PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 72. Karma Sumi


__ADS_3

Maya mentransfer uang lagi ke kartu ATM yang di serahkan ke Linda, dan dia memberi Linda sebuah permainan yang menyenangkan baginya.


Linda tidak curiga sedikit pun kepada Maya yang berbaik hati memberikan kartu itu padanya.


Maya kali ini bertemu lagi dengan Yadi, kali ini dia bertemu dengannya hanya ingin bersenang - senang saja, karena Yadi pandai mengambil hatinya dan memanjakan dirinya.


Mama Maya menelpon agar malam ini dia pulang kerumah dan menginap dirumah mamanya.


Maya langsung setuju dan menutup ponselnya, sekalian mamanya juga mau menceritakan bahwa perempuan itu sudah masuk ke dalam perangkapnya.


Maya ingin membalaskan dendam Mamanya ke Linda yang sudah membuat keluarga mereka hancur.


Linda sibuk mempercantik dirinya dan kembali ingin mengajak Yadi berkencan dan ketemuan.


Tapi tiba - tiba siang itu terdengar suara bel rumahnya berbunyi.


" Ting, tong..!"


Linda pun berdiri dan bergegas berjalan membukakan pintu rumahnya.


" Iya !" Siapa ya yang datang berkunjung ?" bertanya dalam hatinya.


Linda pun membukakan pintu rumahnya, dan melihat ada seseorang pria yang berdiri di depannya dan menyodorkan sebuah amplop kepadanya.


" Dengan ibu Linda ya ?" bertanya.


" Iya benar pak.., ada apa dan ini apa ya pak ?" Linda bertanya karena merasa heran.


" Ini surat dari pak Yadi dan ini dari pengadilan agama." kata pria itu.


Linda terdiam dan sedih, dia merasa sudah tidak ada harapan lagi. Dan kini dia tak tahu lagi mau bagaimana.


Pria itu pun pergi setelah mendapat tanda tangan pembuktian dari Linda.


Linda menutup pintu rumahnya dan menangis seketika, dia merasa sangat hancur. Tetapi dia masih ingin memperjuangkan rumah tangganya.


Dia menghapus air matanya dan segera pergi menemui Yadi dirumahnya.


Dengan naik taksi Linda nekat pergi kerumah Yadi yang lama, tanpa anak - anaknya.


Sampai disana rumah terlihat kosong dan tanpa penghuninya, rumah itu sangat rapi dan bersih tapi tak ada tampak orang dimana - mana.


Linda masih terus memanggil - manggil Yadi, dan masih tidak yakin kalau Yadi tidak ada di rumahnya.

__ADS_1


Linda pun pergi setelah lama menunggu dan memanggil Yadi di depan rumahnya.


Dia bingung mau cari Yadi kemana, sementara ini hari Minggu kantor pasti libur.


Linda merasa putus asa dan sudah pasrah dengan semua ini. Dia pun pulang dari rumahnya Yadi.


Sampai dirumah Ririn dan Raisa sedang tidur dirumahnya bersama, Linda sangat menyayangi mereka.


Linda sudah tidak dapat menemui Yadi dimana - mana lagi, dia menangis dalam kamarnya sendiri. Semua yang dia bina dan pertahankan dengan Yadi telah sia - sia belaka.


Linda tak habis pikir dimana kesalahan yang sangat fatal diantara hubungannya dan Yadi.


Padahal tadinya hanya baik - baik saja dan dia juga begitu romantis terhadapnya.


Linda tidak mengetahui bahwa perusahan Yadi hampir tiada karena dirinya. Yadi menjadi frustasi akan hal itu dan menyebabkan dirinya mengambil keputusan untuk menceraikannya.


@@@@@@@@@@@@@


Sumi sudah tidak pernah di telpon oleh Pram lagi, apalagi diajak bertemu dan hanya sekedar melepas rindu.


Sumi bertekad akan datang ke kantornya Pram besok, dan dia akan mencari tahu akan perubahan sikap dari Pram.


Sumi sudah gelisah dan tidak tenang, karena sekarang uangnya sudah mulai menipis dalam kartunya. Sedangkan Pram tidak pernah memberikan dia uang lagi untuk kebutuhannya sehari - hari.


Sumi tidak tahu kalau dia sudah kalah dari Selly istri sah Pram yang tahu cara mendapatkan suaminya tanpa menyentuh dirinya sedikit pun.


Selly sudah memberi pelajaran berharga untuk Sumi pelakor yang selalu mencari cara untuk menjinakkan para pria ditangannya.


Sungguh mengerikan kehidupan ini, banyak yang kaya, dan penguasa menjadi tak berdaya bila sudah mencicipi pelakor yang tidak tahu malu.


Selly dan Pram saat ini sedang bulan madu lagi, dan Selly diam - diam juga sudah menyiapkan kejutan untuk Pram seperti rencana yang telah susun. Selly akan membelikan mobil baru untuk hadiah ulang tahun suaminya. Rencananya akan di berikan saat mereka pulang dari bulan madu mereka.


Selly juga ingin program bayi kembar, agar mereka sekaligus mendapatkan dua orang anak yang imut pikirnya. Pram juga setuju akan hal itu dan Pram akan membayar semua program bayi kembar tersebut.


Pram sekarang sangat senang dan kini cintanya sedikit demi sedikit pun tumbuh dan bersemi kepada Selly istrinya.


Pram berjanji dalam dirinya dia tak akan melepaskan Selly lagi seperti dulu saat mereka sibuk akan kerjaan masing - masing.


Sekarang mereka sangat menikmati kebahagian yang sangat luar biasa, bahkan rumah tangga mereka sangat romantis.


Pengantin baru saja mungkin kalah dengan percintaan mereka yang sudah beberapa tahun menikah.


@@@@@@@@@@@

__ADS_1


Sumi datang ke kantor Pram, namun di tolak dan tidak di izinkan masuk.


Satpam itu bilang kalau pak Pram tidak ada di kantor. Satpam itu juga memberi tahukan bahwa Pram sedang pergi bersama istrinya yang tercinta.


Sumi terkejut dan sontak tidak bisa berkata apa - apa. Dia terdiam sejenak dan hampir terjatuh karena kakinya goyang mendengar apa yang dibilang oleh satpam itu.


Sumi tidak percaya secepat itu Pram melupakannya dan kembali kepada istrinya Selly.


" Selly kau sungguh mengerikan, tak aku duga."


" Ku kira kau cupu, ternyata kau suhu yang sudah aku anggap remeh selama ini." Sumi berkata dalam hatinya.


" " Pram, begitu kah kau terhadapku."


" Selemah itukah kau bila sudah termakan rayuan wanita." ucapnya dalam hati.


" Tapi aku akan tetap terus berusaha mendapatkan mu kembali." ucapnya dalam hati.


Niat Sumi sangat tidak baik, dia tidak memandang Selly dulu yang pernah menolongnya. Kini Sumi menjadi orang yang tidak tahu balas budi, dan dia bagai kacang yang lupa pada kulitnya.


" Kalau perlu akan aku buat dia tidak bisa berpaling dari diri ku untuk selamanya."


" Aku tidak bisa tanpa mu Pram, terutama jauh dari pundi - pundi yang bisa membuat ku bahagia." kata Sumi.


Dia pun pergi dari kantornya Pram, dan dia menyusun rencana untuk dapat mengambil kembali Pram dari Selly istri sahnya.


Sumi memang tidak punya rasa malu dan tidak ada hati nuraninya lagi.


Pulang dari kantor Pram, dia menaiki taksi dan tujuannya akan pulang ke rumah.


Saat mobil melaju Sumi hanya duduk tenang dibelakang. Namun tiba - tiba persimpangan jalan sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi.


Ternyata rem truk itu blong dan tidak bisa dihentikan, saat itu taksi yang dinaiki Sumi pas berada di depan truk itu.


" Ah...!" suara teriakan Sumi dari dalam taksi.


" Bruk.. !" taksi terbalik dan terguling.


Truk itu menabrak taksi yang dinaiki Sumi dengan begitu kuatnya.


Mulutnya mengeluarkan darah dan lehernya patah, posisi duduk Sumi sekarang sudah terbalik. Kaki di atas dan kepala di bawah.


Diketahui supir taksi telah menghembuskan nafasnya di tempat kejadian. Dan begitu juga dengan Sumi yang berada di dalam taksi tersebut.

__ADS_1


__ADS_2