PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 105. Bisma Pelipur Lara


__ADS_3

🍀 Ramon alias Rian, sudah resmi menikah dengan Bella, namun belum menggelar resepsi di kediamannya. Seluruh keluarga ingin mereka menggelar sebuah resepsi di hotel bintang 🌟🌟🌟🌟🌟 lima.


Namun Bella masih belum mau sekarang, Mungkin 2 bulan lagi akan segera di buatnya. Itu adalah mimpi Bella selama ini. Bersanding bersama Rian bagaikan ratu dan raja bagai di negri dongeng.


Tapi tak di pungkiri Bella sudah menyiapkan segalanya bersama Imel temannya itu.


Namun sebelum semua itu mereka rencanakan dan di bicarakan, Imel mempunyai ide untuk mengirim foto - foto Bella dan Rian saat makan di resto saat malam itu ke rumah Nita saat itu juga.


Imel mengirimkannya dengan memakai jasa kirim kesana tanpa menulis identitas pengirimnya.


Imel ingin melihat respon dan reaksi dari mereka seluruh keluarga dan temannya Ani.


" Kau ini memang paling bisa membuat orang menangis darah Mel, dan mamanya nanti bisa spot jantung lah." kata Bella yang sebenarnya menginginkan secepatnya.


" Aku ini Imel, yang dulu menangis saat dia memecat ku dengan secara tidak hormat, sekarang sudah bangkit dari keterpurukan itu."


" Sekarang saatnya aku balas dendam dengan dirinya. Aku akan sangat bahagia bisa melihatnya sampai menangis darah di depan ku." ujar Imel di depan Bella.


Akhirnya Imel pun segera mengirim foto - foto itu ke rumahnya Nita.


***


Beberapa hari kemudian...


Tok, tok, tok...


" Permisi..." terdengar ada suara orang dari luar pintu rumah Nita.


" Iya sebentar." ujar mama dari dalam rumah.


" Siapa ya yang datang?" bertanya dalam benaknya.


Mamanya Rian membuka pintu dan menemui orang tersebut, ternyata itu hanya seorang kurir yang mengantar barang milik Nita.


Sebuah amplop coklat yang tertulis untuk Nita disana. Kurir itu meminta tanda tangan penerimanya sebagai barang bukti bahwa sudah di serahkan dan di terima dengan baik.


Amplop itu pun diambil oleh mama, dan kembali menutup pintu rumahnya. Mama langsung meletakkan amplop coklat itu di meja kecil kamar Nita yang ada di dekat pintu kamarnya.


Hoek..., hoek...


Terdengar suara Bisma anak Nita dan Rian menangis di kamarnya.

__ADS_1


" Cup, cup, cup... cucu oma sudah bangun ya? cucu oma lapar nih..., lapar ya sayang...?" oma mencoba memberi perhatiannya.


" Oma buatkan susunya ya..., mbak suster... tolong susunya Bisma di hangatkan ya mbak..." ujar oma yang menggendong Bisma agar mau diam dan menunggu sebentar.


Nita walaupun mertuanya mau menjaga anaknya tapi Nita tetap mempekerjakan baby sister dirumahnya. Nita gak mau membuat mertuanya kecapean karena mengurus cucu seharian.


Suster itu sudah siap menghangatkan Asi yang ada di botol dan di tuang ke dalam botol susunya Bisma.


Oma langsung memberikan susu itu ke Bisma saat itu juga.


Shut..., shut..., shut..." Bisma langsung menghisap habis susu itu.


Dia terlihat sangat kehausan sekali saat itu, dan Bisma sangat kuat minum susunya.


Sekarang Bisma sudah genap 3 bulan, berat badannya sangat naik drastis dari pertama kali dilahirkan.


Dengan izin Allah dia tumbuh menjadi anak yang sehat dan kuat, sudah 3 bulan lamanya Rian tak ada kabar sama sekali. Nita sebenarnya sudah hampir putus asa namun dia tak memperlihatkannya oleh mereka semua.


Bisma sudah tertidur lagi, setiap hari dia hanya bangun sesekali saja, dan tak terlalu rewel saat di rumah bersama oma dan susternya.


Omanya pun juga sangat suka dan senang ada Bisma di rumah menemaninya.


***


Nita tak lupa mampir untuk belanja bulanan dulu di supermarket, dan Ani menemaninya saat itu.


Segala keperluan Bisma dan kebutuhan rumah dia beli saat itu, troli Ani dan Nita penuh dengan barang belanjaan mereka.


" Nita, banyak sekali belanjaan kamu sih? pasti lama nih ngantrinya..., kenapa gak pas weekend saja sih kita belanja." kata Ani yang mulai resek.


" Aku weekend ya mau bersama anak aku lah..., kok belanja. Ya ini banyak namanya juga sudah ada Bisma jadi bertambah dong keperluan kita. Hehehe..." Nita tertawa pelan.


" Nanti kamu juga kalau sudah ada baby pasti seperti aku juga." ucap Nita lagi.


" Haduh... oke deh.., ampun aku dah." kata Ani.


Ani pun mulai diam dan mengikuti Nita dari belakang. Akhirnya Ani tak ingin mengikuti Nita lagi dari belakang, dia malah mengantri di kasir untuk pembayaran barang - barang tersebut.


" Nita, aku ke kasir saja ya? Nanti kau ganti saja uang ku, terus aku tunggu kamu di mobil kalau sudah selesai." ujar Ani yang sudah lelah berkeliling dari tadi.


" Oh oke baiklah kalau itu mau mu." Nita pun melanjutkan lagi mencari barang yang belum dia temukan.

__ADS_1


Setelah 1 jam Nita berkeliling, dia pun selesai belanjanya dan membayarnya ke kasir. Lalu Nita pendorong trolinya lagi ke arah mobil yang terparkir di parkiran supermarket tersebut.


" Ani !"


" Ani !"


Nita memanggil dari tadi namun Ani tak mendengarkannya. Nita mengintip dari kaca mobil dengan senter ponselnya, ternyata Ani tak ada di dalam mobil.


" Kemana sih anak ini? Coba aku telpon dulu deh. Katanya tadi di mobil saja, ini malah gak ada." gumam dalan hati.


" Tut..., tut..., tut..."


" Hallo?! iya Nita, sudah selesai belanja ya?" tanya Ani.


" Kamu dimana sih Ani...?" aku sudah di depan mobil nih..." kata Nita lagi.


" Iya buk, sabar sebentar ya nih juga sudah siap kok dan mau kesana." Pekik Ani yang buru - buru menghabiskan makanannya.


" Pak ini uangnya, makasih ya pak. ucap Ani yang membayar camilannya.


Ani sangat lapar dan sudah tak tahan, dia membeli beberapa camilan berat untuk mengganjal perutnya yang sudah bernyanyi riang.


" Duh..., Nita ini sekarang sudah menjadi emak - emak banyak ngomelnya ya?!" Ani mulai mengomel juga dalam hati.


" Kamu dari mana sih Ani..., sudah jam berapa ini..., aku jadi telat mau gendong dan main bersama Bisma." Nita mengomel sekali lagi.


" Iya mak...sabar ya, tadi lapar banget perut aku nungguin kamu. Jadi aku ya beli ini." Ani menunjukkan makanannya.


" Haduh..., sudah cepetan. Tuh barang belum di masukan gara - gara gak ada kunci mau buka bagasinya." Nita cemberut.


" Iya nyonya besar..." Ani meledeknya.


" Hahahaha..., kamu ini buat aku bete saja. Tapi kamu juga yang terbaik dan paling lucu sahabat ku." ucap Nita.


" Huh..., kalau ada maunya baru memuji deh. Dari tadi marah - marah..!" Ani ngedumel.


" Iya deh sayang..., maaf ya. Habis aku sudah gak sabar bertemu sama Bisma ku I love you ku..." ucapnya Nita sambil mencubit pipi Ani.


" Agh..., sakit tahu. Dasar ibu - ibu gak bisa lihat yang cantik dan gemoy sedikit." kata Ani yang sedikit kesal dan kesakitan.


" Memang sih Bisma itu gemoy dan menggemaskan..., aku juga mau ketemu dengannya..." Ani berteriak dalam hatinya.

__ADS_1


" Bisma... aunty datang...!" ujar dalam hati Ani.


__ADS_2