PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 101. Masih Menunggu


__ADS_3

🌟 Pagi ini di kantor perusahaan Nugraha...


Pagi ini Rian datang ke kantor itu, untuk sementara waktu Rian menggantikan Bella yang masih berduka dengan kepergian papanya secara tiba - tiba.


Semua karyawan dan rekan - rekan bisnis pun bisa memakluminya. Bella anak tunggal yang selama ini hanya tinggal bersama papanya saja, dia juga sangat dimanja karena sudah tidak mempunyai mama saat dia berusia 10 tahun.


Bella tak mengerti tentang masak dan yang lainnya, yang dia tahu hanya mengelola perusahaan dan bisnis saja. Papanya tak pernah membiarkannya untuk masak sendiri dan mengerjakan yang lainnya, papanya selalu sudah menyediakan pelayan dan beberapa art dirumahnya.


Jadi Bella hanya fokus dengan kuliah dan belajar tentang bisnis pengelolaan perusahaan papanya bersama orang kepercayaan papanya.


Bella sangat pandai dalam hal bisnis, dia begitu cepat mengerti dan menangkap apa yang di beri oleh guru yang mengajarinya.


Namun kini Bella belum bisa masuk kantor, dan Rian sebenarnya bukan pertama kalinya memimpin rapat besar di perusahaan. Sebenarnya mereka semua terkejut saat tahu Rian menikah dengan Bella. Namun mereka semua sudah di beri tahu oleh orang kepercayaan papanya yang sekarang menjadi kepercayaan Bella, agar mereka jangan ada yang berbicara tentang identitas Rian yang sebenarnya.


Karena menyangkut kondisi dan akibatnya akan fatal bila terlalu banyak berpikir tentang identitasnya dari pernyataan Bella kepada orang kepercayaannya itu. Jadi mereka semua tak ada yang komplain dan bertanya atau berbicara selain tentang perusahaan, bisnis dan rapat.


***


Nita yang di rumah...


Dia mengurus anaknya yang di beri namanya Luise Ramon. Nita dan Rian sudah sepakat sejak lama akan memberikan nama anaknya itu kelak setelah dia lahir.


Ani sangat sedih melihat keadaan Nita yang harus mengasuh anaknya sendirian saat ini. Mama mertuanya terkadang datang untuk membantunya.


Nita juga terkadang terlihat kelelahan yang harus begadang sendirian dan paginya harus masuk kerja lagi di kantor. Lama kelamaan mamanya menyewakan rumahnya dan pindah ke rumah Rian dan Nita agar bisa membantu Nita merawat anaknya.


Silvi juga setuju akan hal itu, dan dia pun segera menyewakan rumah mamanya. Silvi setiap hari sibuk dengan kantor abangnya, dan terkadang tidur di kantor yang ada kamar khusus abangnya dulu disana.


Ani dan Aris masih berusaha untuk mencari Rian dimana - mana namun semua tentang identitas dan apa pun tentang Rian seakan di telan bumi.


Aris sampai putus asa mencarinya dan sudah hampir menyerah saat itu.


Namun Ani masih terus mendukung dan menegaskan bahwa Rian masih hidup saat ini.


***

__ADS_1


Panji dan Lisa...


Pasangan ini semakin hari semakin romantis, sekarang sudah waktunya mereka pulang dan kembali bekerja di kantor mereka masing - masing.


Saat pesawat mereka mendarat di bandara Singapura, tanpa sengaja Panji melihat Rian disana yang sedang berjalan dengan beberapa orang sambil membicarakan sesuatu.


Panji tak terlalu menghiraukannya karena saat memperhatikan Lisa memanggilnya untuk segera naik ke dalam mobil jemputan mereka.


Jadi Panji tak sempat menyapa Rian saat itu juga, namun ada yang aneh dengan Rian. Dia tak menyapa disaat sama - sama melihat ke arah Panji, dan Panji sudah tersenyum kepadanya.


" Apa benar itu tadi Rian suaminya Nita? atau aku yang salah melihat orang ya?" bertanya dalam hatinya.


" Ah, sudahlah mungkin bukan dia kali." gumamnya lagi.


" Kamu kenapa mas? apa ada yang ketinggalan ya? apa perlu kita putar balik dan mengambilnya?" tanya Lisa istrinya.


" Oh tak ada kok sayang, hanya mengingat - ingat saja. Ternyata sudah tak ada yang tertinggal disana." ucap Panji menutupinya.


" Oh..., ya sudah kalau begitu." ujar Lisa.


Namun tiba - tiba dia melihat kabar berita dari Ani yang menuliskan tentang hilangnya Rian dari kecelakaan pesawat.


Panji sontak terkejut dan tak percaya akan berita itu. Lalu Panji membaca semua rincian berita dan mencari video berita pada tanggal tersebut yang tertera disana.


Ternyata memang benar adanya, dan kini Ani masih terus mencari padahal sudah 3 bulan lamanya.


Panji lalu mengirim pesan ke Ani dan bertanya akan perihal itu.


Dan bagaimana yang sebenarnya terjadi, dan bertanya bagaimana kabarnya Nita atas berita tersebut kepada Ani.


Panji sangat sedih membaca isi pesan itu, dan Panji juga janji akan mencari Rian semampunya membantu.


Ani sangat berterima kasih kepada Panji yang masih perduli dengan Ani dan Nita saat ini.


Panji ingin mengatakan kejadian yang tadi dialaminya kepada Ani, bahwa ada seorang pria yang mirip sekali dengan Rian. Namun Panji masih ingin memastikan kembali sekali lagi.

__ADS_1


Setelah semua sudah pasti baru Panji akan memberitahu mereka di America sana.


***


Sampai di rumah...


Semua tas diangkat oleh art mereka, Lisa sangat lelah namun sangat bahagia.


" Mas..!"


" Mas Panji...!" Lisa memanggil Panji dari dalam kamarnya.


" Iya sayang...!" Panji segera datang ke kamar menghampiri Lisa.


" Mas tutup dulu pintunya dan jangan lupa untuk menguncinya." kata Lisa.


" Kenapa sih sayang pakai di kunci segala?" Panji penasaran.


" Mas, mandi sama yuk disan." Lisa menggoda Panji.


" Hem..., boleh sih.., tapi mas sudah..." Panji tak bisa melanjutkan.


Lisa sudah menariknya masuk ke dalam kamar mandi, dan mereka pun mandi bersama setelah baru sampai di rumah. Lisa memang sangat manja dan juga suka menggoda Panji, dia sangat mencintai pria itu.


Sampai - sampai tak mau melepaskan sedikit pun bila ada kesempatan dapat bersamanya. Panji sangat suka bila di goda Lisa yang sangat menggemaskan.


Mereka sangat lama sekali di dalam, berendam bersama di dalam sampai lupa waktu saat itu hari.


Ternyata bulan sudah bergantian dengan matahari, namun Panji dan Lisa masih asik berduaan di dalam kamar mandi.


Mereka sangat menikmati setiap harinya menjadi sepasang suami istri sekarang. Pulang bulan madu hati masih berbunga - bunga, bisa habiskan waktu bersama pujaan hati di tempat - tempat romantis.


Lisa yang dulu pernah terluka kini berubah menjadi bunga yang indah saat bersama Panji belahan jiwa yang sudah menjadikannya ratu di dalam hidupnya saat ini. Kata - kata sah yang masih teringat di pikiran Lisa, dan kata itu juga yang membuatnya lega dapat bersatu dan menyatu dalam cinta kasih asmara mereka.


" Mas, aku sangat mencintai mu. Kamu jangan pernah terlintas untuk tinggalkan aku ya mas...?" ujar Lisa dengan manjanya.

__ADS_1


" Iya sayang, mas juga sangat mencintai mu, apalagi kamu yang sudah menolong mas dalam belenggu cinta lama mas saat itu. I love you sayang.." Panji mengecup bibir Lisa yang berwarna pink itu dan mereka pun saling berpelukan.


__ADS_2