
Linda sudah dirumahnya, seperti biasa dia menitipkan Ririn kepada tante Nisa.
Dari pagi - pagi sekali dia sudah pergi keluar, dengan alasan kerjanya.
Tante Nisa : " Hai Lin, kamu sedang hamil begitu masih kerja juga ya?"
" Apa tidak sebaiknya kamu ambil cuti, atau tidak usah kerja lagi..?"
" Kasihan ibu hamil nanti kecapean."
Linda : " Yah, mau bagaimana lagi mbak.., kalau dirumah terus ya gak ada hasilnya dong."
" Lagian Linda juga masih bisa kerja, dan bayinya juga gak kenapa - kenapa."
Linda mengelus - ngelus perutnya, dia bersikap seolah - olah sangat menyayangi bayi yang ada didalam rahimnya itu.
Linda : " Mbak, aku titip Ririn lagi seperti biasa ya..?"
" Sekarang aku harus pergi kerja segera."
" Sayang..., sama tante Nisa jangan nakal ya.., nanti pulang mama bawakan sesuatu untuk kamu." ujar Linda sembari mencium anaknya dan pergi meninggalkan mereka.
Ponsel Linda dari tadi berdering terus membuat Linda menjadi kesal. Namun ketika dia melihat dari layar ponselnya, wajahnya langsung sumringah.
Linda : Hallo mas.., ada apa ?"
" Kenapa baru sekarang menelpon sih mas.., kita sudah lama banget gak ketemu." Linda berbicara dengan sikap manjanya ke Dion.
Linda tidak mengetahui Dion itu sepupunya Panji, karena Dion tidak tinggal di Indonesia. keluarga Dion ada di Amerika, dan Dion ke Indonesia karena ada urusan bisnisnya saja.
Linda sangat tertarik dengan Dion, dari segi paras dan terutama dalam segi finansial Dion sangat unggul dari Yadi dan Panji.
Namun Linda tidak menyadari bahwa keburukan akan terbongkar dari dirinya sendiri melalui Dion.
Dion : " Lin, kamu hari ini ada waktu gak?"
" Bisa gak temani aku malam ini."
" Kalau makan malam sendiri diluar kurang asyik tidak ada wanita cantik."
Dion melakukan lemparan mautnya, merayu dan memuji bagai buaya darat. Umpan Dion tak perlu lama untuk ditunggu, Linda langsung menyambut dan memakannya.
Linda : " Ada kok mas, jam berapa akan jemput saya di Brian.., ini Linda sedang mau berangkat kerja." Nanti malam Linda ada waktu kok temani kamu mas."
Dion : " Oke nanti mas jemput kamu di Brian pukul 8 malam."
" Sampai ketemu ya Linda..." telpon pun ditutup.
Linda kegirangan, dia tersenyum sepanjang jalan. Wajahnya merah merona dan Linda hari ini sangat gembira penuh semangat.
Yadi yang menunggunya di persimpangan tiga, sangat senang, karena pikirnya hari ini Linda akan menemaninya seperti biasa.
Linda tersenyum sangat manis, dan melihat kearah Yadi.
Yadi berfikir Linda tersenyum karena senang akan pertemuan mereka.
__ADS_1
Yadi : " Hai sayang ku..."
"Bahagia banget hari ini..?"
" Karena kamu senang ketemu dengan aku kan.., kamu sudah kangen banget kan sayang.."
" Aku juga sudah kangen banget dengan kamu." ujar Yadi yang tidak tahu - menahu Linda sedang bermain dengan yang lain selain Panji suaminya.
***
Hari itu mamanya Panji menelpon Nita untuk makan malam dirumah, dan Panji sudah dikabari mamanya agar pulang kerja membawa Nita segera.
Mama : " Mbak..., mbak... tolong malam ini masak agak banyak ya mbak."
" Soalnya ada tamu yang akan datang untuk makan malam bersama."
Mama sengaja melakukannya dan ingin mengetes Nita, seorang wanita yang sangat disukai anaknya itu.
Kali ini mamanya mempunyai ide dan rencana untuk mengetahui bagaimana Nita menyiapkan meja makan untuk makan bersama.
Mama sengaja menyuruh mbaknya berpura - pura sakit setelah selesai masak.
Dan mamanya Panji juga ingin melihat Nita sebagai wanita yang bisa melayani suaminya nanti.
Nita dan Panji pun datang serta pulang tepat waktu. Pukul 6 sore mereka sudah tiba dirumah mamanya Panji. Mereka masuk dari pintu samping dimana mama sedang berpura - pura untuk menyiapkan sendiri makan malamnya.
Panji : " Mama...?"
" Mama ngapain kenap sendirian..., mbak mana?"
Mama : " Tidak usah Pan.., mama bisa sendiri kok."
" Ada Nita disini dan dia tidak ada yang menemani."
Mama berpura - pura menolaknya namun sedang menunggu reaksi dari Nita melihat hal itu.
Nita : " Mas, ajak mama istirahat dulu." Nanti ini bisa kita urus mas, kasihan mama..."
Nita mengambil inisiatif untuk menyiapkan makan malamnya tersusun dengan rapi dimeja.
Nita sangat lihai mengerjakannya dan dia seperti sudah terbiasa melakukannya.
Mamanya Panji memperhatikan Nita dari jauh bersama Panji didapur saling membantu.
Mama : " Memang cocok sepertinya mereka, dan Nita lebih baik dari Linda dalam segala hal."
" Tetapi Linda masih hamil, dan tak kan menceraikannya sekarang."
Ponsel mamanya berbunyi nada pesan masuk, dia langsung membuka ponselnya dan membaca isi pesan itu.
Mama lalu membalasnya dengan cepat dan wajahnya merasa terpuaskan.
Panji : " Ma.., makan malam sudah disiapkan." Mari makan bersama ma disana, Nita sudah menunggu."
Mama pun ikut bergabung makan dengan mereka. Kaki mamanya masih sakit karena ada sedikit luka lecet saat didapur.
__ADS_1
Nita : " Maaf ya bu.. Nita tidak ada bakat dalam menghias meja makan."
Nita sedikit kaku dan takut tidak sesuai dengan selera mamanya Panji.
Panji hanya tersenyum dan menghampirinya setelah menuntun mama untuk duduk dikursi meja makan.
Nita disuruh duduk dan Panji mempersilahkannya untuk duduk dekat mamanya.
***
Hari sudah semakin larut, Nita tiba - tiba berpamitan pulang.
Disaat Panji ingin mengantarkannya pulang, Linda datang berjalan masuk dengan wajah tidak senangnya ke arah Nita.
Linda : " Ngapain lagi sih perempuan gatel ini kesini."
" Keseringan kali deh dia kemari, saudara bukan, tapi mati ke ganjengan dengan si Panji."
" Dah tahu Panji ada istrinya, masih juga ke gatelan."
Linda ngedumel dan langsung masuk tidak menghiraukan mereka lagi.
Linda menghampiri mertuanya yang sedang duduk disofa depan tv.
Mbak sedang mencuci piring kotor didapur.
Linda : " Ma, ngapain lagi perempuan itu datang?"
" Kok mbak jam segini baru cuci piring?"
"Ada tamu ya ma..?"
Linda banyak bertanya, namun mama mertuanya tidak begitu menanggapi.
Mama : " Lin, mama mau tidur ya."
Mama ngantuk banget, ingat anak kamu Ririn dan kamu sedang hamil ngapain keluyuran gak jelas."
Mertuanya sengaja menyindirnya, dan mamanya Panji selalu menunjukkan sikap yang biasa saja ke Linda sekarang.
Mama : " Setelah dia lahir aku tidak akan menerimanya lagi."
" Semua tergantung dari dirimu dan anak yang ada didalam kandungan mu."
Mama mertuanya Linda pun masuk kekamarnya dan langsung menutup pintu kamarnya.
Linda yang sedang kesal tidak ada yang mau menemaninya.
Dion membatalkan makan malamnya setelah Linda menolak ajakan Yadi dan menunggu kabar dari Dion sampai 1 jam sudah berlalu.
Linda kesal hari ini dia tidak jadi bertemu dengan Dion.
Yadi menjadi marah kepada Linda bahkan tidak mau mengantarkan Linda pulang. Panji juga tidak dirumah malah mengantarkan Nita kerumahnya.
Linda pun akhirnya pulang kerumahnya sendirian dengan naik taksi online.
__ADS_1
Dan menjemput Ririn yang sudah tertidur dirumah Nisa tantenya Ririn.