PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 69. Pesan Tanpa Nama


__ADS_3

Panji dan Lina sudah selesai dari pembahasan dan sekarang mereka sedang makan siang.


Panji tidak fokus dengan makanannya dan melamun sejenak memandangi Lina yang sedang makan.


" Pak Panji apakah ada yang salah dari saya ?"


" Apakah sopan seperti itu mandang rekan bisnis tanpa mengedipkan mata." kata Lina.


" Oh, maafkan saya bu Lina, saya hanya terkesima oleh wajah dan diri anda saja."


" Sekali lagi saya minta maaf kalau anda sangat tidak nyaman hari ini bersama saya." Saya sangat tidak sengaja berbuat itu, dan saya tidak akan mengulanginya lagi.


" Anda sangat dewasa dan sesuai dengan gaya anda, tapi tidak terlihat sombong bagi saya." ucap Panji.


" Terima kasih atas pujiannya, tapi mereka tidak berkata seperti itu."


" Mereka tidak bisa melihat sudut pandang seperti diri pak Panji." kata Lina.


" Baiklah pak Panji, pekerjaan kita sudah selesai dan saatnya saya kembali ke kantor lagi."


" Jam makan siang juga sudah berakhir hari ini." Lina berpamitan dan bersalaman dengan Panji, lalu pergi kembali ke kantornya lagi.


Panji sangat terpesona akan diri Lina, ketika tadi bersamanya seketika dunia Panji berubah seperti entah berada dimana. Baru kali ini ada seorang wanita yang dapat mengalihkan selain Nita yang dulu pernah bersamanya.


@@@@@@@@@@@@


Nita hari ini akan pulang dari rumah sakit, dia merasa sudah agak enakkan. Rian menyiapkan kebutuhan Nita dirumah, dan sekarang Rian sediakan pelayan untuk dirumah.


Masak, bersihkan rumah dan mencuci juga semua ada. Sekarang Nita hanya fokus untuk dirinya saja dan kantornya, jadi tidak memikirkan lagi tentang pekerjaan rumah.


" Mas, bukannya ini terlalu berlebihan ?" tanya Nita.


" Tidak sayang, dari dulu mama sudah bilang ke Rian untuk sediakan semua untuk menantu mama." mama tersenyum.


" Iya ma..., tapi Nita tidak menginginkannya." Dia selalu ingin mengerjakannya sendirian." Tapi kali ini dia tidak boleh apa pun dirumah selain untuk ku." hehe.." Rian bermain mata kepada Nita.


Nita, Rian, mama dan Silvi pulang kerumah Rian. Mereka semua kumpul disana, dan ada kejutan satu lagi untuk Nita. Ani dan Aris sedang berada disana juga.


" Ting, tong.." suara bel dibunyikan.


" Hai Nita...!" Ani sudah menyambutnya.


" Nita selamat pulang kembali." ucap Aris yang tiba - tiba muncul.


" Wah, kalian ada dirumah semuanya... !"

__ADS_1


" Kenapa tidak bilang ke aku kalau mau main... ?" Nita memeluk Ani dan memukul Aris.


" Dia sudah kuat sekarang, buktinya sudah bisa memukul aku." Aris menyela.


" Makanan dirumah sudah di siapkan dan rumah begitu rapi bersih dan harum sekali, Nita sangat senang saat semua berkumpul di rumahnya.


Ani juga sudah menceritakan tentang pak Rahmat dan tentang kantor cabang yang dia kelola disana.


Nita tiba - tiba menanyakan hubungan Ani dan Aris, dia ingin mengetahuinya dari Ani sendiri.


" Ya Nita, aku sangat mencintai Aris dan kami sudah ada rencana untuk kejenjang yang lebih dari sekarang."


" Aris berkata akan melamar ku tahun depan nanti." ucapnya lagi sambil malu - malu.


Wajah Ani memerah dan merona, dia terlihat salah tingkah di hadapan Nita. Mereka semua sedang kumpul di ruang keluarga, sedangkan Nita dan Ani sedang di belakang naik ayunan.


Mereka mengobrol bersama dan melepas rindu berdua saja.


Tiba - tiba Nita menangis dan teringat akan kandungannya yang sudah tiada.


Ani mengerti akan hal itu, dia berusaha menenangkan dan memeluk Nita dalam tubuhnya.


" Yang sabar Nita, semua ada sebabnya." Tujuan Allah seperti ini adalah jalan yang terbaik untuknya."


" Kita jadi tahu kalau ada kista di rahim mu dan dokter juga sudah bilang kalau janin sempat tumbuh, akan berbahaya untuknya."


Nita pun tersenyum dan sedikit lega karena sudah meluapkan rasa yang ada di hatinya.


Ani sungguh kasihan melihat temannya terlihat masih sangat terpukul akan kejadian itu.


" Walau aku belum pernah mengandung tapi aku bisa tahu bagaimana rasanya kehilangan."


" Sekarang ayah ku sudah tiada dan aku yang harus bisa menjadi tiang dalam keluarga ku Nita." ucapnya dalam hati saja.


@@@@@@@@@@@@@@@


" Hallo mas, kita bertemu di apartemen ku saja ya mas." Aku lagi malas keluar, kamu datang saja kesini untuk membicarakan semuanya."


" Nanti aku beri tahu lokasi apartemen ku."


Isi pesan dari ponselnya Yadi, Maya sudah mengirim dan membuat janji untuk sore nanti.


Lalu Maya mempunyai ide saat dia melihat nomer ponsel Linda di kontak ponselnya.


Maya mendapatkan nomer Linda dari ponsel Yadi, yang diam - diam dia lihat saat itu.

__ADS_1


Maya mencoba mengirim pesan ke nomor Linda dengan nomor yang lain.


Dia ingin Linda melihat bahwa Yadi sudah benar - benar melupakannya.


Maya sangat kesal dan marah kepada Linda saat, papanya pergi meninggalkan mamanya karena Linda.


Pekerjaan Linda selalu menghibur para pria, namun tidak perduli sudah beristri atau belum.


Kini Maya ingin Linda merasakan rasa itu, ketika suaminya berpaling dan pergi dari dirinya.


Papa ku dulu sempat mencintainya namun di campakkan setelah Yadi masuk kembali ke dalam hidupnya.


Hidup Linda memang tidak mudah bersama dengan pria, namun sangat gampang untuk menyakiti sesama wanita. Begitulah yang cocok untuk menggambarkan kehidupan malamnya yang dulu dia jalani.


Linda membaca pesan itu dari ponselnya, dia terkejut mendapat pesan yang tidak tahu dari siapa. Linda menjadi penasaran dengan pesan itu, dan ingin memastikan kalau itu bukan cuma bahan candaan belaka.


Sore itu Linda datang ke kantor Yadi, dia menemui Yadi dan menghampirinya.


" Mas, kita makan diluar yuk sayang ?"


" Kali ini kita habiskan waktu berdua saja, anak - anak sudah bersama pelayan dirumah."


" Aku ingin menghabiskan waktu seperti saat kita dulu pacaran." ucapnya Linda.


" Sudahlah kamu pergi dan jaga anak - anak mu."


" Jangan temui aku lagi, karena kita sudah bukan suami istri lagi." ucap Yadi yang sangat kesal saat Linda datang berkunjung.


" Aku masih banyak pekerjaan dan kamu jangan coba mengganggu aku saat ini." ujarnya lagi.


Linda pun pergi namun bukan untuk pulang, dia bersembunyi dan berencana mengintai Yadi dari belakang.


Sore itu pukul 18 : 00 Yadi keluar dengan mobilnya dari gerbang kantor. Satpam memberi hormat dan beberapa menit lagi gerbang pun akan dia kunci setelah semua di periksakan.


Linda dengan taksinya mengikuti mobil Yadi dari belakang, dia sengaja mengintai suaminya dan juga ingin tahu tentang kebenaran isi pesan itu.


Betapa terkejutnya saat mobil Yadi berbelok dan masuk ke parkiran sebuah gedung mewah.


Dan gedung itu merupakan sebuah apartemen yang sangat mewah sekali.


" Mas, Yadi ingin bertemu dengan siapa ya ?"


" Katanya tadi dia sibuk, tapi kali ini dia datang kesini." bertanya dalam hatinya.


" Bu, apa mau turun disini saja atau kita melanjutkan perjalanan." Kita sudah mengikutinya sampai sini." tanya pak supir taksi.

__ADS_1


" Oh, iya pak." Saya turun disini saja, ada urusan juga saya sama orang tersebut." Linda pun turun dan membayar ongkos taksinya.


__ADS_2