
🍁 Nita rajin mengontrol kandungannya, dan cek terus segala yang harus dilakukan ibu hamil. Dari hari ke hari perut Nita semakin membesar sekarang.
Saat ini Nita sudah genap 6 bulan kondisi kandungannya. Minggu depan Nita dan Rian akan menemui dokter Aisyah dan melakukan USG bayi mereka.
Rian yang setiap pulang kerja selalu menemui Nita, mengelus perutnya dan mengajak bicara bayi mereka.
Rian sangat menantikan kehadirannya tanpa rasa sabar lagi.
Nita selalu makan makanan sehat setiap hari, Rian tak pernah absen untuk membelikan buah untuk Nita di rumah.
Art mereka selalu membuatkan salat buah yang enak khusus untuk ibu hamil. Nita sangat suka makanan itu, Nita tidak pernah menolak bahkan menyisakan salat itu sedikit pun di tempatnya.
Mangkuk itu selalu penuh buah di sore hari di taman belakang rumahnya.
Nita suka duduk disana sambil menikmati buah - buahnya dengan melihat taman hijau dan bunga.
Nita mendengarkan musik klasik disana, semilir angin bertiup menyapu rambutnya.
" Ah..., hari ini sangat lelah berbahagia, tapi...,memang ibu hamil harus bahagia. Hehehe..." tertawa dalam hatinya.
Nita sekarang hanya menikmati hidupnya saja saat ini, menjalani proses menjadi seorang ibu itu tidak sesulit dalam pikirannya.
Sekarang semua pikiran itu di tepisnya dan menjalani dengan bahagia.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Raisa
Anak Linda yang terpisah di kirim para tetangga ke panti asuhan itu mulai beranjak remaja. Sekarang Raisa sudah bukan balita lagi, tetapi sudah besar dan mengerti tentang kehidupan.
Raisa sekarang di panti ikut menjaga anak - anak yang ada disana. Bahkan tak jarang Raisa memasak di dapur panti untuk mereka semua makan.
Raisa sangat pandai memasak, dan dia suka sekali kalau di sekolahnya ada acara khusus untuk memasak.
Raisa walau anak panti, tetapi dia tetap sekolah di sekolah biasa juga. Ibu panti sangat sayang padanya, dia sangat pandai membuat hati orang - orang bahagia saat bersamanya.
Saat ini Raisa tak seperti biasanya, terlihat murung duduk di bawah pohon yang ada kursinya disana. Nita menikmati hari - harinya disaat sore hari di rumah, Rian begitu memanjakannya saat ini.
Biasanya juga dimanja, tapi kali ini sungguh lebih dari biasanya. Terkadang Nita tak terbiasa akan hal itu, yang dulu sangat mandiri kini harus dilayani.
" Sayang...," Rian menghampiri.
__ADS_1
" Sudah pulang mas ?" tanya Nita yang merasa terlalu cepat pulangnya.
" Iya, mas kangen sama bumil dan dedeknya, hem..." Rian mencium perut Nita dan mengelusnya.
" Kamu mas ada saja, pulang kerja seperti biasa atau malam nanti juga bisa." Nita menyentuh wajah Rian.
" Kamu sedang apa disini sayang? apa tidak dingin disini ?" tanya Rian lagi.
" Ih..., disini enak tahu mas. Aku suka disini dan rasanya nyaman sekali mas." kata Nita.
" Hem baiklah, hari ini kita bertiga akan duduk dan menikmatinya, bagaimana ?" tanya Rian.
" Hahahaha..., kamu lucu sekali mas. Bertiga sama siapa kita ?" Nita masih tertawa.
" Sama anak kita dong." Rian mengernyitkan dahinya.
" Belum lahir mas..., sabarlah sebentar." ucap Nita menutup matanya dan menikmati semilir angin lagi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di penjara
Linda masih menunggu waktu kebebasannya di dalam sana, yang ingin dia lakukan ingin mencari anaknya Raisa. Linda sangat terpukul mengingat kembali Ririn anaknya yang sudah meninggal itu.
" Nanti aku bebas dari sini akan aku lihat makam anak ku Ririn disana. Setelah dari situ aku akan mencari Raisa dimana pun berada." tekatnya Linda.
Linda pun mengikutinya dari belakang, Linda berpikir mau kemana dia akan membawanya.
Linda tidak mau membuat masalah dan menjadi pembangkang lagi. Dulu dia sangat keras kepala namun di dalam penjara tidak mau lagi mengulanginya.
Karena dia tidak mau di tambah lagi masa hukumannya oleh para polisi itu kepadanya.
" Seharusnya aku sudah bebas, dan sekarang aku harus mendekam disini 2 tahun lagi." dalam benaknya berkata.
Polisi itu membawa Linda ke kantor kepala lagi, disana kepala polisi berkata padanya bahwa Linda besok sudah boleh keluar dari sana.
" Hah ! apakah itu benar pak ?"
" Tapi bukannya saya masih 2 tahun lagi disini ?" tanya Linda yang cukup heran akan hal itu.
" Ada seseorang yang membayar jaminan kamu untuk keluar dari sini. Namun dia tak mau diketahui namanya." ujar kepala polisi itu.
Linda terdiam dan berpikir keras kepalanya.
__ADS_1
" Siapa ya yang sudah membebaskan aku dari sini ?" dalam hati penuh tanya.
" Baik kalau begitu, kau urus barang bawaan mu dan besok pagi cepatlah pergi dari sini." ucap kepala polisi itu lagi.
Linda pun mengerti dan permisi dari ruangan itu segera. Polisi jaga itu pun pergi juga bersama Linda kembali bertugas lagi.
" kau ingatlah untuk tidak mengulanginya lagi disaat bagaimana pun, jadilah orang yang berguna untuk orang lain juga." polisi jaga itu menasehati saat berjalan bersama.
" Hei, kenapa dia sering sekali di panggil ke kantor ya ?" apa dia membuat masalah lagi ?" tapi sama siapa?" tiga sekawan itu menceritakan Linda dari belakang.
" Biarkan sajalah dia, aku sudah malas bermain dengannya." ujar salah satu dari mereka.
Ketiga sekawan itu suka sekali mengganggu Linda saat baru masuk sel saat itu. Mereka suka bermain dan mempermainkan anak baru masuk ke sel mereka.
Dalam satu sel ada 15 orang, tapi mereka bertiga ini selalu yang suka mencari gara - gara dengan yang lain.
Tapi sekarang mereka tidak tahu kalau Linda besok akan pulang dan pergi meninggalkan mereka semua disana.
Mereka bertiga sudah duluan masuk penjara, namun belum ada yang keluar dari sana.
Sekarang di satu sel itu tersisa ada 10 orang, jadi bila Linda keluar maka akan tinggal 9 orang nantinya.
Linda saat ini masuk kedalam selnya untuk beberes barang - barang yang akan dia bawa pulang nanti bersamanya.
Foto anak - anaknya selalu ada bersamanya, ketika baru masuk sel tetangganya ada datang membawa foto anak ya dan beberapa barang miliknya saat rumah itu akan di jual.
Foto itu yang selalu bersamanya dan menemani Linda disana. Dia melihat dan mengelus foto anaknya yang berdua itu sedang naik ayunan. Linda sangat ingat peristiwa yang ada di foto itu, mereka bermain ayunan di taman kompleks rumah mereka di sore hari.
Linda mencium foto anaknya sambil menangisinya.
" Andai kamu masih ada Ririn,kita bisa kumpul bersama lagi ketika mama sudah pulang nanti, hiks, hiks..." Linda menangis dalam diamnya.
Lalu Linda menjatuhkan foto itu, jatuh saat sedang terbalik kertasnya.
Linda mengambil foto itu dari lantai dan membaca tulisan yang ada di sebalik foto itu.
Linda tidak pernah tahu selama ini ada tulisan disana, dan itu baru dia sadari saat hari itu.
Panti asuhan bunda kasih, jalan Cendrawasih no. 104 . Raisa ada disana.
" Raisa? anak ku ada di panti asuhan ini?"
" Terima kasih ya Allah..., Engkau Maha penyayang hambanya." Linda bersyukur sekali.
__ADS_1
Linda sangat senang dan tersenyum mengetahui tempat dimana Raisa anaknya berada.
Linda semakin bersemangat untuk mencari dan menjemputnya kesana.