
~Nita masih berusaha terus mendekatkan diri ke Bisma, Nita ingin Bisma mengenal mama kandungnya kembali. Tapi Nita tak memaksakan Bisma untuk cepat mengenalnya, karena pasti nanti juga akan terbiasa dengan adanya Nita setiap hari di rumah.
Mungkin beberapa bulan ini Nita belum mau melakukan apa-apa dulu. Nita tak ada Niat lagi untuk masuk ke kantor pak Rahmat, dia ingin membuka usaha yang sudah dia impikan sejak dulu.
Nita mau mengecek rumah yang pernah dia beli di sekitar dekat kantornya dulu, rumah itu akan di jadikannya butik dan Resto. Nita dari dulu memang ingin sekali memiliki bisnisnya sendiri, dan sudah tak mau lagi kerja di kantoran.
Dia ingin mandiri dan mengelolanya sendiri, bahkan Nita juga tak mau yang lain ikut campur dengannya kecuali dia ingin ada masukan dan bertanya. Semua ingin murni dia lakukan sendiri, dan itu sudah cita-cita dari dalam dirinya sendiri.
🌼 Ani dan Aris...
Pagi itu Bisma masih tidur dan Ani ingin melihatnya di kamar, tapi tiba-tiba Ani mual dan ingin muntah.
Hoek !
Hoek !
Ani berlari ke arah kamarnya dan masuk ke dalam kamar mandinya.
"Bugh! terdengar suara pintu di banting dan di kunci dari dalam.
Hoek!
Hoek!
"Sayang?!"
Tok, tok, tok..!"
"Kamu kenapa sayang? Buka pintunya...?"
"Ani...? An...?" Aris terus memanggilnya dari luar.
Ceklek...," pintu itu dibuka juga oleh Ani.
Hosh.., hosh...," nafas Ani tersengal.
"Kamu kenapa sayang? Kenapa pagi-pagi sudah muntah-muntah begitu?" tanya Aris yang panik melihat istrinya.
"Ani juga gak tahu mas, kenapa begini? Tadi gak begitu, tapi..., tiba-tiba rasanya perut Ani seperti akan ingin keluar semuanya dan terasa asam di mulut." ucap Ani yang juga tak tahu menahu.
__ADS_1
"Sayang apa perlu kita ke dokter saja memeriksakannya?" ucap Aris.
"Tidak perlu sayang, nanti aku pergi sendiri saja dan jangan cemas..., oke?!" kata Ani kepada suaminya
Ani pun pagi itu tiduran sebentar di kasurnya, dan akhirnya terlambat masuk ke kantor. Nita sedikit heran dengan Ani belakangan ini sih memang. Padahal biasanya dia itu paling anti untuk diam mulutnya, Ani suka bercerita dan mengomel bila ada bahan bicara.
Nita mengetuk pintu kamar Ani, sedangkan Aris dari tadi sudah pergi berangkat kerja. Ani pagi itu ketiduran di kamarnya dan belum mandi juga. Tapi beberapa menit kemudian Ani terbangun dari tidurnya dan hendak mengambil handuknya.
Tetapi, saat ingin mengambil handuknya dia tersandung dan pingsan seketika.
Nita datang ke kamar Ani...
"Ani? Ani?" Nita memanggil Ani dari luar pintu kamarnya.
Namun tak ada yang menyahut dari dalam kamar itu, Nita mencoba masuk karena tak ada respon dari Ani saat itu. Nita takut ada apa-apa pada dirinya di dalam kamar tersebut.
"Ceklek ...!"
"Ani?!
"An ?!"
Nita berteriak dan meminta bantuan pada para art nya dan satpam. Mereka langsung membawa Ani ke rumah sakit terdekat agar cepat dapat di tangani.
Nita sangat cemas dan Bisma bersama art nya dirumah, lagian Bisma juga belum bangun dari mimpi indahnya.
Di rumah sakit...
Dokter telah selesai meriksa Ani, dan semua terlihat baik-baik saja. Namun dari kejadian semua itu, Ani dan Nita ada bahan serta pelajaran untuk kehidupan mereka saat ini dan kedepannya.
Beberapa saat kemudian...
Dokter pun selesai memeriksa Ani, dan kini mereka mendapatkan kabar bahagia. Dokter mengatakan bahwa Ani sekarang sedang hamil 6 Minggu anak ya Aris.
Ani dan Nita tak percaya akan yang diucapkan oleh dokter tersebut. Namun hati mereka sangat bahagia mendengarnya, ternyata Ani yang muntah-muntah di pagi hari karena dia sedang hamil.
Nita dan Ani pun kembali pulang kerumah dengan wajah gembiranya, dan segera menghampiri Bisma yang sedang memakan makanannya.
"Hai Bisma..., wah Bisma sebentar lagi akan punya adik nih..," ujar Ani segera.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita kirim berita ini kepada om Aris ya Bisma?" ujar Nita.
Namun Ani tak mengizinkannya, karena Ani ingin memberi tahukannya langsung dari mulutnya sendiri dan menjadi kejutan bagi suaminya.
Nita pun menghargai permintaan Ani dan setuju dengan hal itu. Nita pun meminta Ani untuk tidak masuk ke kantornya dan beristirahat di rumah saja hari ini.
Ani juga punya pemikiran yang sama dengan Nita, apa lagi ini masih rawan-rawannya di kehamilan yang pertama dan di trisemester pertama.
Nita dan Bisma pun bermain bersama, sedangkan Ani beristirahat di kamarnya sejenak, namun saat ini dia tak nafsu untuk sarapan.
Jadi Nita membuatkan roti isi dan susu saja untuknya, dia sendiri yang mengantar makanan itu ke kamar Ani.
Dilihatnya Ani tertidur pulas dan sangat senang, wajahnya tersenyum bahagia.
Saat ini Aris sedang tak banyak pekerjaan, jadi dapat keluar mencari udara segar.
Namun dia teringat Ani yang pagi ini sudah mual dan muntah, Aris pun mengambil ponselnya dan menelpon Ani istrinya. Aris selalu baik kesemua orang dan tanpa terkecuali sama sekali.
"Hallo sayang bagaimana keada kamu sekarang?" apa sudah ke dokter?" tanya Aris.
Aris pun memberikan perhatiannya kepada Ani, yang dalam benak Aris itu istrinya sedang sakit saat ini.
***
Rian hari ini ada di kantor bersama Silvi, dan makan siang bersama Pram dan Silvi di cafe dekat kantor.
Mereka sengaja untuk mengajak bertemu karena akan membicarakan prihal lamaran mereka berdua.
Pram menceritakan semuanya dan Rian pun mengerti, ternyata adik kecilnya kini sudah beranjak dewasa dalam pikirannya. Tak disangka Rian yang tak dapat melihat kepergian mamanya dan kini harus menjaga Silvi adiknya sendirian.
Semua sudah di bahas dan di bicarakan bersama, Pram memang sangat serius kepada Silvi dan tak ada niat hanya untuk pacaran saja.
Karena Pram mendekati Silvi untuk menjadikan Silvi sebagai istrinya yang sah di masa depan di hidupnya.
Dan Pram sudah pernah kehilangan serta merasakan kesepian dalam hidupnya yang lalu. Mengalami trauma juga melihat orang yang dia cintai mati bersimbah darah dihadapannya. Serta anaknya yang belum lahir harus pergi meninggalkannya juga dari dunia ini.
Pram sudah melewatinya semua itu dengan tidak mudah, dan bahkan dia sempat tak bisa makan dan hidupnya mengurung diri di dalam apartemennya.
Menjual rumah kenangannya karena tak mau teringat akan kisah pilu itu lagi. Kini Pram sekarang sudah bangkit dan sekarang mulai jatuh cinta pada wanita yang dia pilih untuk menjadi istri dimasa hidupnya.
__ADS_1
Pram juga sudah berjanji pada Rian akan menjaga adiknya itu dan menjadi imam yang bertanggung jawab atas diri adiknya nanti setelah mereka menikah.