
Mereka ingin melihat kejadian itu di balik layar monitor pemilik cafe. Ani sangat antusias ingin cepat melihat rekaman itu. Nita yakin sengaja di buat terjatuh pasti saat itu.
Tapi ternyata dari rekaman mereka pada jam yang dituju tidak ada kejadian apapun disana. Bahkan semua terlihat biasa saja tak ada yang aneh mereka saksikan.
Nita memang masuk ke toilet, namun di situ Nita terjatuh dengan sendirinya tanpa ada yang mencelakainya.
Ani tak percaya yang dilihatnya pada saat itu, dan dia merasa ada kejanggalan pada rekaman cctv mereka.
" Bagaimana ini bisa terjadi ! Mana mungkin Nita menjatuhkan dirinya sendiri dan membuat dirinya terluka!"
Pasti ada yang tak beres dengan kalian?! Kalau kalian tak mau memberi tahukan video rekaman aslinya secepatnya pada ku, akan aku cari tahu tentang itu sendiri." ucap Ani.
" Aku juga tidak akan tinggal diam dan akan aku perpanjang di bagian militer disini." ucap Aris memastikan mereka.
Ani dan Aris pergi dari tempat itu, mereka merasa kesal dan marah karena tak dapat menemukan orang yang sudah membuat Nita sakit saat ini.
📞 " Tring...!" suara ponsel berdering.
" Ya ada apa?" tanya nya.
" Bu, semua sudah di bersihkan, mereka tadi datang kemari untuk melihat rekaman cctvnya. Dan seperti yang ibu perintah sudah kami lakukan." ucap Pelayan yang bekerja di cafe itu.
" Bagus sekali kerja mu, berarti mereka tidak mendapatkan barang buktinya?" tanya Imel kembali.
" Tidak bu, mereka sangat marah dan kecewa karena tidak bisa membuktikan apa - apa. Sesuai perjanjian kita segera transfer ke saya sekarang juga." ucap orang tersebut.
" Oke, saya akan transfer sekarang juga ke kamu sebesar 5juta." kata Imel kepada pria itu.
Pembicaraan mereka di tutup saat itu juga, tak ada yang tahu bahwa itu semua adalah ulahnya Imel yang ingin membalas dendam kepada Nita.
Ani dan Aris segera kembali ke rumah sakit, mereka ingin melihat ke adaan Nita disana.
" Pak Rian, silahkan masuk." ucap suster itu.
Rian pun buru - buru masuk untuk melihat keadaan Nita di dalam.
__ADS_1
" Dokter bagaimana dengan Nita dan janin di dalam kandungannya?" tanya Rian yang khawatir.
Nita di papah Rian untuk turun dari tempat tidur dan duduk di kursi.
" ish..." lututnya Nita masih merasa sakit.
Rian sangat khawatir akan yang telah terjadi pada Nita.
Nita berjalan dengan perlahan dengan memegang pinggangnya yang sedikit sakit juga.
Nita pun duduk di kursi depan meja dokter.
" Bu Nita, pak Rian, syukurlah anak dalam kandungan kalian tidak terjadi apa - apa. Semua Normal dan baik - baik saja, bahkan dia begitu nyaman di dalam." ucap dokter tersebut.
" Hanya lutut dan tangan bu Nita saja yang lecet. Sedangkan kaki bu Nita belum bisa di bawa jalan terlalu banyak. Jadi saya sarankan untuk memakai kursi roda untuk sementara."
" Nanti bila sudah baikan kursi roda sudah tidak di perlukan lagi. Itu semua agar tulang dan syaraf di kaki tak bergeser lagi." kata dokter itu lagi.
" Baiklah dok, terima kasih sekali lagi." ucap Rian.
Rian dan Nita pun keluar dari ruangan, Ani melihat Nita di dorong dengan kursi roda saat itu.
" Nita, kau kenapa di kursi roda? Kau kenapa Nita?" tanya Ani yang terkejut melihat Nita.
" Ani aku tak apa - apa, ini hanya sementara saja, karena kaki ku tidak bisa banyak untuk di bawa jalan dulu." ucap Nita sambil tersenyum.
Nita mengajak mereka pulang kerumah saat itu, dan semua pun menghormati permintaan Nita.
" Saat ini aku bingung mau berkata apa pada mereka bila terus bertanya tentang kejadian ini. Haruskah aku bilang kalau ini adalah ulahnya Imel mantan karyawan ku?" Nita bingung harus bilang atau tidak.
Mereka semua pulang dengan mobil masing - masing, Nita pulang bersama Rian. Sedangkan Ani balik ke kantor lagi dan diantar oleh Aris.
Imel dan Bella
" Itu mereka pulang, dan sepertinya kita masih perlu rencana yang baru lagi. Agar Nita dan Rian segera pisah untuk selamnya." ucap Bella dari dalam mobilnya.
__ADS_1
" Lihat saja kau Nita dan Ani, aku akan beri perhitungan pada kalian. Semua yang sudah kalian lakukan akan aku balikkan kepada kalian." Imel sangat dendam pada mereka.
Imel dan Bella pun segera pergi dari tempat itu, dan sekarang mereka akan merayakannya dengan para teman di bar termewah.
Nita pun sampai dirumahnya, Rian membantu Nita untuk turun dan duduk di kursi rodanya. Dan mereka masuk ke dalam rumah, art nya Nita menyambut dan membukakan pintu untuk mereka.
" Pak Rian apa yang terjadi pada bu Nita?" tanya art nya.
" Saya tidak apa - apa mbak..., hanya kaki saya keseleo saja. Jadi harus memakai kursi roda untuk sementara saja mbak." ucap Nita sambil tetap tersenyum.
" Mbak, saya minta tolong bawa ibu masuk ke dalam duluan. Saya ada yang harus saya ambil di dalam mobil." ucap Rian.
Nita pun masuk kedalam rumah, dan art nya yang sekarang mendorong kursi roda saat ini. Rian balik ke mobilnya untuk mengambil barang - barang serta obat Nita yang tertinggal disana.
" Apakah ibu mau minum?" tanya art nya.
" Iya mbak, ambil air putih saja karena saya akan minum obat saya sekarang." mbak itu mengambil air minum untuk Nita dan meletakkannya di atas meja.
Rian pun datang dengan obatnya Nita yang tadi tertinggal di dalam mobil Rian.
" Brrm.., tin, tin." Aris pulang kerumah.
Saat ini Aris ingin membereskan semua barangnya ke dalam kopernya lagi. Aris pun masuk ke dalam rumah, dan menemui Nita yang sedang berada di meja makan dekat dapur masak.
" Mas Aris sudah pulang? Ani mana mas?" tanya Nita yang mencarinya.
" Ani balik ke kantor Nita, dan dia ingin menyelesaikan tugas - tugasnya. Dan mas nanti sore akan menjemputnya pulang kerumah." kata Aris.
" Nita mas mau tanya kepada mu, siapa yang sudah mencelakai mu?" Aris bertanya dan sambil menatapnya.
" Tolong kamu jangan menutupi kelakuan mereka. Dan lebih baik katakan pada mas sekarang, biar mas bisa memberi pelajaran pada mereka." ucap Aris meyakinkan Nita.
" Tidak ada mas, tadi Nita hanya terpeleset saja. Tidak ada yang mencoba mencelakai Nita saat itu." ucapnya Nita menyembunyikan kebenaran.
Nita cuma tak ingin Imel salah paham dan tetap dendam padanya. Sebenarnya Nita mengeluarkan Imel bukan tanpa pesangon yang cukup saat itu. Bila kejadian itu sampai di ketahui oleh pak Rahmat tentang perilaku Imel, pasti pak Rahmat akan sangat kecewa dengan Imel.
__ADS_1
Karena pak Rahmat sangat mempercayainya dan sebenarnya dia akan di tempatkan di kepala cabang saat setelah 6 bulan di kantor Nita.