PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 80. Orang Terkasih


__ADS_3

" Tring..." hallo Nita ?!"


" Bagaimana kamu sekarang ?"


" Dokter bilang apa Nita ?" Dan semua baik - baik saja kan ?" tanya Ani yang sangat panik menelpon setelah selesai memimpin rapatnya di kantor.


" Ani !" kamu bisa pelan - pelan dan satu - satu gak sih tanyanya."


" Aku bingung mau menjawabnya sekarang, nanti setelah kamu pulang baru aku beri tahu sama kamu."


" Sekarang aku harus banyak istirahat kata bu dokter, jadi kamu jangan ganggu aku dulu dengan pertanyaan kamu yah ?" ucap Nita ke Ani.


Ani terdiam mendengarkan ucapan Nita saat itu, dan dia masih cemas karena Nita tidak memberi tahunya.


" Ani...!" hallo Ani ?" Nita memanggilnya.


" Iya Nita, kamu istirahat saja dirumah. masalah kantor hari ini sudah aku tangani." Oke Nita by, sampai jumpa dirumah ya." pembicaraan ditutup.


Ani masih merasa cemas dan khawatir dengan Nita, dia sampai tidak konsentrasi dikantornya. Namun Ani tahu kalau Nita ada Rian yang menemaninya pasti akan baik - baik saja.


🏵️


Saat Masih di Kantor


" Tring..., tring..." suara ponsel Ani berbunyi.


Ani melihat nomer ponsel yang tidak dikenalnya ada di panggilan ponselnya.


Ani mencoba menerima telpon itu dan berusaha waspada dalam berbicara.


" Hallo, maaf ini siapa ?" 📞 Ani.


" Hai Ani, masa kamu sudah tidak kenal lagi sama suara saya." 📞 Aris.


" Hah ?!" 📞 Ani.


Berlinang air mata ini dan merasa tidak percaya akan mendengar suara itu lagi.


Suara yang sangat dia nantikan memanggil namanya kali ini.


" Mas Aris ?!" 📞 Ani.


" Ini benar kamu mas ?" hiks..." 📞 Ani menangis.


" Iya Ani, ini mas Aris." Mas cuma mau bilang tugas mas sudah selesai, dan sebulan lagi mas akan datang menemui orang tua kamu dan segera melamar mu." 📞 Aris berkata kepada Ani sangat antusias sekali.


" Iya mas, Ani akan tetap menunggu kamu disini." jaga kesehatan kamu ya mas, Ani selalu mendoakan mas dari sini." 📞 Ani.


" Baiklah Ani, mas tutup dulu pembicaraan kita." Mas sangat merindukan mu." 📞 Aris.


" Tut, tut, tut.." Panggilan terputus.

__ADS_1


Ani sangat gembira, penantiannya kali ini tidak sia - sia dan akan membuahkan hasil.


Ani sangat merindukan Aris pujaan hatinya yang jauh entah dimana, karena Aris tidak memberi tahu keberadaannya.


Usia Aris sudah terbilang tua, seharusnya dia sudah menikah dari dulu. Namun karena pekerjaan dan tidak ada waktu untuk berteman dengan wanita, maka Aris tidak menemukan tambatan hatinya.


Namun sekarang hatinya sudah terisi kekosongan itu oleh Ani yang dia kenal dari Nita adik sepupunya.


Kini Aris sudah tidak seperti yang dulu lagi selalu kesepian dan sendirian.


Hatinya kini sudah terisi oleh cinta Ani yang sangat murni untuknya.


Aris pulang akan langsung ke Amerika menemui Ani di rumah Nita.


Karena akan lebih dekat dari tempatnya sekarang penerbangan hanya butuh 3 jam saja. Sementara kalau kerumahnya akan lebih lagi dari itu.


Ani tak tahu kapan harinya itu, Aris hanya bilang sebulan lagi saja tapi tidak bilang kapan pastinya. Tapi Ani sangat berharap akan bertemu dengan Aris secepat mungkin.


" Mas Aris aku terlalu merindukan mu." ucapnya dalam hati.


" Astaga Nita dirumah bagaimana ya ?" ucapnya sambil menepuk dahinya.


Pekerjaan kantor sudah usai, dan semua karyawan bersiap untuk pulang kerumah masing - masing.


Begitu juga dengan Ani, dia terburu - buru mau pulang kerumah dan bertemu dengan Nita menanyakan apa yang sudah terjadi padanya.


Ani pun keluar dari gedung itu menuju ke parkiran mobil milik Nita.


" Selamat sore bu Ani." kata satpam kantor.


" Baik bu, terima kasih atas perhatian mu." satpam itu membungkukkan badannya.


Ani mengemudi dengan kecepatan penuhnya dan dengan cepat sampai kerumahnya.


" Fiuh.. !"


" Akhirnya sampai juga dirumah." berkata dalam hati.


Ani pun masuk ke dalam rumah, langsung mencari keberadaan Nita.


" Mbak, dimana Nita sekarang ?" bertanya ke art di rumah.


" Ibu ada di atas, di dalam kamar. kata tuan Rian harus banyak istirahat." ucap mbak art tersebut.


Ani pun naik ke atas menuju ke kamar Nita, dan mengetuk pintunya.


" Tok, tok, tok !" Nita, ini aku Ani, boleh masuk Nita ?" tanya Ani yang ingin segera masuk.


" Masuk lah Ani, tidak di kunci kok pintunya." Ani langsung masuk tanpa basa - basi lagi.


" Hai Rian, hehehe..." maaf ganggu kalian." Ani melihat Rian sedang menyuapi Ani makan buah dihadapannya.

__ADS_1


" Tidak apa - apa kali ini cuma makan buah saja kok. Tapi kalau untuk urusan yang lain tolong nanti jangan di ganggu ya ?" ujar Rian sambil tersenyum.


" E_hehehe..., iya aku tahu." ucap Ani yang menjadi canggung.


" Saya cuma bercanda kok. ayo silahkan mengobrol."


" Sayang, mas mau keluar sebentar. kamu ada yang mau di titip gak sayang ?" tanya Rian ke Nita istrinya.


" Mas, Nita lagi pengen makan buah asem ya mas. nanti tolong mas mampir ke supermarket ya ?" kata Nita.


" Baiklah sayang, mas pergi dulu. Titip Nita ya Ani, tolong...!" kata Rian.


" Oke, baiklah." Ani membalas ucapan Rian.


Rian pun mengambil kunci mobilnya dan pergi keluar karena ada urusan bersama temannya yang bekerja juga satu kantor bersamanya.


Mungkin mereka sedang ingin membahas masalah penting tentang kemajuan perusahaan mereka.


Jadi Rian dan temannya janjian akan bertemu di suatu cafe yang ada di pusat kota America.


Rian pun menuju kesana dengan mobilnya setelah tempatnya di beri tahu oleh temannya itu.


Temannya Rian di kantor menjadi pengawalnya dan sebagai mata - mata memantau para klein yang bekerjasama dengan perusahaan Rian sekarang.


Dan juga memantau berbagai perusahaan yang ingin menyerang dan menjatuhkan perusahaan Rian saat ini.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Ani dan Nita sedang ada di kamar berdua saja, dan mereka saling berpandangan melihat wajah masing - masing temannya.


" Nita, bagaimana keadaan mu sekarang ?"


" Dimana yang sakit Nita ?" tanya Ani yang sedikit sedih.


" Kamu kenapa sih Ani..., aku tuh gak apa - apa dan baik - baik saja. Kamu menangis seperti aku terkapar di tempat tidur gak bisa gerak." ucap Nita.


" Ani, kamu salah paham. Aku tuh sebenarnya..." Nita berhenti bicara.


" Kenapa Nita ?"


"Kamu kenapa, ada apa ?" tanya Ani sekali lagi.


" Ani, aku tuh cuma pusing dan mual karena sedang hamil." Nita sangat antusias sekali bicaranya.


" Hah ?!" kamu Nita, yang benar ?!" tanya Ani tidak percaya.


" Iya Ani, aku juga tadinya gak percaya. Tapi itulah yang dikatakan dokter Aisyah kepada ku." wajah Nita terlihat berseri - seri.


" Alhamdulillah..., kamu membuat aku takut saja Nita. Aku mengira kamu kenapa - kenapa saat ini, sebab yang aku tahukan kamu kemarin..." Ani tidak enak mengatakannya.


" Iya Ani, aku dan mas Rian juga tadi mengira penyakitnya kambuh lagi. Ternyata bukan itu penyebabnya.

__ADS_1


" Tapi ternyata ini kabar menggembirakan bagi kita semua." kata Nita.


Ani dan Nita saling berpegangan tangan, mereka saling tertawa dan berpelukan. Ani sangat terharu mendengarnya dan hatinya sudah lega saat ini, karena sahabatnya Nita tidak kenapa - kenapa.


__ADS_2