
Langkah kakinya perlahan masuk keruangan itu, dilihatnya Ani terbaring disana. Nita mendekat menghampirinya, mata Ani tertutup namun air matanya jatuh ke pipinya mengalir.
Nita tidak berkata apa pun kepada Ani, dia menahan tangis dengan menutupi mulut dengan tangannya. Nita tak kuasa melihat kondisi sahabatnya itu. Nita juga belum memberi kabar ke keluarganya Ani dikampung. Nita takut akan kesehatan orang tuanya apabila mendengar Ani seperti ini.
Nita langsung pergi keluar dan menangis didepan pintu ruangan itu. Rian datang dan memeluk Nita menyandarkan kepala gadis itu di bahu miliknya.
" Sudah Nit, kamu harus kuat dalam hal ini." Karena nanti kamu yang harus bisa memberikannya dukungan, dan perhatian agar dia bisa bangkit dari terpuruknya melawan menghadapi kehidupan yang sudah berbeda." Rian mencoba memberi perhatian dan ketegaran ke Nita.
Nita menghapus air matanya dan berdiri tegak melepas pelukannya.
Dia tidak menangis lagi dan sekarang lebih bisa mengontrol dirinya saat ini.
" Iya mas, kamu benar." Aku akan membuat Ani percaya diri lagi dan lebih perhatian kepadanya." Mungkin ini salah ku yang tidak mau ingin tahu tentang keadaan Ani, karena menurutku itu privasinya." Ternyata aku sudah salah kalau tinggal bersama tapi tidak tahu bagaimana orang uang ada disamping kita." Nita menyadari kesalahannya.
" Terima kasih mas atas perhatian dan kepedulian mu." ucap Nita kepada Rian sambil tersenyum.
Pria yang bernama Rian sangat tulus perasaannya, dia sungguh mencintai Nita tanpa syarat apa pun di hidupnya.
Nita sangat beruntung saat ini kehidupan cintanya yang indah sedang berlangsung dan dirasakannya. Namun Nita juga tidak bisa mengelak, kalau bayang - bayang Panji masih ada sampai saat ini. Cinta pertama Nita ternyata susah dilupakan, namun dia juga sadar akan keberadaan Rian sekarang disisinya.
***
Kali ini Linda sudah tidak tahan dengan main kucing - kucing. Linda nekat diam - diam mencari tahu keberadaan rumah Yadi bersama istrinya itu.
Sudah lama Linda menahan namun hari ini dia sudah tak tahan dijadikan yang kedua oleh Yadi.
" Tring.." suara pesan yang masuk ponselnya Yadi.
__ADS_1
"Mas kapan kamu kerumah ku mas..?" Ada yang ingin aku bicarakan kepada mu." Jangan sampai aku datang kerumah mu dan bertemu dengan istrimu." isi pesan itu.
Tidak sengaja Sofi membaca pesan itu saat dia masuk kekamar dan ingin bercermin dikamarnya.
Sudah beberapa hari ini dia sebenarnya sedikit curiga akan isi ponsel suaminya.
Nama kontak dari pesan yang masuk tertulis Pak Bambang proyek. Namun Sofi tidak percaya akan hal itu, " mana mungkin ini pesan dari Pak Bambang..?!"
" Kok isi pesannya sedikit aneh seperti seorang wanita saja ya..?!"
" Mungkin aku harus selidiki hal ini." Apa mungkin pria ini sudah bermain dibelakang." Sofi mencurigai Yadi ( suaminya ) dan dia menyuruh orang untuk memata - mata suaminya itu.
Ternyata Yadi mendengar perkataan dan mengetahui rencana Sofi istrinya. Yadi saat itu sudah selesai mandi dan ingin segera tidur, tetapi dia terkejut melihat Sofi memegang ponselnya dan mengecek isi ponselnya.
Yadi berpura - pura tidak mengetahui niat Sofi yang akan mencari tahu tentang dirinya, Yadi sekarang semakin berhati - hati dan mencoba berpura - pura membaca dan menelpon Pak Bambang.
" Hallo Pak Bambang.., kenapa malam - malam begini mengirim pesan ke saya..?" Saya sudah serahkan file dan berkas masalah proyek yang di Jakarta." Kalau Pak Bambang tidak berkenan juga tidak apa - apa, saya juga tidak bisa paksakan." Oke Pak, besok kita lanjutkan pembicaraannya karena saya sudah mau istirahat dengan istri saya." Yuk mari pak selamat malam." Yadi mematikan telponnya.
Yadi naik keranjangnya dan segera tidur di bantalnya, sedangkan Sofi masih asyik dengan skincare didepan cermin.
" Mas.., itu siapa tadi..?" Kamu kok sedikit ketus begitu bicaranya..?" Sofi ingin memastikan sekali lagi orang tersebut.
" Iya dia klien papa, ma.." Tapi selalu banyak keluhannya dan suka tidak on time dalam urusannya." Dia tidak suka menempatkan kerjaan dengan sesuai jadwal." Papa jadi malas banget dengannya ma." Sudah deh mama jangan bahas lagi, papa pusing kalau sudah memikirkannya." Yadi memasang wajah kesal biar lebih meyakinkan Sofi saja.
" Ya sudah pa.., mama minta maaf." Kalau papa kesal kita tidur saja yuk pa.." ajak Sofi yang merayu dan memeluk Yadi.
Yadi berfikir kali ini dia terbebas lagi dari Sofi, tetapi wanita itu tetap ingin mencari tahu kebenaran dibelakang Yadi.
__ADS_1
Dikantor juga sudah mulai ada isu - isu yang tidak mengenakan tentang Yadi sudah terdengar oleh Sofi. Dan keuangan kantor beberapa minggu ini sudah mulai ada masalah dan kendala.
Bila dibiarkan kantor akan defisit dan mengalami kerugian yang menyebabkan bangkrut mendadak. Sofi juga diam - diam mulai mengecek pembukuan keuangan dikantor miliknya.
Namun Yadi sudah duluan selangkah menangani semuanya, Sofi tidak tahu bahwa rumah dan kantornya sudah digadaikan oleh Yadi secara diam - diam.
Dan Yadi sudah membeli dan membangun perusahaannya sendiri di Jakarta agar lebih dekat lagi dengan Linda.
Proyek pembangunan yang dia katakan itu hanya alibinya saja, agar Sofi tidak curiga. Sekarang kesiapan pembangunan tempat kantornya Yadi sendiri 80 persen sudah rampung. Yadi tinggal menikmati kehidupannya bersama Linda dan anak - anaknya.
***
Bulan sudah berganti, ini sudah memasuki bulan Desember dan sebentar lagi tahun akan berganti.
Sudah Minggu ketiga Panji menghabiskan hari - harinya untuk bekerja, dan besok ketentuan surat kerja sama akan dikirim oleh Rian sendiri yang datang berkunjung.
Panji pun dengan senang hati menunggu kedatangan Rian kesana, Rian pergi mengunjungi kantor Panji sekalian ingin melihat secara langsung serta menjelaskan bagaimana cara berbisnis dengannya.
Rian tidak ingin ada yang ditutupi agar semua tidak ada kecurigaan satu sama lain.
Rian juga sebenarnya ingin sekali mengajak Nita sekalian berlibur bersamanya. Namun Nita masih harus menjaga Ani sementara, Ani membutuhkan Nita untuk segera pulih seperti biasa.
Sementara Alex mendekam dipenjara, namun tidak lama dia disana. Stella kekasihnya menjamin Alex keluar dari sana, Alex sudah menipu Stella dengan mengatakan dirinya sudah difitnah dan dijebak.
Sementara polisi sudah menjelaskan bahwa sudah ada bukti dan mereka melihatnya sendiri. Namun Stella lebih mempercayai Alex saja, dan wanita itu rela memberi uang jaminan untuk Alex berapa pun itu.
__ADS_1
Stella memang anak orang berada, dan dia juga mempunyai usahanya sendiri. membuat butik fashionnya diluar negri dan bergaul dengan para artis, membuatnya harus pergi kesana dan kemari. Sementara Alex dengan hebatnya bersenang - senang dengan uang Stella saja.
Alex memang sangat menikmati hidupnya, tanpa kerja dan melakukan apa pun ATM nya selalu terisi oleh uang Stella.