
Malam itu langit terlihat kelabu dan begitu hitam pekat, bahkan bintang - bintang tidak nampak di permukaan langit malam. Udara malam terlalu dingin terasa di tubuh Nita. Rian datang menghampiri Nita yang sedang berada didepan jendela kamar yang terbuka. Dia membawakan Nita kain selimut tebal dan menutupi tubuh Nita yang merasa kedinginan.
" Mas, terima kasih." Kamu selalu pengertian dengan ku." ucap Nita kepada Rian.
Rian memeluk Nita dari belakang dengan sangat senang. Nita yang berdiri di depan jendela kamar mereka tersenyum menatap Rian. Tiba - tiba hujan turun dan kilat menyambar suara gemuruh terdengar sangat keras. Saat itu juga secara bersamaan lampu pun padam, Nita membalikkan badannya dan memeluk Rian dengan erat.
" Argh...!" Aku takut mas." ucap Nita.
" Mas, aku takut." ucap Nita lagi.
" Sepertinya malam ini listrik mati semua." ucap Rian.
Rian pun memeluk Nita untuk menenangkannya, segera jendela itu ditutup Rian. Dan Nita masih memeluk Rian tak mau dilepas. Mereka segera berjalan menuju ke kasur, Rian menyuruh Nita untuk tidur.
Namun Nita masih memeluk Rian dan tidak mau ditinggal olehnya. Suara gemuruh belum juga berhenti, hujan turun sangat deras malam itu.
" Mas, tidurlah dekat dengan ku." Nita gak mau jauh - jauh dari mas." ucap Nita.
" Iya sayang mas akan temani kamu tidur disini." ujar Rian.
Nita pun naik ke kasur dan segera tiduran, disusul Rian disampingnya juga ikut tidur bersamanya. Nita pun merasa sedikit tenang dan nyaman karena ada Rian disampingnya. Rian menarik selimut dan mereka masuk kedalam selimut berdua. Nita menarik tangan Rian untuk tetap memeluknya dan terus berada didekatnya.
Rian sungguh merasa sangat senang bisa sangat dekat dengan istrinya. Padahal Nita seingatnya sangat anti karena trauma saat melihat keadaan Ani sahabatnya saat itu di aniaya oleh seorang pria dikamar bar berada.
Saat itu Nita yang masuk duluan dan melihat keadaan Ani temannya sangat menyayat hatinya.
Nita sangat shock dan merasa bersalah saat itu, dan sempat menyalahkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Namun malam ini Nita sendirilah yang meminta untuk berada didekatnya. Rian sungguh sangat bersyukur karena kejadian malam ini, Nita jadi belajar untuk melawan traumanya.
Nita pun terlelap dalam tidurnya dan dalam dekapan Rian. Namun tiba - tiba Rian terkejut saat ada suara yang membangunkannya. Padahal dia merasa dirinya baru saja ingin tidur malam itu, dan masih merasa mengantuk sekali.
" Mas..., mas Rian.., sampai kapan kamu akan tidur terus." walau pun kau bos di kantor mu, tapi kamu harus tepat waktu untuk datang kesana." ucap Nita.
Rian membuka matanya dan melihat Nita sudah siap dengan pakaian kerjanya. Nita juga sangat terlihat cantik pagi itu, mata Rian terbuka disaat waktu yang tepat. Rian tanpa sadar menarik Nita untuk memeluknya sebentar. Namun Nita berteriak dan menutup matanya, Nita sangat ketakutan. Rian bingung dan terkejut melihatnya, Rian segera berlari bangun dari tidurnya dan segera mandi.
Nita membuka matanya dan melihat Rian yang berlari dengan sangat lucu sekali. Baru kali ini ada seorang bos besar yang berlari lucu dihadapannya.
" Hahaha..., mas kau lupa membawa handuknya." ucap Nita.
" Nita, tolong kau ambilkan dan bawalah kesini." ujar Rian yang sudah tidak bisa keluar lagi untuk mengambilnya.
" Baiklah mas, akan aku letakkan handuknya di atas meja kecil ini." Nanti kau ambilah sendiri, Nita mau siapkan sarapan dan pakaian untuk diri mu." Nita pun pergi dari dalam kamar itu setelah menyiapkan pakaian untuk Rian.
" Iya sayang." ucap Rian pelan dan masih bingung dengan sikap istrinya.
***
Mereka dirumah ada dua pelayan dan satu satpam. Yang satu untuk mengurus taman dan yang lainnya, sedangkan yang satunya lagi mengurus masak, rumah dan bersih - bersih pakaian.
Terkadang Nita masak sendiri, dan membersihkan kamarnya sendiri. Nita juga kalau ada waktunya ikut membantu mbak pelayannya.
Para pekerja yang bekerja dengan Rian dirumahnya sangat senang dengan Nita. Mereka mengaku sangat suka dengan kepribadian Nita yang lembut.
Pagi itu Nita sendiri yang menyiapkan sarapan untuk semua orang yang ada dirumah itu. selain untuk dirinya dan Rian, pelayan juga ikut di buatkan nasi goreng olehnya.
Rian pun datang dan sudah rapi dengan pakaian kantornya. Dia datang menghampiri dan menyapa Nita istrinya.
__ADS_1
" Hai sayang.., kamu yang menyiapkan sarapan pagi ini..?" tanya Rian.
Nita hanya melirik dan tersenyum, dia diam saja tanpa menjawab.
" Tuan, bu Nita membuat nasi goreng sangat enak sekali." Mereka semua menyukainya, cobalah tuan mencicipinya." kata mbak pelayan itu.
" Benarkah, kau membuat nasi goreng pagi - pagi untuk semua orang..?" Dan hanya aku saja yang belum mencicipinya, ini sungguh tidak adil kan..?!" tanya Rian sambil mencicipi masakan Nita.
Dan.., Rian sangat menyukai sarapan pagi itu, hari ini Rian sangat bersemangat untuk berangkat ke kantornya. Walau ternyata kejadian yang dia rasakan tadi malam hanya sebuah mimpi indah bersama istrinya yaitu ( Nita ).
Pagi itu Rian mengantar Nita ke kantornya lalu berangkat pergi ke kantor ya sendiri.
Dan mereka janjian untuk makan siang bersama, karena Rian masih ingin merasakan kebersamaan berdua saja.
***
Pagi itu sekretaris Rian memberikan berkas kerjasama antara perusahaan dirinya dan perusahaan Yadi. Rian langsung teringat kejadian bulan beberapa Minggu lalu ketika di bandara.
Dan Rian mengatakan ke Lolita sekretarisnya untuk tidak membahasnya sekarang.
Rian masih kesal kepada Yadi dan istrinya, Rian tidak menyangka akan terjadi hal itu. Padahal tadinya hubungan mereka sangat baik sebelum bertemu dengan istrinya ( Linda ).
Rian sengaja untuk menunda pemeriksaanya berkas perjanjian kerjasama mereka.
Yadi mencoba untuk menelpon ke sekretarisnya Rian, namun Lolita menjawabnya bahwa Rian sedang sibuk dan belum sempat menyerahkan berkas kerjasama itu. Yadi kesal dan marah, saat pulang dari kantornya sore itu dia marah kepada Linda.
" Argh, kau kenapa mas..?" pulang - pulang sangat marah kepada ku." Apa salah ku sebenarnya ke kamu dan masalah kantor tolong jangan bawa - bawa kedalam rumah." ucap Linda yang tidak mengerti apa - apa.
Namun Yadi mengambil kunci mobilnya dan pergi entah kemana. Linda sangat kesal dengan sikap Yadi saat itu, bahkan dia tidak melayani makan dan minum Yadi saat pulang kerja tadi.
__ADS_1
Linda menelpon mamanya dan menceritakan semua kejadian tadi tanpa kurang satu apa pun.
Mamanya Linda sangat kesal juga mendengarnya, namun dia lagi asik bersama dengan Pram dan dia tidak mau merusak mood pria itu juga. Jadi mamanya hanya bisa diam saja dan nanti akan melanjutkannya kembali saat dia datang ke rumah Linda.