
Panji menanti mamanya pulang, dia duduk di taman belakang dan sedang berpikir. Kenapa mamanya tidak pernah cerita kepadanya, dan sementara dia sudah dewasa.
Begitu banyak pertanyaan dalam benaknya dan sekarang juga dia akan langsung bertanya kepada Sumi ( mamanya ).
Sumi pun sampai di rumah, bibi pelayan langsung keluar dan menyambutnya.
" Dimana Panji bi..?" tanya Sumi.
" Di taman belakang nyonya.." ujar bibi.
" Bi, tolong saya dibuatkan teh lemon ya." Nanti bawakan ke taman belakang saja, saya mau menemui Panji disana." ucap Sumi kepada pelayan rumahnya.
" Hai Pan, kamu sedang apa disini..?" Sumi bertanya saat menghampiri Panji anaknya.
" Panji lagi menunggu mama pulang." Ada sesuatu yang mau Panji tanya dan katakan kepada mama." Dan Panji minta tolong ke mama agar menjawab dan menceritakan semuanya dengan jujur." Panji terlihat serius dengan perkataannya.
Sumi sedikit terkejut akan ucapan Panji, dan dia kali ini tidak bisa berkutik.
" Sepertinya kali ini aku harus mengatakan semuanya, agar dia tidak menyalahkan ku dan pergi dari ku." Kalau dia pergi dari mana lagi sumber uang ku, sedangkan mas Pram belum resmi aku miliki." Sumi masih memikirkan uang dan kesenangannya.
Sumi pun mengatakan semuanya, bahwa dia itu istri kedua dari papanya. Dan dia juga mengatakan dirinya bukan ibu kandung melainkan ibu tirinya.
" Pan, Dion itu adalah adik kandung mu, dan ketika kamu masih kecil papa mu yang membawa kamu kepada ku." Papa mu ingin kau bersamanya dirumah ini bersama ku." Sumi menceritakan semua masa silam itu.
Panji yang hanya mendengarkan tanpa ada pertanyaan lagi dari mulutnya merasa kecewa setelah tahu. Mereka semua menutupi cerita dan peristiwa itu darinya.
Panji merasa seluruh tubuhnya lemas, dan serasa tak percaya dengan semua ini. Dion juga sudah memberi tahukan kepada Panji tentang Linda. Dion menceritakan bahwa Sumi pernah menyuruh dirinya untuk merayu Linda. Dan Dion mengikuti rencananya, tetapi sebelum tahu bahwa ternyata Linda itu adalah anak dari Sumi sendiri. Sumi ingin menjebak Dion dan membuat rencana dari itu semua.
Tetapi Panji tidak menyangka kalau Sumi dan Linda bersekongkol akan itu semua.
Linda saat itu tidak dia yang membesarkan, kakaknya yang dikampung menjaga Linda saat itu sampai besar.
Sumi saat itu menjadi wanita simpanan agar dapat membesarkan Linda dikampung bersama kakaknya.
Panji semakin kecewa, ternyata semua yang dikatakan Dion itu memang benar adanya. Mamanya yang dia sayangi hanya memperalatnya saja, dan dia juga berbohong tentang identitas Linda yang sesungguhnya.
__ADS_1
Sumi belum bercerita semuanya kepada Panji, masih ada yang ditutupinya dari Panji. Sumi takut Panji akan pergi dari dirinya, dan dia tidak bisa mengeruk uang dan rumah yang dia tempati sekarang ini adalah milik papanya.
***
Yadi sudah pergi dari rumah Sofi, ternyata diam - diam Yadi sudah membuat surat perceraiannya. Sofi yang tidak tahu akan hal itu, pasti akan terkejut melihat surat cerai yang ada di meja kamar riasnya.
Yadi sudah tidak perduli lagi dengan Sofi, dan seluruh aset dan harta sudah di putarnya. Sementara uangnya sudah masuk ke rekening Yadi sendiri.
" Ting, tong.." suara bel rumah Linda berbunyi. Dia segera berjalan menuju pintu rumahnya sambil menggendong anak keduanya ( Raisa ).
" Ya cari siapa ya...?" tanya Linda yang sedang membuka pintu dan tidak tahu akan kehadiran Yadi saat itu.
Linda melihat Yadi sedang berdiri dihadapannya dengan koper dan tasnya ditangan.
" Mas Yadi..?!" Linda langsung memeluknya.
" Mas, kamu kesini kenapa gak beri aku kabar dulu." Aku terkejut kamu sudah ada disini, tetapi aku masih marah padamu." Istri mu datang kesini melabrak ku, dan mungkin dia kesini tanpa sepengetahuan mu." Linda mengomel dengan wajah cemberutnya.
" Mas, gara - gara dia aku jadi malu dengan tetangga." Semua orang mengira aku adalah pelakor yang merebut suaminya." Linda menutup pintu rumahnya sambil masih mengomel.
" Iya sayang.., biarkan saja apa yang orang bilang." Mereka kan tidak tahu saja kalau kamu itu memang ibu dari ja ku yang sesungguhnya." Yadi mengelus kepala Linda.
" Sayang ini Raisa anak ku..?" tanya Yadi dan langsung menggendongnya.
" Iya mas, ini Raisa." Linda menyerahkan Raisa ke Yadi dan membawa masuk koper serta tas yang Yadi bawa.
" Mama..., Ririn mau makan." Siapa ini ma..?" Ririn bertanya kepadanya.
" Iya sayang..., ini papa kamu." Namanya papa Yadi." Salim dulu papa sayang.." ucap Linda ke Ririn.
Yadi dan Ririn pun langsung bersalaman dan Ririn masih diam sedikit heran.
" Kamu lapar ya sayang..?!" mama ambilkan dulu makannya Ririn ya sayang..." Kamu duduk dulu dong disana dekat papa dan temani papa sama adik Raisa." Linda berkata kepada anaknya.
Linda terlihat bahagia karena sekarang Yadi sudah kembali kepadanya. Dia juga berharap akan menjadi keluarga bahagia seperti keluarga yang lainnya.
__ADS_1
***
Panji berdiri dan dia berjalan masuk menuju kamarnya, dia ingin istirahat setelah lelah berpikir tentang apa yang terjadi.
Dia merasa ini semua mimpi baginya, dan terasa sesak di dadanya.
" Tring..., ponselnya berbunyi." tanda pesan masuk disana.
Di ambilnya ponsel yang ada di meja dekat ranjangnya. Ponsel itu dibuka dan pesan pun dia baca.
" Pak Panji, minggu depan saya dan kekasih saya akan bertunangan." Secara langsung dengan tidak mengurangi rasa hormat sempatkanlah pak Panji untuk menghadirinya." Saya mau telpon takut mengganggu nantinya, jadi saya kirim pesan saja." isi pesan itu dari Rian.
Panji hanya diam saja dan membaca tanpa membalasnya. Saat ini hatinya sedang terluka dan kecewa, karena orang yang dia sayang sudah membohonginya.
Panji hanya terbaring di ranjangnya, menatap langit - langit kamarnya dalam diam. Dan tak lama kemudian dia tertidur dalam kediaman, dan air matanya mengingat kembali Nita yang dia nanti.
Sumi masih duduk di taman belakang menikmati teh lemon. Namun jantungnya masih berdetak tak karuan, dia takut akan sikap Panji terhadapnya setelah tahu cerita yang dia dengar tadi dari mulutnya.
" Tring..., sayang aku tunggu kamu di Brian malam ini." Pram mengiriminya pesan lewat ponselnya.
" Baiklah mas, nanti malam aku akan kesana." Sumi membalas pesannya Pram seketika.
Sumi tidak ada pilihan selain mengabulkan permintaan Pram, agar mendapat transfer darinya.
Sumi segera pergi kedalam dan segera bersiap - siap di kamarnya.
Kali ini dia juga ingin minum menenangkan pikirannya dari apa yang telah terjadi saat bersama Panji.
Sumi masih memutar otaknya untuk bisa melancarkan aksinya dan mendapat kepercayaan dari Panji lagi.
" Tring.., tring.." Suara ponsel Sumi berdering.
" Hallo ma, hari ini aku sedang happy." Mas Yadi sudah pulang, dan nanti malam kami akan keluar makan." Mama akan aku jemput jam 8 malam ya ma..?!" ucap Linda dari seberang.
" Tidak usah nak, mama nanti malam mau keluar dan tidak sempat untuk makan bersama kalian." Pergilah bersenang - senang sayang, titip salam mama ke Yadi ya." ucap Sumi kepada Linda.
__ADS_1
Dulu Sumi sangat menentang hubungan Linda dan Yadi, tapi sekarang setelah Yadi sukses Sumi langsung merestui mereka berdua.