
🌟 Malam itu Ramon dan Bella tidur bersama di dalam kamar. Ramon terlihat sangat gelisah, dia terlihat sangat bahagia dengan seorang wanita, dan mereka pergi berlibur kemudian wanita itu hamil anaknya.
Wanita itu terjatuh dan banyak mengeluarkan darah, lalu Ramon menjadi teringat akan foto itu dan wajah wanita itu semuanya terlihat sama.
" Mas..., pulanglah... anak mu sudah lahir sekarang."
" Mas, jangan tinggalkan aku, mas Rian...!" dalam mimpinya Ramon.
" Agh...! hah, hah.." Ramon berkeringat dingin dan panik seketika.
" Kenapa mas? kamu mimpi buruk? ayo minum dulu ya..?" Bella mengambilkan air untuk Ramon minum.
" Kau tidak apa - apa kan mas? kenapa terlihat panik dan pucat? jangan takut aku ada bersama mu mas... Kita akan selalu bersama."
" Tidurlah dan istirahat, itu semua hanya mimpi saja. Dan gak benar - benar akan terjadi pada dirimu, kau harus tahu aku sangat mencintaimu." ucap Bella kepada Ramon alias Rian.
Setelah sedikit tenang Ramon pun merebahkan kembali tubuhnya ke kasur dan mencoba untuk tidur, karena besok ada rapat pagi - pagi sekali di kantornya.
Bella pun juga ikut tidur disampingnya, Bella juga besok akan menyiapkan bingkisan untuk suvenir di hari pernikahannya nanti.
Dan masih banyak lagi, serta dia ingin membeli perhiasan yang baru dan juga baju tidur untuk malam pertamanya saat bulan madu nanti.
Bella mempersiapkan semuanya sampai ingin liburan kemana dia sudah memesan tiket untuk kepergian mereka berdua.
Bella sangat ingin membuat pestanya semeriah mungkin sampai menghabiskan biaya ditaksir milyaran dan itu belum yang pernik - pernik lainnya.
Bahkan di pernikahannya Bella ingin ada penari - penari yang di datangkan langsung dari luar negri.
Bahkan artis - artis lokal dan teman artis luar temannya juga akan hadir di pernikahannya itu.
Sungguh pernikahan yang luar biasa dia ciptakan, dan pesta itu akan berlangsung selama 2 hari saja. Karena dia ingin berbulan madu selama sebulan bersama Ramon suaminya.
***
kegelisahan Ramon alias Rian...
Ramon semakin gelisah, karena mimpi itu terus saja ada dalam setiap tidur malamnya, bahkan dia tak bisa tidur sudah beberapa malam ini.
__ADS_1
Ramon semakin yakin kalau ada apa - apa pada dirinya, lalu mulai dari situ Ramon diam - diam kontrol dan mengecek kondisi dirinya saat itu.
Bella tak tahu karena dia sibuk mengurus semua persiapan pernikahannya, karena tinggal 2 Minggu lagi resepsi itu diadakan.
Rian saat di rumah sakit...
Akhirnya Rian atau Ramon membuat janji dengan Panji dan Sammy untuk bertemu dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Panji sangat setuju dan sangat mendukung dengan idenya Ramon atau Rian.
Dan mereka pun sudah di rumah sakit sedang konsultasi ke dokter tersebut.
Mereka bertiga sedang menunggu hasil Rontgen kepala Ramon atau Rian, untuk di periksa.
Setelah di periksa oleh dokter tersebut, Ramon baru menyadari bahwa memang benar apa kata Panji dan Sammy itu tak berbohong.
Dokter mengatakan kondisi kepala Ramon yang memang ada sedikit kerusakan. Dan itu yang menyebabkannya hilang ingatan untuk sementara waktu.
Lalu dokter memberikan obat yang dapat mempercepat penyembuhan kepala Ramon tersebut.
Dokter juga memberi saran jangan takut untuk tidur, dan akan mimpi - mimpi itu.
" Sebenarnya yang kamu katakan itu mimpi, bukanlah mimpi. Melainkan itu ingatan kamu yang sudah mulai kembali lagi. Dan itu merupakan masa lalu kamu yang sudah lewat atau bisa di bilang itu memori kamu tentang seseorang." kata dokter tersebut.
Panji dan Sammy pun merasa senang karena Rian sudah mengetahuinya sendiri dari penjelasan dokter tersebut. Kini Sammy tinggal mengatur rencana selanjutnya untuk pertemuan Rian dan Nita.
***
Saat ini Ramon atau Rian masih berpura - pura seperti biasanya di hadapan Bella, walau dia sudah mengetahui bahwa Bella mempermainkannya, dan mengambil dirinya dari istri sah Rian yang sedang mengandung anaknya.
Rian masih mengikuti permainan Bella sampai saat ini dan meminum obat yang di berikan oleh dokter itu, dan malamnya Rian bermimpi Nita lagi dan anaknya. Namun terasa nyata sekali Rian mimpi itu, dia dapat merasakan sedang menggendong buah hati dari pernikahan mereka.
Namun setelah itu kepala Rian tiba - tiba terasa sakit sekali, dan dia terbangun dan mengerang kesakitan.
" Argh...!"
" Kepala ku...! argh...! sakit sekali, sakit...!" Rian berguling - guling di lantai dan sampai kepalanya terantuk ke tempat tidurnya sendiri.
Argh...!"
__ADS_1
Rian tiba - tiba Bella terbangun dan menyadari suaminya sudah terjatuh kelantai kamarnya.
" Mas?!"
" Kamu kenapa mas? sakit lagi kepala kamu?" tanya Bella yang mengangkat Rian dari bawah untuk naik ke atas kasur mereka.
" Entahlah aku tidak tahu, kepala ku memang sakit sekali tadi. Tapi sekarang sudah tidak sakit lagi kok." ucap Rian yang sudah tak merasa sakit.
Rian yang terantuk kepalanya tadi sudah ingat semuanya, dan dia sudah tahu rencana jahat Bella mantannya itu. Namun sekarang Rian akan mengikuti dulu permainannya Bella dan maunya dia apa saat ini.
" Kali ini akan aku ikuti maunya kamu Bella, setelah ini kau pasti akan menerima ganjaran dari ku.
Aku hanya ingin tahu siapa saja orang yang bersama mu saat ini, dan aku yakin pasti kamu yang kemarin ingin mencelakakan Nita sampai terjatuh saat itu." batinnya Rian berkata.
***
Paginya Rian seperti biasa ke kantor dan memimpin rapat dengan tenang dan santai tanpa ada yang aneh dengan dirinya.
Rian masih memainkan perannya sampai Minggu depan pas di hari pernikahannya itu.
Rian dan Panji sudah berjanji akan menyusun rencana dan memainkan rencananya itu.
Sammy juga akan ikut bersama mereka, dan Ani sudah berkata pada Panji bahwa Aris, kekasihnya sudah bekerjasama dengan polisi dan pihak keamanan disana.
Jadi Panji sudah dengan mudah menjalankan rencana dan misi kalian untuk bergerak bersama - sama. Kali ini Panji dan Sammy akan menjadi tamu istimewa di acara tersebut.
Bella akan sangat terkejut dengan Panji dan Sammy yang akan memberikan sebuah kejutan besar di pernikahan mereka.
Panji dan Sammy akan membawa Nita dan keluarganya, dan Panji juga akan membuka dan memberi tahu semua tentang kebohongan Bella dan Imel saat itu juga.
***
Sudah tiba saatnya...
Panji dan Sammy bersiap - siap, sistem keamanan juga sudah di siapkan. Sammy bertugas menjemput Nita, Ani, dan keluarga Rian di bandara.
Setelah itu membawa mereka ke acara pernikahan tersebut, dengan alasan Ani ada temannya yang menikah dan Ani harus menghadirinya sebentar saja. Akhirnya mereka semua setuju dan mengikuti kemauannya Ani saat itu dengan tak banyak tanya.
__ADS_1
" Dan akhirnya rencana ini akan berjalan lancar juga, tunggu kami disana." ucap Ani dari ponselnya yang dikirim ke ponsel Panji.