
Kaynara kembali lagi ke tempat Arya menjalankan operasi Kaynara berusaha menguatkan hati nya dan berusaha tegar tapi rasa menyakitkan di tahan akan membuat hati nya beku sesak dan semakin menyakitkan.Mereka semua menunggu dengan cemas mereka belum bisa lega jika belum tau keadaan Arya sebenarnya
Cklek
Lily keluar dari ruangan itu membuat semua berdiri menunggu kabar baik nya Lily membuka pintu itu dengan lebar menatap mereka satu persatu menghembuskan nafasnya kasar
"Apa Arya baik baik saja"Kaynara memecah keheningan
"Operasi nya berjalan dengan lancar di bawa tepat waktu"ucap Lily
"Syukur jika begitu "ucap Bimo bernafas lega
"Apa Arya akan segera sadar kenapa kamu sangat tegang "ucap Kaynara masih belum lega
"Operasi memang berjalan dengan lancar tapi kita semua tau jika kak Arya pernah mengalami kecelakaan mengakibatkan dia buta"ucap Lily
"Maksud mu dia akan buta kembali "ucap Gavin
"Kami belum bisa memastikan sebelum kak Arya sadar "ucap Lily menghembuskan nafasnya kasar Fahmi mendekat mengusap bahu Lily
"Fahmi apa Arya baik baik saja"kini Bimo berbicara dengan serius keduanya sering bercanda karna Bimo tipe pria yg sangat ramah dan sangat mudah akrab serta bercanda tapi keseriusan Bimo menunjuk jika memang sangat serius
"Operasi lancar tapi Arya mengalami koma kepala nya terdapat pukulan apa lagi luka di perut nya mengenai organ tubuhnya sehingga kami harus mengoperasi nya"jelas Fahmi
"Koma"ucap Bimo
"Berapa lama dia bisa sadar"kini Nanda yg bertanya
"Kami belum bisa memastikan nyonya kami sudah berusaha semampunya"ucap Fahmi
"Arya koma"lirih Kaynara dia sangat syok
"Kay kamu yg kuat menghadapi ini semua"ucap Kalvin
"Aku mau menjenguk Arya sebentar"lirih Kaynara
"Belum bisa nona sebelum Arya di pindahkan tunggu lah sebentar"ucap Fahmi lalu dia membantu suster mendorong brandar Arya
"Ayo Kay"ucap Nanda saat mereka mengikuti Arya di bawa
"Mama duluan saja"ucap Kaynara pelan
"Kay"ucap Nanda
"Aku baik baik saja ma mama duluan saja"Kaynara menatap Nanda dengan datar Nanda hanya menghembuskan nafasnya kasar mungkin Kaynara butuh sendiri Nanda meninggalkan Kaynara sendiri seketika Kaynara terduduk dengan lemas menangis sesegukan dia sangat syok dengan keadaan ini
"Bagaimana aku bangkit tanpa kamu Arya bagaimana anak kita tubuh tampa kamu tampa manjaan mu"Kaynara menangis mengelus perut nya sungguh ini sangat menyakitkan Kaynara menyeka air mata nya bangkit dari duduk nya mendekati keluarga nya dengan berusaha tegar
"Biar aku yg menjaga Arya kalian boleh istirahat"ucap Kaynara berusaha tegar
"Kay mama akan menemani mu"ujar Nanda mengelus kepala Kaynara
"Aku bisa sendiri ma jangan khawatir itu aku cinta dengan anak ku tidak mungkin mengabaikan kesehatan ku "ucap Kaynara
"Sayang biarin aja Kaynara mau jagain Arya kita pulang dulu besok kita balik lagi "ucap Kalvin
"Hah baik lah kamu jaga kesehatan mama pulang "ucap Nanda mengecup kening Kaynara lalu mereka mulai melangkah pergi
"Aku juga pulang"Bimo melangkah pergi Kaynara perlahan melangkah masuk ke ruangan itu menatap Arya yg terbaring tidak sadar kan diri Kaynara perlahan duduk di dekat Arya mengusap wajah Arya yg terdapat memar tanpa sadar air mata Kaynara jatuh dia menundukkan pandangan nya menangis sesegukan
"Apa kamu tau membuat ku sakit melihat mu seperti ini melihat mu terluka"lirih Kaynara
"Aku benci di paksa untuk kuat padahal diri ku sendiri tidak mampu melakukan itu di saat sikap ku mulai melemah aku selalu lemah semua orang bisa menindas ku apa aku perlu menjadi Kaynara seperti dulu Kaynara sebelum di miliki Arya Kaynara sebelum kenal dengan Arya"ucap Kaynara menyeka air matanya dia berharap tangan Arya yg menghapus nya
"Arya bangun aku tidak mampu sendiri "Kaynara mengengam tangan Arya dengan erat mencium nya menangis sesegukan
"Sungguh aku tidak mampu "ucap Kaynara tersedu dia menyeka air matanya menegak kan kepalanya berusaha menahan rasa sakit dan kepedihan nya
####
__ADS_1
Nanda sudah pulang sedangkan Kalvin belum pulang tadi Nanda di antar sama Aron sedangkan Nugi Gavin serta Kalvin menuju gudang tempat Albert dan Halim di sekap
"Mau kita apa kan mereka pa"ucap Gavin datar
"Lepaskan aku"ucap Halim geram
"Melepaskan mu"ucap Kalvin melipat tangannya di dada
"Kamu papa mu keluarga Kasim terlalu banyak membuat masalah pada keluarga Adiwinata "ucap Kalvin membuat Albert tertawa
"Melihat reaksi mu aku yakin sekarang anak ku tengah terpukul kehilangan Arya aku sangat puas akan hal itu Kaynara adalah bagian berharga dari hidup mu hancur nya Kaynara adalah kehancuran mu hahahahah"tawa Albert puas
"Heh diam hukuman mu lebih berat dari Halim kamu mengerti dasar tidak punya hati keponakan sendiri kamu korban kan"geram Nugi dia benar benci pada orang yg mengorbankan keluarga nya sendiri
"Ardo akan menyelamatkan kami"ucap Halim tersenyum
"Jangan kan menyelamatkan kalian untuk tampak di tempat umum dia tidak akan bisa dia akan menjadi buronan "ucap Kalvin
"Jika aku ngak peduli sih yg penting hasil nya hahaha"tawa Albert
"Kurang ajar"Nugi emosi dengan sikap Albert
Dor dor dor dor
peluru di pistol Nugi sampai habis menembaki Albert membuat Albert mati seketika dengan tembakan beruntun dari Nugi
"Heh kamu tidak sabaran jadi orang kamu sampai membunuh nya"ucap gavin
"Udah lama ya aku kesal dengan nya dia menguji kesabaran ku setipis tisu"geram Nugi
"Lalu kita apa kan dia pa"ucap Gavin
"Albert telah mati biarkan semua orang tau jika Halim kompolotan Ardo ingin melenyapkan Arya dan kematian Albert buat seakan itu ulah nya Halim"ucap Kalvin
"Kamu bisa kan Nugi"ucap Kalvin menoleh pada Nugi
"Itu hal yg kecil untuk ku om"ucap Nugi dia tersenyum mematikan
####
Flashback
"Ehh jika enak ngak pernah ajak jika susah selalu mengajak ku menyebalkan ini waktu ku tidur"kesal Bimo masuk mobil Arya
"Ya ela ini demi keponakan mu juga di setiap malam selalu lapar "ucap Arya melajukan mobilnya
"Kaynara sejak hamil selalu manja"kekeh Arya membuat Bimo tertawa geli
"Hei kenapa malah tertawa aku tabrakan biar kita mati ya biar kamu mati bujang "ucap Arya tertawa
"Sialan udah di bantuin"kesal Bimo
"Lagian kamu Kaynara manja itu hal yg mustahil aku yakin setiap malam Kaynara selalu menghajar mu kan"ujar Bimo
"Iya sih menghajar di atas kasur setiap kali ingin minta di atas"ucap Arya tersenyum Bimo membayangkan membuat pikiran nya kemana mana
"Sialan"Bimo mengumpat Arya sedangkan Arya hanya tertawa geli
Flashback end
"Kaynara"Bimo menepuk bahu Kaynara cukup kuat membuat Kaynara tersenyum dia seketika menatap Arya yg masih terpejam membuat Kaynara tertegun
"Aku hanya ingin membawakan mu makanan"Bimo menyerahkan bingkisan itu pada Kaynara tentu di ambil oleh Kaynara dia tidak nafsu makan tapi dia sangat lapar
"Kenapa membawa kan aku makanan"tanya Kaynara menatap Bimo
"Ya aku tau setiap malam kamu akan lapar karna setiap kamu menginginkan sesuatu di tengah malam Arya selalu minta di temani oleh ku aku tidak mau nanti kamu cari makan sendiri di tengah malam ini malah melukai mu dan calon anak kalian udah makan saja jangan keluar ini udah malam aku balik"jelas Bimo berjalan keluar lagi Kaynara turun mengeluarkan bingkisan itu melihat dan memakan bakso yg di siap kan Bimo dengan sempurna Kaynara menangis mengigit bakso itu mengingat kebersamaan nya dengan Arya saat menemani nya makan di tengah malam
"Kamu kuat Kay jangan lemah"Kaynara menyeka air mata nya meletakkan bakso nya dan menuju kamar mandi dia mencuci wajah nya supaya segar setelah itu kembali memakan yg di bawakan oleh Bimo
__ADS_1
###
☀️☀️☀️
Nugi sangat pintar membuat skenario dia memberi Halim obat tidur lalu mengembalikan Halim ke rumah nya dan dia sudah menempelkan di semua bukti sidik jari Halim di TKP kejadian pembunuhan Albert sehingga polisi menangkap Halim di rumah nya itu menghebohkan semua orang
"Apa ini perbuatan kalian"tanya Nanda makan dengan tenang
"Sayang aku ngak niat membunuh Albert tapi kamu tau kan Nugi itu kesabaran nya setipis tisu dia tidak sabaran sehingga emosi membunuh Albert"ucap Kalvin
"Kamu bisa cegah mas Kamu bukan lagi anak muda yg tidak bisa mengendalikan keadaan "ujar Nanda
"Mau mengendalikan bagaimana bahkan aku tidak tau jika Nugi membawa senjata "ucap Kalvin
"Lalu kenapa malah Halim mendapat kan ini semua"ucap Nanda serius
"Becanda jangan bilang kamu tidak suka atas apa yg aku lakukan terhadap Halim hanya karena dia keponakan mu"ucap Kalvin
"Tidak seperti itu mas Halim tidak salah akan hal ini"ucap Nanda dia bukan membenarkan Halim tapi jika Halim tersangka pembunuhan Albert itu tidak lah adil
"Halim memang tidak membunuh Albert tapi dia sudah ingin melecehkan Kaynara dan dia salah satu orang penyebab Arya terbaring sehingga Kaynara harus berjuang sendiri dengan keadaan hamil"ucap Kalvin
"Siapa pun itu mau Halim Aron atau pun Lin keluarga mu yg ingin menyentuh keluarga kita anak anak kita aku tidak berfikir dua kali untuk memberi nya pelajaran "ucap Kalvin berdiri dan pergi
"Ma memang benar bukan Halim yg melakukan pembunuhan itu tapi kita tidak ada bukti untuk memberi pelajaran Halim karna ingin membunuh Arya jadi kita balik kejadian nya"ucap Gavin
"Mama tidak membela Halim hanya saja yg kalian lakukan tidak benar menjebak Halim mama rasa om hakim tidak tinggal diam"ucap Nanda cemas
"Mama jangan khawatir kita semua akan baik baik saja"ucap Gavin tersenyum
"Iya mama susul papa dulu"Nanda berdiri lalu melangkah pergi
"Mas aku temani Kaynara kasihan dia"ucap Erin
"Iya nanti berangkat bareng aku"ucap Gavin tersenyum
Gavin merangkul Erin menuju rumah sakit sesekali mencium pipi istri nya ini semakin hari semakin cantik Erin hanya mampu malu di tatap semua orang dia hanya memeluk pinggang Gavin
Cklek
"Ayo masuk"ucap Gavin mengajak Erin masuk tapi mereka terdiam saat melihat Kaynara tertidur hanya sendiri apa Arya sudah sadar
"Kay Kaynara"Erin memeluk pipi Kaynara
"Eghmm iya"Kaynara mengucek mata
"Aku bangun kesiangan karna semalam ngak bisa tidur"Kaynara melirik jam di pergelangan tangannya lalu menoleh
"Kemana Arya"ucap Kaynara menurun kan kaki nya
"Kami baru mau tanya"ucap Gavin
"Apa dia sudah sadar"ucap Kaynara menuju kamar mandi tentu kosong
"Aku yakin Arya sudah sadar"ucap Kaynara tersenyum lebar dan keluar di ikuti Gavin dan Erin
Arya"panggil Kaynara
"Arya"teriak Kaynara
"Kay kenapa manggil kak Arya"Lily mendekati Kaynara
"Arya udah sadar kan Lily"ucap Kaynara tersenyum
"Sadar"ucap Lily nampak binggun
"Saat kami masuk Arya sudah tidak ada di kamar"ucap Erin
"Tidak ada bagaimana keadaan kak Arya sangat lemah tidak mungkin sadar"ucap Lily dia menelepon dokter bertanya mengenai Arta tentu mereka tidak tau
__ADS_1
"Tidak beres aku mau periksa rekaman cctv"ucap Gavin lalu mereka segera pergi , dengan pengaruh Gavin dan bujukan Lily akhirnya pihak rumah sakit mengizinkan mereka melihat rekaman cctv itu memperhatikan rekaman itu ternyata Arya di culik dan Kaynara tidak menyadari itu
"Apa yg aku lakukan aku tidak becus menjaga Arya dengan benar"ucap Kaynara mengacak rambutnya dia menyesali itu kenapa tidak bisa menjaga Arya dengan benar sehingga Arya di culik