
" Mas, terima kasih ya sudah menjadi bagian dalam hidupku yang terpenting sekarang. Aku sudah tidak hampa lagi karena ada kamu mas." ucap Lisa istrinya Panji.
Mereka saat ini masih berlibur di eropa, dan menikmati beberapa musim disana. Kebahagian mereka memang sudah sepatutnya dirasakan, bila di ingat kembali masa lalu yang pernah mereka alami waktu itu.
Keluarga kecil Dion...
Manda sekarang lagi sibuk - sibuknya dengan beberapa aktifitasnya, di tambah lagi sekarang Alena putri mereka sudah sangat lasak merangkak kesana dan kemari.
Butik yang Manda dan Dion miliki sekarang sudah mempunyai brand baru yaitu " Alena Fisya " yang diambil dari nama putri mereka saat ini.
Keberadaan Alena sangat membawa keberuntungan bagi perkembangan usaha mereka.
Semenjak Alena berada di dalam kandungan Manda, butik dan usaha fashion mereka berkembang dengan pesat saat itu juga.
Pemesanan dimana - mana melonjak dengan drastis saat itu, sampai akhirnya mereka menambah karyawan karena sangking tak terkendalinya barang yang di pesan.
Kini butik dan usaha di bidang fashion mereka sudah sampai go internasional, dan brand Alena sudah di pakai oleh model - model dalam fashion week di panggung catwalk dunia.
Alena si malaikat kecil melebarkan sayapnya dan menggebrak dunia internasional. Manda sangat beruntung di kehidupannya memiliki Alena dan Dion yang setia menunggunya.
" Bila Dion tak menunggu, dan aku tak bersamanya. Maka Alena malaikat kecil ku tak ada bersama ku saat ini juga." berkata dalam hatinya.
Manda selalu tak mau sedikit pun kehilangan momen dari Alena tumbuh sampai dia menjadi dewasa.
Sekarang baginya keluarga kecil ini anugrah yang di kirim untuk hidupnya dari Sang Pencipta.
***
" Hoek, hoek..!
Selly masih saja muntah - muntah, padahal usia kandungannya sudah mau masuk 7 bulan.
Namun Selly masih merasakan begah di dalam perutnya itu. Kini perut Selly sudah membesar, bahkan lebih besar dari orang - orang pada biasanya.
Namun sekarang Selly tak banyak mengeluh lagi, Selly merasa itu adalah proses dari kebahagiaannya. Jadi dia sangat menikmati perjalanan menjadi ibu. Sekarang Sumi sudah lelah memohon kepada Pram agar mau kembali lagi kepadanya. Dia menaruh dendam kepada Selly dan ingin membunuhnya saat itu juga.
Sumi tak tahu bahwa Linda anaknya itu sudah tiada dan di makamkan dimana juga dia tak tahu. Karena Sumi saat Linda di penjara sudah tidak perduli lagi kepadanya.
Malam itu Sumi memikirkan sebuah rencana untuk besok yang akan dia lakukan untuk Selly. Sumi berencana akan membunuh anak dalam kandungannya Selly saat itu juga.
" Sekarang aku akan membuat kebahagiaan mu hancur, bahkan belum melihat dunia ini aku sudah akan meniadakannya saat ini juga." berkata dalam hatinya.
__ADS_1
Sumi pun bersikeras memikirkannya, dan dengan cepat mendapatkan ide dari otaknya yang sudah terbiasa akan sebuah ide yang kotor.
Dia sudah tak memikirkan dosa lagi dengan perbuatannya itu. Yang ada dalam hati dan pikirannya adalah dapat membuat Selly menyesal karena telah melakukan persaingan dengannya.
Malam itu pun ide sudah muncul dan Sumi tersenyum puas akan hal itu.
Dan dia sekarang bisa tidur tenang saat semua sudah dia dapatkan jawaban untuk membuat Selly menderita.
***
Malam itu, Nita ingin pergi ke kamar bayinya. Disana dia melihat bayinya masih di dalam inkubator selama sebulan lebih. Dan Nita harus berpisah dulu dari anaknya agar anaknya bisa bersamanya nanti.
Nita tak mau meninggalkan anaknya di rumah sakit sendirian, jadi setiap hari Nita pasti tidur di rumah sakit.
Sementara Ani berada dirumah untuk menjaga rumah dan mengurusnya.
Aris juga sudah di beri kabar pada Ani tentang kejadian yang menimpa Nita.
Aris juga meminta bantuan petugas di America untuk bantu mencari Rian saat ini.
Bahkan pencarian sampai di kerahkan ke media masa dan di informasikan dimana - mana.
Mamanya Rian menangis mendengar berita itu kembali disiarkan. Silvi juga berusaha mencari melalui media sosialnya dari teman - teman onlinenya.
Sedangkan Nita masih yakin dengan hatinya bahwa Rian masih hidup, namun sekarang entah dimana.
Tetapi dia selalu berdoa agar mereka segera di pertemukan dan bisa berkumpul kembali.
****
Bulan depan anaknya Nita sudah boleh di bawa pulang ke rumah oleh dokter. Anak Nita sudah kuat dan bisa beradaptasi di sekitarnya, bahkan sekarang berat badannya sudah meningkat sekali.
Nita selalu memberi Asi eksklusifnya, walau sudah mulai masuk kantor tapi Nita selalu kirim hasil pompa Asi nya ke rumah sakit dan selalu menyimpan ke dalam botol.
Nita dan mama mertuanya sangat senang sekali saat tahu putri Nita dan Rian di perbolehkan pulang bulan depan. Nita juga sudah siapkan kamar untuk putrinya dirumah.
Aris menelpon Ani...
📞 " Mas, sepertinya rencana kita akan kita undurkan saja dulu untuk sementara. Aku tak tega melihat Nita yang selalu melamun dan yakin dengan Rian akan pulang dan kembali." kata Ani.
📞 " Iya Ani, mas juga begitu. Sekarang mas masih usahakan untuk mencarinya dimana pun. Kau bersabarlah sebentar lagi, dan selalu semangati Nita untuk kuat karena anaknya sangat membutuhkannya." Aris memberikan penjelasan.
__ADS_1
" Hah..."
Ani menghela nafasnya karena sedikit lelah untuk berpikir dengan hubungannya sama Aris. Begitu banyak kendala dan halangan yang membuat mereka belum juga bersatu.
Sementara Rian di rumah sakit...
Rian membuka matanya dan melihat di sekelilingnya, lalu dia melihat ada seseorang yang tidur di sebelahnya dalam keadaan duduk di kursi.
Lalu dia memegang kepalanya dan meringis kesakitan. kepalanya sedikit sakit karena berpikir dan tak ingat apa - apa.
" Aish..."
" Kepala ku sakit sekali, kenapa dengan aku ini." berkata perlahan.
Bella terbangun karena Rian bergerak dan terdengar suara dari Rian. Bella merasa sangat senang melihat Rian sudah sadar dari komanya.
Lalu Bella dengan cepat memanggil dokter segera untuk memeriksa kondisi Rian saat ini.
" Teet.., teet.." tombol memanggil suster dan dokter telah di tekan Bella.
Dokter dan suster pun datang ke ruangan Rian, mereka masuk dan melihat Rian sudah sadar dari koma tersebut. Segera mereka memeriksa keadaan Rian saat itu, terlihat dia memejamkan matanya karena kepalanya masih terasa sakit.
" Kenapa saya disini? apa yang akan kalian lakukan pada saya? kalian siapa? tanya Rian.
" Tenanglah sayang..., mereka adalah dokter dan suster yang menangani mu." ucap Bella menenangkan Rian.
" Siapa kamu?! kenapa aku ada disini?!" tanya nya lagi berteriak.
Lalu dokter memberikan penjelasan kepada Rian, mereka juga memeriksa keadaan kepalanya Rian.
Suster lanjut menangani Rian, sementara dokter dan Bella keluar dari ruangan itu. Rian sudah bisa tenang karena sudah di jelaskan oleh dokter dan Bella tadi.
" Bu Bella, pak Ramon sepertinya mengalami Amnesia karena benturan itu. Untuk sementara dia tak bisa mengingat apa - apa." kata dokter itu ke Bella.
" Untuk mengembalikan ingatannya, kau harus berusaha berbicara dan membawanya ke tempat - tempat kenangannya." ucap dokter itu lagi.
Bella pun mengerti dengan ucapan dokter tersebut, dan Bella juga sudah berbohong kepada dokter tentang nama asli Rian yang diubah menjadi Ramon olehnya.
Imel dan Bella sudah bekerjasama untuk memalsukan dan menggantikan identitas Rian saat ini.
Bella sengaja agar Rian tak kembali lagi bersama Nita untuk selamanya.
__ADS_1