PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 122. 1 Tahun kemudian


__ADS_3

~ Ani dan Bisma sudah kembali ke Amerika dan Sementara menempati rumah Nita dan Rian. Silvi juga gak masalah selama mereka mengurus Bisma dan menyayanginya.


Pram dan Silva sudah sering jalan bersama dan saling bertemu. Mereka sudah tak canggung lagi untuk bertemu dimana pun berada.


Namun Silvi belum menerima Pram untuk menjadi kekasihnya, Silvi lebih selektif. Dia tak ingin terjadi sesuatu kepada mereka berdua setelah menikah nanti.


Silvi juga ingin memahami calonnya dulu dan tak mau gegabah langsung menerima pria mana pun dalam hidupnya.


Pram pun mengerti dan perlahan untuk bisa mendapatkan Silvi di hatinya.


Memang Pram agak terlalu tua untuknya namun cinta Pram sangat tulus dan dia sudah berubah, sekarang lebih menghargai dan bersyukur adanya cinta itu.


***


Silvi juga sudah menceritakan keadaan dan kondisi almarhumah mamanya saat itu. Dan juga menjelaskan keadaan dan kondisinya saat menghubungi ponsel Ani yang tak bisa di hubungi.


Silvi pun meminta maaf tak memberi tahunya lagi atau mencoba menelpon lagi. Sekarang Ani dan Aris sudah mengerti dan memahaminya serta mereka turut berduka dan sangat sedih ketika mamanya Rian dan Silvi sudah dianggapnya seperti ibunya saat di Amerika.


Sekarang Ani sudah menjadi manager menggantikan Nita di kantor cabang pak Rahmat yang ada di Amerika.


Bisma sekarang sudah berusia Dua tahun setengah dan sangat pandai sekali.


Alex sudah di jatuhkan hukuman 7 tahun di penjara, papa dan mama Alex juga sudah meminta maaf secara langsung kepada Stella yang masih trauma bila mendengar nama Alex disebut mereka.


Akhirnya mama dan papa Alex kasihan melihat dirinya saat di rumah sakit. Tapi semenjak Rizwan bersamanya Stella sudah mulai bangkit dari traumanya itu.


Kini pak Rahmat berniat menjodohkan Rizwan dan Stella saat ini, tapi atas keputusan Stella dan papanya tak mau memaksakan kehendak.


"Pa, Stella mau kalau papa jodohkan Stella sama mas Rizwan. Stella sudah nyaman dengan mas Rizwan, tapi.....


Stella tak tahu mas Rizwan mau tidak sama Stella." ungkap Stella langsung di depan Rizwan.


Rizwan hanya diam saja tanpa ekspresi wajahnya, Stella yang melihat menjadi bingung dan sedikit kecewa.


Lalu Rizwan berkata kepada pak Rahmat, bahwa dia seorang pria yang penuh bertanggung jawab.

__ADS_1


"Maaf pak Rahmat, saya tidak bisa menerima Stella dengan cara begini." ujar Rizwan yang membuat Stella sedikit sedih dengan perkataannya.


"Rizwan yang seharusnya bertanya kepada Stella, bukan sebaliknya Stella yang bertanya ke saya."


"Stella..., maukah kamu menjadi istri saya dan selalu berada di samping saya?" tanya Rizwan langsung di depan Stella dan pak Rahmat.


"Mas Rizwan..., hiks, hiks..," Stella menangis saat Rizwan mengeluarkan cincin dan melamarnya di depan papanya saat itu juga.


"Aku mau mas..., tapi mas jahat buat aku sedih tadi.., hiks, hiks..," Stella menerimanya.


"Maafkan mas ya Stella..," ucap Rizwan yang jadi merasa bersalah.


Pak Rahmat tersenyum bahagia melihat mereka berdua ternyata memang saling menyukai satu sama lainnya.


Dan Acara lamaran pun di tentukan segera dari kedua belah pihak.


Semua Rizwan yang mengatur tempat dan acaranya, jadi pak Rahmat dan Stella tinggal datang saja ke tempatnya.


Sedangkan Alex masih 6 tahun lagi masa tahanannya di dalam sel. Sekarang Alex harus menerima akibat dari yang dia perbuat saat ini dan tak ada yang bisa menjaminnya kali ini.


Alex sekarang hanya menangis dan menyesali perbuatannya selama ini.


"Mama, papa, maafkan Alex. Ternyata apa yang papa lakukan kepada Alex semua itu tidak ada yang salah pa..,"


"Alex lah yang bersalah yang tidak mau mendengar ucapan papa yang bisa membuat Alex jauh lebih baik." ucap Alex yang memeluk papanya.


Pak Edward sangat sedih melihat kondisi anaknya, namun itu semua untuk pembelajaran bagi Alex yang dia dapatkan. Pada akhirnya Alex pun menyadari dan belajar dari kesalahannya selama ini.


***


Ani mendapat kabar kalau Silvi bersama dengan Pram, dan Pram juga pernah di ajak Silvi bertemu dengan Bisma anak Rian dan Nita.


Pram sangat senang dan teringat akan calon anaknya dulu yang masih dalam kandungan Selly istrinya dahulu yang telah meninggal.


Silvi juga sudah mendengar semua cerita istrinya Pram dari Pram sendiri.

__ADS_1


Silvi juga tahu kalau Pram adalah seorang duda bukan seorang lelaki yang masih bujangan.


Semua sudah di ceritakan oleh Pram kepada Silvi, agar tak ada yang di tutupi lagi ke depannya. Dan sekarang Pram hanya menunggu kepastian Silvi saja mau menerima diri Pram atau tidak. Pram sudah menyatakan cinta dan perasaannya ke Silvi bahkan melamarnya saat itu.


Namun Silvi minta waktu kepada Pram untuk berpikir kembali, karena dia belum bisa untuk membuka hati karena masih sedih untuk menerima ke hadiran Pram dalam hidupnya.


"Andaikan anak ku bisa di selamatkan saat itu, mungkin sekarang aku sudah memeluknya seperti memeluk Bisma." ucap Pram yang terlihat sedikit sedih.


"Hai Bisma.., sekarang waktunya tidur malam. Ayo kita tidur sama mama.." Ani datang mengajak Bisma.


"Iya mama..," kata Bisma dengan suara imutnya.


"Pamit dulu dong ke tante dan om nya..," ujar Ani mengajarkan tata krama ke Bisma.


"Tante Silvi dan om, Bisma pergi tidur dulu ya.., dah tante dan om.." ucap Bisma yang sambil pergi ke arah Ani.


Silvi dan Pram masih duduk disana di teras samping ruang keluarga, dan sedangkan Ani dan Aris berada di kamar Bisma menemaninya tidur disana.


Kebetulan Silvi tidur di rumah mereka, dan Pram tadi yang mengantarnya ke rumah. Mobil Silvi mogok dan sedang ada di bengkel, Pram yang membawa ke bengkel dengan mobil derek.


Silvi tak tahu kenapa dengan mobil itu saat dijalan mau pulang kerumah.


Dan tak sengaja bertemu Pram saat itu sedan mau pulang kerja juga, dan melintas ke arah tepat Silvi berada.


Jadi Pram yang menolong dan menelpon mobil derek untuk membawa mobil Silvi ke bengkel langganannya servis mobil setiap bulannya.


Pram kini sudah menetap di Amerika, karena rumah dan kantornya disana sudah dia jual semua. sekarang pindahkan kantor pusatnya ke Amerika dan membuka cabang kantor di Jakarta agar karyawannya yang lama tak terancam berhenti karena Pram sudah ada di America saat ini.


Malam sudah larut, Pram segera pamit pulang ke Silvi, sementara Aris dan Ani sudah tidur duluan malam itu.


"Silvi, aku akan menunggu sampai kau bersedia. Tapi kalau kau menolak karena tak suka atau memang tak ada rasa cinta, mas Pram tak apa dan tak akan menunggu dan mengganggu kamu lagi." ucap Pram saat akan pergi dan menyalakan mesin mobilnya.


"Iya mas Pram, beri Silvi waktu sebulan ini ya mas. Nanti akan Silvi beri tahu kalau sudah siap hidup bersama mas Pram. Kalau begitu hati-hati dijalan dan terima kasih sekali lagi ya mas...," ucap Silvi dengan lembut.


__ADS_1


__ADS_2