PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 132. Perjalanan dan Pekerjaan


__ADS_3

~~3Hari kemudian hasil sudah keluar, dan Nita serta Rian suaminya dinyatakan sehat total tanpa ada yang di khawatirkan. Penyembuhan mereka sangat luar biasa, setelah tahu dan membaca kertas yang di berikan oleh dokter Gino, mereka sangat senang sekali.


Nita sudah merasakan pulang dan memeluk hangat Bisma anaknya. Rian sekali lagi berterima kasih untuk keselamatan mereka berkat dokter itu Gino. Nita dan Rian pun segera pesan tiket untuk kepulangan mereka dari sekarang.


Ani dan Aris pun menantikan mereka pulang ke rumah lagi. Dan Aris sekarang masih dalam pemulihannya, dari kantornya dia mendapat cuti total sampai dia sembuh.


Silvi dan Pram sudah menyiapkan hari lamaran untuk mereka, dan mereka juga sudah pesan tempat untuk acaranya. Silvi hanya mau sederhana saja, tidak usah di gedung atau hotel, dia mau di cafe saja. Dan mengundang beberapa keluarga inti dan tak usah banyak-banyak orang yang datang. Nanti ketika resepsi baru semua akan di kabarkan berita bahagia mereka dalam mengikat janji bersama.


***


Di penjara...


Bella saat itu sudah akan bebas sementara Imel tak bisa di bebaskan, masa tahanannya di tambah karena Dion yang tertangkap dan mengaku bahwa Imel yang menyuruhnya untuk melakukan hal itu. Jadi Imel dan Dion pun dipenjara saat itu juga, Dion terkena pasal berlapis karena menculik dengan sengaja dan ingin membunuhnya. Lalu telah di laporkan juga ingin membunuh seorang penegak keamanan dan barang bukti sudah ada di tangan polisi.


Kini Dion tak bisa mengelak lagi, dia pun pasrah akan yang terjadi padanya saat ini. Sementara Imel sangat membenci Bella yang sudah di dukungnya selama ini, tapi malah sekarang dia ingin bersenang-senang sendiri saja.


"Ingat kau Bella, setelah aku bebas kau pasti yang akan menangis mencari ku saat itu." ucapnya dengan nada geram ke Bella.


Sekarang Bella sudah tak berbicara lagi pada Imel selama di penjara, mereka kini bermusuhan dan saling tumbuh dendam di hatinya.


***


Panji dan Lisa...


Lisa sudah melahirkan, dan anak mereka bernama Adinda Syakira, putri itu berkulit putih dan berpipi merah.


Semua orang sangat suka melihatnya, mereka sangat ingin menggendongnya. Adinda sangat manis, dia juga anak yang tenang.


Kebahagiaan mereka semakin lengkap dan terasa sekali berubahnya kehidupan mereka. Lisa juga sangat mencintai Panji, begitu juga Panji yang sangat mencintai istrinya Lisa.


Keluarga mereka sudah utuh sepenuhnya, Panji pun juga sudah tak menyimpan perasaannya lagi pada Nita. Dan kini mereka bahagian dengan keluarga mereka masing-masing saat ini.


***


Pram dan Silvi...

__ADS_1


Silvi yang sangat sibuk membuatnya tak ada kesempatan untuk menghubungi atau jalan bersama Pram. Bahkan sekarang sudah seminggu Silvi tak ada di rumah, dia pergi ke Jakarta karena ada kliennya yang mengajak kerja sama dan membangun di kawasan sana. Silvi pergi untuk melihat kawasan dan keadaan disana.


Tiba-tiba disana ponsel Silvi jatuh dan hilang entah kemana. Dan Silvi belum sempat dan mengurus ponselnya itu. Sedangkan Pram menelpon ke ponselnya Silvi, tetapi tak pernah terhubung ke ponselnya.


Pram merasa kesal karena diabaikan tanpa ada pemberitahuan sekali pun. Pram di abaikan Silvi berhari-haru semenjak dia pergi ke jakarta.


***


Nita dan Rian...


Mereka sudah ada di bandara Malaysia, dan akan segera masuk ke dalam pesawat. Sekarang sudah saatnya kembali lagi ke rumah berkumpul bersama Bisma dan yang lainnya.


✈️ Pesawat pun terbang...


Dalam perjalanan mereka terus membaca doa agar selamat sampai tujuan. Sebenarnya mereka itu masih trauma untuk naik pesawat lagi, namun rasa rindu mengalahkannya dan ingin sekali cepat bertemu dengan keluarga.


Rian memeluk istrinya selama di atas pesawat, dan sama-sama saling menguatkan satu sama lainnya.


"Mas, kalau di pikir-pikir banyak sekali ujian yang kita lalui ya mas."


"Iya mas juga merasa begitu, tapi walau ada saja cobaan kita tetap berjodoh dan ditakdirkan bersatu karena memang jodoh mas dari Allah adalah kamu." Rian membelai istrinya.


***


Silvi yang sudah hampir siap dengan urusannya pun belum bisa kembali hari itu juga. Namun dalam hati Silvi berharap bisa segera kembali dan berkumpul dengan semuanya.


Pram yang kesal langsung besoknya pergi ke Jakarta mencari Silvi di perusahaan xxx itu. Pram langsung datang saat begitu sampai di bandara Jakarta, tanpa istirahat atau makan dulu.


Semua urusan dia kesampingkan dulu demi mencari Silvi dan meminta kejelasannya sekarang juga. Pram tak mau menundanya walau hanya sedetik pun.


Tapi pengawal Pram tetap menyuruhnya untuk sarapan dulu sebentar, karena untuk menjaga kesehatan dirinya.


Pram akhirnya mendengarkan ucapan pengawalnya itu, dan duduk di meja yang hanya ada 2 kursi saja.


"Pelayan tolong sarapan yang ada di cafe ini 2 dan kopinya juga 2."

__ADS_1


"Kopi hitam dengan gula 1 sendok teh saja." ucap Pram yang sekarang tengah menikmati suasana disana.


Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang dengan lengkap.


"Selamat pagi pak, maaf saya datang terlambat, dan semalaman sudah saya ganti semuanya pak." ucap Silvi yang langsung duduk bersama kliennya.


"Bagaimana ini bu Silvi, kau janji ini akan di buat sebagus mungkin. Dan sebagai janji mu kau akan siapkan selama tiga hari saja. Tetapi ini sudah 5 hari dan semua yang kau buat itu tidak sesuai dengan harapan saya.


"Saya ini sangat banyak pekerjaan dan kau malah mensia-siakan waktu saya kepada mu saja ?!" ucap kliennya.


"Tapi pak, ini sebenarnya sudah saya buatkan seperti yang bapak mau. Tapi kenapa bapak berkata tak sesuai juga sampai saat ini. Ini sudah sketsa yang kesepuluh saya kerjakan dan bapak tolong hargai kerja keras saya." ucap Silvi yang sudah merasa di permainkan.


Pram yang ada disitu melihat hal itu, dan melihat Silvi sedang berada di situ bersama kliennya juga pak Haris.


Pram menghampiri mereka disana dan menanyakan serta menyapa Silvi seketika.


"Pak Haris, bu Silvi, ada apa ini pak?" tanya Pram ke pak Haris.


"Oh pak Pram kenapa cepat sekali datangnya pak? Bukannya kesepakatan dan pertemuan kita masih Minggu depan pak?" tanya pak Haris kepada Pram.


"Iya memang seperti itu pak, saya hanya kebetulan sekali kesini dan saya melihat wanita ini merasa tak nyaman." kata Pram yang kembali meminta penjelasan.


Haris menjelaskan dan dia masih mengatakan tak akan pakai lagi dan tak akan bekerjasama dengan Silvi saat itu juga. Pernyataan itu membuat Pram akhirnya naik darah dan kesal kepada Haris.


"Baiklah pak Haris, sepertinya sekarang akan saya katakan kerjasama kita di batalkan."


"Dan saya tidak ingin bekerjasama dengan orang seperti anda saat ini maupun masa yang akan datang nanti."


"Jadi Minggu depan pun tak perlu ada pertemuan lagi antara kita. Terima kasih pak Haris, selamat tinggal." kata Pram yang memutuskan kerjasamanya ke pak Haris secara sepihak.


"Tapi pak Pram, jangan begitu. Kita bahkan belum memulainya, kenapa sudah memutuskan begitu saja?!" ucapnya.


"Karena kau sebagai pemimpin tak bisa menghargai jerih payah orang yang telah bekerjasama dengan kamu." ujar Pram.


"Ayo bu Silvi silahkan kita pergi dari sini." ucap Pram yang mengajaknya secara hormat.

__ADS_1


Silvi pun pergi bersama Pram meninggalkan pak Haris disana bersama sekretarisnya. Haris merasa kesal dan malu di tinggalkan begitu saja, bahkan kerjasama antar Haris dan Pram di putus begitu saja sebelum pertemuan dan di bicarakan.


__ADS_2