
Ririn di bawa ke rumah Linda, dia di temukan oleh tetangga yang sempat melintas dan mengenal Ririn anak Linda tersebut.
Pintu rumah Linda diketuk seseorang siang itu, namun Linda kurang mendengarnya. Dia sibuk dengan ponselnya dan menelpon Yadi.
" Tok, tok, tok..." bu Linda.." Orang tersebut memanggilnya lagi.
Linda baru tersadar bahwa ada orang diluar rumahnya yang memanggil dirinya. Linda berjalan menghampiri pintu rumahnya, dia membuka kunci pintu rumah tersebut dan memutar gagang kunci pintunya.
" Buk, apakah ini anak ibu ?" mereka membawa Ririn masuk dan menidurkannya di ruang tamu Linda.
" Ririn... !"
" Ririn...!"
" Pak kenapa dengan Ririn anak saya pak ?"
" Mengapa bisa begini...?" tanya Linda yang shock melihat keadaan Ririn.
" Anak ibu sepertinya korban tabrak lari bu."
" Saya melihat anak ibu tergeletak di pinggir trotoar dalam keadaan tak bernyawa lagi." ucap bapak itu yang mengantarkan Ririn ke rumah Linda.
" Ririn...!"
" Bangun nak..., ini mama sayang...!" Linda berteriak dan menangis sejadi - jadinya.
" Ririn..., jangan tinggali mama nak !"
" Mama sayang sama Ririn..., mama cuma punya anak mama saja nak..." jangan tinggalkan mama." Linda terus memanggil - manggil Ririn.
" Bu Linda yang sabar ya, kami turut berduka cita ya bu." kata bapak itu.
Semenjak mengetahui anak Linda meninggal para warga berdatangan dan melayat kerumahnya.
Linda tak kuasa melihat anaknya di masukkan ke dalam liang lahat, sehingga Linda jatuh pingsan disana.
Linda diantar pulang kerumahnya oleh para ibu - ibu disana. Raisa anak Linda yang ke dua ada di rumah bersama pengasuhnya.
Linda di tidurkan di sofa ruang tv dirumahnya, mereka sibuk menyadarkan Linda dengan minyak angin.
Pemakaman sudah selesai di lakukan dan semua pelayat sudah pulang kerumahnya masing - masing.
Linda kini tak bisa berbuat apa - apa lagi, dia hanya duduk termenung dan seperti orang linglung sekarang.
@@@@@@@@@@@@@@@@@@
__ADS_1
Yadi tidak tahu akan anaknya Ririn sudah tiada, sekarang nomer ponselnya sudah di gantinya dengan yang baru. Karena Yadi tak ingin lagi berhubungan dengan Linda mau lewat apa pun itu.
Yadi bukan seorang papa yang baik, anak - anaknya saja tidak pernah diberikannya nafkah lagi olehnya. Datang untuk bertemu juga Yadi tidak pernah sama sekali sudah beberapa bulan lamanya.
" Mas, kamu kalau aku pergi bagaimana ?" tanya Maya.
" Maya, jangan bilang seperti itu dong dengan mas, itu gak terbayangkan oleh ku saat sedang bersama mu.
Yadi dan Maya sudah tak malu untuk pamer kemesraan di depan umum. Bahkan mereka saat ini sedang di cafe yang ramai orang melakukan hal yang sebenarnya tak pantas.
Maya dan Yadi terlalu bebas dalam menunjukkan rasa cinta mereka kepada dunia.
Linda belum mengetahui hubungan mereka sampai saat ini. Semua masih berjalan dengan lancar dan aman.
Tiba - tiba mamanya Maya menghampiri disaat selesai acara pemakaman di rumah Linda.
" Permisi..." ucap Mamanya Maya.
" Iya bu, ibu cari siapa ?" tanya pengasuh anak Linda.
" Apa benar ini rumahnya ibu Linda ?"
" Saya sedang mencari ibu Linda, bisa tolong panggilkan ?!" katanya lagi.
"Oh, silahkan masuk bu." kata pengasuh itu lagi.
" Maaf ibu siapa ya dan perlu apa ?" tanya Linda yang masih terlihat sedih.
" Plak !"
" Plak !"
" Saya istrinya Hartono !" wanita itu menampar Linda dua kali.
Dia gak bisa menahan dirinya untuk tidak memukul Linda, sakit hatinya terasa saat melihat wajah Linda dan suaminya yang kurang ajar itu.
" Kamu tahu dan masih ingat Hartono yang kamu rayu saat kamu masih menjadi wanita malam kan ?"
" Saya lah istrinya yang telah dia tinggalkan demi mengejar nafsu dan kesenangannya bersama kamu."
" Keluarga saya hancur begitu saja, dari nol saya bersamanya." Kamu malah merusak kebahagian kami." ucap wanita berumur itu.
Linda terkejut dan tidak menyangka akan seperti itu. Hartono sudah meninggal dunia yang dia tahu, dan istrinya tidak tahu akan hubungan mereka.
Para tetangga melihat Linda yang di tampar oleh wanita yang mengaku suaminya di rayu oleh Linda. Tetangga mencibir dan menceritakan Linda di belakangnya.
__ADS_1
Sungguh banyak penderitaan Linda saat ini, dan mamanya Maya juga menunjukkan sebuah surat yang pernah di tanda tangani olehnya.
Dan tidak beberapa lama polisi datang ke rumahnya Linda. Mereka datang atas panggilan mamanya Maya.
" Pak ini adalah kertas yang pernah dia tanda tangani, saya tidak pernah memberikan kartu ATM saya kepadanya." Dan uang saya terkuras habis disana, apa ini namanya bukan mencuri atau merampok uang saya.. ?!" kata wanita itu.
Linda tidak bisa berkutik, saat polisi memeriksa dompetnya dan mendapatkan kartu itu ada di dalam dompet miliknya. Linda pun pasrah dengan polisi yang memborgol tangannya dan membawanya ke kantor polisi.
Linda menangis dan tidak bisa berkata apa pun lagi karena barang bukti sudah menunjukkan.
Linda di bawa masuk ke dalam mobil polisi dan dibawa pergi saat itu juga.
Mamanya Maya pun ikut ke kantor polisi untuk menjadi saksi dan memberi keterangan disana.
" Tring..." suara ponsel menandakan pesan masuk.
" Maya pengganggu lama sudah mama jebloskan ke penjara."
Itu isi pesan dari mamanya ke Maya yang lagi bermesraan dengan Yadi, dia tersenyum sinis dan merasa senang karena mangsa sudah di penjara.
" Ini semua karena Maya, ternyata dia menjebak diri ku selama ini dengan kebaikannya."
" Aku yang bodoh selalu tak menaruh curiga padanya." Malah menerima ke baikan tanpa mengetahui ada sesuatu di balik semua ini." ucapnya dalam hati.
Linda hany meratap di dalam mobil polisi yang membawanya. Anaknya Raisa di titipkan ke panti asuhan xxx oleh pengasuhnya sendiri.
Dan rumah Linda kosong terbengkalai, dan tiada yang menempati lagi.
Begitu malang nasib Linda dengan sifat buruknya hidupnya tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang kekal. Bahkan rumah tangganya berkali - kali hancur sudah, suami selalu pergi meninggalkannya.
Linda dihukum dalam waktu yang lama karena tuduhan mencuri atau memakai uang dan kartu ATM korban. Serta terbukti merusak kehidupan rumah tangga seseorang.
Mamanya Maya langsung menyebarkan berita tentang Linda dari media sosialnya dan yang dapat melihat teman - temannya saja.
Lalu Maya memberikan kabar berita itu pada Yadi mantan suaminya Maya.
Dia membaca dan terkejut karena Linda berbuat seperti itu, Yadi tak tahu bahwa Maya lah yang sudah membuat semua rencana itu untuk menjebak mantan istrinya.
Yadi pun juga terkejut karena anaknya Ririn sudah meninggal dunia. Yadi sangat sedih dan menyesal tidak pernah melihat keadaan anak - anaknya.
Tetapi Yadi tidak tahu dimana Raisa saat ini, karena dalam berita itu dituliskan
Seorang wanita yang gila akan uang mencuri kartu ATM seorang wanita berumur dan menghabiskan uangnya, sampai anak menjadi korba dan meninggal dunia dan wanita itu sekarang mendekam dalam penjara.
MANTEMAN DUKUNG TERUS KARYA TULIS SAYA DENGAN RATE, FAVORIT, LIKE, DAN KOMENNYA JANGAN LUPA YA MANTEMAN
__ADS_1
TRIMA KASIH .......😉😉😉