
🌟 Nita besok akan periksa ke dokter Aisyah, jadi dia akan bangun pagi - pagi sekali dan datang ke kantor agak lebih siang. Sekarang usia kandungannya sudah 8 bulan, dan ini merupakan anak yang pertama baginya.
Besok Nita akan pergi bersama mertuanya, dan Ani juga akan ikut bersamanya. Karena Ani yang akan mengantarkan mereka ke rumah sakit dimana tempat dokter Aisyah itu.
Nita dan Rian pun tidur lebih awal, karena hari esok akan banyak yang akan di kerjakan. Namun malam itu Nita sangat gelisah dan tak bisa tidur, dia bermimpi yang membuatnya jadi gelisah.
" Nita, kenalkan ini adalah Bella mantan pacar ku dan kami akan menikah sebentar lagi." ucap Rian tersenyum lebar menatap ke arah Bella.
" Mas...? kamu...?!" Nita tak melanjutkan pembicaraannya.
" Wah, selamat ya bu Nita... sekarang dunia sudah terbalik. Terlihat siapa yang dibuang ke jalan." ucap Imel.
" Imel?"
" Bella?"
" Mas Rian? kalian semua mempermainkan aku dan bermain di belakang ku..?" ucap Nita.
" Kalian semua mempermainkan aku!"
" Kalian jahat !"
" kalian semua jaha....t !" teriak Nita dari tidurnya.
" Sayang..! kamu kenap?!" tanya Rian yang terbangun karena suara teriakan Nita.
" Mas, aku..., aku bermimpi buruk mas." kata Nita.
" Saya...ng.., sudah, sudah, nih minum dulu airnya. Itu hanya mimpi jangan di pikirkan lagi, ayo tidurlah lagi." kata Rian yang memeluk istrinya.
Lalu Nita pun tidur di samping Rian suaminya, namun matanya tak dapat terpejam. Tetapi dia mencoba untuk tetap memejamkan mata sampai Nita tertidur.
***
Panji dan Lisa sudah menikah selama 10 bulan, dan mereka sangat bahagia. Sekarang mereka sedang bulan madu keliling eropa berdua.
Panji sudah bisa sepenuhnya move on dari Nita masa lalunya itu. Dan kini dia menyongsong kebahagiaannya bersama Lisa yang sudah resmi menjadi istrinya.
Sekarang setiap hari yang ada dalam pikirannya dan hatinya adalah Lisa saja dan sekarang Panji sudah mempunyai tujuan hidup. Tujuannya yaitu hidup bersama Lisa selamanya dan memiliki keluarga bersamanya.
Lisa juga begitu, sekarang hidupnya lebih berwarna dan sudah siap untuk mempunyai keluarga kecil dan melahirkan pewaris kecil dari benih Panji.
Dion dan Manda sangat bahagia melihat abangnya Panji juga bahagia.
Dan Manda sudah melahirkan anak yang sekarang sudah 5 bulan usianya.
Karir dan butik Manda juga sangat berkembang, sehingga mereka sekarang sudah mempunyai rumah impian dan Villa di Paris.
Manda sangat bahagia dengan kehidupannya yang sekarang ini, dengan suami dan anaknya Danu winata. Danu sangat mirip Dion saat masih kecil dulu, dan itu masih ada fotonya di dalam dompet Dion. Foto masa kecil saat di gendong sama mamanya dan di sebelahnya ada mas Panji dan papa mereka.
Manda sangat mencintai Dion dan tak kan dia tinggalkan lagi Dion sendirian.
__ADS_1
" Dion sangat setia menanti ku kembali dan dia satu - satunya pria yang sangat sayang padaku dengan tulus." Manda memujinya dalam hati.
***
Linda...
Sudah 7 bulan keluar dari penjara dan mencari anaknya tak bertemu juga.
Dan ternyata panti asuhan itu sudah pindah dan rumah itu di jual karena kekurangan biaya untuk kehidupan anak - anak itu.
Sampai suatu hari Linda yang bekerja jualan kerupuk keliling dengan sepedanya terjatuh karena di serempet oleh motor yang lewat.
" Agh..." Linda terjatuh dari sepedanya dan terguling ke aspal.
Lalu tiba - tiba seorang anak remaja di depan rumah menolong Linda saat itu.
" Bu..., ibu gak apa - apa?" tanya anak tersebut.
" Iya nak ibu gak apa - apa, agh !" Linda meringis kesakitan.
" Kenapa bu? kaki ibu sakit ya, ayo ke dalam rumah saya dulu biar di obati." kata anak perempuan tersebut.
Linda tak bisa kemana - mana jadi dia dirawat dan bermalam disana.
Seorang ibu datang bertanya padanya dan kepada anak itu.
Ibu itu juga bertanya tentang keluarganya yang bisa di hubungi oleh mereka agar nanti tidak ke carian.
Namun Linda menjelaskan tak memiliki keluarga. Ibu itu sangat terkejut dan sedih mendengarnya, lalu dia menyuruh Linda untuk beristirahat.
Linda pun seperti merasakan ada sesuatu yang tak asing dengan anak itu. Linda pun menghabiskan makanan itu dan meminum obat yang di berikan oleh ibu tuan rumah tadi.
" Nak, sekarang kamu sudah berusia berapa?" tanya Linda yang mengingatkan pada anaknya.
" sekarang berusia 12 tahun bu, dan saya sudah lama tinggal bersama bu Nani disini." katanya.
" Loh, itu bukan ibu kamu? ini tempat apa sebenarnya?" tanya Linda lagi penasaran.
" Ini pan..., ya bu..., sebentar!" ucap anak itu.
" Bu..., saya pergi ya? makanan ibu sudah dan obat juga sudah di minum. Saya masih ada tugas sebentar, saya tinggal dulu ibu istirahat ya..?" anak itu pergi meninggalkan Linda.
" Nak, sebentar ibu...." Linda tak sempat berkata - kata lagi.
Anak itu pergi begitu di panggil oleh bu Nani, dia sangat mandiri dan sangat pengertian dengan yang lainnya.
Begitu banyak anak - anak yang sayang dan suka padanya.
Namun Linda tak tahu nama anak itu siapa. Dan dia juga tak begitu banyak bertanya tentang anak itu ke bu Nani yang masih sibuk dengan urusan anak - anaknya.
Malam hari disaat semua sudah tidur, Linda menggigil dan sedikit meringis kesakitan. Kepala sangat sakit sekali saat itu, dan Linda sedikit berteriak karena tak tahan menahan sakitnya.
__ADS_1
" Agh..., kepala ku..! tolong aku, tolong .." Linda berteriak membangunkan bu Nani dan anak itu.
" Bu! ibu kenapa?!" tanya bu Nani dan anak perempuan itu.
" Kepala ku sakit sekali..!" ucap Linda.
" Ayo Raisa kita bawa ibu ini ke rumah sakit." ucap bu Nani.
Linda mendengar sedikit bu Nani memanggilnya Raisa saat itu. Lalu terdengar suara ambulance datang di depan rumah, Linda pun diangkat masuk ke dalam ambulance.
Bu Nani dan Raisa ikut bersama ambulance tersebut, sedangkan panti itu sementara kakak - kakak yang lain yang mengurus.
Mobil itu membawa Linda ke rumah sakit, dan Linda masih merasa kesakitan.
" Bu Nani, saya mau tanya apakah ibu yang dulu panti asuhan xxx di jalan xxx bu..?" Linda bertanya sambil meringis.
" Dan Raisa ini anak yang di titipkan saat berusia 4 tahun bu? hah..." nafas Linda mulai pendek.
" Iya bu benar..., ibu jangan banyak bicara dulu bu Linda." ucap bu Nani.
" Raisa, ini ibu nak..., aku ini adalah mama kandung mu nak. Mama sudah begitu lama mencari mu kemana - mana..., dan sekarang mama bisa melihat kamu." Linda sangat senang sekali saat itu.
" Mama Linda !" panggil Raisa.
" Ma..., Raisa sangat merindukan mu ma.." Raisa langsung memeluk Linda saat itu.
Linda sangat senang dan bahagia, hari itu merupakan kebahagiaannya yang tak ternilai baginya. Dia dapat bertemu dengan anaknya dan memeluknya.
Lalu tiba - tiba Linda kejang dan tak dapat terkontrol.
" Mama!"
" Ma!"
" Bu, mama kenapa bu..?! mama kenapa?" tanya Raisa.
" Suster bagaimana ini? kenapa dan apa yang terjadi pada bu Linda?" tanya bu Nani.
Suster mengecek dan memasang alat pernafasan, namun sayang tak sempat di selamatkan.
Linda pun meninggal dunia dalam perjalanan.
" Maaf bu, bu Linda sudah tak dapat di tolong lagi." ucap suster itu.
" Mama...! ma bangun ma.., bangun.." ucap Raisa yang sangat sedih saat itu.
Linda sudah tiada dan kini Raisa benar - benar sudah tak punya mama lagi sekarang.
beberapa jam kemudian
Ambulance kembali mengantar jenasah ke rumah ibu Nani lagi, dan mereka mempersiapkan segala keperluan untuk pemakaman.
__ADS_1
Kini Linda pun dimakamkan di dekat panti asuhan itu dan tak beberapa jauh dari mereka.
Rianti sangat terpukul dia sampai beberapa hari murung dan tak ada lagi keceriaan pada dirinya.