PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 50. Bertemu Kembali


__ADS_3

Saat Ani dan Nita sedang berada diruangan pak Rahmat dan mendengarkan arahannya. Tiba - tiba terdengar suara pintu ruangan itu diketuk dari luar.


" Tok, tok, tok, permisi pak Rahmat." Terdengar suara yang tidak asing bagi mereka semua.


Pintu itu terbuka dan pak Rahmat mempersilahkan seseorang untuk masuk ke ruangannya.


" Oh, silahkan pak Panji, ayo masuklah dan mari bergabung." Kebetulan kami juga sudah mau selesai dengan pembahasan ini." ucap pak Rahmat.


Ani menoleh kebelakang dan melihat apakah itu adalah Panji yang mereka kenal. Dan kenapa kebetulan sekali dia juga ada disini.


" Selamat pagi pak Rahmat, maaf sudah membuat anda menunggu terlalu lama." ucap Panji yang langsung masuk dan berjalan menghampiri mereka semua yang sedang duduk bersama.


" Nita, ini Panji yang saya katakan ingin bekerjasama dengan perusahaan kita dalam promosi produknya." Saya mengatakan bahwa kaulah yang sangat ahli dalam mempromosikan suatu produk." ucap Pak Rahmat menjelaskan.


" Hai bu Nita..?!" Saya Panji." Panji memperkenalkan dirinya secara formal kepada Nita.


Nita membalas jabatan tangan Panji saat itu juga. Ani melihat dan memperhatikan kedua temannya itu seperti orang asing yang tidak saling mengenal.


Namun Ani hanya diam dan tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka.


Pak Rahmat memberikan sesuatu kepada Ani dan dia menerimanya. Pak Rahmat mengajak Ani untuk ke meja kerja pak Rahmat dalam mendiskusikan tugas baru untuk dirinya.


Sedangkan Nita dan Panji mereka tinggalkan di sofa ruangan itu berdua saja untuk membahas kerjasama dalam pemasaran dalam mempromosikan dan membuat periklanan produk Panji.


" Bu Nita, saya sebelumnya belum izin dulu kepada ibu." Apakah bisa membantu saya dalam produk saya." Semua hanya baru saya beri tahu kepada Pak Rahmat saja, apakah ibu bisa membantu saya saat ini..?" Saya mohon ibu mau bekerjasama dengan saya." ucap Panji dengan penuh rasa sopan.


" Saat ini saya belum bisa mengambil keputusan apa pun, karena saya belum mempelajari produk yang ingin di promosikan dan di iklankan." Beri saya berkas dan penjelasan mengenai yang bapak inginkan seperti apa." Nanti saya akan pelajari lagi dirumah saja, namun saya hari ini harus terbang kembali ke America bersama suami saya." Nita berkata langsung dari ucapannya bahwa dia sudah menikah.


" Baiklah tidak masalah, ini berkas dan penjelasannya." Dan ini kartu nama saya bila ada yang kurang jelas dalam berkas itu nanti saya bisa jelaskan dari telpon ya bu." ucap Panji sambil menyerahkan kertas kartu namanya.

__ADS_1


" Baiklah Pak Panji, nanti akan saya kabari bapak bila saya sudah setuju untuk mengerjakannya." Masih ada yang harus saya kerjakan lagi selain disini." Maka saya permisi dahulu." Nita berkata dan sambil berdiri dari duduknya.


Pak Rahmat juga sudah selesai menjelaskan kepada Ani, dan mereka saat itu juga akan mengurus tiket keberangkatan dan makan siang bersama Ani yang tidak ikut mereka ke America.


Sementara Panji masih di ruangan pak Rahmat dan mereka masih harus membahas suatu urusan lagi.


***


Linda dan Yadi sekarang sedang ada di bandara, mereka memesan tiket untuk pergi berlibur bersama anak - anaknya.


Tanpa sengaja Linda berpapasan dengan Nita dan Rian.


" Hai Nita, ternyata dunia ini sedikit sempit dan kecil ya." Kita sudah lama tidak bertemu, malah bertemu kembali dalam keadaan yang berbeda." Tetapi maaf kali ini kau tidak akan bertemu dengan Panji mantan suami ku yang dulu ingin kau rebut." Karena suami ku dan ayah dari anak - anak ku sebenarnya adalah ini." Linda dengan sombong memperkenalkan Yadi di depan Nita.


Linda melirik Rian yang ada disamping Nita dari tadi, dan Linda sangat ingin tahu siapa pria itu.


" Maaf ya anda siapa berani menghina istri saya di depan umum begini..?!" Apa kamu tidak punya etika dalam hidup mu..?!" ucap Rian kepada Linda.


" Mas, lihat dia berani menghina ku mas." ucap Linda yang ingin minta dilindungi suaminya.


Yadi dari tadi tidak memperhatikan Nita dan Rian disana. Dia masih sibuk dengan ponselnya karena ada sesuatu yang mau dia transfer lewat ponselnya.


Karena mendengar ucapan Linda, Yadi jadi sedikit emosi dan dia menatap ke arah Nita dan Rian.


" Siapa rupanya mereka ma..?!" Tanya Yadi.


" Pa, lihat pria itu yang katanya suaminya malah menghina aku barusan." ujar Linda.


" Maaf pak, anda suaminya ibu ini ?" Kenapa mulutnya terlalu bising dari tadi disaat istri ku hanya diam saja." ucap Rian yang angkat bicara.

__ADS_1


" Pak Rian..?" Maksud bapak Linda istri saya duluan yang sudah menyinggung istri bapak..?" Oh, maafkan saya pak, saya tidak tahu kalau bapak dari tadi ada di hadapan saya." Yadi jadi salah tingkah dan sedikit cemas.


" Mas, kenapa kamu malah minta maaf kepada mereka..?!" Mas..?!" Linda merasa marah.


" Linda diam lah atau kau akan membuat ku dalam masalah." Yadi sedikit membentak istrinya.


" Maafkan saya pak Rian, maafkan saya bu Nita." Yadi terus meminta maaf.


" Pak Yadi, masalah pengajuan kerjasama kita akan aku pertimbangkan lagi." Aku tidak ingin kerjasama dengan orang yang tidak memiliki etika dalam perusahaan ku." Rian langsung pergi dan meninggalkan Yadi dan Linda disana.


Yadi sangat kesal dengan Linda, dia berjalan dan pergi duluan tanpa bersama Linda disampingnya.


" Kenapa sih mas Yadi jadi begitu marah kepada ku..?!" Ini semua karena pria itu dan Nita, siapa sih dia rupanya." Dia sudah membuat ku kesal saja." Linda berjalan sambil mengomel mengikuti Yadi dari belakang.


Setelah sampai parkiran, Yadi masuk kedalam mobilnya dan menunggu Linda untuk masuk ke dalam juga. Linda memasang muka cemberutnya dan mengomel terus kepada Yadi.


Yadi dengan cepat mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran bandara.


Setelah keluar dari bandara itu, Yadi semakin kencang mengemudikan mobilnya lagi. Dalam keadaan marah dan dengan emosinya, Linda sangat ketakutan dan berteriak di dalam mobil.


" Mas...?!" Kau kenapa jadi begini..?!" Hanya karena kejadian tadi kau membuat aku mau mati ya ?" tanya Linda.


Yadi hanya diam saja, dan tidak menghiraukan apa pun yang diucapkan Linda. Yadi semakin murka, dan dia menginjak rem mobilnya dan menepi secara tiba - tiba.


" Sudah diam kata ku..!" Sudah cukup dari tadi kau bicara, sekarang dengarkan aku..!" Yadi berkata sambil berteriak kepada Linda.


" Kau mau tahu, pria yang kau hina istrinya itu..?" Dia adalah pemilik perusahaan besar yang ada di America." Banyak perusahaan kecil mau pun besar yang ingin bekerjasama dengannya." Dan kau tahu, salah satunya aku ingin bisa bergabung di perusahaannya." Karena kau keinginan ku dan impian ku itu terancam..!" Sekarang apa kau sudah puas..?!" Yadi menepuk dahinya dan merasa putus asa.


Linda terkejut dan tidak menyangka ternyata Nita sekarang menikah dengan seorang pengusaha kaya raya dan lebih sukses dari dirinya.

__ADS_1


__ADS_2