PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 137. Makan di Kantor


__ADS_3

Hari ini Nita resmi pembukaan bisnis butik dan Restonya sendiri. Dia sangat senang dan sekarang jauh lebih bahagia. Bisma bersamanya dan juga Rian suaminya, bahkan di kelilingi orang-orang yang dicintainya.


Nita hidup semakin banyak belajar dan mengamati, kejadian demi kejadian membuatnya menjadi pelajaran untuk tidak mudah menyerah.


Itu dia buktikan dan terapkan dalam hidupnya sampai kini dia menjadi berhasil. Kini Ani yang akan menyusul menjadi seorang ibu seutuhnya, sekarang dia sudah merasakan awal mulanya perjalanan menjadi wanita yang diangkat derajatnya yaitu menjadi seorang ibu di dunia.


***


Dua bulan lagi adalah pernikahan antara Silvi dan Pram, sudah dari sekarang mereka siapkan segalanya untuk nanti. Dua bulan itu adalah waktu yang singkat, dan tak bisa untuk bersantai dengan begitu banyaknya kesibukan di dalam pekerjaan yang lain.


Pram sudah menyiapkan tempat dan segalanya, keluarga Silvi hanya siapkan diri dan baju-baju saja. Semua sudah di siapkan dari Pram, dan barang lamaran akan di masukkan ke rumah mama Silvi. Karena Pram nanti akan tinggal disana terlebih dahulu dan tahun depan sudah siap rumah yang akan dia hadiahkan ke Silvi.


Aris di rumah orang tuanya...


"Assalamualaikum ma, pa..?!" ucap Aris yang sudah sampai di Makasar.


"Waalaikumsalam..., Aris?! Kamu datang nak..., hiks, hiks.. mama sangat merindukan kamu nak."


"Iya ma, Aris juga sangat rindu sama mama, dimana papa ma?" tanya Aris yang dari tadi matanya terus mencari papanya.


"Ada di dalam, lagi istirahat. Papa sudah agak lumayan sekarang, kemarin baru pulang dari rumah sakit."


"Dimana Ani istri kamu Ris? Kok kamu sendirian?" tanya mamanya.


"Iya ma, Ani tidak ikut. Karena tidak di bolehkan dokter dia pergi." Aris menjelaskan sambil menyusun tas bawaannya.


"Hah? Kenapa begitu?" tanya mamanya lagi.


Tring...


Tring...


"Nah ini Ani telpon ma, sebentar ya ma..?" ujar Aris.


"Iya sayang..? Oh.. ada kok sebentar ya?!" Aris pun memberikan ponselnya ke mamanya.


"Ma, Ani mau ngomong sama mama katanya," pekik Aris menyerahkan ponsel itu dan pergi melihat papanya di kamar.


"Hallo nak, kenapa gak ikut sama Aris..? Mama kan kangen juga sama kamu Ani..," tanya mamanya ke Ani.


"Iya ma, masih banyak kerjaan. Dan memang belum bisa kesana." Ani sedikit sedih.

__ADS_1


"Kata Aris dokter tak izinkan? Kamu sakit yang nak? Kok Aris malah tinggalkan kamu kalau sakit, nanti mama marahi dia deh kalau seperti ini." nada suara mama sedikit kesal.


"Enggak kok ma.., Ani gak sakit. Dan apa yang di katakan mas Aris itu memang benar." ujar Ani kepada mama mertuanya.


Ani pun menjelaskan dan banyak bercerita kepada mertuanya. Ani juga memberi tahu kalau sekarang kehamilannya sudah memasuki 3 bulan.


Mamanya sangat senang karena sebentar lagi Aris akan memiliki anak


Karena sudah hampir 2 tahun menantikan buah buah hati.


Mamanya lalu menyarankan jangan kecapean dan banyak istirahat serta makan- makanan sehat selalu.


Ani pun mendengarkan kata mertuanya itu, dia sendiri juga ingin janin dalam kandungannya itu sehat dan terlahir sempurna ke dunia.


Setelah beberapa lama Ani dan mama mengakhiri pembicaraan mereka, dan Ani titip salam buat papa mertuanya.


Ani nanti akan telpon lagi, sekarang kepala Ani tiba-tiba pusing dan ingin tiduran dulu sebentar.


Mama Aris mertuanya Ani sangat sayang pada Ani dan Nita, tadi sempat menanyakan Nita. Namun Nita sudah pergi sibuk dengan bisnis barunya. Sekarang butiknya sedang ramai-ramainya di kunjungi orang-orang untuk melihat dan membeli barang miliknya.


***


Sebulan sudah berlalu dan semua persiapan sekarang hampir selesai. Dan semua busana sudah di siapkan Nita dari jauh-jauh hari. Pram juga sudah menyiapkan undangan dan beberapa bingkisan untuk para tamu undangan.


Pram memang sangat mencintai Silvi bahkan Silvi benar-benar di jadikannya ratu dalam rumah tangga mereka nanti. Hidup susah terlebih dahulu, dan terus berusaha akan menghasilkan kebahagiaan nantinya.


Roda terus berputar dan kita dapat tempat selalu berbeda, kadang di atas dan terkadang di bawah. Setiap orang selalu merasakannya, dan berbeda pulang menanggapinya.


***


Aris sudah kembali dan papa pun sudah sembuh disana. Ani dan Aris kali ini menabung dengan ekstra dan ingin membeli rumah sendiri.


Namun Nita menjualkan rumahnya yang lama kepada Ani dengan setengah harga saja.


Nita berpikir dari pada terbengkalai dan tak ada yang menempatinya.


Jadi rumah itu dia jual saja ke Ani yang lagi memang mencari rumah untuk dirinya.


***


Bella dan Derik sekarang sudah tak sembunyi-sembunyi lagi berpacaran. Mereka terlalu bebas dan ikut gaya adat orang sana, bahkan semua sekarang saudara dan keluarganya sudah mengetahuinya.

__ADS_1


Perusahaan masih Bella yang pegang sedangkan Derik masih sebagai pengatur dan orang kepercayaan papanya Bella walau sudah tiada.


Imel dan Dian masih mendekam di balik jeruji beri itu, dan dari hasil persidangan Dian akan di jatuhkan hukuman seumur hidup di penjara.


Imel menangis mendengarkannya, dan merasa kasihan dengan Dian.


Kini pacar Imel harus mendekam dan tak dapat bebas lagi seperti yang lainnya. Dian menyesal akan yang dia lakukan dan mengikuti semua yang Imel mau.


Kini Dian harus menerima karmanya dan akibat dari semua yang dia lakukan selama ini. Imel juga tak bisa bebas karena tak ada jaminan dan pengacara yang mau diajukannya.


***


Ani di kantornya...


Karyawan Ani semua mengucapkan selamat kepadanya dan mereka berkumpul untuk menyambut kedatangan Ani di kantor.


Mereka tahu dari Nita yang membuat kejutan dan mentraktir mereka dengan makan bersama di kantor. Ternyata Nita jauh-jauh hari sudah memesan catering untuk 100 orang di kantor itu.


Bahkan Aris juga tahu itu, Aris mengirim buket bunganya ke kantor dengan jasa antarnya. Aris tak dapat ikut kumpul bersama karena bekerja, Ani pun mengerti. Bunga itu di letakkan Ani di kantornya tepat di dekat jendela sudut ruangan kantornya.



Begitulah kehidupan wanita yang bila tepat dicintai oleh pria yang memang tulus memberikan cintanya.


Semua karyawan yang ada di kantornya itu pada iri ke atasan mereka dan semua sangat takjub kepada Ani.


" So sweet banget suami bu Ani..., aku jadi ingin cepat menikah biar selalu di manja." kata karyawannya.


"Ih, tapi siapa pacar kamu sekarang rupanya?" tanya temannya yang lain.


"Belum ada juga sih..!" wajahnya sedih.


"Huh...," mereka berseru dan menertawainya.


Semua yang ada di kantor itu pun tertawa dan seru-seruan disana. Ani juga terlihat bahagia, dan memeluk Nita.


"Terima kasih ya Nita atas kejutannya hari ini, kau memang sahabat ku yang paling mengerti akan diri ku dari dulu." ucap Ani dan Nita tersenyum saat itu.


**BERSAMBUNG❤️


TERIMA KASIH UNTUK PARA PEMBACA, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN RATE 5 🌟

__ADS_1


TERIMA KASIH🙏🙏🙏**



__ADS_2