
Setelah dari bandara Panji dan Sammy malah bukannya pulang, mereka mampir ke sebuah cafe malam yang buka sampai jam 3 pagi di Singapura.
" Kau kenapa malah kemari mengajak ku sih?" tanya Sammy.
" Sudahlah tak usah kau ingat lagi akan hal itu. Dia sudah bahagia bersama suaminya, kau hanya perlu bahagia juga dengan Lina saat ini." ucap Sammy yang memberi dukungan kepada Panji.
" Pesawat itu sudah pergi, hati ku sekali lagi juga pergi. Sekejap saja yang kau beri saat ini Tuhan...
Hanya sekejap namun rasanya mungkin bisa sampai seumur hidup ku. Jangan kau tumbuhkan lagi rasa itu di hatiku, walau sedikit saja. Aku mohon ya Tuhan..." pinta di dalam hati Panji.
Panji dan Sammy pun masih duduk disana sampai jam 12 malam, sementara Lisa sedikit cemas menanti Panji pulang ke rumah.
Tut..., tut..." Lisa mencoba menelpon Panji.
" Hallo sayang..., kau dimana?" tanya Lisa.
" Aku lagi di cafe bersama Sammy sayang..., aku ingin bersamanya dulu karena besok dia sudah harus kembali ke Jakarta." ujar Panji yang sedikit menutupi kesalahannya.
" Baiklah..., satu jam lagi saja ya sayang. Besok pagi kamu akan ada rapat dan kau harus tetap segar dan fit." ucap Lisa yang khawatir akan kesehatan Panji.
" Oke sayang, sebentar lagi aku akan pulang." jawab Panji.
Sammy tersenyum menatap Panji, sekarang dia harus sadar bahwa ada seseorang yang sangat sayang padanya saat ini.
" Kenapa kau menertawai aku?! kau terlihat sangat senang sekali ya?" pekik Panji yang merasa tak senang.
" Jangan marah teman..., aku hanya senang kali ini ada yang marahi kau kalau pulang terlambat. Sekarang pulanglah, kasihan Lisa pasti dia menunggu mu pulang dan tak tidur juga." Sammy mengajaknya pulang.
Mereka pun akhirnya pulang juga, Sammy diantarnya ke rumah duluan baru Panji pergi pulang setelah mengantarkan Sammy.
Sampai di rumah...
" Mas..., syukurlah kau sudah pulang ke rumah. Aku sangat menghawatirkan mu mas...?" ujar Lisa yang memeluk Panji.
" Iya sayang, maafkan mas ya. Sekarang tidurlah, mas mau mandi dan bersihkan diri dulu." ucap Panji ke istrinya.
" Ya mungkin kali ini aku memang harus sudahi semua kegalauan hatiku bila bertemu dengannya lagi." batinnya.
Lisa pun pergi ke luar kamar dan membuatkan susu hangat untuk Panji agar merasa nyaman dan sedikit segar dari lelahnya. Lisa pun tidur setelah meletakkan susu itu di samping meja kecil di sebelah tempat tidur Panji.
__ADS_1
Lisa pun bisa tidur dengan tenang malam itu, namun Lisa tak tahu kejadian yang baru saja terjadi oleh suaminya bersama Sammy.
Panji sudah selesai mandinya, dia melihat ada susu di meja kecil untuknya.
" Untuk suami ku tercinta, di minum ya susunya sayang..." itu dari Lisa yang menuliskan.
Panji meminum susu itu sampai habis, dan meletakkan gelasnya kembali. Di tatapnya Lisa saat tidur dengan manis, Panji merasa Lisa dewi penolongnya dan sangat mencintainya.
Setelah puas menatap, Panji pun langsung naik ke ranjangnya dan tidur memeluk istrinya dari belakang.
Begitu nyaman yang dia rasakan sampai seketika dia terlelap dalam mimpi dan kehangatan yang menyapanya.
Panji dan Nita sekarang sudah berbeda, tapi mereka sama - sama beruntung memiliki pasangan yang tulus mencintainya.
***
Nita dan keluarganya semua sudah sampai di America kembali, sementara Aris tidak satu pesawat dengan mereka. Aris pulang ke Makasar dan menyiapkan segala keperluan untuk segera lamaran dan hantaran ke rumah orang tuanya.
Aris dan Ani sudah sepakat kalau bulan depan adalah acara pertunangan mereka akan dilaksanankan.
Nita dan akan menyiapkan keperluan untuk bulan depan di Amerika.
Dan Rencananya Bisma tidak ikut kesana, dia akan tinggal bersama mama mertuanya saja di Amerika.
Saat di rumah...
" Mas, kamu kemana saja. Selama berbulan - bulan aku menunggu dan mencari mu mas. Begitu sulit hidup ku harus mengurus Bisma sendirian tanpa kamu, dan setiap hari aku selalu cemas memikirkan mu dan aku..." terhenti.
" Stss..., aku tahu akan hal itu sayang, sudah lah lebih baik kita tidur saja malam ini. Dan aku juga ingin merasakan tidur bersama Bisma yang imut ini." ujar Rian yang sangat merindukan mereka semua.
Akhirnya mereka pun tertidur nyenyak setelah beberapa bulan hati dan pikiran mereka entah kemana - mana.
Mamanya Rian dan Silvi juga bahagia setelah Rian pulang ke rumah ini kembali.
Akhirnya keluarga kecil mereka menyatu dan berkumpul dengan bahagia. Bisma tidur dengan memeluk tangan papanya, dan dia tahu papanya telah pulang bersamanya berkumpul di rumah.
***
Sammy yang sorenya akan pulang, memberi tahu istrinya di Jakarta lewat ponselnya. Dan istrinya sangat senang mendengar kabar itu dari Sammy.
__ADS_1
Seluruh keluarga kecilnya akan menyambutnya di dalam rumah dengan penuh kehangatan.
Besoknya istri dari Sammy akan masak makanan kesukaan Sammy saat begitu sampai di rumah saat itu juga.
" Panji, jaga istri mu baik - baik, jangan sia - siakan yang mencintai mu. Nanti kalau dia sudah pergi baru kau akan menyesal saat itu juga.
Jangan biarkan semuanya hancur kembali dan kau akan menderita lagi. Ingatlah itu pesan ku." ucap Sammy temannya.
" Baiklah sobat ku yang suka berceramah. Terima kasih kau sudah mau membantu ku dalam beberapa hari ini. Hati - hati lah kau dijalan." kata Panji lagi.
Sammy pun terbang ke Jakarta, dia langsung di jemput istrinya dari bandara, dia membawa anaknya yang paling kecil untuk bertemu dengan papanya.
" Papa, papa, papa..." anaknya memanggil dirinya dan minta di gendong olehnya.
Sammy pun menggendong anaknya itu ( Raju ) dia baru usia satu tahun dan baru saja pandai berjalan dan berbicara.
Keluarga itu sangat harmonis, Sammy sudah sukses sekarang semenjak mau bergabung bersama Panji dan menjalankan bisnis yang di bangun di Jakarta.
" Mas, kau sehatkan? aku sangat merindukan kamu mas Sammy." mereka berpelukan disana.
" Ayo kita pulang ke rumah Raju...!" ucap Sammy yang ingin istirahat dan menikmati masakan istri tercinta Devina.
***
Rian sudah berkumpul kembali dengan Nita dan Bisma.
Sedangkan Panji bersama Lisa sudah semakin romantis setiap hari.
Sammy sekarang sudah tinggal menunggu anak yang yang besar wisuda dari kuliahnya.
Panji nanti akan meminta anak Sammy untuk mengelola bisnis bersama papanya dan membuka kantor cabang mereka yang baru.
Akhirnya bisnis mereka saling bekerja sama antar Singapura, Jakarta dan America.
Acara lamaran Ani dan Aris sudah semakin dekat, Ani semakin tak bisa tidur serta gelisah takut akan kendala lagi nantinya.
Namun Nita selalu menenangkan hati dan pikiran Ani, bahwa semua akan baik - baik saja.
" Segala sesuatu akan baik dan lancar bila kita tetap berpikiran positif dan terus selalu berdoa. kami jangan khawatir ya Ani, mas Aris juga sudah bilang ke aku, semua sudah siap 80% dan tinggal datang saja ke rumah orang tua kamu dan semua akan terjadi." Nita menyemangati Ani yang gundah gulana.
__ADS_1
Ani pun mengerti dan dia sudah mulai tenang, pakde dan budenya Nita juga sangat setuju dengan hubungan mereka sudah lama. Dan mereka sangat senang saat tahu Aris ingin segera lamaran dengan seorang wanita.
Karena yang pernah pakde dan bude Nita tahu, Aris tak pernah memiliki kekasih lagi setelah disakiti oleh mantannya yang lalu tersebut.