PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 83. 3 Bulan kemudian


__ADS_3

Nita sudah mulai beraktivitas lagi seperti biasa, dan selalu kontrol ke dokter Aisyah.


Mama Rian juga sudah di beri tahu tentang kehamilannya. Mama Rian sangat senang karena sebentar lagi dia akan menjadi oma.


Nita sekarang begitu dimanja oleh mertuanya, hampir setiap hari mertuanya datang atau Silvi yang mengantar makanan sehat untuk ibu hamil kerumah.


Setiap jadwal kontrol mama mertuanya yang menemaninya ke dokter Aisyah.


Sekarang Silvi juga sering main ke rumah dan suka menginap di rumah Rian bersama mamanya.


Saat kontrol bersama mama...


" Wah.., bayinya sehat nih. Coba kita dengarkan detak jantungnya ya..?" ucap dokter Aisyah.


" Deg, deg... !"


" Deg, deg... !"


Terdengar suara jantung janin dari perut Nita, mama Rian tersenyum mendengarnya.


" Nita, cucu oma sehat di dalam." kata mama mertuanya.


Nita pun tersenyum melihat mertuanya begitu bahagia, dia sudah menanti begitu lama kehadirannya. Dan kini hari itu telah tiba, hanya tinggal menunggu enam bulan lagi dia akan lahir ke dunia.


" Bu Nita, nanti setelah lima bulan kita akan USG keadaan janin dan keadaan rahim ibu yang lama itu." dokter Aisyah memberi tahu.


" Baik dokter, saya mengerti." Nita tahu maksud dokter Aisyah.


" Saya mau lihat dan kita bis tahu mau lahiran apa nanti. Kalau bisa normal akan kita lakukan, kalau tidak bisa akan kita operasi saja." ucap dokter itu lagi.


Setelah selesai mereka pun kembali pulang, kalau mama kerumah sedangkan Nita kembali ke kantornya lagi. Nita punya rencana untuk dirinya, uang Nita sudah banyak di tabungannya.


Dan dia bermaksud akan membeli rumah dan beberapa properti atas namanya sendiri. Dan berencana membuka beberapa Resto di daerah jogja, Nita suka sekali dengan memasak dan makanan. Jadi dia akan menuangkan hobinya menjadi hobi yang berpenghasilan.


Nita ada rencana akan berhenti bekerja di perusahaan pak Rahmat tersebut.


Dan Nita sudah pernah membahas hal itu ke pak Rahmad.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Panji dan Lina

__ADS_1


Mereka sekarang sedang sibuk mempersiapkan hari pernikahan mereka. Lina tak ingin membuat acara lamaran, cukup hanya kerabat dan orang tua saja yang tahu.


Bagi Lina itu saja sudah cukup, karena Lina takut dan sudah malu akan masa lalunya. Jadi Lina lebih memilih melangsungkan pernikahan saja.


Lina dan Panji juga melangsungkan pernikahan di Prancis ditempat Dion dan Manda berada. Pernikahan itu tidak terlalu megah di adakan, cukup sah saja yang di inginkan Panji dan Lina.


Selebihnya mereka akan berbulan madu dan berlibur ke negara - negara yang ada di Eropa. Lina sangat menginginkan itu, apa lagi bisa pergi dengan Panji yang sudah resmi menjadi suaminya nanti.


Lina dan Panji sudah membuat gaun dan baju pengantin mereka di butik Dion dan Manda.


Masalah gaun dan dekor mereka serahkan semuanya ke Dion dan Manda saja.


Panji dan Lina tinggal datang dan menerima semuanya.


Panji sudah mulai bisa melupakan Nita kekasihnya dulu, dan membuka lembaran baru di kehidupannya.


Kini Panji merasakan kebahagian dalam dirinya dalam menjalani hari - harinya bersama Lina calon istrinya.


Semua sudah di persiapkan oleh Panji dan Lina, mereka juga sudah mengepak koper untuk berangkat 2 Minggu lagi ke Perancis.


Keluarga juga sudah bersiap - siap untuk berangkat juga bersama mereka. Hotel penginapan sudah di booking, tiket pesawat sudah di pesan dari awal bulan yang lalu.


Tapi Panji tidak memberi tahu Sumi ibu tirinya itu, Panji sudah sangat kecewa padanya dan tidak mau lagi bertemu dengannya.


Dia sangat antusias sekali membuat gaun itu, sekarang sudah hampir jadi tinggal 30% lagi sudah selesai.


Panji berharap ini merupakan pasangannya yang terakhir dan untuk selamanya.


Begitu juga dalam pikiran Lina yang selalu berdoa agar tidak terjadi sesuatu dalam penyelenggaraan pernikahannya.


"*Mas, semoga kali ini kita bisa benar - benar dipersatukan oleh ikatan dan takdir cinta dari Sang Pencipta." ungkapan hati Lina yang terdalam.


" Aku selalu berharap kau akan menjadi pendamping di dalam hidup ku untuk selamanya, Lina." Panji pun berdoa demikian*.


Semakin dekat dan bergantinya hari, Panji semakin gugup menghadapinya.


Lina juga sampai tidak bisa tidur dan terserang insomnia, mereka seperti itu karena pernah trauma akan perjalanan cinta mereka masing - masing.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Linda di penjara

__ADS_1


Masa tahanan Linda belum berakhir, dia masih harus melewati lima tahun lagi di penjara.


Hari - hari yang dia lalui sendiri tanpa anak dan mamanya yang tidak pernah menjenguknya sekali pun ke penjara.


Linda sudah banyak berubah semenjak dia dipenjara, emosinya sudah stabil dan lebih banyak bersabar.


Linda juga sekarang sudah rajin beribadah dan lebih banyak duduk sendiri memikirkan anaknya yang entah ada dimana.


" Bila aku keluar dari sini apa yang aku lakukan ya ?"


" Rumah ku sudah di jual untuk membayar denda dan kehidupan ku selama ini. Dan mama juga sudah tidak perduli lagi sama aku anaknya." berbicara dalam hatinya.


Linda saat ini duduk dibawah pohon, dia sekarang suka menulis cerita tentang dirinya ke buku tulisnya.


Dia berencana akan membuat buku tentang dirinya, agar wanita diluar sana jangan ada yang bernasib sama seperti dirinya.


" Hah..." Linda menghela nafasnya.


Semakin hari dia semkin merindukan Raisa anaknya, yang sekarang sudah masuk sekolah.


" Raisa dimana kamu sekarang nak..., mama kangen sekali pada kamu sayang." Linda menangis dan menutup wajahnya.


Di dalam penjara, Linda tidak ada teman yang mau mendekat padanya. Mereka takut karena Linda masuk penjara karena atas tuduhan pembunuhan dan menelantarkan anaknya sendiri.


" Linda, kamu di panggil oleh ibu kepala dan di suruh datang ke ruangannya." ucap Salah satu polisi.


" Oh, baik bu." ucap Linda yang langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kantor ibu kepala tersebut.


Sesampai disana ibu kepala polisi itu menanyakan beberapa pertanyaan, dan macam - macam hal yang lain lagi dia tanyakan.


Setelah beberapa menit Linda pun keluar dari dalam ruangan itu.


Linda bingung dan tidak tahu untuk apa semua pertanyaan dan berbagai macam ucapan dari ibu kepala penjara.


Linda hanya menuruti saja dan menjawab pertanyaan itu semampunya dan dengan kenyataannya saja. Lalu Linda kembali lagi duduk di bawah pohon yang rindang itu, terkadang dia sampai tertidur disana sampai sore harinya.


" Hei lihat si pembunuh itu, tadi dia di panggil oleh ibu kepala. Entah apa yang dia perbuat sampai lama kali baru keluar." ucap para tahanan yang satu sel dengannya.


" Dasar pembunuh !"


" Dia begitu arogannya dan sombong sekali pasti diluar sana. Sekarang di penjara barulah dia menangis dan selalu murung."

__ADS_1


" Orang zaman sekarang memang begitu, diluar sok seperti ratu. Setelah tertangkap jadi mati kutu. Hahahaha...!" mereka semua menertawakan Linda yang sedang beristirahat di bawah pohon itu.


__ADS_2