
Keluarga sedang berkumpul duduk bersama, semua bercanda dan berbincang - bincang. Ada yang sedang menikmati kue dan tehnya di taman depan dekat kolam ikan.
Mobil Rian masuk dan membunyikan klaksonnya, membuat keluarganya yang ada di teras rumah melihat kearah mobil itu.
" Ma.., mama.., mas Rian datang ma." Silvi adiknya Rian memanggil mamanya yang ada didalam rumah.
Mama Rian keluar untuk melihat Rian yang datang. Rian jarang pulang kerumah, karena sudah mempunyai rumah sendiri jadi Rian tinggal dirumahnya sendiri dan lebih dekat jaraknya dari kantor Rian sendiri.
" Rian.., kamu pulang nak.. mama kangen sekali kepadamu." mamanya Rian memeluk dan sedikit terlihat sedih.
Mama dan adiknya melihat kearah Nita yang berada disamping Rian.
" Hai tante, saya Nita." Nita tersenyum ke mama dan adiknya Rian sambil berkenalan.
" Mas Rian ini siapa mas..?" tanya Silvi adiknya Rian yang penasaran akan Nita disamping masnya.
" Kenalkan ini pacar mas dan kekasih mas sekarang, Nita ini mama dan adik mas namanya Silvi." Silvi tersenyum dan mamanya merangkul Nita mengajak masuk kedalam.
" Ayo Nita kita masuk, inilah rumah ibu yang sekarang memang lagi ramai karena semua pada kumpul."
" Perhatian semuanya, kenalkan ini Nita kekasihnya Rian anak mama, dia akan bergabung bersama kita semua." ucap mama Rian yang memperkenalkan kesemua kerabat dan saudaranya.
" Hai Nita.., kamu cantik sekali." mereka semua terlihat begitu ramah dan sangat rendah hati.
Mereka menghampiri Nita dan bersalaman kepadanya.
Nita tidak menyangka kalau semua saudara Rian sangat ramah dan baik kepadanya.
Mereka sangat penasaran dengan diri Nita, apalagi Silvi yang langsung akrab dengan Nita.
Sedangkan Rian hanya memperhatikan Nita saja dari jauh. Rian juga sedang asyik bersenda gurau dengan para sepupunya. Mereka juga selalu menggoda Rian yang mengatakan sebentar lagi akan menikah.
" Mas Rian, sudah berapa lama jadi jomblo..?"
" Asyik kerja terus sih.., untung masih ada bidadari untuk mas Rian seperti Nita."
" Mas, dia cantik dan anggun banget.." ujar sepupu - sepupunya.
Rian hanya senyum - senyum saja tanpa berbicara, mereka suka menggoda Rian dan saling bercanda.
Nita hari itu memang terlihat sangat cantik, bahkan seperti bidadari yang mereka bicarakan.
__ADS_1
Semua kerabat sangat suka dan senang berbicara dengan Nita, dia pandai mengambil hati semua orang yang ada didekatnya.
***
Panji kembali beraktivitas seperti biasanya dikantornya, Dion sedang pergi berbulan madu bersama istrinya (Manda).
Dion mempercayai sementara perusahaannya kepada Panji, dan Panji dipercayai untuk memimpin rapat untuk pertemuan dengan Pak Rahmat mantan bosnya dulu saat di Jakarta.
Panji terkejut saat tahu pak Rahmat ternyata klien Dion yang harus ditemui Rian saat itu juga.
Hari itu Panji bertemu dengan pak Rahmat mantan atasannya dulu.
" Selamat pagi pak Rahmat, saya kesini mewakili pak Dion, untuk memimpin rapat kita pagi ini pak."
" Maaf pak Dion lagi tidak ada di negara ini, beliau ada urusan pribadi yang harus diurusnya." ucap Panji berkata kepada pak Rahmat.
" Tidak apa - apa pak..." pak Rahmat bingung mau panggil siapa namanya.
" Saya Panji pak, Panji surya wirata." ujar Panji menyebutkan nama panjangnya.
" Kamu Panji yang pernah bekerja diperusahaan saya di Jakarta..? tanya pak Rahmat kepadanya.
Panji dan pak Rahmat membicarakan kerjasama untuk membangun resto dan penginapan untuk wisatawan di negara Singapura.
Pak Rahmat ingin membangun untuk memperluas dan mendapatkan untung, namun kekurangan dana untuk itu semua.
Makanya pak Rahmat mau bekerjasama dibeberapa perusahaan yang menjanjikan.
Panji dan pak Rahmat pun selesai membahas semuanya. Hanya saja Panji belum bisa menyetujuinya, dia menyuruh pak Rahmat untuk menunggu ke pulangnya Dion dan berkas akan langsung ditanda tangani oleh Dion bila sudah sepakat.
Pak Rahmat pun mengerti dan beliau menyetujuinya, pak Rahmat mengajak Panji untuk makan siang bersama.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 11:57, pak Rahmat juga ingin duduk bersama Panji hanya sekedar mengenang masa lalunya.
Panji membawa pak Rahmat makan siang diluar, mereka makan dicafe xxx sambil bercerita banyak hal.
Pak Rahmat juga sangat senang dan tidak menyangka akan bertemu dengan Panji di Singapura.
" Pan, sekarang sudah banyak perubahan ya..?"
" Bapak lihat kamu sudah semakin sukses, tadi saya sedikit tidak mengenali kamu." ujar pak Rahmat sambil tersenyum.
__ADS_1
" Bapak terlalu memuji saya, sekarang ini saya hanya sedang menjalankan perusahaan sepupu saya saja."
" Dan beliau yang meminta karena dia tidak dapat menjalankan kedua - duanya sekaligus." ucap Panji merendahkan dirinya.
" Itu awal yang sudah sangat bagus kok Pan.., kelak kamu pasti akan menjadi orang sukses, saya yakin itu dengan kinerja kamu."
" Sebenarnya saya dulu sangat terkejut dan menyayangkan kamu keluar mengundurkan diri, tetapi apa boleh buat, saya tidak berhak mencegah seseorang." Pak Rahmat terlihat bangga kepada Panji sekarang, karena keputusannya dalam berhenti dari perusahaannya tidak sia - sia.
Sekarang Panji malah sukses diluar dan dapat berdiri sendiri.
***
" Kemana lagi aku mencari sumber uang lagi, biar bertambah banyak uang ku dan bisa bersenang - senang dengan teman ku." Mama Panji merasa terancam karena tidak ada lagi uang di tabungannya.
" Panji sekarang hanya memberikan sedikit, tidak seperti dulu saat dia tinggal bersamaku."
" Dasar Dion kurang ajar, gara - gara dia aku tidak bisa menikmati hidupku."
" Aku harus mencari cara, atau aku temui saja Linda untuk memerasnya dengan rekaman video itu ya..?"
" Boleh juga itu aku buat." ucap mamanya Panji, dia punya niat buruk untuk mendapatkan uangnya.
Dion sudah bolak - balik dihubungi oleh mamanya Panji, namun Dion tidak menghiraukannya. Sementara Panji yang dihubungi selalu sibuk dan tidak ada waktunya.
" Kedua anak ini memang sengaja ingin mengabaikan ku, mereka tidak tahu apa, aku sudah lelah dulu mengasuh mereka." Mamanya Panji kesal dan memiliki dendam.
***
" Mas, akhirnya kita bersatu ya mas.., terima kasih sudah mau menunggu aku." Manda berbicara dengan manja merebahkan kepalanya ke tubuh Dion.
" Iya Manda, mas sangat mencintaimu."
" Tolong kali ini jangan tinggalkan mas lagi, sudah cukup mas menunggu kamu selama ini."
" Mas tidak mau terulang kembali kau meninggalkan mas, kamu boleh berkarir, tetapi tetap berada disamping mas." ucap Dion membelai rambut lembut Manda.
" Sekarang mas sudah mandiri dan dibilang sukses, kamu tidak perlu mencari uang lagi untuk apapun ceritanya kalau jauh - jauh dari mas." ujar Dion memeluk tubuh Manda dan mencium rambut serta lehernya.
Manda dan Dion masih bersantai di ranjangnya, mereka memanjakan diri saat mereka sedang berliburan dan bulan madu.
Dion sangat bahagia tiada tara dan selalu memanjakan Manda saat bersamanya, dan memberikan perhatian saat lagi tidak bersama.
__ADS_1