
🌟 Siang itu Ani dan Nita mau makan siang di luar kantor, mereka berjalan masuk ke cafe yang mereka tuju.
Ani dan Nita makan diluar hanya ingin mengganti suasana saja. Tapi sebenarnya Nita juga mengidam saja makan di cafe.
Lalu mereka duduk memilih meja di sudut, agar nampak semua bagian dari cafe itu. Cafe itu tempat favorit mereka dari dulu, dan disana juga Rian menyapanya beberapa kali.
Lalu Ani melihat Imel ada di meja sudut seberang sebelah sana, bersama seorang wanita itu lagi.
Mereka sering sekali bertemu beberapa hari ini, Ani melihat mereka dengan seksama.
" Ani !"
" Ani !"
Dari tadi Nita memanggilnya, namun Ani tidak fokus pikirannya.
Nita lalu diam dan memperhatikan Ani yang dari tadi memandang ke arah kanan Nita.
" Plak ! Ani, apa yang kamu lihat ?" tanya Nita.
" Ih kamu Nita buat terkejut aku saja ! kalau mau panggil pelan - pelan lah..!" ucap Ani.
" Kamu ini ya, aku sudah pela...n..." mulutnya di bungkam pakai tangan Ani.
" Diam dulu kamu, coba lihat disana ada siapa ?" Ani mengarahkan pandangan Nita ke arah Imel.
" Itu ada Imel dan seseorang bersamanya, apa kau kenal wanita yang bersamanya?" tanya Ani.
" Sudah beberapa hari mereka selalu bertemu, apa Imel punya kerabat disini? Setahu ku dia tak ada siapa pun disini." ucap Ani lagi.
" Ih, kamu ngapain urusi dia sih. Lagian itu mau saudaranya, mau ibu atau kakaknya juga gak perduli. Ayo kita makan, makanan kamu sudah datang nih." ucap Nita.
" Wah, sepertinya enak sekali makanannya..." ucap Nita yang sudah gak sabar.
Nita tetap memesan makanan sehat untuk bumil disana. Nita tak ingin kenapa - kenapa terjadi pada anaknya, dan bayinya tetap sehat sampai hari kelahiran nanti.
Imel tak tahu kalau Nita dan Ani satu cafe bersama mereka. Saat Imel ingin ke toilet cafe, Nita juga masuk ke toilet, biasa bawaan bumil yang selalu suka buang air kecil selalu.
Nita keluar dari toilet dan ingin mencuci tangannya, tapi Imel segera menyerobot duluan.
" Eh, ada bu Nita. Maaf ya bu, saya pakai duluan. Ibu sedang hamil ya bu?
Anak siapa itu bu? perasaan dulu anaknya sudah mati dan keguguran." ucap Imel ke Nita tanpa pakai hati.
__ADS_1
" Iya Mel, ini anak mas Rian yang kedua. Anak pertama kami sudah bersama Allah disana." ucap Nita sambil mencuci tangannya.
Imel pun pergi tanpa memperdulikannya, tapi ternyata Imel tak pergi begitu saja. Dia bersembunyi di balik dinding dengan sengaja.
Ketika Nita akan keluar dari toilet kaki Imel sengaja menjegal kaki Nita yang sedang melangkah.
" Ah....!"
" Bruk !"
" Ach..., tolong...!" teriak Nita.
" Ani...!"
" Ani tolong...!" teriak Nita lagi memanggil Ani.
Imel yang sudah berbuat, langsung berjalan tanpa rasa bersalah meninggalkan Nita yang terjatuh begitu saja.
Ani mendengar suara Nita, lalu melihat ke arah toilet mencari keberadaan Nita.
Lalu dia mendapati Nita menangis dan berada di lantai saat ini.
" Nita!"
Nita tidak bisa berkata - kata, dia meminta Ani untuk membawanya ke rumah sakit segera.
Ketika Nita mencoba tuk berdiri kakinya sangat sakit untuk di pijakan.
" Ah.., Ani tolong panggil orang untuk membantu ku, kaki ku terkilir karena jatuh tadi." kata Nita.
Ani akhirnya meminta bantuan ke pada pelayan cafe untuk membawa Nita naik ke dalam mobil. Setelah itu Ani membayar makanan mereka lalu pergi segera ke rumah sakit sekarang.
………………………………………………………………
Imel membahas bersama Bella...
" Hahahaha..., kamu lihat saja kan sekarang dia tak bisa apa - apa. Mudah - mudahan dia mengalami lagi keguguran, biar kamu bisa masuk dan dia terlempar dari rumah itu." ucap Imel.
Bella hanya diam saja memperhatikan dari dalam mobil mereka. Imel kini bekerja di perusahaan papanya Bella, dan kini Bella membayar Imel untuk menjatuhkan Nita sampai cerai dari Rian.
Ternyata Bella masih tak rela Rian bersama Nita, Bella selalu memperhatikan Rian dikantor maupun di rumahnya secara sembunyi - sembunyi.
" Kali ini saat yang tepat untuk ku mengambil yang sudah menjadi hak ku dari dulu. Bella berkata dalam hatinya.
Mobil Ani pun segera pergi melaju ke rumah sakit. Sesampainya di depan rumah sakit Ani meminta para suster untuk membantunya membawa Nita untuk di periksa segera.
__ADS_1
Nita masih menahan rasa sakit ya fan sedikit menangis karena tak bisa menahannya.
" Nita sabar ya Nita.." ucap Ani menenangkannya.
Ani bercerita kejadian yang menimpa sahabatnya itu. Dokter pun mengerti dan sangat paham sekali saat itu.
Dokter segera sigap bertindak untuk melakukan pengobatan dan memeriksa janin.
Ani merasa takut akan terjadi sesuatu pada kandungannya, Ani berjalan mondar - mandir di luar ruangan pemeriksaan Nita.
" Oh iya mas Rian." ucap Ani yang teringat akan hal itu.
" Tring..., tring..." Ani menelponnya.
" Hallo Ani, ada apa?" tanya Rian yang sedang menandatangani sebuah dokumen.
" Mas, kami sekarang ada di rumah sakit xxx. Tadi Nita terjatuh dan kakinya terkilir mas." kata Ani sedikit gugup.
" Apa ?!" Rian segera mematikan ponselnya dan pergi meninggalkan semua berkasnya di atas meja.
Rian menyuruh pengawalnya dan sekretarisnya untuk membereskan semua di ruangannya.
Rian langsung pergi dengan mobilnya dan segera meluncur ke rumah sakit itu.
" Nita terjatuh dan kakinya terkilir mas. Nita bagaimana itu bisa terjadi, jangan sampai anak kita kenapa - kenapa Nita.." ucapnya dalam hati.
Sampai dirumah sakit Rian berlari ke tempat Ani dan Nita berada setelah bertanya pada suster di resepsionis.
" Ani ! dimana Nita sekarang? Bagaiman bisa terjadi ini Ani..?" tanya Ani.
Aris sudah ada disana, dia juga terlihat cemas menunggu di depan ruangan itu.
" Aku juga gak tahu mas, tadi Nita pergi ke toilet saat kami sedang makan diluar. ujar Ani menjelaskan semuanya.
Ani menceritakan apa yang dia ketahui, dan sudah bertanya pada Nita yang terjadi karena Ani juga tidak mengetahui semua yang dialami Nita.
Ani juga menjelaskan Nita tidak dapat berbicara karena menahan sakit di kaki dan tangan yang menahan tumpangan tubuhnya saat jatuh disana.
Lalu Rian menyuruh Ani dan Aris untuk pergi ke cafe itu lagi dan melihat cctv disana. Agar semua jelas siapa yang sudah melakukan itu pada istrinya.
Aris dan Rian pun mengerti, mereka segera pergi ke cafe itu lagi.
Sampai disana mereka meminta izin untuk melihat hasil rekaman tadi siang kejadian yang menimpa Nita saat itu.
Pemilik cafe pun mengizinkan dan mencari serta memutar kejadian tadi siang pada jam 12:25 saat siang tadi di dekat toilet.
__ADS_1