
🏵️ Sangat indah cinta terjalin, namun sangat sulit untuk menjaga...
Hubungan itu bagai benang kusut bila tak setiap hari di rapikan dan sama-sama menjaganya...
***
Masih di pernikahan...
Hari bahagia itu sangat terlihat jelas di wajah kedua mempelai tersebut, Ani dan Aris duduk berdampingan dan Ani memegang Bisma disana. Mereka tampak sedang bercanda dengan Bisma dengan bahagia.
Lalu Alex berencana ingin merusak acara itu dengan membuat suatu ke Ani.
"Mohon perhatiannya, saya ingin bertanya ke pengantin dan memberinya selamat atas pernikahannya."
"Namun asal kalian tahu masa lalu kelamnya pengantin wanitanya?"
"Yang dulu pernah ternodai oleh seorang pria, dan mungkin saja anak yang sekarang sedang di gendongnya adalah anak dari pria yang sudah menodainya." ucap Alex yang sengaja mencari malu Ani disana.
Semua orang pun berbisik-bisik dan acara itu pun menjadi riuh dengan penuh pertanyaan mengenai itu.
Ani kesal dan menangis saat Alex dengan teganya menyebarkan aib Ani didepan orang banyak, dan yang tadinya ibunya tak tahu kini menjadi tahu.
Lalu mamanya Aris datang menghampiri Alex dengan kesal dan menamparnya.
Plak! Plak!" itu membuatnya kesakitan.
"Apa-apaan ibu memukulnya?!" Stella datang merasa tak senang pada mamanya Aris.
"Ini siapa anda rupanya? tolong di jaga mulutnya ya, itu yang dia gendong adalah cucu saya yang sudah yatim piatu, dan Ani serta suaminya sekarang menjadi orang tua angkatnya."
"Tak saya sangka anak bos perusahaan ternama begini kelakuannya seperti tak berpendidikan." mama Aris marah-marah.
Lalu pak Rahmat datang dan segera meminta maaf atas perilaku anaknya Stella. Dan mereka segera pamit pada Ani untuk kembali pulang kerumah.
Papa Stella sangat marah besar, dan Alex tak di izinkan untuk naik satu mobil dengan mereka. Papanya Stella atau pak rahmat sangat malu dan kecewa atas sikap anaknya itu.
__ADS_1
Aris pun segera memeluk Ani yang dari tadi sangat sedih dan menangis.
Ani sudah sedikit tenang saat sudah di peluk Aris suaminya, dan mamanya juga memeluk anaknya itu.
" Bu.., nanti bisa Ani jelaskan kenapa ini dan apa yang terjadi." Ani pun jadi merasa bersalah kepada ibunya.
Acara pun berjalan seperti biasanya lagi, dan mereka tidak meributkan lagi masalah Ani dan tak ada yang berbicara dari belakang lagi membahas tentang Ani.
Karena mereka sudah tahu kalau anak itu anak sepupunya Aris suaminya Ani, jadi otomatis itu anaknya juga.
***
Semua sudah lancar dilakukan, pesta juga sudah berakhir, dan mereka untuk sementara nanti akan pulang ke Makasar dulu ke rumah mamanya Aris. Dan mereka akan pergi berlibur ke Bali saja yang dekat dari kota mereka. Lalu kembali lagi ke Amerika untuk kembali lagi bekerja di kantor tersebut. Dan Aris juga sudah di tempatkan sistem keamanan di Amerika juga.
Selama mereka pergi berlibur seminggu Bisma dengan oma di Makasar. Dan semua sudah di atur oleh oma mama mertuanya Ani, dan memang mamanya Aris ingin sekali mengasuh Bisma. Sudah 1 tahun tak pernah melihat dan menggendongnya secara langsung.
"Ani, Aris lebih baik kalian jangan hanya seminggu berliburnya. Pergilah selama 2 Minggu, dan tenang saja Bisma bersama mama." ujar mamanya.
"Ya nanti kita lihat saja ma, kalau Bisma tidak merepotkan bolehlah ma. Tapi nanti...., kalau Bisma ini buat menggemaskan mama kita akan cepat pulang." Aris menggendong Bisma.
Ani pun mengemas barang-barang untuk bepergiannya nanti.
Ani menghampiri mamanya dan menceritakan peristiwa dulu yang pernah menimpanya, dan Aris juga sudah tahu itu.
"Mas dialah pria yang menodai ku saat itu. Dan Nita sebenarnya sudah memenjarakannya, namun Stella mungkin membebaskannya tanpa sepengetahuan kami saat itu.
Kami berdua sudah tak mau tahu urusannya lagi." ucap Ani kepada ibu dan suaminya.
Ibunya pun memeluk Ani dan berterima kasih pada Aris yang mau menerima kekurangan Ani anaknya.
Dan ibu terharu selama bekerja selalu Nita lah yang membantu Ani selalu, jadi Ani merasa berhutang budi pada Nita. Kini Bisma anaknya akan Ani angkat menjadi anaknya.
" Baiklah nak, kalian tidurlah. Hari sudah malam, dan Bisma juga sudah tidur. Sebaiknya tidur juga lah kalian, sudah capek seharian ini kita meladeni para tamu." ujar ibunya Ani.
Mereka pun pergi untuk tidur dalam kamar yang sama, namun mereka terlihat sangat canggung saat itu.
__ADS_1
Namun karena sangat lelah sekali jadi Ani sudah tertidur duluan dari pada Aris, dan Aris mengambil ponselnya segera menelpon seseorang malam itu juga.
"Bagaimana? apa sudah ada kemajuan saat ini?" tanya Aris dengan seseorang diseberang sana.
Entah apa yang mereka bicarakan saat itu, dan Aris pun masih terus berbicara. Tak beberapa lama kemudian pembicaraan itu pun di tutup dan Aris berpesan kepada orang tersebut.
"Ingat jangan ada yang tahu permasalahan ini. Dan segera beri tahu saya kalau ada petunjuk atau apa pun itu." ucap Aris dan langsung menutup telponnya.
Aris pun kemudian tidur di samping Ani saat itu, tak lupa dia mengecup pipi Ani dan mengatakan selamat malam padanya.
"Aku tak menyangka kau pun ku dapatkan juga saat ini, hari-hari mu akan dimulai saat ini juga." dalam batin Aris.
Bisma, Ani dan Aris terlelap dalam satu kamar, dan malam itu pun hujan turun sangat derasnya tambah membuat nyenyak tidur mereka.
Sampai pagi mereka masih tidur dan bangun kesiangan, bahkan Bisma yang sudah bangun duluan asik main sendiri tanpa menangis di antara Ani dan Aris.
"Mam...ma.., mam...ma..." Bisma mulai membangunkan Ani dan naik ke atas tubuh Ani.
"Oh..., Bisma... mama jadi bangun nih...," ucap Ani yang membuka matanya.
"Em... ma..., mam.. ma..," Bisma mengecup pipi Ani dan menepuk tepuk tubuh Ani.
"Iya mama sudah bangun kok sayang..," Ani pun bangun dari tidurnya.
Lalu Aris terbangun karena keriuhan antara anak dan mamanya. Mereka malah main di atas tempat tidur, Bisma suka melompat-lompat di atas kasurnya Ani.
"Ada apa ini? kenapa kalian main disini..., papa masih ngantuk Bisma..." Aris tak sengaja menarik Bisma dan Ani ikut tertarik mendekat ke Aris.
"Ani, maaf." mereka saling berpandangan dan Ani terlihat memerah wajahnya.
"Oh, iya gak apa-apa mas," ucap Ani yang membenarkan posisi tubuhnya yang jatuh di atas tubuh Aris.
"Mam... ma..., mam... ma..." ujar Bisma lagi.
"Oke deh...ayo kita keluar. Tapi sebentar mama mau cuci muka dan sikat gigi dulu. Oke ?! Bisma sama papa dulu ya...?" ujar Ani.
__ADS_1
"Mas pegang sebentar ya mas?" Ani segera lari ke kamar mandi yang ada di dalam.kamarnya.
Dan Bisma pun bersama Aris bermain bersama sambil menunggu Ani siap dari bersih-bersihnya.