
" Sayang.., kenapa kamu diam saja tadi ?"
" Kalau kamu ditindas, kamu boleh kok membalasnya." Jangan biarkan orang lain sesuka hati terhadap kamu." kata Rian yang memberi nasehat kepada Nita istrinya.
" Iya mas, tapi... memang saya dulu yang salah." Dan hampir merebut suaminya, saya tidak tahu akan hal itu." Suaminya yang dulu itu adalah Panji rekan bisnis kamu sekarang mas." ucap Nita.
" Sudahlah kamu jangan terus merasa bersalah dan tidak memaafkan diri mu sendiri." Itu semua bukan salah mu, dan kau tidak tahu kalau Panji sudah mempunyai istri." Oke sayang..?!" Rian memberikan semangat kepada istrinya dan mencoba menjadi bijak dalam menghadapi dilema istrinya.
Nita tersenyum dan sedikit kembali bersemangat, ternyata perkataan dan perhatian Rian dapat membuatnya ceria seketika.
" Mas, apa kau tadi bertemu Panji saat dikantor pak Rahmat..?" tanya Nita.
" Ya tadi diparkiran mas bertemu dengannya, memangnya ada apa sayang ?" Rian penasaran Nita menanyakan itu.
" Bukan apa - apa mas, tadi Panji meminta ku untuk bekerjasama." Dan dia meminta bantuan dalam mempromosikan produknya kepada ku." Pak Rahmat yang mengusulkan kepadanya untuk meminta bantuan." Namun Nita belum setuju akan menerimanya, nanti Nita akan pelajari dulu konsepnya bagaimana." Mas, menurut kamu bagaimana mas..?" tanya Nita.
" Maksudnya bagaimananya itu apa ?" Kalau kamu ingin meminta izin, tidak ada hubungannya sama mas." Mas akan menghargai keputusan kamu Nita..?" Dan kamu harus profesional dalam bekerja." Mas selalu mendukung mu." kata Rian sambil membelai wajah istrinya.
" Terima kasih ya mas Rian, kamu sangat pengertian." ucap Nita sambil tersenyum manis.
Nita dan Rian melanjutkan perjalanannya kembali kerumah bude, dan sore nanti mereka akan diantar oleh Aris ke bandara dan terbang ke America.
Sampai dirumah bude dan pakde sudah menyiapkan dua kotak untuk dibawa Nita pulang ke Amerika. Nita dan Rian terkejut akan semua barang yang akan dibawa pulang terlalu banyak.
" Bude, ini apa dan untuk apa ?" tanya Nita yang melihat dua kotak besar itu ditujukan untuk dirinya.
" Ini bawalah bersama mu nak, pakde dan bude gak bisa beri kalian sesuatu." Hanya ini saja yang bisa bude kasih ke kamu." Di dalamnya juga ada sedikit oleh - oleh untuk mama kamu ya nak Rian.., bude kirim salam ya." ucap budenya Nita ke Rian.
__ADS_1
" Iya bude, Insya Allah nanti akan saya sampaikan." Tetapi kenapa bude repot - repot begini, saya sudah terima kasih bude mau menerima kami disini." ucap Rian lagi.
" Sudahlah nak.., ayo kalian siap - siap nanti kita akan ke bandaranya akan terlambat kalau ke banyakan ngobrol." Kata bude dan pakde.
Aris pun segera mandi dan mengepak barangnya juga, karena dia juga harus balik tugas lagi. Sudah beberapa hari di kampung halaman, atasannya menelponnya untuk segera kembali. Karena ada urusan yang harus dikerjakan melalui dirinya tidak bisa harus ditangani orang lain.
Jadi kali ini pakde dan bude harus tinggal berdua lagi di kampung tanpa mereka. Anak mereka hanya Aris semata wayang, sedangkan anak perempuan mereka Sania sudah meninggal karena kecelakaan di usia 18 tahun. Makanya bude sangat sayang kepada Nita dan dianggapnya sebagai anak kandungnya sendiri.
***
Nita dan Rian serta Aris diantar ke bandara oleh pakde dan bude sore itu. Aris sudah berangkat duluan dengan pesawatnya, sementara Nita dan Rian masih menunggu keberangkatan pesawat mereka.
Nita bersama bude duduk bersama, Nita masih terus memeluk budenya dengan erat. Nita masih sedih harus berpisah lagi, dia terlalu sayang budenya karena baginya bude adalah ibu kandung dari dia masih kecil.
" Bude, nanti kalau ada waktu mainlah kerumah Nita ya bude." Nita sedih sekali disana gak ada bude." ucap Nita.
" Tring, tring.., tring....." Terdengar suara pemberi tahuan bahwa pesawat yang akan ke America akan berangkat lima menit lagi.
Nita dan Rian segera pamitan kepada mereka, dan berjalan bersama untuk segera berangkat. Budenya menangis dan memeluk pakde seketika Nita sudah tidak terlihat lagi dari tempat mereka berpisah.
" Sudah bu.., Nita sudah bahagia dan kita sedikit tenang sekarang sudah ada yang menjaga dia saat jauh dari kita." kata pakde.
" Iya pak, tetapi sudah lama sekali baru kali ini kita bisa bersama dengannya." ujar bude.
" Yuk kita pulang, jangan menangis lagi." Berbahagialah untuk mereka dan selalu doakan agar kita panjang umur biar bisa berkumpul bersama lagi." kata pakde yang berharap.
" Amiin... ya Allah.." ucap budenya.
__ADS_1
kedua orang tua itu pun berjalan meninggalkan tempat itu menuju parkiran. Mereka pun pulang dengan mobil kembali ke rumah mereka.
***
Nita dan Rian pun terbang menuju America, dalam perjalanan kesana Rian terus memeluk Nita yang masih sedih karena berpisah kembali.
" Sayang.., kendalikan perasaan mu." Tidak baik terlalu bersedih, nanti kau akan sakit bila terus menangis." Dan aku siapa yang akan menemani ku kalau kau begitu terus." ucap Rian.
" Mas Rian, kau jangan mengejek ku terus dari tadi." ucap Nita sedikit mencubit perut Rian.
" Baiklah sayang ku, aku hanya bercanda saja." Rian tersenyum saat itu.
Kini kehidupan Nita dan Rian baru akan dimulai, dan mereka akan belajar hidup bersama dengan pemikiran dan watak yang berbeda. Rian juga ingin belajar menjadi seorang pria dan suami yang baik untuk Nita.
Tak beberapa lama Nita tertidur dalam pelukan Rian yang duduk disampingnya. Rian sangat senang melihat Nita yang sudah mulai memberikan hatinya untuknya.
" Nita.., aku akan tetap menunggu kamu sampai yakin dan sepenuhnya hati mu untuk diri ku." Karena aku ingin sekali bisa bersama mu tanpa ada jarak dan penghalang apa pun lagi." Aku sangat menantikan itu Nita." Ucapnya dalam hati.
***
Hari itu mama Rian belanja ke pasar, dia ingin masak yang banyak karena dirumahnya akan ada sambutan untuk kedua pengantin baru. Semua keluarga juga ikut berkumpul dirumah mamanya Rian. Namun Rian dan Nita terlebih dahulu pulang kerumah Rian. Sekarang Nita tinggal di rumah pribadi Rian, dan Nita sudah menjadi nyonya Rian.
Di luar rumah mamanya juga ada beberapa wartawan yang ingin mengambil foto mereka dan membuat berita di koran mereka. Kali ini Nita baru tahu kalau Rian itu seorang pengusaha besar Indonesia yang ada di America.
Pantas Yadi suami Linda tidak berkutik di depan Rian saat itu.
Namun Rian dari kesehariannya tidak terlihat bahwa dia seorang pengusaha yang banyak disegani banyak orang.
__ADS_1
Rian sudah membuat Nita bingung, dan dia merasa sangat banyak teka - teki dari semua ini. Rian sangat menakjubkan sekali dimata Nita dan Rian sungguh luar biasa.