PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 127. Kabar Baik


__ADS_3

Pagi itu Ani mendengar semua penjelasan dari Sumitra melalui telpon itu. Ani sangat senang dan shock merasa tak percaya akan yang Sumitra ucapkan.


Namun hati Ani sangat senang dan mengakhiri pembicaraannya itu setelah tahu dimana alamat keberadaan Bisma.


Karena Ani sudah hampir gila mencarinya dimana-mana dan sekarang sepertinya sudah saatnya berhenti mencari Bisma karena sudah di temukan.


Ani pun pergi mandi dan bersiap-siap dengan semuanya, pagi ini dia menelpon sekretarisnya untuk memberi tahu bahwa dia tak masuk ke kantornya.


Dan Ani pun pergi bersama Aris suaminya, dia sudah memberi tahu Aris keberadaan Bisma sekarang. Sekarang giliran Aris yang mencari keberadaan penculik Bisma saat ini.


Ani dan Aris pun meluncur kesana, Silvi dan pram juga sudah di beri tahu bahwa mereka pergi ke panti asuhan dimana keberadaan Bisma.


Tempatnya sedikit jauh dari tempat tinggal mereka, hampir dibilang perbatasan kota dan beberapa kilo lagi sudah keluar dari kota tempat tinggal mereka.


5 jam kemudian...


Cittt...


Aris mengerem mobilnya pas di depan panti asuhan itu, Ani langsung keluar dari mobil dan berjalan perlahan menuju panti asuhan tersebut.


Pintu panti itu terbuka lebar karena anak-anak pada di depan rumah sedang membersihkan halaman panti mereka. Ani pun menghampiri seorang anak yang sedang menyiram tanamannya.


"Assalamualaikum.., permisi saya mau bertemu dengan bu Sumitra ada?" tanya Ani dengan sopan dan perlahan.


"Waalaikumsalam.., oh... bu Sumitra ada di dalam kok. Silahkan duduk dulu disini kak, saya akan panggilkan ibu Sumitra ke dalam." ucap anak itu.


"Baiklah." kata Ani lagi.


Anak panti itu masuk ke dalam, dan Aris pun datang menghampiri Ani yang sedang duduk disana.


Lalu bu Sumitra pun datang bersama Bisma dalam gendongannya.


"Bisma? sayang kamu anak mama kan?" ucap Ani yang langsung berdiri saat melihat Bisma bersama bu Sumitra.


"Mama.., mama..," ucap Bisma yang langsung mengenali Ani seketika.


"Sayang ku.., ini mama nak.."


"Kamu kemana saja, mama kangen sama kamu." Ani menggendong Bisma bersamanya.

__ADS_1


Bu Sumitra menceritakan kronologi bagaimana Bisma bisa ada padanya, dan Aris pun mengerti. Kini Bisma sangat senang setelah berjumpa pada Ani. Bu Sumitra sangat sedih saat dia sadar Bisma akan pergi darinya dan meninggalkan panti asuhan itu.


Ani dan Aris pun pamit dan meminta izin untuk membawa Bisma pulang kerumah mereka. Dan Aris juga sudah menyiapkan beberapa uang untuk membantu ibu Sumitra di panti asuhannya.


"Ibu, kami pulang ya bu, dan terima kasih sudah mengurus Bisma dengan kasih sayang kalian semua." ucap Aris sambil berjalan masuk ke dalam mobilnya.


"Hati-hati di jalan ya pak, bu.., lain kali main lah kesini sambil membawa Bisma lagi ya bu Ani..," ucap Sumitra yang terlihat sedih dan menghapus air matanya.


Ani pun merasa terharu dengan kebaikan mereka semua, Bisma juga terlihat sehat dan bahagia selama dengan bu Sumitra.


"Maafkan mama ya Bisma yang tak bisa menjaga mu dengan baik." ucapnya dalam hati.


Aris dan Ani sangat senang melihat dan dapat menggendong Bisma lagi kali ini. Bisma pun tertidur dalam pelukan Ani, dia terlihat begitu nyaman dalam pelukan Ani di dalam mobil itu.


Ani juga terlihat senang dan terus memperhatikan Bisma yang sedang tidur di tubuhnya.


"Kamu lucu sekali sayang.., sudah besar sekarang?!"


"Kami makin menggemaskan, dan tak tahan aku ingin mencubit kamu Bisma." ucap Ani yang sedikit gemas dengan Bisma.


Tring..


Tring..


Itu telpon video call dari Silvi yang ingin melihat Bisma dengan rasa tak sabarnya.


Pram dan Silvi masih berada di Malaysia, dan mereka menelpon secara diam-diam di luar dan menjauh dari Nita dan Rian.


Silvi sangat senang dan terharu melihat Bisma sudah bersama Ani saat itu. Bahkan Silvi berkata akan segera pulang ke Amerika karena ingin bertemu langsung dengan Bisma saat itu juga.


Namun Nita dan Rian belum bisa pulang, karena bulan depan masih diperiksa kembali sekali lagi.


Setelah itu selesai dan hasilnya bagus baru dokter akan mengizinkan mereka pulang ke Amerika tempat mereka tinggal.


Pram memeluk Silvi yang menangis setelah pembicaraan video call mereka di akhiri.


Pram mengerti keadaan dan suasana hatinya saat ini seperti apa.


"Satu persatu semua semua berkumpul kembali kepada ku, dan juga sekarang bertambah orang yang sayang pada ku. Kebahagiaan ini akan jauh lebih sempurna bila mama masih ada bersama kami disini ma..," ujar Silvi di dalam hatinya.

__ADS_1


Silvi dan Pram sekarang pergi jalan-jalan menikmati suasana di Malaysia. Kebahagiaan sedang menghampiri mereka saat ini, dan Pram sangat senang Bisma sudah di temukan. Karena setelah Bisma di temukan, Pram dapat melamar Silvi setelah bulan depan Rian kembali ke Amerika.


"Mas, terima kasih ya. Kamu sudah membantu ku untuk mencari mereka dan mengumpulkan kebahagian ku kembali saat ini."


"Aku mencintai mu mas," Silvi mencium pipi Pram karena sangat bahagia sekali.


Pram tersenyum dan merasa senang karena biasanya Silvi tak pernah berbuat seperti itu selama ini. Jadi itu membuat Pram terkejut dan merasa tak percaya dengan semuanya.


"Mas juga sangat mencintai mu sayang." ucap Pram yang langsung memeluk Silvi dari samping dan duduk menikmati pantai di malam hari.


Malam itu sangat romantis bagi kekasih itu, Silvi sampai tertidur nyenyak dalam pelukan Pram yang hangat.


Pram memperhatikan wajah Silvi di bawah sinar bulan malam, membuat Pram merasa gelisah dan tak kuasa.


Lalu Silvi terbangun dan merasa terganggu dengan suara detak jantung Pram yang berdegup kencang.


"Kamu kenapa mas? sudah pegal ya? kenapa tak bilang kalau sudah lelah mas..,"


"Maaf ya mas Silvi ketiduran dan sangat mengantuk sekali."


"Apa lagi disini sejuk dan tenang, Silvi jadi rileks banget deh mas."ucap Silvi yang melihat mata Pram dan tersenyum.


"Silvi, tolong jangan menatap ku seperti itu. Aku bisa tak tahan dan nanti bisa menerkam kamu disini sekarang juga." kata Pram mencoba menggodanya dan mengejeknya.


"Ah, mas ini.. ayo kita pulang dulu deh. Silvi mau beres-beres biar besok kita bisa pulang lebih awal ke bandaranya." ucap Silvi yang sedikit malu karena Pram menggodanya.


Silvi pun berdiri dari duduknya yang di pasir pantai yang putih dan bersih itu. Dia menuju ke arah mobil mereka yang sedang parkir disana. Pram hanya tersenyum dan mengerti, lalu mengikuti Silvi dari arah belakangnya.


Malam itu ternyata Silvi merasa malu saat di goda Pram dengan kata-katanya saja.


Silvi sudah masuk kedalam mobil dan disusul Pram yang masuk disebelahnya. Mesin pun di hidupkan dan mobil berjalan meninggalkan pantai dan menuju pulang ke apartemen Nita dan Rian malam itu juga.


Silvi akan segera berpamitan dan menyusun barang-barangnya ke dalam kopernya yang dia bawa.


Pram dan Rian pergi keluar, sementara Silvi dan Nita berada di dalam berdua saja.


Nita sangat senang selama beberapa hari ada Silvi di Malaysia bersamanya. Jadi Nita tak merasa kesepian selama beberapa hari itu, Silvi yang lebih sangat senang saat mendengar mereka masih hidup dan selamat dati kecelakaan pesawat itu.


Silvi merasa bersyukur karena dia tak sendirian lagi saat ini, masih ada kakak dan abangnya Rian bersamanya.

__ADS_1


Saat di luar Pram memberi tahukan ke Rian bahwa Bisma sudah ditemukan, jadi Rian tak perlu khawatir lagi saat ini. Bisma sudah bersama Ani dan Aris dirumah sekarang.


Rian sangat senang dan bersyukur, dia pun mengucapkan terima kasih pada Pram yang sudah banyak membantunya saat ini.


__ADS_2