
🌟 Hari itu keluarga Aris dan Nita datang ke rumah Ani, mereka membicarakan tentang rencana dan hari yang baik untuk di tetapkan. Ani terlihat sangat senang dan bahagia kerena semua berjalan dengan lancar.
Tinggal menunggu hari dimana semua sudah sah untuk menjalani hidup bersama selamanya.
Nita sangat senang dan bahagia untuk mereka, apalagi orang tuanya Aris yang sangat menyetujui dengan hubungan mereka sejak dari awal.
Karena menurut pakde dan bude Nita, Ani itu sangat baik orangnya.
Semua sudah diputuskan dan di tetapkan bahwa 8 bulan lagi akan diresmikan hubungan mereka ke acara selanjutnya.
Ani pun merona dan malu, Aris sangat bahagia bisa mendapatkan Ani yang sangat baik baginya.
Mamanya Aris terlihat menitihkan air matanya karena sangat bahagia.
Dia tak bisa menahan bendungan itu, dan mengusapnya dengan tisu.
" Sekarang Aris sudah menemukan wanita pilihannya, aku dan suami ku bisa sedikit tenang dengan mereka. Nita sudah bahagia, dengan keluarga kecilnya, dan sekarang sudah berkumpul dengan suaminya." batin budenya.
Rumah Ani saat itu dipenuhi para tamu, tetangga dan kerabat.
Semua pada datang untuk ikut merasakan kebahagiaan Ani dan sekeluarga
" Wah Ani tampan sekali calon kau, dimana mendapatkannya?" tanya Wita dengan.
" Hust ! kau ini selalu mau tahu saja. hahahaha..." Ani tertawa bersamanya.
Dari jauh mereka berdua melirik dan curi - curi pandang ke arah Aris dan sedikit tertawa, mereka sedang asik membicarakan Aris saat itu.
***
Nita dan Rian pulang hari itu juga balik ke America diantar ke bandara oleh Aris , pakde dan budenya. Mereka mengeluh belum pernah melihat Bisma dan sangat ingin menggendongnya, tapi belum bisa kesana.
"Nita kenapa tak kamu bawa cucu oma mu ini..." wajah budenya sedikit sedih.
" Oma..., nanti deh kalau pas mas Aris nikahan akan Nita ajak sama mama sekalian ya sayang." ucap Nita ke suaminya.
" Iya bude, kalau tadi dibawa kasihan masih kecil banget. Janji deh nanti kita bawa, atau bude dan pakde ikut kami pulang ke sana saja yuk?!" ajak Rian.
" Kalau itu ya bude belum bisa ke sana nak..., ladang dan perkebunan siapa yang jaga nanti. Okelah lain kali bisa ketemu si gemoy oma, jaga kesehatan kalian dan si gemoy oma ya.." ucap budenya.
__ADS_1
Sampai di bandara mereka pun berpisah dan masih akan lama lagi bertemunya.
"Mas, aku kangen dengan Bisma jadinya. Aku sudah gak sabar untuk segera menggendongnya bersama ku." ucap Nita.
Dan tak beberapa lama Nita pun terlelap dalam mimpi karena kelelahan harus bolak - balik ke Amerika dalam waktu singkat.
Selama di perjalanan di atas awan pesawat terbang dengan tenang tanpa ada banyak guncangan.
Bisma di rumah...
"Iya sayang..., jangan menangis lagi ya. Mama sebentar lagi juga pulang kok..." ungkap oma.
"Mbak, kenapa ya Bisma menangis saja? gak biasanya dia menangis seperti ini. Padahal tadi baik - baik saja." ujar oma ke suster jaganya.
"Iya bu, padahal dia sudah minum susunya dan tak pipis atau pup. Tapi kenapa ya kok bisa begitu?" susternya bingung.
"Iya sayangnya mbak.., kangen mama ya..? mama cepat pulang dong ma.., Bisma kangen nih sama mama..." susternya mengajak bicara Bisma.
Namun usaha suster dan oma tak berhasil, namun saat menggendong tiba - tiba Bisma menarik kain baju mamanya yang ada tempat setrikaan.
Dia memeluk kain itu dan tertidur dalam gendongan karena sudah kelelahan menangis.
Sementara Rian dan Nita...
Pramugari memberi arahan agar tidak panik dan pakai sabuk pengamannya, serta tetap tenang dan berdoa. Pilotnya sedang berusaha untuk tetap mengendalikan pesawat tersebut dengan baik.
"Mas, ada apa dengan pesawatnya mas?" Nita mulai cemas dan panik.
" Tenang sayang, ikuti instruksi dari pramugarinya saja dan banyak berdoa." ucap Rian yang sebenarnya juga sangat cemas.
Nita menggenggam erat tangan Rian, dan dia sangat takut terjadi sesuatu pada pesawat tersebut.
Lalu ternyata apa yang di duga oleh Nita benar - benar terjadi.
Bugh...!"
Pesawat itu terjatuh ke dalam lautan dan semua penumpang masih di dalam pesawat, tapi mereka sudah bersiap memakai pelampung seperti yang di instruksi pramugari.
Pesawat itu sekarang tenggelam ke dasar lautan, dan pesawat itu terbentur batu karang besar sehingga pesawat itu terbelah dua jadinya.
__ADS_1
Nita dan Rian saat itu pingsan di dalam pesawat karena benturan itu. Dan mereka masih saling menggenggam tangan satu sama lainnya.
Berita mulai ada dimana - mana, Bisma yang tadinya menangis terus kini sudah tertidur menggenggam kain mamanya.
Saat itu oma tahu Bisma menangis karena tahu takut terjadi sesuatu pada mama dan papanya saat itu.
Mamanya Rian menangis saat tahu melihat berita di siara tv di rumahnya.
Mamanya hanya bisa berdoa semoga tak terjadi apa - apa dengan anak dan menantunya.
Tetapi sebenarnya Rian dan Nita sudah tenggelam bersama pesawat itu, sekarang hanya menunggu keajaiban baru bisa kita tahu mereka selamat atau tidak.
Ani dan Aris...
Ani dan Aris juga terkejut dan bude pingsan saat mendengar berita tersebut di katakan oleh Aris.
" Bude?! bude?!" ucap Aris menyadarkan dari pingsannya.
Semua keluarga yang saudaranya ada di pesawat itu berduka dan sedih seketika.
Bahkan Bisma sendiri sudah merasakan mama dan papanya dalam bahaya. Tetapi oma tak tahu apa yang terjadi pada Bisma saat itu.
Kini tim sedang mencari semua penumpang pesawat terbang itu di dasar laut. Semua masih mengerahkan penyelam dan tim sar untuk ikut membantu mereka.
Dan penyelam sedang mencari kotak hitam pesawat untuk menjadikan bukti tentang apa yang terjadi dengan pesawat itu.
Tiba - tiba disekitarnya buruk, ada badai dan ombak terlalu tinggi jadi mereka melanjutkan pencariannya besok dari pagi hari.
kini Bisma harus sendirian tanpa mama dan papanya lagi.
" Kasihan cucu ku, harus menjadi anak yatim piatu kalau mereka tak selamat dari kecelakaan itu." pikir oma Bisma.
Namun mamanya Rian terus berdoa dan berusaha untuk mencari mereka, Silvi menangis sepanjang malam karena harus kehilangan kakaknya dua sekaligus dan Bisma sendirian.
Semua orang merasa sedih sekali karena itu terjadi sangat tak terduga.
Di penjara...
Bella yang tahu akan berita itu dan mendengar nama - nama penumpangnya merasa senang dan bahagia sekali.
__ADS_1
" Akhirnya kalian berdua mati juga bersama. Aku tak terima kalau kalian hidup bahagia dan bersenang - senang di atas penderitaan ku Rian dan Nita." batinnya berbicara.
Hati Bella sudah menjadi sangat jahat, dan semakin membenci mereka berdua. Bella sudah tidak mencintai Rian lagi untuk selama - lamanya, dia hanya ingin dalam hatinya mereka mati dan tak pernah kembali lagi.