PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 107. Foto mu


__ADS_3

🍀 Matahari menyinari bumi, pagi itu Nita bangun dengan semangat yang baru. Saat membuka matanya, Bisma ternyata sudah bangun duluan dari dirinya.


" Hallo anak mama selamat pagi...?!" ucap Nita kepada anaknya.


Bisma tersenyum dan sudah pandai bermain sekarang ini. Mereka sedang asik main berdua saja di dalam kamar, sudah beberapa menit, Nita menyiapkan Bisma untuk segera mandi pagi itu juga.


Bila Nita tidak terlalu terburu - buru ke kantor, dia selalu menyiapkan Bisma terlebih dahulu. Setelah itu dia mandi dan sarapan sambil memberi Bisma asi secara langsung ke mulutnya.


Pagi itu oma sudah menyiapkan sarapan untuk semua orang bersama mbaknya dan nanti, setelah itu oma akan memegang Bisma untuk duduk - duduk di bawah sinar matahari pagi.


Sedangkan susternya setiap pagi akan mencuci pakaian Bisma saja.


Semua sudah di selesaikan oleh Nita dan sekarang dia akan berangkat kerja ke kantor bersama Ani sahabatnya.


Tapi sebelum mobilnya menuju ke kantor, Nita membelokkan setir mobilnya ke arah yang lain.


Dia ingin melihat prospek tempat bisnis yang akan dia buka nantinya.


Rencananya dia akan membuka bisnis di bidang fashion.


Ya yang namanya fashion mulai dari baju, sepatu, tas, dan alat make up pun dia sediakan.


Bahkan dia juga nanti akan membuka sebuah salon kecantikan di sebelah fashionnya.


Nita akan memberi nama tempatnya Bisniet Fashion, namun itu akan dia mulai lakukan 5 bulan lagi.


Dia sudah mendapat tempat yang baik, dan sangat cantik tempatnya.


Nita sudah gak sabar akan mulai membukanya. Dan Nita juga sudah belajar di berbagai tempat untuk salonnya itu.


Dia juga akan mempekerjakan beberapa orang karyawan untuk bisnisnya.


" Ani, ini tempat yang akan aku jadikan bisnis baru ku." ujar Nita yang memperlihatkan tempatnya.


" Aku akan membelinya langsung dan membuka bisnis baru ku itu dengan rumah baru ku." kata Nita dengan bangga.


Ani mengerti dan paham akan Nita, itu sebenarnya sudah menjadi impian lamanya, dia ingin berbisnis sendiri dan menjadi owner diri sendiri.


Sangat kuat keinginannya, dan Ani tak mau putuskan semangatnya.

__ADS_1


Setelah itu Nita pun mulai memutar dan kembali ke arah dimana kantor mereka berada.


Dan Nita pun bergegas menginjak pedal gasnya agar mobil cepat melaju di jalan itu.


beberapa menit kemudian...


Mereka sampai di tempat dan Ani segera memesan minuman di kantin kantor, setiap pagi dia suka pesan kopi dan menyuruh membawakannya ke ruangannya.


Ani pagi ini terlihat semangat, ternyata tadi malam dia di telpon Aris sampai tertidur. Ani jadi bersemangat untuk memulainya dan meminum kopi yang sangat membuat dia kembali segar di pagi harinya.


Nita duduk di kursinya dan melihat tumpukan kertas dan dokumen yang harus segera dia tanganinya. Nita pun memulai kerjanya dan satu persatu dia selesaikan semuanya dengan perlahan tapi pasti.


Ani sekarang lagi berbunga - bunga, jadi semua pekerjaannya dia lakukan sangat lama sekali. Siangnya Ani tak turun ke kantin bawah, dia sudah menitip makan siangnya kepada Maya saat pagi tadi.


Sedangkan Nita turun ke bawah untuk makan siang disana.


Ani sengaja tidak turun, karena dia ingin berbicara pada Panji dan menanyakan tentang hal itu. Sekalian Ani mengirim foto Nita yang di minta Panji saat itu.


Ani dan Nita satu ruangan, jadi nanti bisa ketahuan kalau Ani berbicara dan meminta bantuan dengan Panji untuk masalah suaminya Rian.


Sementara Ani tahu kalau Nita pasti gak bakalan setuju kalau meminta bantuan untuk urusan tersebut ke Panji yang dulu adalah mantan kekasihnya.


Tok, tok, tok..., mbak Ani ini makan siangnya." kata wanita itu.


" Oh, terima kasih ya Maya. Maaf sudah merepotkan kamu." ucap Ani yang merasa sedikit segan.


" Tak apa mbak Ani, sip...?!" kata Maya yang mengacungkan jempolnya.


Maya pun pergi dari ruangan itu, Ani masih berbicara dengan Panji dan mendengarkan cerita rencana yang akan Panji lakukan. 1 jam sudah berlalu dan semua sudah dibahas mereka berdua, Ani mengerti dan sudah tahu dimana keberadaan Rian saat ini.


" Ani, kalian nanti boleh datang bulan depan kesini, dan aku akan bantu pertemukan kalian dengannya." kata Panji yang menginginkan Rian untuk kembali.


" Kemungkinan kalau dia bertemu dengan Nita dan mamanya, ingatan itu akan segera kembali lagi." ujarnya lagi.


Ani pun mengerti dan mereka menyudahi pembicaraan itu, Ani langsung mematikan ponselnya.


" Loh Ani, lo kok gak turun sih dari tadi. Aku pikir kamu turun ke bawah..." pekik Nita.


" Jadi kamu menunggu aku?" tanya Ani yang merasa gak enak.

__ADS_1


" Ya gak juga sih..., aku habis pompa asi tadi makanya lama. Ini baru selesai dan sudah ku simpan disana." ucap Nita menjelaskan.


" Hah..., syukurlah..." berbicara pelan.


" Ha? kamu bilang apa? tanya Nita yang dengar samar - samar.


" Gak ada, syukurlah kamu tak menungguku..., itu saja kok." Ani mulai ngeles pada Nita.


" Untung saja deh, kalau gak mungkin aku akan kena marah sama dia." gumam dalam hatinya.


Mereka mulai bekerja lagi setelah selesai istirahat siang itu. Tugas sudah mau selesai di kerjakan dan Ani juga sudah akan siap dengan tugas yang satu.


Maya datang mengantar berkas yang baru lagi untuk di kerjakan mereka, dan Maya juga memberi tahu kalau besok ada jadwal rapat dengan pak Pram yang ingin bergabung.


Rapat akan di mulai pagi hari sebelum jam 9 pagi, karena beliau akan pergi lagi ada urusannya.


Ani dan Nita pun mengerti, mereka akan usahakan berkas yang hari ini selesai saat ini juga.


***


Di Singapura...


Panji melihat ponselnya dan membuka pesan yang di kirim oleh Ani tadi siang, dia melihat seorang ibu yang menggendong anaknya.


Nita yang masih sama seperti dulu, seperti yang pernah dia kenal, saat Panji punya hati kepadanya.


Panji menatap foto itu dalam - dalam dan teringat masa lalunya saat pertama kali ke tempat kos Nita, dan membawanya ke rumah sakit saat dia pingsan. Dan yang lainnya lagi saat jalan bareng dengan Nita dan Ani saat masih bekerja di kantor yang sama.


Semua teringat kembali di pikiran Panji dan masih tersimpan dengan manis di lubuk hatinya. Tapi Panji tersadar bahwa semua sudah berakhir, dan sudah memiliki pasangan hidup masing - masing.


..." Andai saja dulu kita menyatu dan membina keluarga kecil kita Nita......


...Aku sangat ingin dan itu pun sebenarnya impian ku..." dalam batin Panji....


Dan foto itu mungkin akan di simpannya tapi bukan di ponselnya, Panji menghargai Lina yang menjadi istrinya saat ini. Dan masa lalu harus tetap tersimpan di album masa lalu saja, sekarang Panji bersama masa depannya akan memandang kedepan untuk kebahagian rumah tangganya.



❤️❤️❤️❤️Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2