Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 13


__ADS_3

Kasim tidak percaya Landa berbicara seperti itu dulu dia tidak pernah bicara seberani itu selalu patuh pada Kasim sebagai istri nya bisa Kasim kendali kan tapi sekarang Landa seperti orang berbeda membuat Kasim merasa terancam jadi harus hati hati dalam bertindak jika Landa tidak bisa dia kendalikan


"Apa yg membuat Landa jadi seperti itu"ucap Kasim bertanya tanya


"Itu pasti karna Nanda mas"ucap Ningsih mendekat


"Tapi mas jangan cemas selama Landa tidak tau dalang dalam penculikan itu kita tetap aman Landa tidak mungkin menceraikan mas karna dia cinta mati"ucap Ningsih


"Itu karna kamu membuat rencana gila itu menculik Landa sehingga aku harus menutupi nya"kesal Kasim selama ini Ningsih lah merencanakan itu semua karna takut pada Amel jadi Kasim menutupi itu semua


"Mas aku itu membatu mas jika Landa sudah menyerahkan perusahaan itu mas bisa jadi CEO SKY tapi mas melarang aku membunuh Landa"ucap Ningsih kesal


"Jika Landa mati bukan berarti harta nya milk kita masih ada Nanda"ucap Kasim


"Terus bagaimana ini jika semua harta itu jatuh ke tangan Nanda"ucap Ningsih


"Kita bunuh saja Nanda"ucap Ningsih


"Kamu gila ya Nanda itu anak kandung ku juga"ucap Kasim marah


"Kamu jangan menyentuh Nanda sedikit pun jika tidak awas saja"ucap Kasim berlalu


"Ighh aku bantuin dia juga"kesal Ningsih marah


####


☀️☀️☀️


Nanda berjalan di halaman menikmati sinar mentari pagi membuat dia merasa hangat Nanda teringat jika dia melihat pria yg membawa momy nya itu semalam di rumah ini Nanda menoleh ayah nya lagi bicara Nanda menatap nya


"Momy mu mencari mu kamu kenapa di sini"ucap Amel mendekati Nanda berdiri melangkah lalu dia menoleh pada Amel yg kebingungan


"Ibu Amel siapa pria itu"tanya Nanda menunjuk pria itu


"Apa Nanda mengenali Jaka"batin Amel


"Dia kepala keamanan di sini kamu jangan banyak berfikir sana"ujar Amel mendorong Nanda


"Sayang mau sarapan apa"tanya Landa tersenyum


"Apa aja mom"ucap Nanda duduk di kursi meja makan Landa mengoles kan roti bakar


"Momy ngak ingat itu siapa yg menculik momy"tanya Nanda menatap Landa


"Momy ngak ingin memperpanjang sayang yg penting momy mau menikmati bahagia bersama kamu"ujar Landa menyerah kah roti bakar itu Nanda diam mengunyah nya


"Apa ayah ya pelaku nya ngak itu tidak mungkin masak dia tega menculik momy dia kan suami momy"batin Nanda


"Terkadang yg kita lihat itu belum tentu kebenarannya manusia karna rasa takut akan menutupi hal yg membuat nya takut "ucap Amel menatap Nanda


"Sayang kamu jangan memikirkan kejauhan kamu pokos sama pekerjaan aja dan juga momy tentu nya"ucap Landa mengelus kepala Nanda


"Iya mom"ucap Nanda mencium pipi Landa


"Kalian sudah sarapan "ucap Ningsih duduk dengan yg lain


"Ayah hari ini kami mau pulang kayak nya"ucap Nanda


"Lho kenapa bukan nya momy mu bilang kalian nginap satu minggu "ucap Kasim


"Iya benar ayah tapi aku harus banyak belajar sama ibu Amel semakin cepat semakin mempersingkat waktu"ucap Nanda


"Baik jika begitu mau kalian"ucap Kasim tersenyum Landa merasa jika Nanda mengetahui jika Jaka yg menculik nya bisa Landa lihat raut wajah Nanda berubah membuat Landa cemas yg terjadi


###


Alen berjalan pelan masuk ke kantor Kalvin dengan wajah bahagia lalu dia masuk keruangan Kalvin melihat Kalvin bekerja dengan pokus membuat Alen tersenyum


"Sayang"ucap Alen mencium pipi Kalvin lalu duduk di pangkuan Kalvin


"Ada gerangan apa hhmm"ucap Kalvin memegang dagu Alen


"Aku punya kabar bahagia "ucap Alen mengalungkan tangannya di leher Kalvin


"Kabar apa sayang"ucap Kalvin tersenyum memeluk pinggang Alen


"Aku hamil"ucap Alen menunjukkan tespek itu


"Kamu serius"ucap Kalvin tersenyum bahagia


"Iya sayang"ucap Alen tersenyum Kalvin mencium bibir Alen penuh cinta tentu Alen membalasnya Kalvin meninggalkan jejak di leher Alen


"Kalvin udah ahh"ucap Alen yg ada dia ikut terbawa suasana


"Kita periksa ke dokter ya"ucap Kalvin senang


"Iya ayo"ucap Alen tersenyum mencium pipi Kalvin lalu mereka segera ke rumah sakit


####


Nanda akui jika kerja di perusahaan itu sangat melelahkan apa dia yg nggak bisa kerja di perusahaan itu padahal Amel sudah membantu banyak Nanda kerja,Amel tau tidak mudah bagi Nanda tapi Nanda harus terbiasa dengan sibuk nya kerja di perusahaan


"Ibu Amel kok kita ke restoran"tanya Nanda heran melihat Amel menghentikan mobil nya di restoran

__ADS_1


"Kamu kerja keras kita makan dulu"ucap Amel keluar dari mobil Nanda ikut keluar


"Makanan enak ibu Amel biar lebih semangat kerja nya"ucap Nanda semangat merangkul Amel mereka berjalan masuk


"Harus makan yg sehat"ucap Amel mereka masuk restoran


"Nanda"panggil Alen tadi setelah dari rumah sakit mereka mampir makan siang


"Ck Alen sama Kalvin"ucap Nanda menunduk dia mengepel kan tangan menahan rasa cemburunya


"Hai"ucap Nanda mendekat


"Kamu ke sini juga"tanya Alen semangat


"Iya ibu Amel ngajak makan siang"ujar Nanda tersenyum


"Ayo sayang makan"ucap Kalvin menyuapi Alen


"Gabung ya ikut sama kami"ucap Alen


"Kayak nya ngak deh karna banyak pekerjaan di kantor aku baru hari ini kerja nya ini aja hanya beli mau makan di kantor maaf ya"ucap Nanda melangkah


"Nanda tunggu dulu"ucap Alen


"Aku mau kasih kabar bahagia jika aku hamil"ucap Alen semangat Nanda terdiam menatap Alen


"Benarkah wah aku ikut bahagia dengar nya"ucap Nanda tersenyum padahal hati nya sangat panas


"Kamu bisa aja"ucap Alen


"Sebagai hadia boleh ya aku cium wajah mu aku mohon games banget"ucap Alen tanpa izin menciumi wajah Nanda


"Cukup nanti apa kata orang kamu mencium wajah ku"ucap Nanda


"Hahah iya makasih ya"ucap Alen tersenyum bahagia Nanda berlalu pergi


"Sabar ya tapi nggak papa mereka sangat bahagia aku harus pokos pada pekerjaan"ucap Nanda tersenyum pilu Amel mengusap bahu Nanda


"Kamu ini baik banget sama Nanda padahal kamu tau perasaan nya"ucap Kalvin


"Nanda itu sangat baik"ucap Alen


"Terserah kamu lah"ucap Kalvin malas menyuapi istrinya dia hanya ingin menyenangkan istri dan calon anak nya akhirnya keinginan Kalvin terkabul dia akan segera jadi ayah


####


Kalvin merawat Alen sangat baik melayani nya menuruti semua keinginan Alen.Kalvin dan Alen sangat bahagia akan kehadiran buah hati mereka setiap hari Kalvin selalu pulang cepat karna ingin bersama Alen menghabiskan waktu bersama


"Sayang kamu kok malah di sini sih"ucap Kalvin masuk mengusap perut Alen yg membuncit


"Ayo kita ke kamar aja"ucap Kalvin mengandeng Alen menuju kamar nya


"Sayang aku mau pakai Hells ini"ucap Alen memakai Hells setelah mereka sampai di kamar


"Sayang nanti kamu jatuh nanti aja setelah melahirkan terserah kamu pakai Hells yg mana"ucap Kalvin


"Aku kepingin memakainya "ucap Alen memakai Hells itu Kalvin mendekat


"Jangan Alen nanti kamu jatuh"ucap Kalvin


"Ngak aku akan hati hati"ucap Alen berjalan dan benar kaki nya kepeleset dengan cepat Kalvin memegang tubuh Alen


"Tuh kan apa aku bilang kamu ngeyel jika di bilang "ucap Kalvin


"Kan ada kamu yg jagain"ucap Alen tersenyum mencium pipi Kalvin


"Makasih ya"ucap Alen


"Makasih makasih hati hati"ucap Kalvin


"Iya sayang"ucap Alen mencium pipi Kalvin dengan tersenyum Kalvin pun ikut tersenyum mencium kening Alen lalu memeluk Alen takut nanti Alen kenapa kenapa


####


Di usia kandungan Alen 6 bulan ini dia kebanyakan menguji kesabaran Kalvin permintaan nya aneh aneh terus membicarakan wanita lain terutama Nanda membuat Kalvin benar kesal setiap mereka lagi ngobrol


"Kalvin jika Nanda itu jadi istri mu menurut ku bagus deh kepribadian Nanda itu sangat cocok untuk mu"ucap Alen memasangkan dasi Kalvin


"Istri ku itu hanya kamu berhenti membicarakan wanita lain"ucap Kalvin santai


"Ngak boleh di abaikan Kalvin"ucap Alen


"Dengar ya Nanda itu memiliki kepribadian penurut kamu ingat dulu saat kita kenal kamu mempertanyakan aku apa aku penurut karna kamu suka cewek penurut"ucap Alen


"Ya meski Nanda memiliki semua kepribadian yg aku mau tetap aja kamu istri ku mau bagaimana lagi"ucap Kalvin acuh


"Kalvin mau ya sama Nanda "ucap Alen memohon


"Kamu ini apaan sih istri di luar sana sangat cemburu saat suami sama wanita lain kamu malah menjodohkan aku sama Nanda kamu cinta ngak sih sama aku"kesal Kalvin


"Cinta tapi tetap saja Nanda yg terbaik untuk mu"ucap Alen kekeh menjodohkan Kalvin


"Cukup Alen kamu tidak mikirin perasaan aku apa terus membicarakan wanita lain lama lama aku jengkel "ucap Kalvin

__ADS_1


"Aku ngak berhenti sebelum kamu ngomong setuju "ucap Alen


"Udah aku mau berangkat kerja"ujar Kalvin


"Tidak boleh sebelum kamu wujudkan apa yg aku mau"ucap Alen menarik tangan Kalvin


"Kamu jangan kekanakan Alen aku mau kerja"ucap Kalvin


"Tidak boleh sebelum kamu setuju"ucap Alen


"Lepas aku mau kerja"ucap Kalvin menepis tangan Alen lalu berlalu pegi


"Kalvin selalu seperti itu"ucap Alen menghembuskan nafasnya kasar lalu duduk di meja rias mempercantik dirinya


###


Daniah lagi berada di taman belakang merawat bunga nya yg mulai tumbuh ya itu lah cara Daniah menghabiskan hari hari nya dia memutuskan tidak menikah lagi setelah suaminya meninggal.Daniah juga sering kali bertemu dengan Landa yg mengeluh kan sifat Nanda dan Amel yg selalu ribut ada saja yg di ribut kan dan Daniah hanya tertawa dan mengatakan Landa sama seperti posisi Daniah masa muda dulu yg mana Landa yg selalu bertengkar dengan Amel


"Hhmm Setidaknya Nanda lebih baik jadi CEO perusahaan itu di banding Hakim keluarga Kasim masih jadi misteri"gumam Daniah melihat Landa mengirimkan foto Nanda yg berhasil diterima baik oleh klien atau pun pemegang saham yg lain karna pertama Nanda masuk banyak menentang Nanda karna pendidikan Nanda


"Nyonya"teriak pelayan itu berlari mendekati Daniah


"Ada apa kamu teriak"ucap Daniah


"Nona Alen jatuh nyonya"ucap nya ngos ngosan


"Apa jatuh"ucap Daniah melotot lalu dia lari di ikuti pelayan itu menuju tempat Alen yg terjatuh


"Ya ampun Alen"teriak Daniah kaget


"Ma sakit ma hiks hiks"Alen mengcengkram tangan Daniah karna rasa sakit nya


"Kamu pendarahan bagaimana bisa kamu terjatuh "ucap Daniah panik


"Tadi nona memakai Hells nyonya turun dari tangga dan dia kepeleset terjatuh dengan tengkurap "jelas pelayan itu yg menyaksikan saat Alen terjatuh


"Ya ampun ayo kita bawa ke rumah sakit "ucap Daniah panik memampa Alen yg kesakitan pelayan yg lain menyiapkan mobil mereka segera melaju setelah selesai


"Alen kamu tahan ya kita akan ke rumah sakit"ucap Daniah mengengam tangan Alen


"Ma sakit sangat sakit ma"tangis Alen mengcengkram tangan Daniah dengan erat


"Iya kamu tahan ya mama akan telpon Kalvin "ucap Daniah tangan nya di pegang Alen


"Ma hiks hiks aku mau bicara sama Nanda ma aghhh"Alen menjerit karna kesakitan


"Nanda"ucap Daniah


"Aku mau bicara sama Nanda ma"ucap Alen lagi


"Tapi Nanda tidak ada di sini dia lagi di ajak Bu Amel ke luar negri"ucap Daniah karna memang benar Amel mengajak Nanda karna akan ada proyek baru akan menerbitkan layar lebar Amel ingin Nanda melihat bagaimana kinerja mereka membuat film


"Ma mau bicara sama Nanda ngak kuat"lirih Alen tidak sanggup


"Ya bentar mama kasih tau Kalvin dulu"ucap Daniah mengirim kan pesan kada Kalvin setelah itu Daniah menelpon Nada tapi Nanda tidak menjawab telpon beberapa kali Daniah berusaha menelpon Nanda


"Hallo"suara tegas itu membuat Daniah melirik ponselnya


"Amel di mana Nanda"ucap Daniah panik


"Nanda ada saya yg pegang ponselnya ada apa"ucap Amel serius


"Berikan pada nya ini sangat genting"ucap Daniah


"Nona Nanda"panggil Amel di sebrang ponsel


"Ada nyonya Daniah mau bicara genting "ucap Amel serius


"Genting "ucap Nanda terdengar panik mendengar suara Nanda tangan Alen gemetar memegang tangan Daniah


"Tante ada apa kenapa menelepon apa momy ku baik baik saja"ucap Nanda panik


"Nanda tante susah mau jelas kan"ucap Daniah menatap Alen


"Ada apa tante katakan apa momy ku baik baik saja ada apa"ucap Nanda sangat cemas


"Nanda ini"ucap Daniah binggun ada hubungan apa Alen bukan nya mencari suami nya malah mencari orang lain ingin bicara


"Ibu Amel tanya kan pada tante Daniah apa momy ku baik baik saja kenapa dia tidak menjawab jika tidak aku benar segera pulang"ucap nanda sangat cemas


"Nyonya ada apa katakan cepat"ucap Amel cemas


"Nanda"lirih Alen sudah lemas


"Alen"ujar Nanda malah kebingungan


"Nanda aku mau meminta sesuatu"ujar Alen menetes kan air mata


"Kata.....Tut Tut Tut


"Nanda Nanda"ucap Alen melihat ponsel itu karna telepon Nanda mati


"Ma Nanda"ucap Alen menangis

__ADS_1


"Biar mama telpon lagi"ucap Daniah menelpon Nanda kembali tapi nomor Nanda tidak bisa di hubungi


"Alen kamu jangan pikirkan Nanda dulu kamu harus segera di beri penangan"ucap Daniah mengelus kepala Alen yg menahan rasa sakit amat sakit


__ADS_2