
Hari Senin Linda mendapatkan surat cerai, dia menerimanya saat berada dirumahnya bersama anak - anaknya dan Nisa juga ada disana.
" Tok, tok, tok, permisi..."
" Ada pos.." ucap pria itu dari luar.
Dia membawakan sesuatu dari pengadilan agama, dan itu ditujukan untuk Linda.
Linda yang mendengar langsung membuka pintu rumahnya dan menghampiri pria pengantar surat itu dipagar.
" Ibu yang bernama Linda ?"
" Ini ada surat dari pengadilan agama untuk ibu." pria pengantar surat itu menyerahkan sebuah amplop kepada Linda.
" Tolong tanda tangani ini buk" pria itu memberikan pena dan kertas, setelah selesai dia langsung pergi dan meninggalkan rumah Linda.
Linda tidak mengatakan apa - apa, hanya saja air matanya sudah mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.
Linda menangis saat membuka amplop itu, disitu tertulis bahwa mereka sudah resmi bercerai.
Linda merasa sesak didalam dadanya dan air matanya tak dapat terbendung.
Linda menangis dan terduduk dikursi teras rumahnya, dia merasakan hal yang aneh di dirinya.
" Kenapa hatiku terasa sakit sekali ya.., padahal aku tidak mencintainya."
" Tetapi aku merasakan sesak yang teramat sekali."
" Mulai sekarang aku sudah bukan istrinya lagi." gumamnya Linda dalam hatinya..
" Baiklah kalau memang itu yang kamu mau mas, akan aku ikuti kemauan kamu."
" Lagian tidak masalah masih ada Yadi di sisiku."
" Tapi kenapa aku masih tidak rela dan tidak bisa menerima ini ya?" Linda masih kecewa dan sedih karena sebenarnya dia sudah nyaman dengan perhatian Panji kepadanya.
Nisa keluar sambil menggendong Raisa. Dia melihat Linda sedang menangis dan hanya duduk berdiam diri saja.
" Siapa yang datang Lin ?"
" Kenapa kamu menangis.., lihat Raisa ikutan sedih juga." Nisa mencoba cari tahu tentang Linda yang seperti orang bodoh sekarang.
Nisa melihat sebuah amplop ada dipangkuan Linda, dan nisa sudah mengerti kenapa Linda menangis setelah dia membaca tulisan di luar amplop itu.
Ya, Linda ternyata sudah diceraikan oleh Panji suaminya.
Nisa tidak ingin bertanya tentang itu ke Linda, karena dia tidak suka dan akan marah bila ada yang kepo dengan kehidupannya.
***
Panji sudah siap dengan barang - barangnya dan semua urusannya di Jakarta.
Mama Panji memperhatikan anaknya yang ternyata sudah bertekat bulat ingin ke Amerika.
__ADS_1
" Pan, ada yang ingin mama bicarakan dengan kamu sebentar saja."
" Sebelum kamu pergi ada yang ingin mama kasih kamu lihat sesuatu." ujar mamanya Panji sembari pergi kedalam kamarnya.
Namun belum sempat mamanya mengambil barang itu, Linda datang kerumah dan marah - marah kepada Panji.
" Mas, kenapa kamu menceraikan aku mas."
" Kita kan bisa kembali bersama lagi, kasihan anak kita mas."
" Dia membutuhkan seorang papa, aku akan berubah mas."
" Aku bisa kok menjadi istri yang baik, istri yang kamu mau mas..?!"
Linda memegangi tangan Panji dan memohon kepadanya.
Panji tidak menghiraukannya lagi, dia pergi mengambil koper dan barang - barangnya.
Panji sudah menelpon taksi online yang akan mengantarkannya ke bandara.
"Mas, kamu mau kemana mas..?!"
" Tolong jangan pergi, kasihan Ririn selalu menanyakannya mas.., mas Panji.., mas..!" Linda tidak dapat mencegah kepergian Panji saat itu.
Mamanya Panji pun tidak sempat memberitahukan video rekaman tentang apa yang sudah dilakukan oleh Linda saat itu.
" Ngapain kamu kesini..?"
" Sekarang kamu bukan istrinya Panji lagi, dan anak yang kamu sebut - sebut juga bukan anaknya Panji."
" Ma.., jangan begitu dong ma..?!"
" Bukannya mama yang sudah menjodohkan kami ma.."
" Linda minta maaf ke mama kalau Linda ada salah, tapi jangan lakukan ini ke Linda dong ma.." Linda menghampiri mamanya Panji dan memegangi tangannya.
Mama menghempaskan tangannya dari genggaman Linda.
Mama langsung menutup pintu rumahnya dan membiarkan Linda diluar.
Linda kesal dan langsung pergi pulang kerumahnya.
Dalam hatinya dia berjanji tidak akan menginjak rumah itu lagi.
Panji pun terbang ke Amerika, dia ingin melupakan dan meraih kebahagiannya sendiri.
Dan melupakan masa lalunya dengan Linda saat masih bersama.
Namun Panji masih memikirkan Nita, dan dia selalu berdoa semoga dapat dipertemukan kembali dan berjodoh dengannya.
Panji masih berharap dan punya keyakinan akan itu.
***
__ADS_1
Nita dan Ani sudah kembali bersama dan berkolaborasi pemikiran dan cara kerja mereka.
Perusahaan cabang di Singapura berkembang sangat signifikan dan atasan mereka pak Rahmat di Jakarta kantor pusat sangat puas dengan mereka sekali lagi.
Pendapatan perusahaan semakin meningkat pesat, para karyawan yang baik dalam kinerja mendapatkan bonus dari pak Rahmat tahun ini.
Banyak investor yang melirik dan ingin bergabung untuk kerja sama dengan perusahaan mereka.
Kini perusahaan semakin maju dan berkembang luas di dunia.
Nita memang sangat mempunyai potensi yang baik dalam pekerjaannya, namun tidak dalam cintanya.
Dia masih juga belum move on dari Panji yang sudah 6 bulan tidak pernah bertemu lagi.
Nita memblokir nomor ponsel Panji, agar dia tidak bisa menghubunginya lagi.
Dan agar Linda tidak selalu menyakitinya, atau memfitnahnya kembali.
Nita sekarang bahagia, namun dia masih memendam rasanya ke Panji, dan dia tidak pernah menceritakan tentang dirinya ke Ani. Dia selalu menutupinya, dan Ani tidak berani menanyakan masalah pribadi Nita.
" Nit, hari ini keluar yuk.., aku ingin jalan - jalan nih..."
" Mumpung hari libur, dan tidak ada pekerjaan juga." Ani mengajak Nita pergi, namun mereka tak tahu mau kemana tujuannya.
Pergilah mereka menyusuri jalan dan menikmati suasana jalanan di Singapura. Lalu sudah lama mereka dijalan, Ani membelokan mobilnya ke sebuah jalan yang cantik dan dari jauh sudah terlihat deburan ombak yang menandakan akan bertemu dengan laut.
Ani pun menghentikan mobilnya saat melihat laut didepan matanya.
" Nit, indah sekali.., aku mau seberang kesana ah..!"
" Kamu mau ikut gak Nit..?!" Ani sangat bersemangat dan dengan cepat bertanya, namun lebih cepat lagi tangannya yang menarik Nita untuk keluar dari mobilnya.
Nita pun tidak mau ketinggalan, dia segera turun dari mobil dan berlari melampaui Ani.
Ani mengejar Nita yang sudah duluan berlari meninggalkannya.
" Nit..., tunggu aku..?!" ujar Ani yang terus mengejar Nita sudah jauh didepan.
"Nit..., kamu curang.."
" Aku belum siap - siap, kamu sudah lari duluan.." Ani terus mengejar Nita yang malah asyik tertawa lepas.
Mereka bermain di Pantai Palawan yang ada di Singapura.
Pantainya sangat indah, air laut berwarna biru yang rupawan.
Pasir putih dan bersih, menambah ke indahan dan betapa eksotik nya suasana disana.
Pantai Palawan yang begitu menakjubkan, dan seketika membuat fresh fikiran dengan pekerjaan yang menumpuk saat dikantor.
Nita juga sangat menikmati angin semilir ditepian laut itu.
__ADS_1
Pesona senja saat matahari akan kembali ke peraduanya membuat suasana disana semakin sangat romantis.