PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU

PETAKA DALAM RUMAH TANGGA KU
Bab 23 Permainan hidup


__ADS_3

Hari ini penerbangan ke Amerika dari Singapura pukul 05.00 waktu setempat. Jadi Panji malamnya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk besok. Panji akan berangkat dari rumahnya kebandara pukul 03.00 karena lumayan jauh perjalanan menuju bandara.


Panji kali ini sangat penuh perjuangan dan dia hanya sendirian tidak meminta Dion untuk menolongnya. Panji ingin memperbanyak relasi dan teman dalam bisnisnya, agar nanti ketika dia membuka bisnis baru sendiri sudah tidak susah lagi dalam mencari rekan dan klien.


Panji pun sudah berangkat dan terbang menuju Amerika, hatinya sangat bahagia saat ingin hendak terbang kesana. Panji juga tidak mengerti kenapa bisa begitu, dan dia merasa seperti akan terjadi sesuatu dengannya nanti.


***


Rian pagi ini datang kerumah Nita secara tiba - tiba. Dia mengajak Nita untuk sarapan pagi diluar dan berjanji akan mengantarkannya ke kantor dengan tepat waktu.


Nita menerima ajakan itu, meninggalkan Ani sendirian dirumah dan saat akan berangkat ke kantor.


Nita dan Rian sudah sampai ditempat makan, Rian mengajaknya makan bubur ayam dan es buah alpukat.


Nita suka dengan makanan itu, dia suka sekali bubur ayam dan minumnya buah alpukat.


Nita teringat masa lalunya tentang alpukat itu, dulu Panji selalu pesan untuknya saat berada di kantin kantornya.


" Nita, kamu kenapa ?"


" Ada pesanan lain yang kamu inginkan..?" Rian mencoba memberikan pelayanan terbaiknya.


" Tidak mas, ini sudah cukup terima kasih." Nita mulai tersenyum kepada Rian.


Rian membalas senyuman itu, di dalam hatinya dia sangat senang sekali. Dan Rian menghargai atas keramahannya Nita saat itu, Rian juga tidak ingin terlalu over kepadanya.


Rian mengantarkan Nita segera saat sudah selesai sarapan pagi.


Nita juga berterima kasih dan menghargai niat baik Rian saat itu.


" Mas, lain kali jangan traktir lagi ya, biar saya yang mentraktir mas Rian." ucap Nita yang meminta Rian untuk menghentikan mobilnya tidak sampai di depan kantornya.


Nita tidak ingin semua karyawannya heboh dan membuat dirinya menjadi bahan cerita mereka.


Rian pun menuruti permintaan Nita setelah tahu alasan yang dia katakan ke Rian. Dan Rian pun berlalu pergi kekantornya saat itu juga. Sedangkan Nita berjalan kaki sebentar kearah kantornya.


" Nita memang wanita yang cerdas dan hebat."


" Aku sangat mengaguminya dan tak ada yang menyamainya dengan wanita yang pernah aku temui sebelumnya." Rian berkata dalam hatinya, dan dia sangat terpesona dengan Nita.


" Hallo Lita, bagaimana dengan pak Panji, apakah sudah ada kabar dari beliau?" Tanya Rian tentang pertemuannya dengan Panji kliennya.


" Belum pak, sepertinya beliau akan tiba dari Singapura besok pagi pak." ujar Lita yang melihat jadwal penerbangan dan semua keadaan.


" Baiklah Lita terima kasih." Rian menutup telponnya.

__ADS_1


Rian masih dimobilnya menuju kekantornya, dia hari ini sangat bahagia karena Nita sudah sedikit bisa akrab dengannya.


Rian menepikan mobilnya ditoko buket mawar lagi, kali ini dia akan mengirimi Nita bunga lagi sebagai ucapan terima kasih sudah mau memenuhi ajakannya.


" Mawar putih yang cantik, untuk seorang gadis yang unik dan menarik." ucap Rian ke mbak penjual bunga itu.


Rian mengirimkan bunganya tanpa nama lagi dan apapun itu selain ucapan terima kasih .


Rian memang tipe pria yang suka romantis ke wanitanya.


Dan dia suka memanjakan seseorang yang dia sayangi, selagi dia mampu.


Rian sudah tiba dikantornya dan memarkirkan diparkiran kantor.


" Hai mas Rian..., hari ini kamu sedikit lama datangnya."


" Aku sudah menunggu kamu dari tadi loh mas...?" seorang wanita menyambut kedatangan Rian di dalam ruangannya.


" Kenapa kamu ada diruangan ku..?!"


" Aku kan sudah bilang jangan suka masuk keruangan ku sembarangan..!" Rian berbicara agak sedikit kasar kepada wanita itu.


Rian tidak menyukainya, wanita itu bernama Bela.


Bela terlalu agresif kepadanya dan suka mengatur dikantornya Rian.


Bela anak yang sudah terbiasa dengan bergelimang harta papanya, hidupnya bagai tuan putri karena anak satu - satunya.


Sementara Rian tidak menyukai Bela yang sangat angkuh dan sombong karena kedudukan papanya.


Bela juga hanya bisa berpesta hura - hura dan menghabiskan uang papanya, pergaulannya juga terlalu bebas. Rian lebih suka wanita sederhana, smart, dan berprestasi, serta lebih menghargai apapun yang dia miliki.


Semua itu sangat bertolak belakang sekali dengan Bela, Rian sangat tidak menyukainya dan sangat kesal kalau Bela ada diruangannya yang sesuka hati memakai laptopnya, membaca berkas - berkasnya.


Rian lalu berbalik ke pintu dan pergi dari ruangannya, dia akan pergi dan gak akan kekantor kalau masih ada Bela disitu.


" Mas Rian, kamu mau kemana..?"


" Mas..., jangan tinggali Bela dong mas."


" Bela sudah menunggu dari tadi mas.., mas..! mas Rian..!" Bela terus memanggil namun Rian tidak menghiraukan dirinya.


Rian masuk kedalam mobil dan memutarkan mobilnya dan menginjak pedal gas mobilnya.


Rian pun pergi meninggalkan kantornya dan meninggalkan Bela disana.

__ADS_1


Bela hanya menangis dan terpaku, dia pulang bersama supir pribadinya. Semua karyawan senyum - senyum melihat adegan itu, mereka juga tidak menyukai Bela sama sekali.


***


Hari ini rapat dengan pak Rahmat akan dimulai pukul 9 pagi. Rapat kemarin batal dilakukan karena pak Rahmat ada permasalahan diperusahaan pusat yang mengharuskan beliau kembali lagi ke Jakarta.


Kali ini Nita mungkin akan mengetahui siapa dalang yang ingin menjatuhkan dirinya.


" Selamat pagi semua.." Pak Rahmat baru masuk ke ruang rapat dikantor.


" Pagi pak Rahmat." semua menyapa atasan mereka.


"Nita silahkan langsung saja rapat kita mulai." Pak Rahmat sudah tidak sabar dan beliau tidak bisa berlama - lama.


Sorenya beliau sudah harus kembali lagi ke Jakarta karena besok ada jumpa kliennya.


Nita membagikan kertas yang mau dibahas dan semua orang mendapatkan kertas yang sama isi dalam berkas itu. Kecuali Imel yang mendapatkan kertas yang beda dari yang lain.


Imel belum tahu kalau cuma punya dia saja yang berbeda, berkas dia yang dia buat sendiri saat itu, dan tidak ada yang bagus didalamnya. Semua rincian mengenai keuangan perusahaan yang dia buat tidak sama dengan pembukuan.


Setelah lama Nita menjelaskan pak Rahmat dan yang lainnya tidak ada yang komplain.


Tiba - tiba Imel menyela pembicaraan Nita yang sedang menerangkan.


Nita terdiam dan mempersilahkan Imel dengan keluh kesahnya.


" Maaf bu Nita, kenapa tidak ada kesamaan yang ibu katakan dengan isi kertas ini bu..?" Imel mulai mencari permasalahan dan dengan bangga dia maju kedepan.


" Ada yang salahkah dengan kertas kamu Imel?"


" Kertas ini tidak sama dan tidak ada kesesuaian dalam yang ibu terangkan." ujar Imel dengan penuh percaya diri.


" Maaf pak Rahmat saya ingin mengatakan sesuatu ke Imel." Nita meminta izin dan sekaligus pembuktian.


" Imel bukannya saya sudah periksa semua berkas dan file yang kamu ajukan untuk rapat?"


" Saya sudah periksa semua bagus dan baik, tidak ada yang berbeda."


" Imel kenapa bisa kamu yang komplain sementara kamu yang saya kasih kepercayaan untuk mengerjakannya."


" Atau kamu malah sengaja melakukan sesuatu yang tanpa saya ketahui Imel?" Nita sudah kesal dan gemas kepadanya, ternyata diam - diam Imel musuh yang ingin menjatuhkannya.


" Teman - teman apakah ada di antara kalian yang kertas berkasnya tidak sesuai dengan yang saya katakan dari tadi..?" Nita bertanya kepada semua anggota rapat, dan mereka menjawab tidak.


Imel terkejut dan terdiam, hanya berkas dia saja yang berbeda, sedangkan yang lainnya sama semua.

__ADS_1


Nita sudah membuat permainan dia menjadi permainan umpan balik ke Imel.


__ADS_2