
Semua buah di siapkan di letakkan ditempat, buah yang punya Nita di pisahkan oleh mbak art.
Lalu art menyiapkan berbagai buah untuk Nita makan disaat siang hari yang panas.
semua buah itu di cuci dan di simpan kedalam kulkas agar tetap segar rasanya.
Hari sudah malam Nita, Rian dan Ani pun kumpul di meja makan untuk makan malam.
" Wah, hari ini banyak sekali buahnya ?" tanya Ani.
" Kamu yang beli buah ini semua mas ?" tanya Nita.
" Iya, mas gak tahu harus beli yang mana saja jadi mas beli semua buah yang ada disana." ucap Rian.
" Tapi ada satu lagi, mas hampir lupa sesuatu untuk mu." kata Rian sambil berdiri dan pergi mengambilnya.
Lalu Rian kembali dengan bunga itu ditangannya, Rian bersemangat memberikan bunga itu kepada Nita.
" Wah, mas bunganya cantik sekali sayang ?"
" Terima kasih ya mas, kamu pengertian sekali, u...mmuach !" Nita mencium pipi Rian di depan Ani.
" Hem..., tolong kalau mau bermesraan lihat tempat dan lihat teman juga ya ?!" Ani lalau mengambil anggur dan memakannya.
" Prrtt..., hahaha...!"
Nita dan Rian tertawa melihat Ani, mereka tidak sadar kalau ada Ani di depan mata. Ani terlihat cemberut dan melirik ke mereka.
" Ayo mas duduk, kita makan dulu. Semua pasti sudah pada lapar." ucap Nita mengalihkan pembicaraan.
Ani pun juga ikutan makan malam bersama, para art tersenyum melihat mereka semua.
Apalagi Ani yang terlihat konyol saat Nita dan Rian sedang sangat mesranya.
Ani sempat menggigit bibirnya dan ada rasa pengen juga begitu, namun apa daya pacarnya tidak ada disini.
Nita melirik Ani yang sedang makan dengan ekspresi wajah yang agak sedikit aneh. Malam itu sangat begitu kekeluargaan sekali, dan Nita sangat bahagia memiliki suami dan teman serta mbak art yang semua pengertian.
@@@@@@@@@@@@@@@
Sumi menemui Pram di kantornya, setelah mengetahui Pram dan Selly sudah pulang dari kemarin.
Dia bahkan tidak segan menerobos untuk masuk ke dalam ruangan Pram walau sudah di halangi.
__ADS_1
" Brak !" Sumi masuk dengan paksa.
" Mas, apa maksud mu kepada ku mas ?!"
" Setelah apa yang sudah kita jalani selama ini ?!" ucap Sumi yang meminta kejelasan.
Pram memberi kode ke pengawalnya untuk pergi, saat tadi menghalangi Sumi untuk masuk.
Lalu pengawal itu pergi dari ruangan Pram, dan meninggalkan Sumi disana.
Sumi terus saja berbicara tanpa henti, tiba - tiba dia mendekat ke arah Pram dan mencoba mengambil kesempatan mendekatkan wajahnya dan ingin mencium Pram saat itu.
Lalu Pram menghalangi dan menghentikan Sumi saat itu juga, Pram segera pindah dan menghindari Sumi tanpa berkata apa pun.
" Ada apa sam kamu mas ?"
" Aku bersedia jika aku jadi yang kedua, asal aku masih bisa bersama mu mas Pram." ucap Sumi sambil menyentuh pipi Pram.
" Sumi, tolong kau lupakan semua yang pernah terjadi pada kita saat itu. Aku sekarang ingin kembali memulai hidup bersama Selly dan menjalani rumah tangga yang bahagia."
" Tolong kau pergilah dari hidup ku mulai dari sekarang, jangan pernah menemui aku lagi selamanya." kata Pram.
" Tapi mas, aku... ?!" suara Sumi terhenti.
" Mas... ?"
Selly melihat Sumi disana dan melihat mereka sedang terdiam menatap ke arah Selly. Namun Selly tidak menghiraukan keberadaan Sumi saat itu, dia hanya ingin menemui suaminya Pram.
" Mas, aku ingin makan siang bersama mu, apa mas ada waktu bersama ?" tanya Selly yang menatap ke arah Sumi.
" Tentu saja sayang, mari kita pergi keluar makan siang." ucap Pram dan langsung memeluk pinggang istrinya.
Pram dan Selly pun pergi tanpa menghiraukan Sumi disana. Selly pun senang dan mencium pipi Pram suaminya di depan mata Sumi.
Sumi mengepalkan tangannya dan tidak bisa berkata apa - apa, dia sangat kesal saat Selly datang membuat semua rencananya hancur.
" Sial, awas kau Selly. Saat suami mu ada di tangan ku, kau akan ku pastikan menangis darah nanti." ucapnya dalam hati.
Sumi pun pergi dari ruangan itu dengan kesal, semua karyawan menatapnya dan berbisik - bisik tentang dirinya. Sumi tidak merasa malu akan hal itu, demi mendapatkan Pram dan kejayaan hidupnya.
Sementara Sumi tidak tahu kalau seluruh aset itu milik Selly dan Pram hanya memiliki 30% saja dari itu.
Selly tidak akan melepas suaminya untuk Sumi dan wanita mana pun.
Selly sudah menyadari akan dirinya yang lalu tidak bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya sendiri. Sekarang Selly sudah merubah pandangannya dan segera menjadikan dirinya layak untuk suaminya.
__ADS_1
Dan sekarang kebahagiaan dalam rumah tangga mereka kini akan tercipta oleh mereka sendiri. Dengan begitu Pram tak akan lagi meladeni keinginan Sumi atau khayalan yang ingin menjadi ratu dengan merusak hubungan yang suci dan sudah sah dalam ikatan.
Sumi sangat marah dan pulang kerumahnya.
" Brak !"
" Bug !"
" A....a...akh !"
" Aku sangat membenci mu Selly !"
" Kau tunggu saja pembalasan ku nanti, kau pasti menangis dan berlutut di kaki ku.., a.... akh !"
Semua barang berserakan di lantai kamarnya, art di rumahnya pun panik dan ketakutan.
Sumi mengambil minuman favoritnya yang menurutnya bisa menghilangkan stresnya saat ini.
Dia pun melayang karena minuman itu, dan... " Prank !" gelas di tangannya terjatuh kelantai.
Sumi pun tertidur di kasurnya dengan kondisi kamar acak - acakan.
Sementara itu...
Selly dan Pram makan siang bersama, dan Selly tidak ingin bertanya tentang keberadaan Sumi tadi di ruangannya Pram.
Selly hanya fokus untuk kebahagiaan rumah tangganya saja. Namun bukan berarti Selly melepaskan Sumi yang selalu sesuka hati menemui suaminya dimana pun berada.
Selly akan menjadi tameng untuk rumah tangganya agar tidak goyang kembali seperti dahulu yang sempat akan hancur.
Selly tak ingin menyesal sekali lagi karena kini suaminya sudah mulai balik lagi kepadanya dan cinta mereka sudah mulai tumbuh.
Sekarang hanya ingin konsentrasi untuk mendapatkan buah hati dari program yang sedang dijalankan.
Mereka sangat menginginkan seorang anak yang memberikan tambahan kebahagiaan dalam rumah tangga setiap pasangan suami dan istri.
" Mas, kamu akan kembali lagi ke kantor ?" tanya Selly dengan santai.
" Iya sayang masih ada kerjaan yang belum selesai dan harus segera di selesaikan." ucap Pram sedikit ragu.
" Ya sudah kalau begitu, aku akan pulang dan menunggu kamu dirumah ya mas..., hari ini kamu mau makan apa ? biar nanti aku masakan untuk kamu." tanya Selly.
" Tidak usah masak sayang, nanti mas akan bawa makanan saja pulang kerumah. Kamu jangan kelelahan, kamu harus ingat kita lagi program buah hati kita." ucap Pram dan membelai wajah istrinya.
" Baiklah kalau begitu, aku tunggu mas pulang dan kita akan makan bersama nanti. Aku pulang ya mas..., dah.. ?!" kata Selly melambaikan tangannya.
__ADS_1
" Dah sayang." jawab Pram.
" Dia telah berbeda dan tidak bertanya apa pun. Sepenuhnya percaya kepada ku." ucapnya dalam hati.