Perjalanan Cinta

Perjalanan Cinta
Draft 28


__ADS_3

Nanda menggeliat pelan saat sinar mentari mengenai wajah nya Nanda mengankat tangan nya menghalangi sinar yg panas itu Nanda menguap, selimut tebal itu melilit tubuhnya di lantai karna Nanda kadang juga tidur di lantai jika takut jatuh di sofa,Nanda mengerat kan selimut itu mengingat hal semalam kamar mereka sudah rapi Nanda melirik ke sofa sudah rapi hanya tertinggal laptop Nanda


"Aish kenapa aku merengek minta berhenti seperti itu pada Kalvin semalam dia memang pria cabul memalukan "ucap Nanda duduk menepuk wajahnya pipinya bersemu merah


"Ini udah siang Kalvin udah ngak ada"ucap Nanda meraih baju mereka lalu Nanda ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


####


"Nanda baru bangun tidur ibu Amel udah datang karna kamu masih tidur ibu Amel pulang kata nya akan kembali lagi"ucap Daniah melihat Nanda baru turun


"Iya ma maaf aku bangun kesiangan jadi ngak bisa buat sarapan "ucap Nanda menyesal mengaruk tangannya


"Ngak apa kok rumah ini terbiasa juga makan masakan pembantu apa lagi kamu mau kerja"ucap Daniah tersenyum mengelus kepala Nanda


"Nanda tangan dan wajah mu kok bintik merah kamu alergi kok kulit tubuh mu bintik merah"tanya Daniah


"Ngak tau mah kenapa gatal dan juga jika di garuk perih timbul bintik merah"ucap Nanda


"Kita ke rumah sakit ya"ucap Daniah


"Ngak apa ma hanya alergi dikit doang"ucap Nanda tersenyum dia senang sikap Daniah sangat baik pada nya


"Tidak kita harus ke rumah sakit kesehatan mu yg pertama bentar mama ambil tas dulu"ucap Daniah naik ke lantai atas


"Duh lapar banget nanti aja lah sarapan nya pas di mobil ibu Amel aja"gumam Nanda menyentuh perut nya yg berbunyi


###


"Nyonya Daniah silahkan duduk"ucap dokter itu


"Terimakasih dok"ucap Daniah duduk bersama Nanda


"Gini dok saya mau konsultasi menantu saya kenapa kulit nya seperti ini dia bilang gatal jika di garut timbul merah dan perih"jelas Daniah


"Iya dok apa saya alergi bedak karna saya baru coba juga pakai makeup mahal"ucap Nanda


"Bentar saya lihat dulu"ucap dokter itu memperhatikan kulit Nanda lalu dokter itu menyentuh leher Nanda


"Ini wajar nyonya karna nona mengunakan cairan pencegah kehamilan"ucap dokter itu


"Pencegah kehamilan "ucap Daniah serius lalu melirik Nanda


"Kamu dan Kalvin tidur barang"tanya Daniah serius Nanda dengan menunduk mengangguk pelan mengigit bibir nya malu Daniah tersenyum lebar tapi seketika itu senyum itu pudar


"Nanda kamu mengunakan cairan pencegah kehamilan"tanya Daniah lembut takut Nanda merasa takut


"Tidak ma aku sampai tidak kepikiran sampai di situ setelah berhubungan dengan Kalvin"lirih Nanda pelan tentu Nanda malu sangat malu di tanya seperti itu


"Apa jangan-jangan ini perbuatan Kalvin"gumam Daniah


"Dok apa ini berbahaya "ucap Daniah


"Dari reaksi saya rasa cairan itu baru di pakai beberapa kali nyonya karna jika sering di pakai dinding rahim itu akan rusak dan akan mengalami pendarahan"jelas nya


"Apa, maksud dokter jika keseringan menantu saya ngak bisa punya anak karna rahim nya di angkat"ucap Daniah kaget


"Kurang lebihnya seperti itu nyonya"jelas nya


"Keterlaluan Kalvin dia mau Nanda ngak bisa punya anak"geram Daniah


"Lalu apa tidak kenapa kenapa dengan menantu saya dok"ucap Daniah cemas


"Iya nyonya nona baik baik saja hanya saja hentikan mengkonsumsi cairan itu"ucap dokter lalu berdiri menuju lemari di sampingnya


"Saya beri penawar dulu ya nona takut menganggu kesehatan anda"ucap nya lalu menyuntikan kedua lengan Nanda


"Bintik ini akan hilang sendiri nya seiring waktu"jelas nya


"Jika begitu terimakasih dok jika selesai kami mau pulang"ucap Daniah


"Iya nyonya silahkan"ucap nya mempersilahkan kedua nya segera pulang


###


Daniah dan Nanda bertanya-tanya apa tujuan Kalvin memberi Nanda cairan itu tapi satu hal yg pasti Kalvin tidak mau Nanda mengandung anak nya membuat Nanda kembali sedih kenyataan nya adalah Kalvin engan punya anak dari nya


"Kamu dari mana apa kamu tidak disiplin pada waktu jam berapa ini"ucap Amel geram

__ADS_1


"Ibu Amel aku tadi ke rumah sakit dulu sama mama "ucap Nanda


"Rumah sakit siapa yg sakit"ucap Amel serius


"Amel,Nanda aku ajak periksa karna badan nya merah"ucap Daniah


"Merah ,kenapa kamu di sakiti dia lagi"ucap Amel meninggikan suaranya


"Bukan begitu Amel"ucap Daniah


"Kamu diam"ucap Amel tegas pada Daniah


"Nanda jawab kenapa diam"sentak Amel


"Aku tidak sakit hanya saja aku memakai obat yg salah"ucap Nanda susah menjelaskan


"Obat apa yg kamu pakai"geram Amel


"Kamu jangan membuat saya kesal ya"geram Amel


"Ibu Amel ini urusan dalam rumah tangga intinya aku tidak apa apa"ucap Nanda malu untuk cerita


"Tidak apa bagaimana kamu di sakiti Kalvin bilang atau Daniah sialan ini memukul mu memberi mu makanan tidak sehat bilang sama saya "ucap Amel germa menatap Daniah dengan jengkel menatap Nanda hanya diam


"Aku tidak apa apa ibu Amel"Nanda mulai kesal lagi sama Amel yg tidak pengertian dan keras


"Tidak apa bagaimana jika ke rumah sakit berarti ada hal serius"ucap Amel


"Karna aku di cumbu Kalvin di cium oleh nya bahkan dia menanamkan benih nya pada aku tapi sayang dia memberi aku cairan membuat kulit ku seperti ini "geram Nanda


"Ibu Amel puas aku tidak mau kerja hari ini"ucap Nanda menghentak kan kaki nya kesal dan berlalu pergi sedangkan Amel hanya melongo


"Kamu lebih peka terhadap Nanda jangan menuntut nya seperti itu coba lah peka terhadap nya"ucap Daniah menepuk bahu Amel dan berlalu pergi


"Dasar ibu Amel perawan tua jomblo abadi masak harus aku jelaskan dengan seksama apa yg terjadi pada ku "geram Nanda melempar tas nya karna kesal


"Aghh geram lagi jadi nya menerima kenyataan Kalvin tidak mau mengandung anak ku"ucap Nanda frutasi lalu Daniah masuk


"Nanda untuk menghindari Kalvin setelah nanti kalian berhubungan kamu mandi aja mau tidak mau karna lama menunggu Kalvin tertidur kamu pindah aja tidur di ruang tamu biar Kalvin tidak memberi mu cairan itu"jelas Daniah


"Iya ma setidaknya meski terlambat aku juga mau jadi ibu ngak mau sampai ngak bisa hamil"ucap Nanda menunduk


"Iya ma"ucap Nanda paham


"Ma aku mau tidur ngantuk jadi nya"ucap Nanda mengambil ponselnya dan earphone


"Iya mama mau cari obat itu"ucap Daniah mengeledah semua laci nya Nanda segera berbaring di sofa dan segera tertidur


####


🌙🌙🌙


Nanda seharian kerja di rumah karna malas kekantor tadi Daniah sudah menemukan obat itu dan membuang nya.kalvin baru pulang dia menatap meja naas itu yg letak nya bergeser Kalvin melangkah dan membuka laci kosong obat itu hilang Kalvin menoleh pada Nnada yg berbaring di sofa memainkan ponselnya


"Nanda siapa yg membereskan kamar ini aku lihat semua letaknya berubah"tanya Kalvin serius


"Aku malas ke kantor jadi aku membereskan membuang barang yg tidak penting "ucap Nanda tersenyum sekarang Nanda mempertanyakan alasan Kalvin


"Lalu obat cair yg di sini mana"tanya Kalvin menatap Nanda


"Ohh tadi aku buang itu obat apa memang nya apa penting"ucap Nanda balik menatap Kalvin


"Tidak itu dulu nya obat Alen syukur jika udah kamu buang itu lebih baik"ucap Kalvin serius lalu Kalvin menuju kamar mandi


"Nanda kenapa tiba-tiba membereskan kamar ini bukan kah sudah ku larang membereskan kamar ini dan obat itu dia buang aku harus beli nanti ngak mungkin aku berhenti menyentuh Nanda itu hal mustahil"gumam Kalvin lalu memutuskan mandi


###


Kalvin baru selesai meeting menyenderkan kepalanya di kursi kebesarannya.Kalvin tadi tidak melihat Nanda saat bangun tidur tentu Kalvin bangun jam 8 pagi tentu Nanda tidak ada di kamar sudah ada di kantor.Kalvin membuka matanya saat ada yg duduk di pangkuan nya mengusap dadanya


"Kalvin aku tidak mau lagi mengalah dan menahan perasaan ku"ucap nya serius


"Tidak tau malu pergi kamu"ucap Kalvin datar


"Kalvin aku sangat mencintaimu "ucap nya


"Cukup Welly kamu tidak ada tempat di hati ku atau kehidupan ku"ucap Kalvin berdiri

__ADS_1


"Aku mohon Kalvin aku rela hanya jadi wanita ranjang mu atau menjadi selir mu tapi aku mohon aku ingin bersama mu"ucap Welly mengusap dada Kalvin


"Aku sudah menetap kan Nanda menjadi istri ku jadi kamu tidak punya tempat lagi"ucap Kalvin lalu berlalu meninggalkan Welly memang Kalvin kurang suka pada Welly


"Nanda lihat banyak jadi yg mengirim foto kita"ucap Daren menatap Nanda yg baru keluar perusahaan menunjukkan foto mereka


"Jangan juga di tanggapi Daren"ucap Nanda santai


"Kamu mau pergi"tanya Daren melihat Nanda hanya mengunakan baju kaos dan celana jeans nya


"Iya biasa jalan bosan kerja mulu aku mau jalan sama teman teman ku "cengir Nanda


"Boleh ikut"ucap Daren


"Boleh boleh"ucap Nanda tersenyum lalu Nanda mengerut kan keningnya melihat Kalvin yg mendekat


"Mau kemana kalian"tanya Kalvin serius


"Jalan sama Daren ahh maksud ku jalan sama teman teman ku kebetulan Daren mau ikut"ucap Nanda


"Ehh"replek Nanda mundur saat Kalvin mendekat kan wajahnya Nanda mengcengkram baju di dadanya takut jika Kalvin melampaui batas nya lagi


"Kamu sengaja menghindar aku ini suami kamu"tajam Kalvin


"Iya aku tau tapi kamu mau apa"ucap Nanda binggun seketika itu juga mata Nanda melotot di saat Kalvin malah mencium bibir nya Nanda tentu memberontak akan hal itu memukul dada Kalvin mendorong pelan Kalvin lalu Kalvin memiringkan kepalanya mengengam tangan Nanda di dadanya Kalvin menekan tengkuk Nanda,Nanda memejamkan matanya tangannya mengcengkram kuat kemeja Kalvin merasakan ciuman dalam itu


Huuk huuk


Nanda tersedak dia menghirup udara dengan dalam menatap Kalvin Jengkel Nanda menutup pipi yg panas sedang Kalvin hanya menatap Nanda


"Sialan kenapa kamu mencium ku"raung Nanda di dada Kalvin lalu mengigit dada Kalvin


"Kenapa kamu mengigit ku"ujar Kalvin menyentuh dadanya


"Makan nya jangan cium aku sembarang malu lihat pipi ku terasa panas"ujar Nanda malu Daren hanya tersenyum menatap Nanda


"Pria jika sudah menunjukkan kemesraan nya dengan orang dia mulai takut wanita itu hilang dan mulai mencintai nya"ucap Daren tersenyum


"Aduh panas banget pipi ku ulah Kalvin ini"ucap Nanda menepuk pipinya yg terasa panas


"Jangan di pukul sakit biarkan saja kamu cantik dengan pipi merah itu"ucap Daren tersenyum mencegah Nanda menampar pipinya lalu Kalvin menepis tangan Daren


"Kata nya mau jalan kayak nya aku sudah lama juga ngak jalan sekalian ikut "ucap Kalvin


"Kamu ikut dengan ku aja"ucap Kalvin lagi


"Ngak papa aku ikuti kalian aja dari belakang"ucap Daren melihat tatapan Nanda


"Oke ikuti mobil Kalvin ya"ucap Nanda tersenyum


"Ayo"ucap Kalvin menarik tangan Nanda menuju mobil nya


"Memang nya kamu mau kemana "tanya Kalvin setelah mereka sampai mobil


"Aku mau jalan aja sama Dewi tapi kita temui Dewi dulu di rumah tuan Danu"ucap Nanda


"Danu ikut"tanya Kalvin


"Ngak tau"ucap Nanda mengankat bahu nya


"Mengajak sialan itu hanya menganggu mending dia aku tinggal kan saja"batin Kalvin lalu melaju kan mobil nya Daren mengikuti dari belakang Kalvin melaju kan mobil nya sedikit cepat hingga membuat Daren tidak bisa melihat mobil Kalvin


"Kalvin pelan aja nanti Daren ngak bisa ngikutin kita "ucap Nanda menoleh ke belakang


"Tuh kan mobil nya hilang"ucap Nanda lalu mengeluarkan ponselnya


"Mau apa"ucap Kalvin melirik Nanda


"Kasih tau Daren alamat tuan Danu"ucap Nanda dengan cepat Kalvin merampas ponsel itu


"Tidak boleh aku jengkel melihat wajahnya itu"ucap Kalvin memasukan ponsel itu ke dalam saku celananya


"Ihh Kalvin kok gitu Daren tadi mau ikut kita"ucap nanda sebal


"Sudah ku bilang aku jengkel melihat wajahnya"ucap Kalvin sebal


"Kenapa sih cemburu lagi"ucap Nanda menatap Kalvin

__ADS_1


"Tutup mulut mu aku ngak akan cemburu sama wanita seperti kamu kayak dia cantik aja"ucap Kalvin sinis membuat Nanda sebal


"Cih kayak dia tampan saja"geram Nanda , Kalvin hanya acuh lebih pokus pada jalanan karna rame nya kendaraan


__ADS_2