PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 84. Ada harapan


__ADS_3

Pagi itu Selly menyiapkan sarapan untuk suaminya, dia membuatkan roti dan telur mata sapi serta beberapa potong sosis goreng di atas meja.


Selly bermaksud makan siang dengan Pram nanti dirumah. Selly ingin memasakkan sesuatu yang dia inginkan hari ini.


Pram turun dari lantai 2 dimana tempat kamar mereka ada disana.


Pram belum memakai dasinya dan jas kantornya.


" Sarapan mas, aku sudah siapkan hari ini roti dan telur setengah matang." ucap Selly.


Pram pun duduk sambil memasang dasinya. Sementara jasnya Selly ambil dan meletakkannya di gantungan yang ada disana.


Setelah meletakkan di gantungan, Selly berbalik dan ingin sarapan bersama suaminya tiba - tiba...


" Bruk !"


" Mas Pram..., aku..h..." Selly jatuh dan pingsan.


" Selly !"


" Selly !"


" Mbak..., mbak ! tolong saya bawa ibu ke rumah sakit !" Pram panik melihat Selly jatuh di lantai.


" Selly kamu kenapa ? Ada apa dengan mu sayang..." ucapnya lagi.


Pram melajukan mobilnya dan Selly berada di belakang dengan art nya.


Sampai di rumah sakit Pram berlari menggendong istrinya, dengan panik dia langsung ke UGD dan meminta suster mengantarkan mereka menemui dokter Siska.


Lalu suster itu membawa mereka menemui dokter Siska segera ke ruangannya.


" Dokter ada pasien yang sedang ibu tangani tiba - tiba tadi pingsan di rumahnya.


" Dokter Siska tolong istri saya." ucap Pram yang masih panik.


" Oh pak Pram, ada apa dengan bu Selly ?"


" Baiklah akan saya periksa sekarang." ujar dokter itu.


Lalu Selly di periksa di dalam ruangan itu, sementara Pram dan art nya menunggu di luar.


Siska memeriksa dan menyadarkan Selly segera, dokter itu memeriksa dan mengambil sampel darah dari Selly.


Lalu Selly pun di suntik vitamin oleh dokter Siska tersebut. Tekanan darah Selly juga rendah dan kurang istirahat, makannya dia pusing dan pingsan mendadak.


Suster memapah Selly untuk duduk di kursi, Suster juga memanggil Pram untuk masuk ke dalam.


" Selly ?"


" Kamu sudah tidak apa - apa sayang ?" tanya Pram.


" Sudah tidak apa - apa mas..., aku sudah jauh lebih baik." ucap Selly sambil tersenyum.


" Apa yang terjadi dengan istri saya dokter ?"

__ADS_1


" Mengapa tadi dia jatuh begitu saja ke lantai, dan saya menjadi panik saat itu terjadi." kata Pram menjelaskan.


" Begini pak Pram, ibu Selly kan sedang program untuk kehamilannya. Jadi jangan mudah lelah dan capek sekali, harus tetap bahagia. Dan satu lagi bu Selly jangan terlambat untuk makan." ucap dokternya.


Setelah dokter memberi nasihat panjang lebar, dan memberikan resepnya mereka pun di izinkan pulang setelah menebus resep itu.


" Pak Pram, jangan lupa 2 Minggu nanti datang lagi untuk kontrol dan hasil cek darah serta akan di lakukan USG." kata dokter Siska.


Pram pun mengerti dan segera membawa pulang Selly kerumah mereka.


Selly di bawa langsung ke kamar dan Pram menyuruhnya tiduran di kasur.


" Mbak, bawakan sarapan ibu langsung ke kamar ya ?"


" Tadi pagi ibu belum sempat sarapan sedikit pun." ujar Pram ke art nya.


Pram hari ini tidak ke kantor, dia ingin menemani Selly dirumah.


Tapi Selly malah tidak setuju akan hal itu.


" Mas, pergilah ke kantor. Selly tidak apa - apa di rumah, lagian ada mbak art kita disini. Bagaimana dengan rapat hari ini dan Karyawan kamu mas..., kasihan mereka." ucapnya Selly.


Pram pun mendengarkan perkataan Selly istrinya, dia segera pergi ke kantor saat itu juga.


" Baiklah sayang..., kamu hati - hati dirumah. Dan ingat harus tetap istirahat jangan kemana - mana.. ?!" Pram menegaskan bahwa sangat dilarang.


" Iya sayang..., tenang saja." kata Selly.


" Tok, tok, tokk !" suara pintu di ketuk.


" Permisi tuan..., ini sarapan untuk ibu Selly. Dan vitamin dari dokter Siska sekalian diminum sama ibu." ucap art nya.


" Mbak, ingat agar ibu harus tetap istirahat dan jangan terlambat untuk makannya." Pram sangat memperhatikan istrinya.


@@@@@@@@@@@@@@@@


2 Minggu kemudian


Selly dan Pram pergi kontrol ke dokter Siska, Hasil cek darah tidak ada penyakit apa pun dan semuanya baik - baik saja.


Dokter Siska sudah menunggu mereka dari tadi. Begitu datang ke rumah sakit mereka langsung disuruh masuk ke ruangan USG dan pemeriksaan pun di lakukan.


" Tit, tit..." terdengar suara dari dalam ruangan yang senyap itu.


Pram yang duduk mendampingi Selly menyaksikan layar monitor yang ada di hadapannya.


Tetapi Pram tidak paham dengan apa yang dia lihat. Lalu dokter Siska menjelaskan bahwa penyakit Selly yang lama sudah membaik dan tidak kenapa - kenap lagi.


" Bu Selly, sekarang ibu sudah bisa lega karena kondisi rahim ibu sudah normal dan sehat. Dan..., kali ini ada kabar gembira untuk bu Selly dan pak Pram." ucap dokter Siska sambil tersenyum.


Pram dan Selly saling melihat dan berpandangan, Selly sedikit mengerutkan dahinya. Selly sangat penasaran dengan maksud ucapan dari dokter Siska.


Dokter Siska sudah selesai memeriksa dan menyuruh Selly untuk duduk ke depan mejanya.


" Mari bu Selly dan pak Pram, silahkan duduk disini. Ada yang ingin saya katakan kepada bapak dan ibu." kata dokter Siska.

__ADS_1


Pram menggandeng istrinya berjalan dan duduk di kursi yang ada di depan meja dokter Siska. Dan mereka menunggu apa yang ingin di katakan oleh dokter Siska kepada mereka.


" Begini bu, pak, program kita Insya Allah berhasil. Dan sekarang rahim bu Selly sudah mulai ada reaksi pembuahan dari program itu."


" Mungkin nanti bulan depan kita cek lagi dan lihat menstr**** bu Selly bagaimana ya bu... ?" ucap dokter Selly.


Selly pun mengerti dan menganggukkan kepalanya. Lalu Pram dan Selly kembali pulang kerumah.


Pram mengantar Selly ke rumah dan sampai ke kamarnya untuk istirahat.


Lalu Pram pergi ke kantornya dengan menyetir sendiri mobilnya. Di dalam perjalanan menuju ke kantor ponsel Pram berbunyi.


" Tring.., tring.." suara ponsel Pram .


Pram melihat ponselnya ternyata yang menelponnya adalah Sumi.


Lalu Pram memblokir nomer ponsel Sumi dengan cepat, dia tak mau di ganggu oleh Sumi lagi.


" Tin, tin.. !" suara klakson mobil Pram dari luar.


Mobil Pram sampai di depan gerbang gedung kantornya, ada satpam yang membuka gerbang itu dari dalam.


" Bremm..." mobil Pram masuk ke dalam gerbang.


Saat sudah parkir, satpam itu pun menghampiri Pram dan mengatakan sesuatu padanya.


" Permisi pak, ada seorang wanita yang mencari bapak dan sudah menunggu dari tadi."


" Wanita itu sudah saya suruh pulang tapi dia tak mau pulang." ucap satpam.


Pram lalu keluar dari mobil menemui wanita itu, Pram sempat mengerutkan dahi dan berpikir.


" Siapa wanita ini ? Mengapa dia mencari ku ?"


" Aku tidak pernah tahu dia, tapi dia seperti tidak asing bagi ku." ucapnya dalam hati.


" Mas Pram ?!" terdengar suara dari wanita itu.


Pram sedikit terkejut, ternyata dia Sumi yang merubah cara dandanannya sehingga Pram tadi tidak mengenalinya.


" Ka... kamu ngapain disini lagi ?"


" Ngapain kamu datang kesini ?!"


" Saya sudah bilang jangan pernah datang lagi kesini dan menginjak lagi kantor ku !" ucap Pram dengan kasar.


" Satpam !"


" Satpam bawa dia keluar dari sini." Pram kesal dan marah melihat Sumi.


Sumi di tarik keluar oleh satpam yang sedang bertugas tersebut.


" Mas, jangan usir aku mas...!"


" Aku mohon...!"

__ADS_1


" Aku masih mencintai kamu mas...!"


" Mas Pra....m... !" suara Sumi memanggil Pram sambil berteriak.


__ADS_2