap nya mematikan sambungan teleponnya
"Bimo ini gimana sih jika ngak bisa dia hubungan aku"ucap Arya menelpon Bimo tapi tidak kunjung di jawab menelpon sekali lagi Arya menelpon
"Selamat siang "ucap nya
"Halo ini siapa ini ponsel nya Bimo kan"ucap Arya kaget saat seorang wanita menjawab nya
"Kami dari pihak rumah sakit pak pemilik ponsel ini di temukan kecelakaan masih di rawat jika bapak kerabatnya segera datang ke rumah sakit"ucap nya
"Apa"ucap Arya kaget
"Baik saya akan ke sana"ucap Arya mematikan sambungan teleponnya
"Kay kamu istirahat dulu ya di kamar aku mau urusin Bimo di rumah sakit"ucap Arya
"Jangan lama"ucap Kaynara mencium pipi Arya
"Iya jika selesai aku pulang "ucap Arya mengecup kedua pipi Kaynara lalu dia segera berangkat
####
Arya juga menghubungi Lily jika kakak nya masuk rumah sakit tentu Lily sangat sedih dengan kabar itu bisa bisa nya kakak nya sampai kecelakaan
"Bagaimana kakak saya dok"tanya Lily sudah mau menangis saja
"Seperti nya pasean mengalami keroyokan ada banyak bekas pukulan "jelas nya
"Ya ampun kak Bimo kok sampai seperti itu sih"Lily menangis melihat kakak nya terbaring
"Lily kamu jagain kakak mu aku mau selidiki siapa yg berani mukuli Bimo jika dia musuh perusahaan aku tidak akan membiarkan nya"ucap Arya lalu berlalu pergi Arya meminta bantuan Nugi untuk mencari pelaku nya siapa
####
Nugi dan Arya lagi menatap rekaman cctv di mana Bimo di keroyok Arya penasaran siapa yg tega mengeroyok Bimo secara jika Bimo di luka pasti menyangkut perusahaan Arya musuh nya Arya
"Itu bodyguard kayak nya lihat lah pakaian nya pakai seragam"ucap Nugi
"Aku tidak mengenal mereka semua "ucap Arya lalu pokus mereka terhenti pada seorang pria yg mendekati Bimo seperti berbicara setelah itu memukul Bimo dengan keras membuat Bimo hilang kesadaran
"Aku mau detail kenapa Ardo pacar nya Nabila sampai menghajar Bimo seperti itu aku rasa itu bukan masalah nya dari Nabila"ucap Arya datar dia geram dengan pacar nya Nabila berani memukul Bimo yg seperti saudara untuk Arya
"Hei lihat dia anak nya Aldo orang yg Kaynara dorong dari tebing saat itu sampai meninggal"ucap Nugi
"Berarti dia anak nya pak Aldo"ucap Arya lalu dia keluar untuk menelpon seseorang
"Hallo om Aron aku Arya aku ingin meminta keamanan Kaynara di jaga sangat ketat aku tidak ingin Kaynara ataupun calon anak ku terluka ada masalah yg bisa membahayakan nyawanya"ucap Arya menelpon Aron
"Jangan khawatir Arya masalah keamanan Kaynara biar om sendiri yg mengawasi nya kamu jangan cemas anak buah khusus om yg sudah terlatih kamu jangan khawatir itu"ucap Aron
"Baik om terimakasih"ucap Arya lalu mematikan sambungan telponnya
"Arya ternyata Aldo pernah ada hubungan sama keluarga Kasim kita harus selidiki dan mendatangi kediaman mereka"ucap Nugi menepuk pundak Arya mereka berjalan keluar
"Kak mau kemana"tanya Nabila
"Pacar kamu itu menghajar Bimo sampai masuk rumah sakit karena tidak bisa memilih pria yg baik"kesal Nugi lalu berlalu bersama Arya
"Nabila kamu pacaran "ucap Dewi
"Sudah ayah bilang kamu ngak usah pacaran kamu hanya bisa menerima pria yg akan ayah jodohkan"ucap Danu
"Aku pun ingin bahagia dengan pria yg aku cinta yah"ucap Nabila
"Tanya Bimo di rawat di mana "ucap Dewi
"Iya Bun"ujar Nabila tidak semangat
"Ini rumah nya siapa"tanya Arya saat mereka berhenti di sebuah rumah
"Keluarga Kasim"bisik Nugi
"Rumah nya cukup mewah"ucap Arya lalu kedua nya diam diam masuk dari pintu belakang rumah itu
"Dari setiap lampu hanya lampu ruangan itu yg nyala coba kita lihat"ucap Nugi lalu mereka mendekati jendela itu Arya berjalan agar Nugi bisa naik setelah itu Nugi mengulurkan tangan menyambut Arya mereka saling bekerja sama
"Dikit lagi"ucap Nugi mereka berjalan di balkon tiap kamar setelah sampai mereka mengintip
"Itu Ardo Halim"bisik Arya lalu Nugi menarik sedikit cela jendela itu hingga tergeser mereka mulai menguping
"Bagaimana rencana selanjutnya kamu gagal mendekati Nabila mengancamnya mengunakan tubuhnya untuk berbuat mengambil ahli perusahaan SKY"ucap Hakim
__ADS_1
"Sedikit lagi aku bisa tapi itu semua gagal karna pria bernama Bimo itu aku sudah memberi nya pelajaran yg pantas untuk nya"ucap Ardo dingin
"Sebaiknya aku segera membunuh Kaynara biar cepat selesai dengan dendam ku dengan kekacauan itu kita dengan mudah membalas dendam"ucap Ardo
"Kamu kira mudah membunuh Kaynara itu hah kamu tidak akan mampu merusak keamanan Aron"ucap Hakim dia kenal bagaimana Aron
"Aku tidak peduli aku akan melakukan segalanya cara"ucap Ardo sudah bertekad
Brak
"Siapa itu"ucap Hakim saat Arya tidak sengaja menggedor pintu
"Tidak punya cara lain serang"Nugi masuk Arya ikut masuk
"Kalian"ucap Ardo
" Mereka jangan biarkan lolos"ucap Halim di pergi mengambil senjata nya mengaktifkan alarm nya anak buah Hakim mulai menuju lantai atas sedangkan Arya dan Nugi terus bertarung
"Arya musuh semakin banyak kita bisa mati"ucap Nugi
"Jangan menyerah kita tidak punya pilihan"ucap Arya mereka tetap berkelahi
"Minggir semua"ucap Halim mengarah kan senjata pada Arya
Dor
Nugi dengan cepat menarik Arya mereka bersembunyi ke sofa berlindung terus mendapatkan tembakkan terus menerus
"Kita tidak bisa bertahan seperti ini kita bisa mati"ucap Arya
"Tidak ada cara lain kita harus terjun"ucap Nugi lalu menarik Arya mereka menabrak jendela itu dan melompat dengan tembakan terus menerus anak buah yg di bawah terus menyerang mereka segera melawan dan berlalu pergi
"Ternyata keluarga Kasim dan Ardo bekerja sama ingin balas dendam dan mengambil ahli perusahaan SKY mengunakan Nabila"ucap Nugi mengendari mobil nya
"Iya benar mereka semakin kuat"ucap Arya ngos ngosan ya meski mereka terkena beberapa pukulan mereka tetap santai tidak terluka parah
###
"Arya kamu berkelahi"ucap Kaynara menyentuh wajah Arya yg baru pulang
"Aku ada urusan melibatkan perkelahian"ucap Arya tersenyum
"Hiks hiks Arya"Kaynara tiba tiba menangis
"Lho kok nangis"ucap Arya menyeka air mata Kaynara
"Hiks hiks itu pasti menyakitkan buat kamu"Isak Kaynara
"Ngak dong sayang ngak ada yg sakit "ucap Arya memeluk Kaynara
"Ngak sakit kan"ujar Kaynara di angguki Arya
"Dari mana Arya sampai luka seperti itu"tanya Nanda
"Bimo di keroyok ma jadi aku minta bantuin Nugi menyelidiki siapa yg mukulin Bimo*ucap Arya
"Ketemu siapa orang nya"tanya Kalvin
"Iya pa orang nya Ardo pacar nya Nabila"ucap Arya menceritakan jika Ardo mendekati Nabila hanya ingin menjadi kan Nabila senjata untuk merebut perusahaan SKY dan membalas dendam pada Kaynara yg membunuh papa nya tidak lain Aldo
"Dan aku minta sama kamu Kay sementara waktu kamu di rumah aja demi keamanan mu "ucap Arya lagi
"Benar apa kata Arya "ucap Nanda
"Iya aku ngak akan keluar"ucap Kaynara memeluk leher Arya
"Kamu lama sekali kembali nya Arya"Kaynara menusuk dada Arya dengan tangan
"I...iya aku aku ada kerjaan"Arya tampak malu di depan mertua nya
"Arya mari kita melakukan nya"bujuk Kaynara
"Melakukan apa aku aku masih capek "ucap Arya seketika Kaynara mencium bibir Arya dengan rakus
"Ngak mau tau ayo kita lakukan"Kaynara menarik tangan Arya dengan paksa ke lantai atas
"Mode manja tuh "kekeh Kalvin
"Semoga saja kebahagiaan mereka selalu menyertai mereka"ucap Nanda
"Iya semoga saja"ucap Kalvin mencium pipi istri nya yg nampak semakin tua dengan kerutan di wajah Nanda hanya tersenyum mengengam tangan Kalvin
__ADS_1