
🏵️ Saat ini semua tim penolong sedang di kerahkan untuk mencari para korban. Mereka sudah mencari selama seminggu ini dan belum semua jenasah yang di angkat dari dalam lautan tersebut.
Dan kotak hitam belum juga di temukan mereka, Ani sudah kembali ke Amerika dan mengurus kantor tersebut yang diamanahkan oleh pak Rahmat kepadanya.
Dan Ani sekarang pun punya kewajiban dan tanggung jawab atas Bisma anaknya Nita dan Rian.
Karena Ani yang sebentar lagi akan menjadi tantenya istri dari Aris abang sepupu Nita.
Setiap malam pulang kantor Bisma sekarang tidur bersama Ani di kamar bayinya Bisma. Ani menjaga Bisma sepenuh hati dan seperti anaknya sendiri. Ani pernah punya hutang budi kepada Nita sahabatnya yang baik itu, bahkan sekarang mereka akan menjadi satu keluarga setelah Ani dan Aris menikah nanti.
***
Bisma sekarang sudah pandai telungkup sendiri dan sebentar lagi dia akan merangkak dan bermain dengan lincah.
Ani semakin mengetahui bagaimana menjadi seorang ibu itu, dan perasaannya kini sudah menyatu kepada Bisma. Ani jadi tahu kenapa Nita selalu mengutamakan anaknya dan selalu semua untuk anaknya.
"Mas, aku ingin bicarakan sesuatu ke mas." ucap Ani dari ponselnya.
"Mau bicara apa An? katakan saja apa yang mau kau bilang ke mas, pasti mas akan mendengarkannya." ucap Aris ke calon suaminya.
"Mas aku ingin kita asuh Bisma bersama bila kita sudah menikah kalau mereka tak kembali juga. Kasihan Bisma yang tak bisa merasakan kasih sayang dari mama dan papanya, bagaimana mas?" tanya Ani ke Aris yang dari tadi mendengarkan.
"Aku setuju kok An..., itu memang seharusnya menjadi kewajiban kita kan? Nanti akan kita bicarakan dengan omanya Bisma yang sudah menjaga dengan perhatian." Aris pun tersenyum dan sangat bangga Ani bukan hanya cantik, dia juga sangat mulia dan baik.
Pencarian...
Sekarang sudah 2 Minggu berlalu ini merupakan pencarian yang terakhir, kotak hitam pun sudah di temukan kemarin. Sekarang sedang dalam pengamatan oleh mereka semua yang biasa mengamati bagaimana pesawat itu.
Hari ini pukul 18:00 pencarian akan segera di akhiri dan sudah dianggap untuk merelakan kepergian mereka dengan cara menabur bunga di lautan tersebut.
Mama dan Silvi serta Ani pun ikut menaburkan bunga, karena Nita dan Rian tidak di temukan baik jenazahnya maupun raga yang masih hidupnya.
"Nita..., dimana pun dirimu berada. Aku janji akan menjaga anak mu bersama ku, akan aku anggap dia seperti anak ku sendiri belahan jiwa ku. Karena yang aku lihat dari Bisma itu adalah sosok dirimu." ucapnya Ani dalam hatinya.
__ADS_1
Bisma tertidur dalam pelukan Ani saat itu di tiup angin laut yang saat itu sedang sepoi-sepoinya.
Setelah itu Ani dan yang lainnya pun pulang kerumah, dan mampir untuk ke supermarket untuk belanja keperluan baby Bisma.
Sekarang Ani yang mengurus keperluan Bisma dari baju, makan popok dan lain sebagainya.
Mama jadi heran kepada Ani, dan sangat bangga Ani yang tulus kepada Bisma, dan sekarang sudah menjadi mama angkat untuk Bisma.
***
6 bulan sudah berlalu, saat ini Bisma sudah bisa berdiri dan berpegangan. Bisma begitu tampan dan manis serta ceria, semua orang sangat gemas dan sayang padanya.
"Mam...ma..," Bisma sudah pandai bilang mama kepada Ani dan yang lainnya juga di panggilnya mama.
Bisma sangat suka bermain dengan mainannya yang berbunyi, dan dia suka tertawa bila di ajak bermain.
Sudah lama berlalu dan semua sudah mengikhlaskan kepergian mereka berdua.
***
Silvi sangat sedih, karena dia tak bisa menjaga mamanya di rumah sakit, karena harus mengurusi perusahaan abangnya lagi. Silvi akhirnya harus bolak-balik kantor dan rumah sakit setiap harinya.
Sementara kalau di rumah hanya Bisma dan Ani serta art saja saat malam hari. Ani semakin tak mengerti kenapa begitu banyak masalah dan hambatan selama hidupnya ini.
"Mbak Ani, nanti kalau mbak mau pergi ke kampung untuk menikah pergilah mbak. Kalau mama ada saya yang bisa menanganinya disini, jangan hal yang baik seperti ini tak jadi di langsungkan." ucap Silvi yang merasa tak enak kepada Ani.
"Nanti Bisma akan aku bawa saja dia bisa bersama omanya disana. Omanya disana bisa menjaganya, lagi pula omanya tak pernah bertemu dengannya." ujar Ani yang merasa tak mungkin meninggalkan Bisma karena tak ada yang menjaga.
Ani juga sudah mulai mengurus masalah pekerjaannya yang ingin di perpanjang dan diganti menjadi namanya disana. Pak Rahmat juga di undang oleh Ani ke pernikahannya, dan Ani sendiri yang mengantarkannya ke kantor pak Rahmat sekalian mengambil berkas dan menyerahkan berkasnya yang lama.
***
Stella kebetulan ada disana dan dia mencoba belajar untuk mengurus perusahaan papanya, Ani melihat Stella yang begitu sibuk dan begitu serius dengan yang diajarkan kepadanya.
__ADS_1
Tok, tok, tok,"
"Permisi pak, saya boleh masuk?" tanya Ani yang meminta izin kepada atasannya.
"Oh, kamu Ani. Silahkan masuk, saya sudah menunggu kamu dari tadi. Sekarang kami sehat kan Ani? Dan saya turut berduka cita atas kepergian Nita dan suaminya pak Rian."
"Tak disangka Nita harus pergi meninggalkan kita semuanya. Saya jadi sangat kangen dengan kerja kerasnya dan beberapa prestasinya di kantor saya." pak Rahmat sangat kehilangan.
"Iya pak, saya juga demikian yang lebih lagi kasihan dengan anaknya yang masih kecil itu. Sekarang anaknya saya yang mengasuhnya dan akan saya anggap menjadi anak saya dan suami saya nantinya." ujar Ani yang juga merasa banyak berhutang pada Nita.
"Saya juga ingin anak perempuan saya menjadi seperti Nita, apa lagi usia saya sudah semakin tua."
"Saya cuma memiliki seorang anak saja dan sementara mamanya sudah tiada." pekik pak Rahmat yang memandangi anaknya."
"Stella itu anak bapak?" kata Ani.
"Ya, kau mengenalnya?" tanya pak Rahmat.
"Saya hanya mengenalnya begitu saja, dan tak terlalu akrab dengannya." ujar Ani yang sebenarnya tak ingin terlalu mengenalnya.
"Ada satu yang ingin saya bilang ke bapak mengenai Stella, dan itu karena saya sayang padanya dan perduli dengan bapak."
"Saya mohon bapak jauhkan Stella dari Alex teman lelakinya, dia bukan pria yang baik."
"Kalau bapak tak percaya coba bapak suruh pengawal bapak untuk sesekali melihat kebiasaan Alex itu apa saja."
"Sebelumnya saya minta maaf karena sudah lancang untuk menyuruh bapak."
"Tapi karena saya perduli dan kasihan bila sudah terjadi, anak bapak cantik dan juga punya uang serta anak semata wayang pasti sangat berharga bagi bapak."Ani begitu banyak panjang lebar berbicara kepada pak Rahmat.
Lalu dia menyerahkan undangan kepada pak Rahmat dan untuk anaknya juga Stella. Setelah itu Ani pun pamit dan segera pulang ke kampung halamannya karena sudah lama meninggalkan Bisma disana.
"Oke pak, jangan lupa untuk datang ke pernikahan saya ya pak?!" Terima kasih." mereka berjabatan tangan.
__ADS_1
Ani pun pergi dan tanpa Stella mengetahui bahwa Ani datang ke kantor papanya dan sebenarnya dia adalah karyawan di kantor papanya juga.