
Besok adalah hari dimana Rian akan pergi bersama Bella ke Singapura untuk melihat keadaan papa dari Bella.
Rian ingin menjelaskan keadaan bahwa dirinya sudah menikah dan sudah memiliki keluarga kepada papanya Bella.
Namun Bella tak tahu akan rencana Rian pada saat itu. Bella dan Rian berjanji akan bertemu di bandara saja, karena Rian tak ingin Nita tahu kalau Rian sudah membohonginya.
Saat dirumah Nita dan Rian...
" Sayang, mas akan pergi keluar negri karena ada urusan bisnis saat ini. Kamu nanti dirumah akan ada ibu yang menemani kamu selama seminggu ke depan." ucap Rian yang merasa sangat tidak baik kepada Nita.
" Baiklah mas, tapi kenapa lama sekali..."
" Aku bisa sangat merindukan mu nanti mas..." ucap Nita yang sangat manja pagi itu.
" Nanti mas akan usahakan pekerjaannya selesai dengan cepat mas akan langsung pulang menemui kamu. muach..." Rian mencium dahi istrinya.
" Maafkan mas Rian yang sudah berbohong pada kamu sayang..., ya Allah..., ampunilah aku." kata Rian dalam hatinya.
Koper dan tas segalanya sudah siap di dalam bagasi mobil, Rian diantar supirnya ke bandara pagi itu juga.
Sedangkan Nita dan Ani akan pergi menuju ke kantornya.
Semua berjalan dengan biasa tanpa ada curiga dari mana pun. Nita juga tak mempunyai firasat apapun terhadap suaminya. Nita malah mendoakan suaminya agar pekerjaannya sukses dan lancar semuanya.
Rian pun sampai di bandara dan supir memberhentikan mobilnya di parkiran.
Rian turun dari mobilnya dan segera mengambil kopernya dari bagasi mobilnya.
" Pak, segeralah pulang kerumah. Saya bisa sendirian menangani ini semua. Tolong jaga bu Nita dirumah ya? kalau ada apa - apa segera hubungi saya, mengerti ?!" tanya Rian ke supir pribadinya itu.
Rian pun berjalan masuk ke dalam, dia sedang mencari keberadaan Bella sekarang berada dimana.
" Mas Rian !" terdengar suara memanggil dirinya.
Rian membuka kacamata hitamnya dan melihat ke arah suara itu berada.
Dan Rian melihat Bella melambaikan tangannya.
Bella sedang ada di sebuah cafe yang ada di dalam bandara. Dan Rian pun berjalan sambil mengenakan lagi kacamata hitamnya itu.
Rian pun segera menyapa dan bertanya kepada Bella pesawat akan berangkat jam berapa.
__ADS_1
" Mas, aku sudah pesankan tiket kita." Bella berbicara sambil memakan makanannya.
" Jam berapa kita akan berangkat kesana?" Rian yang ingin langsung secepatnya sampai disana dan menyelesaikan permasalahan diantaranya.
" Mas jam 10 pagi ini kita akan berangkat mas. Aku sangat lapar mas, dan tadi belum sempat sarapan pagi ini." Bella mencoba memberi tahukan kepada Rian.
" Semua harus berjalan dengan lancar ini semua, dan secepatnya aku akan kembali ke Nita saat itu juga.
Aku ingin anak kami lahir, aku juga ada disana menemaninya." ujar Rian.
Setelah selesai makan Bella dan Rian pun pergi ke Singapura itu.
Bella sangat senang karena rencananya akan berjalan dengan lancar disana.
Bella berpikir papanya pasti menginginkan Rian bersamanya dan menikah secara sah disana.
Sementara itu ketika pesawat sudah berada di ketinggian 36 ribu kaki, tiba - tiba pesawat itu berguncang sangat hebat. Pramugari memberi peringatan untuk antisipasi bila terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
jaket pelampung sudah di pakai, tiba - tiba pesawat itu jatuh ke dalam air laut yang dingin dibawah sana.
Rian dan Bella pun jatuh juga, namun kepala Rian terbentur sangat keras di bagian badan pesawat itu. Dan mengakibatkan Rian pingsan tak sadarkan diri, sedangkan Bella yang sadar meminta bantuan ke pada tim penyelamatan.
Bella saat jatuh berpegangan kuat pada lengan Rian, sehingga Rian yang pingsan karena terbentur masih bersama Bella dan mendapat pertolongan segera.
" Tit...,tit...,tit..." Rian di dalam ruang kamar yang penuh alat medis.
Sedangkan Bella tak begitu parah, dia hanya lecet dan memar memar saja.
" Suster di mana Rian seorang pria yang bersama saya tadi suster? Diruangan mana dia?!" tanya Bella yang sangat mengkhawatirkan Rian.
" Oh, pria yang bersama anda dalam kecelakaan pesawat itu sedang ada di ruangan ICU, dia masih koma dan belum sadarkan diri karena benturan di kepalanya." ucap suster tersebut.
Bella ingin kesana melihat kondisi Rian, namun kaki Bella masih terasa sakit untuk di gerakkan.
" Agh..., kaki ku sakit sekali." Bella meringis kesakitan.
" Bu Bella sebaiknya anda jangan banyak bergerak dulu dan istirahatlah untuk 2 hari ini. Bila anda tak menghiraukannya luka ibu akan sulit untuk disembuhkan." kata suster yang merawatnya.
Bella pun tak bisa berbuat apa - apa, dia hanya tiduran saja dan mendengarkan ucapan suster tersebut kepadanya. Bella hanya ingin cepat sembuh dan bisa bertemu lagi dengan Rian saat itu.
" Bagaimana aku bisa menelpon Imel dan memberi tahukan padanya kalau aku dan Rian mengalami kecelakaan. Sedangkan ponsel ku sudah jatuh ke dalam lautan itu." berkata dalam hati dan berpikir mencari ide.
__ADS_1
"Oh iya aku akan meminjam ponsel dari salah satu suster disini saja. Pasti bisa menghubunginya dan memberi tahu kepadanya aku berada dimana.
Bella pun meminjam ponsel dari suster dengan alasan mengabari kerabatnya agar tahu mereka sekarang sedang berada dimana.
Bella pun menelpon dan memberi tahu Imel sekarang dia berada di rumah sakit xxx bersama Rian.
Dia juga memberi tahu kondisi Rian saat ini.
Imel pun terkejut saat mendengar Rian sekarang sedang koma dan tak sadarkan dirinya.
Imel mempunyai ide yang sangat jahat, Bella dan Imel ingin memalsukan identitas Rian segera agar Nita dan keluarga Rian mengetahuinya dia sudah tiada dalam kecelakaan pesawat itu.
Dan Bella sangat suka idenya Imel tersebut, mereka pun segera menjalankan rencananya. Imel pun membuat semua identitas Rian palsu dimana - mana, sekarang Rian berganti nama menjadi Ramon.
***
Dirumah...
Mama malam itu menonton tv di rumah Nita, dan berita jatuhnya pesawat xxx itu membuat mereka terkejut seketika.
" Pemirsa, pesawat xxx dari America menuju Singapura mengalami kecelakaan dan jatuh di laut xxx. Semua korban belum terselamatkan hanya beberapa yang sudah terselamatkan antara lain, bla, bla, bla..." pembawa berita itu menyebutkan nama penumpang pesawat itu satu - satu.
Namun dari nama - nama itu tak ada satu pun nama Rian disana.
Mama menangis dan sedikit berteriak karena terkejut dan shock atas kabar itu.
" Nita...! Nita...!" mama memanggil menantunya.
" Iya ma? ada apa mama panggil Nita?" tanya Nita yang berjalan menghampiri mertuanya sambil membawa susu ibu hamil miliknya.
" Nita, Rian Nit ..!"
" Rian...!" kata mertuanya.
" Kenapa Rian ma?!" tanya Nita yang ingin tahu.
" Pesawat Rian jatuh di lautan Nita..." kata mamanya.
" Apa ma? prang...!" gelas Nita jatuh dari tangannya dan dia lemas seketika.
Nita pingsan dan segera di larikan ke rumah sakit bersama Ani, dan mereka diantar oleh supir pribadi Rian yang sedang ada dirumah.
__ADS_1