PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 64


__ADS_3

Sudah sebulan semua berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan saat kembali ke kantor. Seharusnya Rian hari ini jadwal kembali pulang kerumah. Namun pekerjaannya belum selesai, jadi menunda keberangkatannya untuk kembali ke sisi Nita istri tercintanya.


Hari ini Rian sedang ada meeting dengan beberapa karyawan dan klien barunya.


Mereka mengajukan kesepakatan untuk bisa bekerjasama dan saling menguntungkan. Rian menonaktifkan ponselnya karena ini merupakan rapat yang sangat penting, maka harus fokus dan tidak ada gangguan.


Kalau memang kerja samanya berhasil, kemungkinan Rian akan pulang dua Minggu lagi. Dan harus merubah rencana yang sudah dia jadwalkan. Sementara perusahaan di Amerika asisten dan pengawalnya yang mengelola selagi dia pergi dan tidak ada di kantor.


……@@@@@@@@@@@@@@@@@@……


Namun tiba - tiba Nita jatuh pingsan di ruang kerjanya saat di kantor sorenya.


Sekretarisnya terkejut saat tahu Nita ada dilantai dan tidak sadarkan diri.


" Tolong... !"


" Tolong !"


" Bu !"


" Bu Nita, bangun bu ?!" kata Mira sekretarisnya.


Salah satu karyawan masuk ke ruangan itu saat dia melintas dan mendengar jeritan dari dalam ruangan.


" Ada apa bu Mira ?"


" Apa yang terjadi ?" tanya Yanto karyawan disana.


" Pak tolong suruh supir kantor siapkan mobil, kita bawa bu Nita ke rumah sakit sekarang juga." ucap Mira.


" Baiklah bu." Yanto segera menelpon satpam dan supir kantor, menyuruhnya mereka ke atas untuk ikut membantu membawa Nita.


Mira mencoba memberi minyak angin dan menggosok tangannya, semua menjadi panik saat ini.


Mereka takut kenapa - kenapa pada Nita atasan mereka.


Mira mencoba menghubungi Rian suaminya Nita dengan ponselnya, tapi tidak ada yang menjawabnya.


Yanto, pak satpam dan supir mengangkat Nita dan membawanya kedalam mobil mengantarkannya ke rumah sakit.


Mira menemani Nita di dalam ruangan sampai dokternya datang.


Sedangkan Yanto kembali bersama supir kantor, karena ada yang harus diselesaikannya.


Dokter sudah datang ke ruangan itu, dan Nita sudah sadar dari pingsannya. Sekarang Nita sedang di periksa oleh dokter tersebut.


Mira menunggu di kursi depan meja dokter, tak beberapa lama dokter dan suster itu keluar.

__ADS_1


Nita di papah suster untuk duduk di kursi sebelah Mira berada.


" Bu Nita, bagaimana sekarang, keadaan ibu... ?" tanya Mira.


" Saya sudah tidak apa - apa kok Mira, terima kasih ya.. ?" ucap Nita ke sekretarisnya.


" Iya bu, syukurlah kalau begitu, tapi saya masih cemas kalau belum tanya langsung ke bu dokter." kata Mira.


" Dok, bagaimana keadaan bu Nita ini dok.. ?" Mira sedikit cemas.


" Tadi dikantor tiba - tiba sudah pingsan tergeletak di lantai." Mira tidak berhenti bicara.


" Begini bu..., ibu Nita ini sehat kok." Beliau tidak ada sakit apa - apa."


" Ibu Nita ini resep dan obatnya ambil di depan ya bu, ini cuma multivitamin saja."


" Selamat ya bu, ibu positif hamil." Sekarang janin sudah dua Minggu di dalam kandungan.


" Benarkah itu dokter ?" tanya Nita tersenyum.


" Benar bu.., selamat ya bu Nita." Ini resep obat dan vitaminnya silahkan diambil di depan tempat obatan ya bu..." ucap dokter tersebut.


" Baik bu terima kasih." ucap Nita.


" Jaga kandungannya dan jangan terlalu kecapean." ujar dokter itu lagi.


" Terima kasih Mira." Nita tersenyum.


Mereka kembali ke kantor dengan memanggil taksi dan pergi setelah obat serta vitamin sudah mereka ambil. Nita memegangi perutnya dan Mira menatap ikut merasa bahagia bersama Nita.


Nita merupakan atasan yang baik dan tegas di kantornya, semua karyawan senang kepadanya kecuali seseorang yang sudah tidak mempunyai rasa malu saat sudah ditolong olehnya.


" Oh iya bu, tadi saya sudah menelpon pak Rian tapi tidak ada yang mengangkatnya." kata Mira.


" Mira kalau begitu lebih baik kita tidak usah dulu memberi tahunya." Karena saya akan memberinya kejutan saat suami ku pulang." ucap Nita.


" Wah, itu pasti akan menjadi kejutan yang luar biasa." kata Mira yang begitu membayangkannya.


Mira dan Nita pun sepakat untuk tidak jadi memberi tahu Rian sekarang. Taksi melaju dan melambatkan rodanya saat ingin parkir di depan kantor karena mereka sudah sampai disana.


Nita pun istirahat di dalam ruangan kantornya, Mita membuatkan segelas teh untuk Nita dan menyuguhkannya. Yanto yang melintas tidak sengaja melihat Mira sudah kembali.


Lalu Yanto bertanya kepada Mira dan ingin tahu apa yang sudah terjadi pada atasan mereka.


Mira pun tersenyum dan menceritakannya, Yanto pun sangat senang mendengarkannya dan dia juga tersenyum.


Dia ingin sekali memberikan ucapan selamat kepada Nita atasannya, namun Mira menyarankan tidak sekarang. Karena Nita butuh istirahat dan menenangkan diri karena dia sangat kelelahan karena banyak tugasnya. Yanto pun mengerti dan menuruti apa kata Mira, sekarang Yanto kembali bekerja menyiapkan tugasnya.

__ADS_1


@@@@@@@@@@@


Rian selesai rapat mengaktifkan ponselnya lalu melihat ada panggilan yang banyak dari sekretaris Nita. Rian lalu menelpon Nita dan bertanya kepada Nita secara langsung.


Memang Rian selesai rapat akan menelpon Nita dan memberi tahunya bahwa dia berhasil mendapatkan tender baru dan kepulangannya akan di undur untuk beberapa Minggu lagi.


" Hallo mas." ucapnya.


" Bagaimana kabar kamu sayang ?"


" Kenapa tadi sekretaris kamu menelpon aku sangat banyak sekali, sementara tadi mas sedang rapat sayang." tanyanya Rian.


" Oh, maaf mas." Tadi aku hanya pingsan saja, mungkin tadi dia sangat panik jadi menelpon mas." ucap Nita.


" Kamu kenapa sayang kenapa bisa pingsan... ?" tanya Rian khawatir.


" Sekarang bagaimana keadaan kamu, dan apa sudah ke dokter ?" Rian panik dan begitu banyak pertanyaan.


" Kalau begitu mas akan pulang sekarang ya sayang... ?" ucapnya lagi.


" Mas..., pelan - pelan bicaranya, Nita pusing nih." kata Nita.


" Iya sayang, mas khawatir sama kamu." ujar Rian.


" Nita sudah tidak kenapa - kenapa kok mas, dokternya juga bilang tidak apa - apa." Cuma di bilang jangan terlalu kecapean saja." ujar Nita menjelaskan.


" Kalau begitu jangan terlalu kecapean ya sayang..., apa perlu kita memakai pelayan untuk membantu kamu yang tinggal dirumah kita sayang ?"


" Biar kamu tidak terlalu capek dirumah." kata Rian.


" Tidak perlu mas, sudah ada mbak yang beres rumah dan mencuci saja sudah cukup." kata Nita memberi tahukan."


Seorang pelayan yang sekarang hanya seorang jasa pembersih yang dipesan dan ditelpon saat di butuhkan saja.


Nita merasa masih bisa mengerjakannya sendiri pekerjaan rumah tangga.


Sementara Silvi tidak mau sam sekali membantu Nita dirumah.


Pembicaraan sudah berakhir, Rian pun sebenarnya sangat resah dan tidak tenang. Namun Nita sudah menenangkan dirinya disaat tadi berbicara dengan istrinya.


Rian tidak ada pilihan untuk tidak mencoba menghargai pendapat dan kemauan istrinya.


" Tring..." pesan masuk di ponselnya.


" Mas, bila nanti pulang Nita titip barang ini untuk Silvi ya mas." Sepertinya dia menginginkan ini Nita lihat." ucap Nita dari pesannya itu.


Rian yang membacanya tersenyum dan tidak habis pikir.

__ADS_1


" Dia hanya ingat oleh - oleh untuk Silvi saja tanpa meminta yang lain untuk dirinya sendiri." ujar Rian.


__ADS_2